GAYA HIDUP SEHAT, BEKAL PRODUKTIVITAS DAN KETAQWAAN

Gaya hidup sehat bukan sekadar tren, tapi merupakan bagian dari perintah Allah dan kunci untuk menjadi pribadi yang produktif dan bertakwa. Islam sangat menekankan pentingnya menjaga kesehatan, baik fisik, mental, maupun spiritual.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan…”

(QS. Al-Baqarah: 195).

Ayat ini menjadi peringatan bahwa menjaga kesehatan adalah kewajiban setiap Muslim. Makan berlebihan, begadang, malas bergerak, dan tidur yang kurang adalah bentuk kelalaian yang dapat menjatuhkan kita dalam kebinasaan fisik dan spiritual.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Dua nikmat yang banyak manusia tertipu dengannya: kesehatan dan waktu luang.”

(HR. Bukhari).

Hadis ini menekankan bahwa kesehatan adalah aset berharga yang sering diabaikan hingga hilang. Ketika tubuh sehat, kita lebih mampu beribadah dengan khusyuk, bekerja dengan optimal, dan memberi manfaat kepada sesama.

Gaya hidup sehat dalam Islam mencakup keseimbangan antara makan, tidur, olahraga, dan ibadah. Nabi SAW mengajarkan pola makan sederhana, tidak berlebihan, dan menganjurkan berpuasa untuk menjaga kebersihan jiwa dan raga. Beliau juga rutin berolahraga ringan seperti berjalan kaki dan berkuda, menunjukkan pentingnya aktivitas fisik.

Kesehatan bukan hanya untuk kebugaran jasmani, tetapi juga untuk peningkatan produktivitas dan spiritualitas. Tubuh yang sehat menjadikan pikiran jernih, emosi stabil, dan ibadah lebih maksimal. Seseorang yang sehat secara fisik lebih mudah menunaikan shalat dengan sempurna, berpuasa tanpa halangan, dan aktif dalam dakwah serta kegiatan sosial.

Menjaga kesehatan juga bentuk syukur atas nikmat Allah. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atasmu…”

(HR. Bukhari dan Muslim).

Artinya, mengabaikan kesehatan bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga melalaikan amanah Allah.

Mari jadikan gaya hidup sehat sebagai bagian dari rutinitas harian dan niatkan sebagai ibadah. Dengan tubuh yang sehat, kita menjadi insan yang produktif, bermanfaat, dan semakin dekat kepada Allah SWT.

Daftar Pustaka:

  1. Al-Qur’an Surat Al-Baqarah: 195
  2. Hadis Riwayat Bukhari, No. 6412
  3. Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim (tentang hak tubuh)
  4. Al-Ghazali. Ihya Ulumuddin. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2005.
  5. Yusuf Al-Qaradawi. Fiqh Prioritas. Jakarta: Robbani Press, 2002.

Atik Suharni (NIK : 051002408)