Workshop Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

WhatsApp Image 2017-10-10 at 15.24.02
Yogyakarta, FK UII – Di dalam dunia kerja, kesehatan dan keselamatan para pegawai merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan. Oleh sebab itu, kali ini Fakultas Kedokteran UII mengadakan workshop kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di laboratorium.

Acara ini sukses terselenggara pada Sabtu, 25 Dzulhijah 1438 H / 16 September 2017 di Laboratorium Histologi. Dalam kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 6 jam ini, Fakultas Kedokteran UII mengajak salah seorang ahli dari Lab. Eijkman yaitu Indah Delima. Eijkman merupakan lembaga penelitian pemerintah yang bergerak di bidang biologi molekuler dan bioteknologi kedokteran. Lembaga ini bernaung di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi.

Dalam kegiatan yang berjalan selama kurang lebih 6 jam ini, para peserta mendapatkan 3 macam materi yang menjadi pembahasan pokok. Pertama, Indah Delima menyampaikan Identifikasi dan pengendalian potensi bahaya di Laboratorium. Apabila tidak berhati-hati, ada banyak sekali bahaya yang dapat mengintai di dalam laboratorium, seperti iritasi kulit dan saluran pernafasan, keracunan, sengatan listrik, ledakan akibat reaksi bahan-bahan kimia, sampai kebakaran.

Guna menambah pemahaman para peserta, beliau juga menambahkan materi mengenai Laboratory Ergonomic and Personal Protective Equipment. Ketika berada di laboratorium, hal pertama yang harus diperhatikan yaitu alat perlindungan diri (APD). APD merupakan solusi pencegahan yang paling mendasar dari segala macam kontaminasi dan bahaya akibat bahan kimia. Pemilihan APD yang tepat, dapat sangat membantu dalam bekerja di dalam laboratorium.

Beliau menyampaikan beberapa APD minimal yang harus digunakan ketika praktikum di dalam laboratorium, seperti menggunakan jas laboratorium. Jas laboratorium merupakan pelindung badan Anda dari tumpahan bahan kimia dan api sebelum mengenai kulit pemakainya. Sebelum digunakan, pastikan terlebih dahulu jas laboratorium belum terkontaminasi oleh tumpahan bahan kimia. Serta demi keamanan dan kenyamanan selama praktikum berlangsung, kancing harus dalam kondisi terpasang dan selalu memakai jas laboratorium yang pas dengan ukuran tubuh. Selain itu, sangatlah penting menggunakan masker dan pelindung mata untuk melindungi mata, wajah dan pernafasan dari bahan kimia secara langsung. Karena di dalam laboratorium, para laboran pasti akan menjumpai perubahan bahan kimia menjadi gas hingga kabut yang dapat merusak fungsi mata dan pernafasan. Seperti sebuah ungkapan “mencegah lebih baik daripada mengobati”, penggunaan sarung tangan lateks/karet juga merupakan salah satu APD yang harus digunakan. Pemilihan sarung tangan ini berguna untuk mencegah tangan terkena zat kimia secara langsung. Di dalam laboratorium tidak diperkenankan untuk praktikum menggunakan sarung tangan kain karena, sarung tangan kain masih dapat menyerap zat kimia yang menyebabkan tangan gatal atau melepuh.

Sebagai penutup, beliau juga menyampaikan materi mengenai Laboratory Safety Plan dan Prosedur Penanganan Kecelakaan Kerja di Laboratorium. K3 bertujuan untuk menghindari, mengurangi, bahkan juga menihilkan resiko kecelakaan kerja yang dapat terjadi kapan saja ketika berada di dalam laboratorium.
Farah/Tri