BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
METHOD:PUBLISH
CALSCALE:GREGORIAN
PRODID:-//WordPress - MECv5.22.3//EN
X-ORIGINAL-URL:https://fk.uii.ac.id/
BEGIN:VEVENT
UID:MEC-ca5520b5672ea120b23bde75c46e76c6@fk.uii.ac.id
DTSTART:20220827T010000Z
DTEND:20220827T045500Z
DTSTAMP:20220825T022200Z
CREATED:20220825
LAST-MODIFIED:20220825
SUMMARY:Seminar Kekerasan terhadap Anak (KtA), Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK UII
DESCRIPTION:Anak dan remaja merupakan salah satu aset terpenting bangsa. Anak dan remaja yang sehat dan cerdas akan menjadi sumber daya manusia berkualitas yang sangat penting bagi pembangunan negara. Semua pihak, baik keluarga maupun masyarakat, memiliki peran masing-masing untuk mewujudkan hal tersebut. Namun sayangnya, perkembangan anak dan remaja di Indonesia terbentur oleh maraknya tindak kekerasan dewasa ini.\nKasus kekerasan terhadap anak (KtA) terus meningkat jumlahnya. Kekerasan pada anak merupakan semua bentuk perlakuan menyakitkan, baik secara fisik, seksual, atau emosional, yang mengakibatkan kerugian nyata terhadap kesehatan, kelangsungan hidup, tumbuh kembang, dan martabat anak. Biasanya, kasus kekerasan ini baru terungkap setelah terjadi dalam waktu lama atau telah jatuh korban. \nMasa pandemi pun ternyata berdampak pada jumlah kasus kekerasan anak. Lingkungan rumah yang seharusnya memberikan rasa aman bagi anak, justru seringkali menjadi sumber trauma karena ironisnya, Sebagian besar pelaku berasal dari keluarga atau lingkungan sosial tempat tinggal korban. Berdasarkan tempat terjadinya, sebanyak 48,7% kasus kekerasan seksual terjadi di rumah, disusul di sekolah dan tempat umum lainnya.\nBerdasarkan data Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), jumlah anak yang menjadi korban kekerasan seksual semakin bertambah setiap tahun. Pada 2019, dilaporkan jumlah korban sebanyak 6.454, yang naik menjadi 6.980 di tahun 2020. Pada tahun 2021, jumlah kasus menjadi 8.730. Angka tersebut bisa jadi semakin bertambah di tahun ini. \nAnak dan remaja wajib dilindungi dari segala kemungkinan KtA, terutama kekerasan seksual. Semua pihak harus menyikapi permasalahan ini secara serius. Peran aktif orang tua, guru, dan lingkungan sangatlah dibutuhkan. Departemen IKA FK UII pun menunjukkan partisipasinya dengan menyelenggarakan seminar KtA. Seminar ini diharapkan dapat membantu pihak-pihak terkait untuk lebih memahami dan, pada akhirnya, dapat mencegah dan mendeteksi dini kasus-kasus kekerasan terhadap anak.\nYuk ikuti seminar Kekerasan terhadap Anak (KtA) bersama para pembicara kita:\n1. dr. Mei Neni Sitaresmi, Ph.D, Sp.A (K)\n“Cegah dan kenali kekerasan seksual terhadap anak dan remaja”\n2. Irving Vitra, S.T, M.Sc.IT, PhD\n“Kenali kekerasan seksual secara daring (online child sexual abuse)”\n3. dr. Yasmini Fitriyati, Sp.OG\n“Aspek klinis akibat kekerasan seksual”\n4. Mira Aliza Rachmawati, S.Psi., M.Psi.\n“Aspek psikologis kekerasan seksual”\nPendaftaran tinggal klik aja ⏬\nhttps://s.id/seminarKTAFKUII\nHTM: 50k\nNomor rekening 2223331106\nBank Syariah Indonesia\nAn. Fakultas Kedokteran UII\nCP: dr. Wira\nHP: 0823-4179-4020\n
X-ALT-DESC;FMTTYPE=text/html:<p lang="en-ID" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><span style="font-family: Cambria, serif"><span lang="en-US">Anak dan remaja merupakan salah satu aset terpenting bangsa. Anak dan remaja yang sehat dan cerdas akan menjadi sumber daya manusia berkualitas yang sangat penting bagi pembangunan negara. Semua pihak, baik keluarga maupun masyarakat, memiliki peran masing-masing untuk mewujudkan hal tersebut. Namun sayangnya, perkembangan anak dan remaja di Indonesia terbentur oleh maraknya tindak kekerasan dewasa ini.</span></span></span></span></p>
