Hikmah Medis dari QS. Al-Kahfi 18: Pencegahan Ulkus Dekubitus pada Pasien Tirah Baring

oleh: dr. Fajar Alfa Saputra

“Dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri…” (QS. Al-Kahfi: 18)

Ayat ini menceritakan tentang para pemuda Ashabul Kahfi yang tertidur selama ratusan tahun dalam gua. Allah SWT menjaga mereka dengan membolak-balikkan tubuh mereka secara berkala. Di balik kisah tersebut, tersimpan hikmah besar yang juga relevan dengan ilmu kedokteran modern, khususnya dalam pencegahan ulkus dekubitus pada pasien yang tidak dapat bergerak sendiri.

Ulkus dekubitus atau pressure ulcer adalah luka pada kulit dan jaringan di bawahnya akibat tekanan berkepanjangan. Luka ini sering muncul pada area tubuh yang menonjol seperti tumit, sakrum, atau punggung karena aliran darah ke jaringan tersebut terhambat. Kondisi ini sangat rentan terjadi pada pasien tirah baring, lansia, atau pasien dengan mobilitas terbatas.

Jika tidak dicegah, ulkus dekubitus dapat menimbulkan infeksi serius, rasa nyeri hebat, bahkan kematian. Inilah sebabnya reposisi tubuh menjadi salah satu langkah penting dalam perawatan pasien di rumah sakit maupun di rumah.

Dalam praktik medis, pasien tirah baring dianjurkan untuk dipindahkan posisinya secara berkala. Pedoman internasional seperti dari National Pressure Ulcer Advisory Panel (NPUAP) dan European Pressure Ulcer Advisory Panel (EPUAP) merekomendasikan agar pasien diposisikan ulang setiap 2 hingga 4 jam untuk mengurangi tekanan pada titik-titik tertentu.

Metode reposisi ini bukan sekadar memindahkan tubuh, tetapi juga memperhatikan sudut kemiringan (sekitar 30°) agar tekanan tidak hanya berpindah ke sisi lain, tetapi benar-benar terdistribusi. Penelitian menunjukkan bahwa reposisi rutin dapat menurunkan kejadian ulkus dekubitus hingga 40% pada pasien berisiko tinggi (Beeckman et al., 2020).

Selain itu, teknologi seperti kasur dengan tekanan berganti-ganti (alternating pressure mattress) juga sering digunakan untuk membantu distribusi tekanan, namun reposisi manual tetap menjadi pilar utama pencegahan.

Kisah Ashabul Kahfi menggambarkan tindakan membolak-balikkan tubuh secara alami selama mereka tertidur panjang. Dalam konteks medis, tindakan ini sangat mirip dengan praktik reposisi untuk mencegah kerusakan jaringan akibat tidur dalam satu posisi terlalu lama. Ini menunjukkan betapa Al-Qur’an telah memberi isyarat tentang prinsip kesehatan yang kini menjadi standar dalam dunia kedokteran.

Pelajaran dari QS. Al-Kahfi ayat 18 memberikan hikmah penting bagi kita semua. Baik dalam konteks spiritual maupun medis, membolak-balikkan tubuh saat tidur panjang adalah upaya menjaga kesehatan dan mencegah kerusakan jaringan. Bagi tenaga kesehatan maupun keluarga pasien tirah baring, menjaga perubahan posisi tubuh secara rutin adalah langkah sederhana namun krusial agar proses penyembuhan berjalan dengan baik dan terhindar dari komplikasi serius.

Referensi

Al-Qur’an. (n.d.). Surah Al-Kahfi ayat 18.
Beeckman, D., et al. (2020). Repositioning for preventing pressure ulcers: A systematic review and meta-analysis. Journal of Wound Care, 29(11), 645–656. https://doi.org/10.12968/jowc.2020.29.11.645
National Pressure Ulcer Advisory Panel (NPUAP), European Pressure Ulcer Advisory Panel (EPUAP), & Pan Pacific Pressure Injury Alliance (PPPIA). (2014). Prevention and Treatment of Pressure Ulcers: Clinical Practice Guideline.
Moore, Z., Cowman, S., & Conroy, R. (2011). A randomised controlled clinical trial of repositioning, using the 30° tilt, for the prevention of pressure ulcers. Journal of Clinical Nursing, 20(17-18), 2633–2644. https://doi.org/10.1111/j.1365-2702.2011.03752.x