Menjaga Kesehatan Saluran Napas
Oleh: dr. Tien Budi Febriani, M.Sc., Sp.A
Allah menciptakan manusia dengan saluran napas yang kompleks dan berfungsi untuk menghambat debu dan kotoran masuk dalam rongga napas, sehingga paru-paru kita tetap sehat dan terhindar dari penyakit. Dalam rongga hidung terdapat bulu hidung, konka, dan lendir yang bermanfaat untuk menyaring dan menghangatkan udara napas. Demikian juga dengan organ saluran napas selanjutnya, Allah telah menciptakan sedemikian rupa sehingga udara yang kita hirup “aman” bagi paru-paru kita. Udara yang kita hirup setiap saat, telah disediakan Allah di dunia ini cukup dengan kebutuhan oksigen paru-paru kita. Subhanallah…
Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 195 yang artinya “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan”. Di sini Allah mengingatkan kita untuk menjaga tubuh kita agar tetap sehat.
Namun kondisi sekarang udara sudah mulai tercemar dengan polusi asap rokok, vape, asap kendaraan, dan mulai banyak masyarakat yang melakukan pembakaran sampah di halaman rumah. Sebenarnya dengan kesadaran bersama polusi ini bisa kita kurangi, agar udara di lingkungan kita tetap bersih dan tidak membahayakan saluran napas. Islam merupakan agama yang mengajarkan agar kita selalu menjaga kesehatan dan kebersihan. Menjaga kesehatan termasuk bentuk rasa syukur kita kepada Allah akan karunia yang dilimpahkan kepada kita sampai detik ini.
Hadits riwayat Ibnu Majah yang artinya “Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain”. Orang yang merokok ataupun menggunakan vape berarti telah membahayakan dirinya dan orang lain, demikian juga bila sedang batuk, hendaknya menggunakan masker agar tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain. Begitu nyamannya pembelajaran dalam Islam, kita diharapkan dapat menjaga orang lain dari marabahaya yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan yang tidak baik.
Islam mengajarkan etika bersin untuk mencegah penyebaran penyakit. Dalam Hadits riwayat Abu Dawud tertulis “Apabila salah satu dari kalian bersin, hendaklah ia menutup wajahnya dengan tangan atau kain, dan merendahkan suaranya”. Subhanallah, jauh sebelum ada wabah Covid 19, Islam telah mengajarkan kepada kita bagaimana etika bersin. Islam juga mengajarkan thaharoh (kebersihan), berwudhu ketika hendak sholat, dan bagaimana kita membersihkan najis agar ketika kita sholat, bersih dan terhindar dari najis. Saat kita berwudhu disunahkan untuk membersihkan lubang hidung (istinsyaq-istintsar), ke duanya berfungsi untuk membersihkan saluran napas dari kotoran dan ini dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk kesempurnaan dalam bersuci. Sahih HR. Al-Bukhari dan Muslim menyebutkan:
إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَجْعَلْ فِي أَنْفِهِ مَاءً ثُمَّ لِيَسْتَنْفِرْ
“Jika salah seorang di antara kalian berwudhu, maka hendaknya ia memasukkan air ke dalam hidungnya kemudian mengeluarkannya.”
Mari kita mulai hidup sehat, hidup bersih, dan lebih perduli kepada lingkungan dimana kita tinggal. Tinggalkan kebiasaan merokok, vape, penuhi kebutuhan cairan tubuh, olah sampah dengan bijak. Menjaga kesehatan saluran napas merupakan bentuk syukur kita atas nikmat dan karunia Allah kepada kita. Kita juga wajib berikhtiar ketika sakit dengan berobat, dan bertawakal kepada Allah setelah berikhtiar. Allah Sang Maha Penyembuh segala penyakit. Apabila kita sakit, Islam mengajarkan kita untuk berdoa dan bersabar atas ujian yang Allah berikan kepada kita. Wallahu a’lam bishawab.
Referensi
Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim, Shahih Fiqih Sunnah, Jilid 1, 2021.
Al-Hafizh Ahmad ibn ‘Ali ibn Hajar al-Asqalani, Bulughul Maram.
Putri K.A., Rachman M.E., Wahyu S., Syamsu R.F., Abidin M.R.Z., Pengaruh Istinsyaq sebagai Terapi Alternatif pada Penderita Rinosinusitis Kronik, 2022, Fakumi Medical Journal, Vol. 04 No. 05.
