Oleh: Dr. dr. Sunarto, M.Kes. – IKM FK UII

Alhamdulillah kita panjatkan rasa syukur kehadirat Allah Swt atas segala nikmat iman dan Islam yang telah sehingga dalam keadaan Bahagia dunia dan isya Allah hingga Akherat kelak. Salam dan shalawat kita sampaikan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, para sahabat dan umatnya yang sholeh dan menjadi tauladan hidup. Syukur, kita maknai dari ucapan lesan, perasaan hati dan pikiran hingga dalam tindakan melaksanakan amal baik.

Renungan Penciptaan Manusia:

  1. Kesempurnaan penciptaan, sebagaimana sering kita lafalkan dalam sholat yakni QS. At Tin [95]: 4 yang berbunyi:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”

  1. Tujuan penciptaan manusia untuk beribadah sesuai QS.Adz Dzariyat: 56 yang berbunyi:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

  1. Amanah penciptaan sebagai kholifah:

Al Quran surat Al Baqarah ayat 30:

وَاِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلٰٓٮِٕكَةِ اِنِّىۡ جَاعِلٌ فِى الۡاَرۡضِ خَلِيۡفَةً ؕ قَالُوۡٓا اَتَجۡعَلُ فِيۡهَا مَنۡ يُّفۡسِدُ فِيۡهَا وَيَسۡفِكُ الدِّمَآءَۚ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ‌ؕ قَالَ اِنِّىۡٓ اَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُوۡنَ

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.

Contoh memaknai tiga ayat tersebut sangat jelas, manusia diciptakan dalam wujud yang sempurna, yang ditugaskan untuk menjadi khalifah atau pemimpin dimuka bumi. Pemimpin dimuka bumi mempunyai maksud agar manusia harus mampu mengelola fasilitas dirinya dan alam untuk kebahagiaan hidup. Penulis mengartikan bahwa manusia diwajibkan untuk bekerja seoptimal mungkin untuk kelestarian kehidupan di bumi dalam rangka pencapaian kebahagiaan bersama seisi alam, bukan hanya manusia tetapi mahluk hidup yang lain.

Bagaimana cara mengelola ciptaan Allah di muka bumi, yang kita lakukan juga sesuai perintah Allah yaitu “Membaca” seperti dalam surat Al Alaq ayat 1-5. Membaca ayat ayat Allah mempunyai makna membaca ayat kauliyah yang ada dalam firman Allah seluruh isi Al Quran dan ayat kauniyah yang ada dalam bentangan kejadian alam. Membaca ini akan menuntun manusia menjadi lebih jelas dan detail mengetahui segala ciptaanNya. Membaca adalah melihat dan menganalisis semua isi dan maknanya, yang kemudian disusun dengan metode tertentu yang tersusun secara sistematis, yang kemudian terbentuk dalam kategori Ilmu yang secara simultan melahirkan teknologi. Ilmu dan teknologi ini merupakan salah satu instrument manusia dalam menjalankan amanahnya sebagai khalifah di muka bumi.

Cara berikutnya adalah manusia di kewajiban untuk bekerja keras untuk mendapatkan rejeki Allah SWT yang halal dan thoyib.

QS. Al-Ankabut ayat 17:

فَٱبْتَغُوا۟ عِندَ ٱللَّهِ ٱلرِّزْقَ وَٱعْبُدُوهُ وَٱشْكُرُوا۟ لَهُۥٓ ۖ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Artinya: “Maka carilah rezeki di sisi Allah, kemudian beribadah dan bersyukurlah kepada Allah. Hanya kepada Allah kamu akan dikembalikan.” (QS al-Ankabut:17).

QS. Al-Jumu’ah ayat 10:

فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: “Apabila telah ditunaikan shalat maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyaknya supaya kamu beruntung.” (QS al-Jumu’ah: 10).

Selain itu Rasulullah SAW juga bersabda sebagai berikut:

“Sungguh seorang dari kalian yang memanggul kayu bakar dengan punggungnya lebih baik baginya daripada dia meminta-minta kepada seseorang, baik orang itu memberinya atau menolaknya.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Dengan demikian jelas bahwa manusia diciptakan di muka bumi dalam keadaan sempurna, yang diberi amanah sebagai kholifah di muka bumi untuk mengelola secara baik untuk mencapai kebahagian seluruh alam. Langkah terbaik untuk melaksanakannya dengan cara membaca dan bekerja secara benar dan sistematik sesuai tuntunan ajaran yang tertulis dan petunjuk fenomena alam sebagai sunatullah teratur.