MKM FK UII Transformasi Kurikulum: Siapkan Lulusan Unggul Berbasis Big Data dan Nilai Islami

KALIURANG (29/1)— Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Magister (MKM) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) mengambil langkah strategis dengan menggelar Workshop Evaluasi Kurikulum pada Rabu hingga Kamis, 28-29 Januari 2026. Bertempat di Ruang Sidang Utama Lantai 2 FK UII, kegiatan yang dilaksanakan secara hibrida (daring dan luring) ini bertujuan untuk menyelaraskan arah pendidikan dengan tantangan kesehatan global terkini. Fokus utama evaluasi ini mencakup adaptasi terhadap transformasi digital, dampak perubahan iklim, serta penguatan sistem kesehatan yang resilien.

Ketua Program Studi MKM FK UII, Dr. dr. Sunarto, M.Kes., menegaskan pentingnya kurikulum yang responsif agar mampu menjawab tantangan kesehatan masyarakat pada tahun 2030. Ia menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum ini mengedepankan integrasi antara kesehatan digital (digital health), kesehatan planet (planetary health), dan nilai-nilai Islam sebagai fondasi utama. Langkah ini diambil bukan sekadar untuk memenuhi standar nasional, melainkan untuk memosisikan MKM FK UII sebagai pionir dalam inovasi pendidikan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Dalam workshop ini, terungkap bahwa salah satu keunggulan kompetitif yang ditawarkan MKM FK UII adalah pemanfaatan Big Data kesehatan. Seluruh aspek pembelajaran, mulai dari capaian lulusan hingga Rencana Pembelajaran Semester (RPS) pada tiap mata kuliah, telah disusun untuk memastikan mahasiswa memiliki keahlian dalam mengolah data kesehatan berskala besar. Untuk mencapai hasil yang komprehensif, agenda ini juga menghadirkan pakar dari Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI), praktisi perguruan tinggi, serta melibatkan mahasiswa secara aktif.

Prof. Dr. dr. Eti Poncorini, M.Pd., perwakilan dari FK Universitas Sebelas Maret (UNS) yang hadir sebagai narasumber, menekankan pentingnya sinergi antara visi-misi institusi dengan implementasi kurikulum. Beliau menyoroti bahwa profil lulusan Magister Kesehatan Masyarakat harus memiliki kompetensi umum yang kuat, sekaligus keunggulan khusus yang menjadi identitas program studi. Keunggulan tersebut harus terinternalisasi dalam seluruh proses pembelajaran, sehingga lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki nilai tambah yang nyata di dunia kerja.

Sebagai penutup dari rangkaian evaluasi tersebut, MKM FK UII telah menyusun rencana tindak lanjut berupa penyusunan draf kurikulum baru yang akan segera diimplementasikan. Selain itu, komitmen pengembangan institusi juga diwujudkan melalui rencana pembentukan Pusat Studi Big Data MKM FK UII. Melalui transformasi ini, FK UII optimistis dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya cakap secara teknis dalam menjawab tantangan global, tetapi juga teguh dalam memegang prinsip etika profesi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. (Wibowo/Jo)