Kedokteran Selenggarakan Pelatihan Metodologi Penelitian Bagi Dosen Pendidik Klinis

C:\Users\FKUII-01\AppData\Local\Temp\WhatsApp Image 2017-04-29 at 09.55.54.jpeg

 

C:\Users\FKUII-01\AppData\Local\Temp\WhatsApp Image 2017-04-29 at 09.55.54.jpeg

Caption : Peserta Pelatihan Metopen sedang foto besama dengan Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK (Tengah). (Photo Wibowo)

Kaliurang (UII News) – Guna meningkatkan pengetahuan dosen pendidik klinis/dokter pembimbing klinis di Puskesmas dan Rumah Sakit pendidikan jejaring FK UII mengenai metodologi penelitian., serta mendorong peningkatan kuantitas dan kualitas penelitian oleh DPK di Puskesmas dan RS pendidikan jejaring FK UII dan persiapan re-akreditasi PSPD FK UII yang terkait dengan RS pendidikan jejaring maka Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Yogyakrta menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Metodologi Penelitian.

Hal tersebut disampaikan oleh Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK saat menyampaikan pidatonya dalam acara membukaan Pelatihan Metodologi Pelatihan Bagi Dosen Pembimbing Klinik Rumah Sakit dan Puskesmas Jejaring FK UII pada hari Sabtu, 02 Sya’ban 1438 H / 29 April 2017 bertempat di Ruang Andrawina, Jogjakarta Plaza Hotel, Jl. Gejayan Yogyakarta yang di ikuti oleh dokter spesialis dan dokter puskesmas sebanyak 60 orang.

Menurut dokter Linda, Pendidikan kedokteran di Indonesia diselenggarakan untuk mendukung sistem kesehatan dengan menghasilkan lulusan dokter yang kompeten sesuai dengan Standar kompetensi dokter Indonesia (SKDI) menjadi acuan dalam desain proses pendidikan kedokteran.

“Pendidikan tahap klinik bertujuan membentuk lulusan yang menguasai teori dan praktek ilmu kedokteran secara komprehensif sehingga sanggup memahami dan memecahkan masalah di bidang profesinya secara ilmiah dengan menjunjung tinggi etika ilmu dan profesi, sehingga para pembimbing klinis harus menguasai tentang metodologi penelitian”, katanya.

Lebih lanjut, kompetensi yang diharapkan adalah kompetensi sebagai dokter umum, dimana pengalaman belajarnya diperoleh secara langsung di rumah sakit, puskesmas dan lahan praktek yang sesuai.

Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam workshop ini berupa ceramah dan tanya jawab mengenai hal-hal terkait perencanaan, pelaksanaan, maupun pelaporan hasil. Wibowo