MKM FK UII Perkuat Eksistensi: Dari Kuliah Perdana hingga Transformasi Kurikulum Berbasis Big Data

KALIURANG (6/5) -Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) resmi memulai perjalanan akademik Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) S2 melalui penyelenggaraan kuliah perdana pada 5 Mei 2025. Bertempat di Auditorium Lantai 1 FK UII, acara ini menjadi tonggak awal bagi calon pemimpin dan inovator kesehatan masyarakat di masa depan. Dekan FK UII, Dr. dr. Isnatin Miladiyah, M.Kes, menegaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan kesehatan global dengan pendekatan berbasis bukti yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Kuliah umum tersebut turut menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dan perwakilan Dinas Kesehatan DIY yang memaparkan kebijakan strategis mengenai ketahanan serta resiliensi masyarakat dalam menghadapi krisis kesehatan.

Guna menjaga relevansi pendidikan dengan perkembangan zaman, MKM FK UII menyelenggarakan Workshop Evaluasi Kurikulum pada akhir Januari 2026 yang digelar secara hibrida. Kegiatan strategis ini bertujuan menyelaraskan arah pendidikan dengan tantangan global terkini, seperti transformasi digital, dampak perubahan iklim, serta kebutuhan akan sistem kesehatan yang lebih tangguh. Ketua Program Studi MKM FK UII, Dr. dr. Sunarto, M.Kes., menyatakan ambisinya agar kurikulum ini mampu menjadi pionir dalam menjawab dinamika kesehatan masyarakat menuju tahun 2030. Fokus utama pengembangan kurikulum ini mencakup integrasi antara digital health, planetary health, serta penguatan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi dasar bagi para lulusannya.

Salah satu keunggulan kompetitif yang menjadi sorotan dalam kurikulum baru tersebut adalah penguasaan dalam pemanfaatan Big Data kesehatan. Seluruh Rencana Pembelajaran Semester (RPS) pada tiap mata kuliah telah disusun secara saksama untuk memastikan bahwa profil lulusan memiliki kompetensi teknis dalam mengolah data kesehatan berskala besar. Evaluasi ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pakar kurikulum AIPTKMI hingga perwakilan perguruan tinggi lain, guna memastikan standar kualitas akademik yang tinggi. Sebagai langkah konkret di masa depan, pihak pengelola program studi juga berencana mengembangkan Pusat Studi Big Data khusus di lingkungan MKM FK UII.

Selain penguatan aspek kognitif, MKM FK UII juga menaruh perhatian besar pada pembangunan karakter dan keakraban antar-sivitas akademika melalui kegiatan outing di Lembah Khayangan, Kulonprogo, pada Desember 2025. Agenda ini diikuti oleh mahasiswa angkatan 2025 bersama jajaran dosen dan tenaga kependidikan untuk membangun sinergi serta lingkungan akademik yang kolaboratif di luar rutinitas kelas. Dr. dr. Sunarto menjelaskan bahwa hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan pengajar merupakan kunci penting untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna. Aktivitas luar ruangan ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berdiskusi santai mengenai rencana riset serta pengabdian masyarakat bersama para pembimbing.

Penyelenggaraan rangkaian kegiatan ini menunjukkan komitmen MKM FK UII dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas serta kepedulian sosial yang tinggi. Melalui pendekatan yang komprehensif, para mahasiswa juga diajak berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui kunjungan ke berbagai UMKM lokal guna memperluas perspektif lapangan mereka. Dengan sinergi yang terbangun kuat antara teori di ruang kelas dan praktik di lapangan, MKM FK UII optimistis dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. Program ini akan terus bertransformasi demi menghasilkan pemimpin kesehatan masyarakat yang mampu memberikan dampak luas bagi kemaslahatan umat. (Wibowo/Jo)