Gali Strategi Manajerial Rumah Sakit, FK UII Gelar Guest Lecture Healthcare Entrepreneurship Bersama Bos RS Sari Asih

SLEMAN (22/7) – Memahami tata kelola fasilitas kesehatan masa kini menuntut dokter tidak hanya menguasai kemampuan klinis, tetapi juga wawasan manajerial yang matang. Guna memperluas horizon mahasiswa di sektor bisnis medis, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) menggelar Guest Lecture Blok Healthcare Entrepreneurship pada Selasa, 21 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kuliah Umum Lantai 1 Timur FK UII ini diikuti secara antusias oleh seluruh mahasiswa pengambil Blok Elektif Healthcare Entrepreneurship.
Dalam kuliah pakar bertajuk “Manajemen Bisnis Bidang Kesehatan” tersebut, FK UII menghadirkan praktisi kawakan Dr. Ir. Arief Rachadiono Wismansyah, B.Sc., M.Kes., yang merupakan pemilik jaringan RS Sari Asih Group. Kehadiran tokoh bisnis medis ini memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk menyerap ilmu langsung dari pelaku usaha yang berpengalaman mengelola rumah sakit swasta berskala besar. Diskusi berjalan interaktif membedah bagaimana menjaga kesinambungan operasional tanpa mengorbankan mutu pelayanan medis.
Narasumber menegaskan bahwa bisnis kesehatan memiliki karakteristik unik yang membedakannya secara signifikan dari sektor industri lain. Pengelolaan institusi medis dituntut seimbang antara efisiensi operasional dan komitmen terhadap keselamatan pasien (patient safety). Mahasiswa diajak memahami bagaimana manajemen sumber daya, pemetaan pasar, serta daya tanggap terhadap tantangan zaman harus senantiasa bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Pembahasan berkembang pada peluang serta dinamika model bisnis kesehatan di era transformasi digital. Mahasiswa dipacu untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang berkembang di masyarakat sebagai pijakan awal menciptakan inovasi layanan yang solutif. Melalui perspektif praktisi, para calon dokter diajarkan cara membaca peluang pasar dan tren persaingan antarfasilitas kesehatan tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan.
Prinsip patient-centered care turut menjadi sorotan utama dalam agenda perkuliahan tamu tersebut. Pendekatan ini menekankan pentingnya menempatkan kebutuhan, harapan, dan kenyamanan pasien sebagai dasar pengambilan keputusan strategi bisnis. Melalui pemahaman ini, mahasiswa diharapkan mampu menyusun learning objectives yang mencakup penguasaan dasar manajemen, pemetaan peluang bisnis, pembacaan pasar, serta perancangan inovasi fasilitas kesehatan berorientasi pasien.
Penyelenggaraan kuliah umum ini menegaskan komitmen FK UII untuk membekali calon dokter dengan wawasan kewirausahaan kesehatan (healthcare entrepreneurship) yang komprehensif. Sinergi antara teori akademis dan pengalaman praktis dari pemilik RS Sari Asih Group diharapkan dapat mencetak lulusan yang adaptif. FK UII optimistis para alumninya kelak tidak hanya mampu berpraktik secara profesional, tetapi juga mampu memimpin dan mengembangkan institusi kesehatan yang inovatif serta berkelanjutan. (Irfan/Jo)