<p lang="en-ID" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><span style="font-family: Cambria, serif"><span lang="en-US">Kasus kekerasan terhadap anak (KtA) terus meningkat jumlahnya. Kekerasan pada anak merupakan semua bentuk perlakuan menyakitkan, baik secara fisik, seksual, atau emosional, yang mengakibatkan kerugian nyata terhadap kesehatan, kelangsungan hidup, tumbuh kembang, dan martabat anak. Biasanya, kasus kekerasan ini baru terungkap setelah terjadi dalam waktu lama atau telah jatuh korban. </span></span></span></span></p>
<p lang="en-ID" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><span style="font-family: Cambria, serif"><span lang="en-US">Masa pandemi pun ternyata berdampak pada jumlah kasus kekerasan anak. Lingkungan rumah yang seharusnya memberikan rasa aman bagi anak, justru seringkali menjadi sumber trauma karena ironisnya, Sebagian besar pelaku berasal dari keluarga atau lingkungan sosial tempat tinggal korban. Berdasarkan tempat terjadinya, sebanyak 48,7% kasus kekerasan seksual terjadi di rumah, disusul di sekolah dan tempat umum lainnya.</span></span></span></span></p>
<p lang="en-ID" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><span style="font-family: Cambria, serif"><span lang="en-US">Berdasarkan data Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), jumlah anak yang menjadi korban kekerasan seksual semakin bertambah setiap tahun. Pada 2019, dilaporkan jumlah korban sebanyak 6.454, yang naik menjadi 6.980 di tahun 2020. Pada tahun 2021, jumlah kasus menjadi 8.730. Angka tersebut bisa jadi semakin bertambah di tahun ini. </span></span></span></span></p>
<p lang="en-ID" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><span style="font-family: Cambria, serif"><span lang="en-US">Anak dan remaja wajib dilindungi dari segala kemungkinan KtA, terutama kekerasan seksual. Semua pihak harus menyikapi permasalahan ini secara serius. Peran aktif orang tua, guru, dan lingkungan sangatlah dibutuhkan. Departemen IKA FK UII pun menunjukkan partisipasinya dengan menyelenggarakan seminar KtA. Seminar ini diharapkan dapat membantu pihak-pihak terkait untuk lebih memahami dan, pada akhirnya, dapat mencegah dan mendeteksi dini kasus-kasus kekerasan terhadap anak.</span></span></span></span></p>
<p lang="en-ID" align="justify">Yuk ikuti seminar Kekerasan terhadap Anak (KtA) bersama para pembicara kita:</p>
<p><strong>1. dr. Mei Neni Sitaresmi, Ph.D, Sp.A (K)</strong><br />
&#8220;Cegah dan kenali kekerasan seksual terhadap anak dan remaja&#8221;</p>
<p><strong>2. Irving Vitra, S.T, M.Sc.IT, PhD</strong><br />
“Kenali kekerasan seksual secara daring (online child sexual abuse)”</p>
<p><strong>3. dr. Yasmini Fitriyati, Sp.OG</strong><br />
“Aspek klinis akibat kekerasan seksual”</p>
<p><strong>4. Mira Aliza Rachmawati, S.Psi., M.Psi.</strong><br />
“Aspek psikologis kekerasan seksual”</p>
<p>Pendaftaran tinggal klik aja &#x23ec;<br />
<a href="https://s.id/seminarKTAFKUII">https://s.id/seminarKTAFKUII</a><br />
HTM: 50k<br />
Nomor rekening 2223331106<br />
Bank Syariah Indonesia<br />
An. Fakultas Kedokteran UII<br />
CP: dr. Wira<br />
HP: 0823-4179-4020</p>

URL:https://fk.uii.ac.id/events/seminar-kekerasan-terhadap-anak-kta-departemen-ilmu-kesehatan-anak-fk-uii/
ORGANIZER;CN=:MAILTO:
LOCATION:Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://fk.uii.ac.id/wp-content/uploads/Flyer-Seminar-KTA-2022_cetak.jpg
END:VEVENT
END:VCALENDAR