Pentingnya Otak dan Hati Seorang Dokter

  • Diposkan oleh

janji-dokter-muda-fk-uii-angkatan-2004dr.Kinik Dharsono, MMedEd sebagai perwakilan rumah sakit menekankan kepada para peserta janji dokter bahwa dokter yang baik adalah tidak saja memiliki ilmu yang cakap, tapi harus bersinergi dengan kecakapan hati. Sehingga jika seorang dokter memiliki kemampuan antara otak dan hati yang muncul kemudian adalah karakter. Artinya sukses dan tidaknya seorang dokter tersebut ditentukan karakter seseorang.

Bertempat di Auditorium Psikologi Universitas Islam Indonesia, Fakultas Kedokteran melaksanakan Janji Dokter Angkatan I-2004 dengan mengambil Janji sebanyak 26 sarjana kedokteran. Acara tersebut berlangsung pada hari Selasa 2 Desember 2008 pukul 10.00 WIB. Acara prosesi janji dokter ini dihadiri oleh Rektor Universitas Islam Indonesia, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, Dekan Fakultas kedokteran yang diwakili oleh Wakil Dekan, dr. Riana Rahmawati,M.Kes, Wakil Rumah Sakit yang pada kesempatan kali ini dihadiri oleh RSUD Sragen, dr. Kinik Dharsono, MMedEd (mewakili Direktur) dan dr. Djoko Purwanto (mewakili Diklat). 

Ranita Parjaman, S.Ked, sebagai lulusan terbaik mewakili rekan-rekan seangkatannya menandatangani Janji Dokter yang dibacakan oleh Andrianor Rahman, S. Ked. yang pada hakekatnya akan melaksanakan kegiatan kepaniteraan dengan sungguh-sungguh, profesional, sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya serta berjanji dengan teguh memegang akidah Islamiyah yang selama ini telah diajarkan di bangku pendidikan.

 
Pada sambutannya Rektor Universitas Islam Indonesia Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, menekankan pentingnya kompetensi bagi  seorang dokter yang profesional. Tanpa kompetensi, maka keprofesionalan seorang dokter patut dipertanyakan. Karena begitu pentingnya profesionalisme, diharapkan peserta janji dokter muda kali ini dalam menjalankan kepaniteraan diharuskan dapat selesai tepat waktu. Sementara dr. Riana Rahmawati, M.Kes pada sambutannya dokter muda dapat belajar sungguh-sungguh dan bisa menghormati tidak saja sesama rekan sejawat, namun juga pada pasien dan dokter-dokter senior yang akan membimbing para dokter muda sekalian.