MUTAKAIS: Muatan Aktivitas Fisik dan Kalam Islami Sehat sebagai Strategi Preventif Burnout Mahasiswa Kedokteran

Oleh: Nur Faikhaa’

 

Menjadi mahasiswa kedokteran adalah perjalanan yang mulia sekaligus menuntut. Di balik cita-cita luhur melayani sesama, tersimpan beban akademik yang tidak ringan: jadwal padat, tumpukan materi, dan praktikum yang menguras energi fisik dan mental. Tidak mengherankan jika burnout menjadi ancaman nyata. Penelitian di Indonesia menemukan prevalensi burnout mahasiswa kedokteran mencapai 35,5%, sementara studi internasional menunjukkan risiko burnout berlipat ganda seiring berjalannya tahun studi.

Di sinilah MUTAKAIS (Muatan Aktivitas Fisik dan Kalam Islami Sehat) hadir sebagai solusi. Nama ini juga terinspirasi dari kata Al-Kayyis, yang berarti “orang yang cerdas dan bijaksana”, maksudnya adalah mereka yang mampu mengelola diri, waktu, dan keseimbangan hidup secara optimal. MUTAKAIS menawarkan pendekatan sederhana namun holistik, memadukan aktivitas fisik ringan diselingi dengan dzikir Islami setiap gerakannya selama 15–30 menit setiap hari. Islam tidak pernah memisahkan kesehatan jasmani dari ketaatan spiritual. Rasulullah SAW bersabda:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ

Artinya: “Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, meskipun pada keduanya terdapat kebaikan.” (HR. Muslim)

Hadis ini bukan sekadar motivasi, melainkan pedoman hidup. Tubuh yang sehat adalah modal utama seorang muslim untuk beribadah, belajar, dan berbakti kepada masyarakat. Bagi mahasiswa kedokteran yang kelak akan menjadi penjaga kesehatan umat, menjaga diri sendiri adalah kewajiban moral sekaligus profesional.

Secara ilmiah, aktivitas fisik ringan seperti yoga, bodyweight workout, peregangan (stretching), atau sekadar berjalan kaki terbukti meningkatkan fokus, memperbaiki kualitas tidur, dan mengurangi kadar hormon stres kortisol. Bahkan hanya 10 menit peregangan ringan mampu secara signifikan menurunkan ketegangan, kelelahan, dan suasana hati negatif pada mahasiswa. Olahraga berkorelasi negatif dengan burnout, semakin aktif secara fisik maka semakin rendah risiko burnout. Kabar baiknya, MUTAKAIS tidak memerlukan alat khusus atau waktu panjang. Program ini dapat dilakukan di kamar kost maupun di rumah.

Tubuh yang aktif juga perlu didampingi jiwa yang tenang. Allah SWT berfirman:

اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ

Artinya: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Ayat ini bukan sekadar ungkapan spiritual melainkan sebuah terapi. Penelitian membuktikan bahwa dzikir sebagai praktik mindfulness Islami efektif menurunkan kecemasan dan stres serta meningkatkan kesejahteraan psikologis. Intervensi spiritual berbasis Islam yang mengintegrasikan dzikir dengan teknik pernapasan terbukti memberikan ketenangan batin yang autentik, berlandaskan iman bukan sekadar relaksasi teknis.

Keunggulan MUTAKAIS terletak pada integrasinya. Saat mahasiswa melakukan gerakan fisik ringan, mereka selaraskan napas dengan bacaan asma Allah atau dzikir singkat sehingga tubuh bergerak, pikiran hadir, dan hati terhubung kepada Allah SWT sekaligus. Inilah yang membedakan MUTAKAIS dari olahraga biasa: ia bukan hanya merawat fisik, tetapi juga membangun ketahanan jiwa. Nilai-nilai Islam seperti tawakkul, sabr, dan shukr yang tertanam melalui dzikir terbukti memperkuat resiliensi psikologis mahasiswa Muslim dalam menghadapi tekanan akademik. Spiritualitas bukan pelarian dari realita, ia adalah fondasi yang menopang mahasiswa ketika beban terasa tak tertanggungkan.

MUTAKAIS mengajarkan bahwa merawat diri bukan kemewahan, melainkan ibadah. Dengan pembiasaan aktivitas fisik singkat yang diresapi nilai-nilai Islami, mahasiswa kedokteran dapat menjalani pendidikan dengan lebih sehat, seimbang, dan bermakna, menjadi Al-Kayyis sejati: cerdas dalam ilmu, kuat dalam fisik, dan tenteram dalam jiwa.

Referensi

Anlı, G. (2025). Positive psychology practices in Muslim communities: A systematic review. Journal of Religion and Health, 64(5), 3448–3470. https://doi.org/10.1007/s10943-025-02357-9

Bakar, A., Suhartatik, S., & Hidayati, L. (2020). Combined Benson and dhikr relaxation reduces anxiety and pulse frequency of inpatient cardiacs in hospitals. International Journal of Pharmaceutical Research, 12(4), 1747–1753. https://doi.org/10.31838/ijpr/2020.12.04.250

Cipta, D. A., Wijovi, F., Melisa, L., Lili, R., Marcella, E., Tancherla, A., Siswanto, F. G., Adiya, D. A. K. L., Chen, S., Dermawan, G. J. C. I., Louis, M. I., Citraningtyas, T., & Molodynski, A. (2022). Burnout prevalence and degree among undergraduate medical students in Indonesia during 1 month of the COVID-19 pandemic: A cross-sectional descriptive survey. International Journal of Social Psychiatry, 68(6), 1232–1237. https://doi.org/10.1177/00207640221116812

Daryanto, B., Kurniawan, J., Hioe, F., Nurhadi, P., & Yudhantara, D. S. (2023). Prevalence of burnout and its associated factors among medical students during COVID-19 pandemic in Indonesia: A cross-sectional study. PLOS ONE. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0285986

Mu, X., Xu, K., Wang, X., Sun, Y., Wen, D., & Dong, D. (2026). The effects of yoga exercise on stress relief capacity and emotional changes: A systematic review and meta-analysis. Frontiers in Psychology, 17, 1707131. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2026.1707131