Tubuh yang Dititipkan Allah
Oleh: Shidqi Tiar Nur Izzan
Suatu malam, saya melihat seorang teman tetap belajar hingga pukul tiga dini hari demi menghadapi ujian. Di sampingnya terdapat gelas kopi ketiga yang hampir habis. Esok harinya ia datang dengan mata sembab, melewatkan sarapan, lalu kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Anehnya, pemandangan seperti itu dianggap normal di kalangan mahasiswa kedokteran.
Kita sering memperlakukan tubuh seolah-olah ia tidak memiliki batas. Kita memaksa mata tetap terjaga, menghiraukan waktu istirahat, menunda makan, bahkan menganggap olahraga sebagai kegiatan sepele yang bisa dilakukan “nanti saja”. Padahal, jika laptop yang kita gunakan mulai nge-lag, kita segera memperbaikinya. Jika kendaraan mulai bermasalah, kita segera membawanya ke bengkel. Mengapa kita begitu peduli terhadap benda yang kita miliki, tetapi sering lalai terhadap tubuh yang Allah titipkan?
Dalam Islam, kesehatan bukan sekadar urusan fisik, melainkan amanah. Allah SWT berfirman:
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.”
(QS. Al-Baqarah: 195)
Ayat ini mengingatkan bahwa seorang Muslim tidak boleh sengaja melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya. Menjaga kesehatan bukan hanya pilihan gaya hidup, tetapi bagian dari tanggung jawab kepada Sang Pencipta. Menariknya, apa yang diajarkan Islam sejak lebih dari 14 abad lalu ternyata selaras dengan temuan ilmu pengetahuan modern. Allah berfirman:
كُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
(QS. Al-A’raf: 31)
Dari sudut pandang kedokteran, kesehatan kita dibentuk oleh kombinasi aspek biologis, kebiasaan, lingkungan, dan kondisi sosial. Intervensi terbaik yang paling hemat biaya untuk mencegah penyakit tidak menular adalah dengan memperbaiki pola hidup. Aktivitas fisik terbukti meningkatkan sensitivitas insulin, memperbaiki profil lipid, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi inflamasi sistemik kronis yang menjadi dasar patogenesis berbagai penyakit degeneratif.
Sementara itu, tidur yang berkualitas berperan dalam menjaga homeostasis metabolik, regulasi aksis hipotalamus–hipofisis–adrenal, serta fungsi sistem imun. Gangguan tidur kronis telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, sindrom metabolik, obesitas, hingga gangguan neuropsikiatri. Dengan demikian, menjaga kesehatan sebenarnya bukan hanya bentuk pencegahan penyakit, tetapi juga investasi biologis untuk mempertahankan fungsi tubuh secara optimal.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya: kesehatan dan waktu luang.”
(HR. Bukhari)
Sering kali kita baru menyadari mahalnya kesehatan ketika penyakit datang. Padahal, tubuh yang sehat memungkinkan kita berdiri lebih lama dalam shalat, lebih fokus menuntut ilmu, lebih kuat membantu sesama, dan lebih optimal beribadah kepada Allah.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan bukan sekadar agar terhindar dari penyakit. Menjaga kesehatan adalah bentuk syukur. Setiap langkah kaki untuk berolahraga, setiap pilihan makanan yang baik, dan setiap usaha mencukupkan istirahat merupakan cara kita merawat amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Sebab tubuh ini bukan milik kita sepenuhnya, melainkan hanya titipan Allah yang harus dijaga sebaik-baiknya.
DAFTAR PUSTAKA
Posadzki P, Pieper D, Bajpai R, Makaruk H, Könsgen N, Neugebauer E, et al. Exercise/physical activity and health outcomes: an overview of Cochrane systematic reviews. BMC Public Health. 2020;20(1):1724.
Chaput JP, Dutil C, Sampasa-Kanyinga H. Sleeping hours: what is the ideal number and how does age impact this? Nature and Science of Sleep. 2018;10:421–430.
Chaput JP, Dutil C, Featherstone R, Ross R, Giangregorio L, Saunders TJ, et al. Sleep timing, sleep consistency, and health in adults: a systematic review. Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism. 2020;45(Suppl 2):S232–S247.
Kementerian Agama Republik Indonesia. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an; 2019. QS. Al-A’raf:31.
Al-Bukhari MIBI. Shahih Al-Bukhari. Kitab Ar-Riqaq, Bab “La ‘Aisy Illa ‘Aisy Al-Akhirah”; Hadis tentang dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya: kesehatan dan waktu luang. Beirut: Dar Ibn Kathir; 2002.
