Pola Penggunaan Antibiotika pada Diare Anak di Rumah Sakit NU Demak

  • Diposkan oleh
Latar belakang penelitian. Diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang. Di Indonesia diare merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak balita. Tatalaksana utama diare adalah rehidrasi dan meneruskan pemberian makanan yang bergizi. Penyebab terbanyak diare pada anak adalah virus, pemberian antibiotika pada diare ditujukan untuk disentri. Sehingga pemakaian antibiotika pada diare perlu dievaluasi kembali baik dari segi kerasionalan, efektifitas maupun aspek ekonomisnya.

Tujuan Penelitian. Mengetahui pola penggunaan antibiotika pada diare anak di RSI NU Demak tahun 2004.
Metode penelitian. Dilakukan penelitian deskriptif retrospektif tentang pola penggunaan antibiotika pada diare anak usia 1-3 tahun di RSI NU Demak, periode 1 Januari – 31 Juni 2004.

Hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan 116 anak usia 1-3 tahun menderita diare cair akut sebesar 66,38%, diare disertai lendir dan darah sebanyak 33,62%. Penderita diare laki-laki 61,21% dan perempuan 38,79%. Pemberian antibiotika 100% yang berarti seluruh kasus diberi antibiotika. Antibiotika yang digunakan adalah Amoxicillin, Paramomisin, Kotrimoxazol, Ampisilin, Sefadroxil, Cefotaxime, Ceftriaxone, Kloramfenikol serta Metronidazole, dengan rata-rata frekuensi pemberian 3 kali sehari, lama pemberian 2-3 hari, cara pemberian 62,93% serbuk injeksi dan 37,07% sirup.

Kesimpulan. Penggunaan antibiotika untuk diare cair akut tidak rasional. Demikian juga lama pemberian yang diberikan untuk disentri tidak maksimal.
Kata kunci : Diare cair, antibiotika, disentri, cross sectional survey.

Pembimbing Utama
dr. Nenny Sri Mulyani, Sp.A

Pembimbing Pendamping
dr. Utami Mulyaningrum