Berlari; Kiat Sehat Menjadi Muslim yang Kuat

 

Berlari merupakan salah satu jenis aktivitas fisik yang mudah untuk dilakukan. Saat ini, trend berlari sedang naik daun; banyak orang yang melakukannya.1 Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan, olahraga lari menjadi salah satu pilihan yang semakin diminati. Aktivitas ini tergolong praktis karena hanya memerlukan perlengkapan sederhana berupa sepatu dan pakaian olahraga yang nyaman. Selain itu, kemudahan akses lokasi, seperti lingkungan sekitar tempat tinggal atau area kerja, menjadikan lari sebagai alternatif olahraga yang mudah dijangkau oleh berbagai kalangan.

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menjaga kesehatan tubuh, salah satunya dengan menguatkan fisik. Hal ini sesuai dengan sebagaimana hadist Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah”

(HR. Muslim).

Hal ini menegaskan pentingnya menjaga kebugaran fisik agar menjadi kuat adalah suatu cara menjadi muslim yang lebih baik dan lebih dicintai Allah SWT. Dari ribuan cara menguatkan fisik, salah satunya dapat dilakukan dengan olahraga seperti berlari.

Urgenitas berlari ini tak lepas dari manfaatnya yang luar biasa. Berbagai hasil penelitian telah membuktikan bahwa manfaat berlari sangat banyak; penurunan berat badan, lemak tubuh turun, detak jantung istirahat turun, VO2max naik, kolesterol baik (HDL) naik.2 Tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik, berlari dengan intensitas yang teratur dapat meningkatkan kesehatan mental, antara lain dapat menurunkan kecemasan, depresi, gangguan suasana hati; serta meningkatkan kepercayaan terhadap diri sendiri dan merasa bahagia.3 Lebih dahsyatnya lagi, orang yang terbiasa olahraga lari, akan mempunyai harapan hidup sekitar 3 tahun lebih lama, dengan risiko kematian kardiovaskular turun 30–45 %.4 Untuk memperoleh manfaat kesehatan yang maksimal, seseorang disarankan berlari selama kurang lebih 150 menit per minggu jika dilakukan dengan intensitas sedang, atau sekitar 75 menit per minggu jika dilakukan dengan intensitas tinggi.5

Meskipun lari termasuk olahraga yang sederhana dan dapat dilakukan siapa saja, penting untuk memperhatikan teknik yang tepat agar risiko cedera dapat diminimalkan. Adapun cara berlari yang benar antara lain: (1) arahkan pandangan ke depan agar tubuh tetap seimbang, (2) posisikan dada tegak dan usahakan tubuh tetap rileks, (3) pertahankan posisi pinggul stabil saat bergerak, (4) perhatikan gerakan lutut agar tidak terlalu menekuk atau tegang, dan (5) usahakan kaki mendarat pada bagian tengah (midfoot) untuk distribusi beban yang lebih merata.6

Allah SWT telah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 195 tentang perintah untuk tidak terjerumus dalam kebinasaan, yang secara tersirat menyampaikan bahwa manusia haruslah kuat dengan menjaga kesehatannya.

Artinya : ”Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

Salah satu cara menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh agar seorang muslim menjadi pribadi yang kuat adalah dengan melakukan olahraga lari. Aktivitas ini bukan hanya gerakan fisik semata, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter yang sehat, tangguh, dan produktif dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Mari, jadikan lari sebagai kebiasaan positif untuk mewujudkan tubuh yang sehat dan jiwa yang kuat.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Daftar Pustaka

1. Istia D. Tren Olahraga Lari Masa Kini [Internet]. 2025 [cited 2025 Jun 25]. Available from: https://www.rri.co.id/hobi/1591321/tren-olahraga-lari-masa-kini

2. Hespanhol Junior LC, Pillay JD, van Mechelen W, Verhagen E. Meta-Analyses of the Effects of Habitual Running on Indices of Health in Physically Inactive Adults. Sport Med. 2015;45(10):1455–1468.

3. Oswald F, Campbell J, Williamson C, Richards J, Kelly P. A scoping review of the relationship between running and mental health. Int J Environ Res Public Health. 2020;17(21):1–39.

4. Lee D chul, Brellenthin AG, Thompson PD, Sui X, Lee IM, Lavie CJ. Running as a Key Lifestyle Medicine for Longevity. Prog Cardiovasc Dis. 2017;60(1):45–55.

5. McMullen CW, Harrast MA, Baggish AL. Optimal running dose and cardiovascular risk. Curr Sports Med Rep. 2018;17(6):192–198.

6. Alodokter. Cara Lari yang Benar Guna Menghindari Cedera [Internet]. 2024 [cited 2025 Jun 25]. Available from: https://www.alodokter.com/cara-lari-yang-benar-guna-menghindari-cedera

7. Al-Qur’an dan Hadist

Penulis :
Mujiyanto
111002227