Dosen IKM FK UII Ikuti TOT Integrasi PS Dalam Kurikulum Pendidikan Dokter di Indonesia

  • Diposkan oleh

Kaliurang (UII News) – Pengetahuan tentang patient safety menjadi suatu keharusan untuk semua pemangku kepentingan kedokteran. Jajaran direksi rumah sakit, komite medik, dokter dan tenaga kesehatan lainnya perlu menguasai konsep dan prinsip patient safety sehingga dapat menerapkannya dalam praktek medik.Program pendidikan dokter sebagai tempat mencetak dokter merupakan tempat yang sesuai untuk mengajarkan patient safety, sehingga nantinya dokter yang tercipta dapat menjalankan prinsip patient safety dalam praktek sehari-hari.Diharapkan penerapan patient safety pada akhirnya dapat menjadi budaya baik bagi individu dan system kesehatan.

Hal tersebut disampaikan oleh dosen yang juga Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, dr. Sunarto, M.Kes ketika melangsir arahan dari Dirjend DIKTI Kemdikbud saat mengikuti pelatihan Training Of Tutor (TOT) yang membahas tentang integrasi patient safety dalam Kurikulum Pendidikan Dokter di Indonesia yang diselenggarakan oleh kolaborasi bidang pendidikan Proyek Pengembangan Pusat Pendidikan & Penelitian Kedokteran dan Dua rumah Sakit Pendidikan  (The Development oof Medical Education & Research Center and Two University Hospital Project IND – 0137 & IND-0138) Dirjend DIKTI Kemdikbud RI, pada hari Jum’at- Minggu, 17-19  Oktober 2014 di  Hotel Peninsulla Jakarta Barat.

Menurut dokter Narto, kegiatan ini merupakan harapan dari Dirjend DIKTI Kemdikbud agar nantinya seluruh peserta mampu menumbuhkan kesepakatan, komitmen, dan konsistensi dalam mengimplementasikan dalam menggunakan modul Patient Safety yang di TOT kan saat ini serta memberikan masukan, perbaikan, memperkaya dalam modul patient safety sebagai penyempurnaan.

“Dirjend DIKTI Kemdikbud berusaha untuk memperkenalkan metode pembelajaran untuk pencapaian kompetensi patient safety dalam pendidikan dokter dengan penyesuaian konteks patient safety di Puskesmas. Selain itu, kegiatan ini memperkenalkan metode pembelajaran untuk pencapaian kompetensi patient safety dalam pendidikan dokter dengan penyesuaian konteks patient safety di Puskesmas”, katanya. Wibowo