FK UII Ikuti Monev Dokter Internship

  • Diposkan oleh

Yogyakarta (UII News) – Dari hasil monev yang dilakukan Dinas Kesehatan DIY, untuk program Internship akan dirancang beberapa perbaikan dimulai dari memperbanyak Wahana yang terstandarisasi lagi di DIY, sehingga dokter intership diharapkan akan bisa lebih interest dimasalah dokter layanan primer, serta bisa memperbaiki masalah komunikasi antara dokter dan pasien.

Hal itu diungkapkan oleh dosen FK UII, dr. Abd. Basith, saat menghadiri acara Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Internship Dokter Indonesia (PIDI 2014) yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Hari Selasa, 02 Shafar 1436 H bertepatan dengan tanggal 25 November 2014 yang bertempat di Aula C  Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Jl. Tompeyan TR III/201 Yogyakarta.

Menurut dokter Basith dalam acara itu dipaparkan beberapa temuan Monev permasalahan yang muncul dalam Program Internship Dokter Indonesia yang menggunakan Wahana Di sekitaran Provinsi DIY, salah satu diantaranya adalah kurangnya partisipasi dokter intership dalam membantu proses persalinan.

“Munurut hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) KIDI DIY, problem ini mungkin disebabkan karena kurangnya pengalaman membantu persalinan dan kurangnya percaya diri dokter internship dalam membantu persalinan”, katanya.

 Sehingga meningkatkan percaya diri dokter internship dalam membantu kasus persalinan dan masalah yang timbul akibat kehamilan dan persalinan, meningkatkan jumlah wahana yang digunakan terutama RS tipe C dan D serta puskesmas adalah sebuah kewajiban dari KIDI DIY, tegas alumni 2001 dr. Abd. Basith usai mengikuti acara Monev tersebut. Wibowo