Wakil Dekan FK UII Presentasi Ilmiah di Harvard Medical School

wakil dekan

wakil dekan

Caption : dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc, Wakil Dekan FK UII, saat di Harvard Medical School dalam acara Annual Bioethics Conference 2018. (Photo : Wibowo/Istimewa)

Kaliurang (UII News) – Perjuangan menuju Amerika untuk presentasi ilmiah memerlukan pengorbanan waktu, tenaga, pikiran dan biaya yang tidak sedikit serta memerlukan kemampuan diplomasi yang tinggi dalam interview dengan Konjen Dubes Amerika di Surabaya, bahkan sampai di lokasipun sempat tertolak menginap di Hotel karena berpenampilan berjenggot.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Dekan FK UII, dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc yang bertandang ke Harvard Medical School dalam acara Annual Bioethics Conference 2018 di Amerika pada hari Selasa – Kamis, 23-25 Rajab 1439 H/10-12 April 2018.

Menurut dokter Udin, akhirnya dengan ijin Allah dan pertolongan Allah saja yang ajaib dan luar biasa bisa hadir dan mengikuti acara presentasi ilmiah di ajang Annual Bioethics Conference 2018 yang diselenggarakan di Harvard Medical School tepatnya di Joseph Martin Conference Center yang beralamat di Louis Pasteur 77 Ave Boston.

 

“Annual Bioethics Conference 2018 (ABC) diikuti oleh kurang lebih hampir 200 peserta dengan dari berbagai negara dan berbagai ahli dari berbagai disiplin ilmu”, katanya.

Lebih lanjut diceritakan dokter Udin, meskipun penuh perjuangan, akhirnya Alhamdulillah tidak ada masalah dan mulai ada yang mendekati poster karya ilmiahnya dari seorang dokter anestesi dari India yang lama kerja di Amerika.

“Judul presentasi saya adalah Organ Transplantation: Perspective of Multi Religion in Indonesia”, katanya

Ditambahkan oleh dokter Udin bahwa presentasinya di pandang menarik oleh pihak panitia dan peserta lain, karena melengkapi pandangan boleh tidaknya transplantasi organ dari sudut pandang agama. Wibowo

Caption : dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc, Wakil Dekan FK UII, saat di Harvard Medical School dalam acara Annual Bioethics Conference 2018. (Photo : Wibowo/Istimewa)