Mohamad Rahman Suhendri, Mahasiswa Kedokteran UII Terpilih Sebagai Ketua Dewan Eksekutif Wilayah IV

C:\Users\User PC\Documents\Bluetooth Folder\1486484341644.jpg

 

C:\Users\User PC\Documents\Bluetooth Folder\1486484341644.jpg

Caption : Mohamad Rahman Suhendri (3 dari kanan) mahasiswa FK UII yang di amanahi menjadi Ketua FULDFK Wilayah IV dengan anggota terdiri dari Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara, sehingga menambah catatan kepercayaan masyarakat terhadap UII di kancah Nasional. (Wibowo)

Kaliurang (UII News) – Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran (FULDFK) Indonesia merupakan organisasi yang menghubungkan Lembaga dakwah yang ada di Fakultas Kedokteran. Anggota dari organisasi ini adalah mahasiswa bidang kesehatan. Setiap tahun FULDFK mengadakan rapat kerja nasional(RAKERNAS) yang bertujuan untuk merumuskan program kerja dalam lingkup keislaman.

Hal tersebut disampaikan oleh Mohamad Rahman Suhendri, setelah mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran (FULDFK) tahun 2017.

Tahun ini RAKERNAS FULDFK 2017 diselenggarakan di Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK UNLAM) pada 28 – 29 Robiul Akhir – 01 Jumadil Awal 1438 H / 27-29 Januari 2017.

Menurut Rahman, Salah satu wujud dari pengamalan dakwah islam di FKUII adalah dengan mengirimkan delegasi untuk turut serta dalam kegiatan tersebut. adapun delegasi FKUII adalah Feisal Hilman, Mafthuhah Zahara, Desvialin Ulfa Thalita, dan Mohamad Rahman Suhendri.

Selain pembahasan dan perumusan program kerja, pada rapat bulan Januari lalu dilakukan pemilihan Ketua Dewan Eksekutif Wilayah IV(DEW IV) dan pada kesempatan tersebut Mohamad Rahman Suhendri terpilih sebagai ketua yang membawahi fakultas kedokteran dari 13 universitas yang berada di wilayah IV. Wilayah IV sendiri terdiri dari Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.

“terpilihnya saya sebagai ketua adalah murni pilihan dari peserta yang hadir, kendati waktu itu saya tegas menolak amanah berat ini, namun peserta memaksa. Nasi sudah menjadi bubur, saya percaya tidaklah Allah memberikan ujian diluar kemampuan hamba-Nya dan saya percaya semua terjadi untuk sebuah alasan, selalu ada rahasia dibalik rahasia atas seluruh rencana-Nya, semoga Allah menuntun dan membimbing saya dalam menjalani amanah ini”, kara Rahman. (Wibowo)