Pengobatan Alami dalam Islam: Hikmah dari Alam Ciptaan Allah

 

Tumbuh-tumbahan yang ada di muka bumi ini adalah ciptaan Allah yang sudah pasti mempunyai khasiatnya sendiri-sendiri salah satunya sebagai obat. Menurut Hamid et al., 1991 semua tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat, berkisar dari yang terlihat oleh mata hingga yang nampak dibawah mikroskop. Sebagai umat Islam, kita diperintahkan untuk memanfaatkan ciptaan Allah tanpa melampaui batas dan merusaknya. Sebagaimana firman Allah dalam surat Abasa ayat 30 yang artinya “Dan Kami tumbuhkan padanya (bumi) tumbuh-tumbuhan yang bermanfaat”.

Islam sangat menganjurkan umatnya menjaga kesehatan dan berobat jika sakit. Rasulullah SAW bersabda “Berobatlah kalian, karena sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit kecuali Dia juga menurunkan obatnya.”

(HR. Abu Daud, no. 3855; dinilai shahih oleh Al-Albani).

Selain tumbuhan, obat-obatan yang berasal dari alam adalah madu lebah, sebagaimana firman Allah SWT yang artinya “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.”

(QS. An-Nahl: 69).

Madu mengandung antibakteri, antioksidan dan nutrisi yang baik untuk system imun. (Erejuwa, et al., 2012) Selain madu ada juga Habbatus Sauda atau lebih dikenal dengan jinyan hitam, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi “Gunakanlah Habbatus Sauda, karena di dalamnya terdapat obat untuk segala macam penyakit, kecuali kematian.”

(HR. Bukhari, no. 5687; Muslim, no. 2215)

Penelitian menunjukkan bahwa Habbatus Sauda mengandung thymoquinone, zat aktif yang bersifat antiradang dan imunomodulator. (Ahmad, A. et al., 2013). Kurma juga merupakan pengobatan alami yang bisa digunakan sebagai penguat. Dikisahkan ketika Maryam hendak melahirkan, Allah berfirman dalam QS. Maryam ayat 25 yang artinya “Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” Kurma kaya akan zat besi, gula alami dan tinggi serat yang baik untuk pencernaan dan energi.

Dalam menjaga kesehatan, keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal harus sama. Nberobat dengan pengobatan alami dan halal adalah bentuk ketaatan kepada Sunnah Rasulullah. Namun, kita tetap memohon kesembuhan hanya kepada Allah SWT. Firman Allah dalam QS. Asy-Syu’ara ayat 80 berbunyi “Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.”

__________________
Marlina Anggraeni

151002225

Daftar Pustaka

Al-Qur’anul Karim

Ahmad, A., Husain, A., Mujeeb, M., Khan, S. A., Najmi, A. K., Siddique, N. A., Damanhouri, Z. A., & Anwar, F. (2013). A review on therapeutic potential of Nigella sativa: A miracle herb. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 3(5), 337–352.

Erejuwa, O. O., Sulaiman, S. A., & Wahab, M. S. A. (2012). Honey: A novel antioxidant. Molecules, 17(4), 4400–4423.

Hadis Shahih dari Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi