Persiapan Dini Menyambut Romadhon

Persiapan Dini Menyambut Romadhon

Pengajian Periode Maret 2018 FK UII – Dr. Supriyanto Pasir, M.Ag

Kaliurang (FK UII) – Puasa Romadhon merupakan ibadah yang wajib dilaksanakan oleh semua muslim. Jadi Setiap muslim yang sudah baligh wajib menjalankannya dan yang meninggalkannya akan berdosa. Demikian pengantar Dr. Supriyanto Pasir, M.Ag yang menjadi pemateri dalam pengajian Dosen dan Karyawan FK UII pada Hari Kamis 29 Maret 2018 pukul 13.00 di Auditorium Lt. 1 FK UII.

Beliau menambahkan bahwa semua muslim wajib menjalankan ibadah puasa Romadhon kecuali bagi orang – orang yang mendapatkan ijin syar’i untuk tidak berpuasa, yaitu : wanita sedang haid, nifas, wanita hamil, ibu menyusui, orang yang sudah tua, dan orang yang sakit. Namun mereka diwajibkan mengganti dengan cara membayar Fidyah (memberi makan orang miskin).

Related image Lebih lanjut terkait Bulan Rajab, Ustadz Pasir menjelaskan bahwa persiapan sejak dini menhadapi Romadhon itu baik dilakukan agar kita bisa lebih berkualitas dalam menjalankan puasa Romadhon. “ Persiapan dini itu baik, tapi jangan sampai mengistimewakan Bulan Rajab dibandingkan Bulan yang lain,” demikian terangnya.

Menurut Ustadz sekaligus Dosen FIAI itu, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi Bulan Romadhon, yaitu :

  1. Niat

Semua ibadah harus didasari oleh niat Lillaahi Ta’ala. Tanpa niat yang lurus hanya karena Allah, maka seluruh ibadah termasuk puasa Romadhon akan sia – sia saja. Dengan kata lain persiapan batiniah harus kita lakukan seperti memperkuat ibadah wajib, sunah, amaliah, ikhlas, berserah diri kepada Allah, dsb.

  1. Ilmu

Agar tidak salah kita harus mengetahui ilmunya, seperti hukum puasa Romadhon, syarat-syarat serta aturannya, dsb.

  1. Fisik

Untuk menunjang kualitas puasa Romadhon, kita dituntut untuk memiliki fisik yang baik. Puasa memang akan mempengaruhi kondisi fisik kita sperti capek, mengantuk, lemas, dsb. Akan tetapi dengan tubuh yang bugar, maka kondisi kita tetap fit dan tidak bermasalah sehingga tetap dapat khusyuk dalam berpuasa. Selain makan makanan yang bergizi, olah raga di Bulan Romadhon tetap dilaksanakan dengan intensitas dan waktu menyesuaikan.

  1. Dana

Di Bulan Romadhon kita dianjurkan untuk banyak bershodaqoh sesuai kemampuan kita. Dengan demikian kita harus mempersiapkan dana untuk kesempurnaan Romadhon.

Ustad Pasir menekankan bahwa kita harus melaksanakan persiapan di atas agar kita benar-benar siap menghadapi Romadhon. “Mari kita lakukan 4 hal tadi, Insya Allah kita sudah siap menghadapi Bulan Romadhon, “ demikian ajak beliau.

Seperti biasanya, di akhir pengajian ada pembagian door prize untuk jamaah yang mana pada pengajian periode ini door prize disediakan oleh Bank BNI Syari’ah. (AK)