Wujudkan Kemandirian Panti, MKM FK UII Edukasi Pengelolaan Limbah Melalui Pelatihan Eco Enzyme

KALIURANG (10/1)— Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) terus memperkuat peran sosialnya melalui aksi nyata di masyarakat. Sebagai bagian dari komitmen Catur Dharma Perguruan Tinggi, Tim Pengabdian Masyarakat FK UII menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan eco enzyme bagi pengurus panti asuhan. Kegiatan yang berlangsung pada Ahad, 9 Februari 2025, di Auditorium Lantai 4 FK UII ini dihadiri oleh anggota Forum Panti Asuhan Muhammadiyah ‘Aisyiyah (FORPAMA) DIY yang antusias mendalami solusi kebersihan ramah lingkungan.
Pelatihan ini menghadirkan tim ahli yang terdiri dari Dr. dr. Titik Kuntari, MPH, Dr. drg. Punik Mumpuni Wijayanti, M.Kes., dan Dr. Utami, S.Kep., Ners., M.Kes.. Para pakar tersebut memberikan edukasi komprehensif mengenai teknik fermentasi limbah organik, seperti sisa buah dan sayuran, untuk diolah menjadi cairan serbaguna. Produk hasil olahan ini tidak hanya berfungsi sebagai pembersih alami, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik hingga desinfektan yang aman bagi kesehatan lingkungan panti.
Dr. dr. Titik Kuntari, MPH, menekankan bahwa penggunaan eco enzyme merupakan langkah cerdas untuk mengurangi ketergantungan pada produk berbahan kimia sintetis. Selain lebih sehat bagi penghuni panti, metode ini dinilai sangat ekonomis dan membantu menekan volume limbah rumah tangga secara signifikan. Dengan menguasai proses pembuatannya secara mandiri, lembaga kesejahteraan sosial diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih higienis melalui cara-cara yang berkelanjutan.
Sambutan positif datang dari perwakilan peserta, Ust. Martoyo, yang mengapresiasi inisiatif FK UII dalam membekali pengurus panti dengan keterampilan praktis. Menurutnya, pelatihan ini merupakan wujud nyata kepedulian akademisi yang langsung menyentuh kebutuhan operasional panti asuhan. Pengetahuan baru ini dipandang sebagai modal penting bagi kemandirian panti dalam mengelola kebersihan internal secara alami tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk bahan pembersih komersial.
Melalui sinergi antara akademisi dan elemen masyarakat seperti FORPAMA DIY, MKM FK UII membuktikan bahwa inovasi sederhana berbasis lingkungan dapat memberikan dampak luas. Kegiatan ini sekaligus mempertegas visi program studi untuk tidak hanya unggul di ranah riset Big Data dan kurikulum akademik, tetapi juga hadir sebagai solusi bagi permasalahan rill di lapangan. Ke depan, kolaborasi semacam ini diharapkan terus berlanjut guna membangun masyarakat yang lebih resilien dan sadar akan kelestarian ekosistem. (Wibowo/Jo)

