Anak Diberi Gadget Sebelum Diberi Teladan: Dampak Screen Time terhadap Perkembangan Anak

Oleh: Rafeifa Nashwa Chayara P.

 

Di era digital, gadget telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bahkan, tidak sedikit anak yang sudah mengenal layar ponsel sebelum mampu berbicara dengan lancar. Banyak orang tua memberikan gadget sebagai cara praktis untuk menenangkan anak saat rewel, makan, atau agar tidak mengganggu aktivitas mereka.

Meski terlihat membantu, kebiasaan ini dapat menimbulkan dampak serius terhadap tumbuh kembang anak. Ironisnya, ketika anak lebih banyak belajar dari layar dibandingkan dari orang tuanya, kesempatan untuk memperoleh teladan yang baik justru semakin berkurang. Oleh karena itu, penggunaan gadget pada anak perlu dikaji tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga dari perspektif Islam yang menekankan pentingnya pendidikan dan keteladanan dalam keluarga.

Islam menempatkan orang tua sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak. Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ ۝٦

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”
(QS. At-Tahrim: 6)

Ayat ini menunjukkan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing dan mendidik anak, termasuk membentuk kebiasaan yang sehat sejak dini. Pendidikan tidak hanya dilakukan melalui nasihat, tetapi juga melalui teladan yang diberikan setiap hari.

Dari sisi kesehatan, penggunaan gadget yang berlebihan pada anak telah menjadi perhatian dunia. Organisasi kesehatan anak merekomendasikan pembatasan screen time karena masa kanak-kanak merupakan periode penting perkembangan otak. Penelitian yang dipublikasikan dalam JAMA Pediatrics menemukan bahwa screen time yang tinggi pada anak usia dini berhubungan dengan keterlambatan perkembangan bahasa, kemampuan memecahkan masalah, dan keterampilan sosial pada tahun-tahun berikutnya [1]. Anak yang terlalu sering berinteraksi dengan layar kehilangan banyak kesempatan untuk berkomunikasi langsung dengan orang tua maupun lingkungan sekitarnya.

Selain itu, penggunaan gadget yang berlebihan dapat memengaruhi kesehatan fisik. Sebuah studi dalam The Lancet Child & Adolescent Health menunjukkan bahwa durasi screen time yang tinggi berkaitan dengan menurunnya aktivitas fisik, gangguan kualitas tidur, dan meningkatnya risiko obesitas pada anak [2]. Padahal tidur yang cukup dan aktivitas bermain merupakan kebutuhan penting untuk mendukung pertumbuhan yang optimal.

Dampak lainnya terlihat pada perkembangan emosional dan perilaku anak. Penelitian dalam PLOS ONE melaporkan bahwa paparan layar yang berlebihan pada usia dini berhubungan dengan peningkatan risiko masalah perhatian, kesulitan mengendalikan emosi, dan gangguan perilaku sosial [3]. Akibatnya, anak menjadi lebih mudah marah, sulit fokus, dan kurang mampu berinteraksi dengan teman sebaya.

Dalam perspektif Islam, pendidikan karakter tidak dapat digantikan oleh teknologi. Anak belajar melalui proses melihat, meniru, dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Ketika orang tua lebih sering menyerahkan gadget daripada meluangkan waktu bersama anak, maka peluang untuk menanamkan nilai-nilai akhlak, kasih sayang, dan adab menjadi berkurang. Gadget dapat menjadi sarana belajar yang bermanfaat, tetapi tidak boleh menggantikan peran orang tua sebagai teladan utama.

Kemajuan teknologi membawa banyak manfaat, tetapi penggunaannya pada anak harus dilakukan secara bijaksana. Screen time yang berlebihan dapat mengganggu perkembangan bahasa, sosial, emosional, dan kesehatan fisik anak. Islam mengajarkan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik dan membimbing anak melalui keteladanan. Oleh karena itu, sebelum memberikan gadget kepada anak, orang tua perlu memastikan bahwa mereka telah memberikan perhatian, pendampingan, dan contoh yang baik. Sebab pada akhirnya, anak tidak hanya membutuhkan layar yang canggih, tetapi juga sosok yang dapat mereka teladani dalam menjalani kehidupan.

Referensi Ilmiah

  1. Madigan, S., Browne, D., Racine, N., Mori, C., & Tough, S. (2019). Association Between Screen Time and Children’s Performance on a Developmental Screening Test. JAMA Pediatrics, 173(3), 244–250. https://doi.org/10.1001/jamapediatrics.2018.5056
  2. Stiglic, N., & Viner, R. M. (2019). Effects of screentime on the health and well-being of children and adolescents: A systematic review of reviews. The Lancet Child & Adolescent Health, 3(9), 573–582. https://doi.org/10.1016/S2352-4642(19)30186-5
  3. Tamana, S. K., Ezeugwu, V., Chikuma, J., et al. (2019). Screen-time is associated with inattention problems in preschoolers: Results from the CHILD birth cohort study. PLOS ONE, 14(4), e0213995. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0213995