MKM FK UII Perkuat Inovasi Akademik dan Kontribusi Sosial: Dari Kurikulum Berbasis Big Data hingga Aksi Bebas NAPZA

KALIURANG (29/01)— Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Magister (MKM) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan unggul sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah penyelenggaraan Workshop Evaluasi Kurikulum pada 28-29 Januari 2026 di Ruang Sidang Utama FK UII. Agenda yang dilaksanakan secara hibrida ini bertujuan menyelaraskan pendidikan kesehatan masyarakat dengan tantangan global masa depan, seperti transformasi digital, perubahan iklim, serta kebutuhan sistem kesehatan yang resilien.

Ketua Program Studi MKM FK UII, Dr. dr. Sunarto, M.Kes., menegaskan bahwa pengembangan kurikulum ini dirancang untuk menjadi pionir dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat tahun 2030. Fokus utama kurikulum baru ini mengintegrasikan aspek digital health, planetary health, serta nilai-nilai Islami sebagai fondasi pembelajaran. Selain itu, program studi ini mengedepankan keunggulan dalam pemanfaatan Big Data kesehatan, yang akan diperkuat dengan rencana pembentukan pusat studi khusus untuk mendukung riset dan kompetensi mahasiswa.

Selain inovasi di bidang akademik, MKM FK UII juga aktif menjalankan mandat Catur Dharma melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Pada 24 Agustus 2025, prodi ini menyelenggarakan pemeriksaan NAPZA secara gratis bagi para pengurus Panti Asuhan Muhammadiyah Aisyiyah se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap Peraturan Menteri Sosial No. 5 Tahun 2024 yang mewajibkan pengurus lembaga pengasuhan anak memiliki dokumen resmi bebas narkoba.

Dosen MKM FK UII, Dr. dr. Titik Kuntari, MPH, menjelaskan bahwa tes urin dan pengisian kuesioner skrining ini menyasar sekitar 100 pengurus panti yang tergabung dalam FORPAMA DIY. Kegiatan ini krusial untuk memastikan bahwa pengasuh panti berada dalam kondisi sehat secara mental dan bebas dari penyalahgunaan zat adiktif, sehingga mereka dapat menjadi teladan pelindung bagi anak-anak asuh. Mengingat peran strategis pengurus dalam mendidik generasi muda, pemahaman mendalam mengenai bahaya NAPZA menjadi kompetensi wajib bagi mereka.

Rangkaian inisiatif ini terlaksana berkat sinergi kuat antara berbagai departemen di FK UII, termasuk Ilmu Kesehatan Jiwa, Patologi Klinik, serta keterlibatan aktif mahasiswa dan alumni. Melalui evaluasi kurikulum yang progresif dan aksi sosial yang relevan dengan regulasi nasional, MKM FK UII membuktikan posisinya sebagai institusi pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan zaman. Upaya berkelanjutan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas lulusan di level global, tetapi juga memberikan dampak positif langsung bagi ketahanan sosial masyarakat. (Wibowo/Jo)