Tingkatkan Kapasitas Kader Yandu, Tim Riset S2 MKM FK UII Terjun Langsung ke Kemantren Mergangsan

YOGYAKARTA (28/8) -Kehadiran tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) disambut antusias oleh para kader Posyandu di Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta. Kolaborasi lintas sektor ini diwujudkan melalui kegiatan pendampingan penelitian yang secara spesifik difokuskan pada kesehatan para ibu menyusui dan bayinya. Agenda strategis ini berlangsung di Aula Puskesmas Kemantren Mergangsan selama tiga hari berturut-turut, yakni pada Senin hingga Rabu, 26-28 Agustus 2024, dengan melibatkan partisipasi aktif dari para ibu kader yandu di wilayah tersebut.

Keterlibatan langsung dalam proses riset ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan kapasitas para kader posyandu di tingkat akar rumput. Ibu Dwiyanti Sardjijo, salah satu kader yandu balita dari Kelurahan Wirogunan, mengungkapkan kebahagiaannya atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif ini. Menurutnya, kehadiran tim pendampingan dari kalangan akademisi tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas penelitian biasa, melainkan menjadi wadah berharga yang memperluas ilmu pengetahuan, wawasan, serta menambah pengalaman nyata bagi para kader di lapangan.

Merasakan langsung kebermanfaatan dari program ini, para kader menaruh harapan besar agar sinergi dengan institusi pendidikan tinggi seperti FK UII dapat terus berkesinambungan. Dwiyanti berharap agar kegiatan edukasi dan pendampingan kesehatan ini tidak hanya berhenti pada hari itu saja atau sekadar berfokus pada isu riset ASI dan balita. Lebih dari itu, para kader mendorong agar sasaran penelitian dan pemberdayaan masyarakat di Kemantren Mergangsan ke depannya dapat diperluas untuk menyentuh kelompok rentan lainnya, salah satunya seperti program pendampingan kesehatan bagi warga lanjut usia (lansia).

Menanggapi aspirasi positif dari masyarakat tersebut, Dr. dr. Titik Kuntari, MPH, selaku perwakilan tim peneliti yang juga merupakan dosen Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) S2 FK UII, menyambut baik antusiasme warga. Beliau menyatakan kebanggaan dan kesenangannya atas kelancaran kerja sama yang terjalin sangat erat dengan para kader posyandu di wilayah Mergangsan. Ke depannya, tim peneliti berkomitmen untuk menyerap masukan dari para kader guna mewujudkan program-program riset dan pengabdian lanjutan yang selaras dengan harapan masyarakat setempat pada masa yang akan datang.

Kesuksesan serangkaian proses pengambilan data riset di lapangan ini diakui sangat bergantung pada peran krusial para kader lokal sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat. Mewakili seluruh tim peneliti, Dr. Titik secara khusus menghaturkan rasa terima kasih yang mendalam kepada ibu-ibu kader dari wilayah Brontokusuman, Wirogunan, dan Keparakan atas penerimaan, bantuan, serta dukungan luar biasa mereka. Ia menegaskan bahwa tanpa adanya dedikasi serta kolaborasi aktif dari ibu-ibu kader tersebut, proses kelancaran pengumpulan data penelitian kesehatan ini tidak akan mungkin berjalan dengan baik dan optimal. (Wibowo/Jo)