DOSEN FK UII IKUTI PELATIHAN PELAYANAN OBSTETRI DAN NEONATAL EMERGENSI DASAR (PONED)

 

D:\PhotoS\IMG20170408152046.jpg

Caption : dokter Dewi Retno Wulandari saat mengikuti pelatihan PONED. 9Photo Wibowo/istimewa)

Kaliurang (UII News) – Angka kematian ibu dan bayi masih tinggi di Indonesia, terutama di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan akan akses kesehatan maupun tenaga medis. Maka dari itu kita sebagai dosen, tutor, instruktur harus mengajarkan kepada mahasiswa bagaimana cara mendeteksi tanda-tanda kegawatan obstetri dan neonates, serta cara penanganan kegawatdaruratan tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh dokter Dewi Retno W Z, selaku dosen tim blok 3.1 Kehamilan dan Masalah Reproduksi FK UII setelah mengikuti pelatihan Pelatihan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di RSCM Jakarta pada Kamis, 23 Sya’ban 1438 H/20 April 2017.

Menurut dokter Dewi, tujuan utama dari kegiatan ini adalah peningkatan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal melalui prosedur standar pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh petugas pelaksana pelayanan yang terampil di tingkat pelayanan kesehatan primer dengan dukungan mitra kerja organisasi pemerintah dan non pemerintah setempat

“Mahasiswa harus selalu diingatkan dan diajarkan bagaimana mengenali tanda-tanda kegawatdaruratan dalam obsteri dan neonates, juga tatalaksana yang tepat”, katanya.

Hal ini sesuai dengan anjuran pemerintah untuk upaya Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan yang diharapkan bisa memberikan dampak langsung terhadap kualitas pelayanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Pelatihan ini diselenggarakan atas kerjasana antara Departemen Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi/ Kabupaten/ Kota dengan Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi, POGI, IDAI, IBI, PPNI. Penatalaksanaan kerjasama, koordinasi, integrasi program dan prinsip kesinambungan program akan memberikan kepastian pada pemantapan pelatihan dan pelayanan yang efektif dan efisien. Wibowo