DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Sejarah Departemen IKM

Departemen IKM FK UII didirikan pertama kali pada tahun 2001 bersamaan dengan berdirinya FK UII. Departemen ini  pertama kali dipimpin oleh dr. Zuhairi Dahlan, Sp.P mantan Ka-Kanwil Dinkes Provinsi DIY dan dibantu oleh drg. Punik Mumpuni, M.Kes. pada tahun 2001 sampai dengan 2004. Selanjutnya kepemimpinan diteruskan oleh dr. Lutfi Ghazali, M.Kes karena dr. Zuhairi menjabat sebagai wakil dekan III FK UII dan drg. Punik sebagai Wakil Dekan II. Pada masa pendirian Departemen IKM masih berfokus pada kegiatan tutorial dan pendidikan dalam penyusunan kurikulum blok dan pengajaran dalam kuliah pakar. Penelitian dan pengabdian belum banyak dilakukan dan hanya sebatas penelitian untuk KTI mahasiswa.

Pendahuluan

Pendidikan dokter di FK UII menekankan posisi dokter sebagai pemberi pelayanan primer yang bekerja di fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta. Pendidikan Ilmu Kesehatan Masyarakat untuk dokter memberikan wawasan public health dan primary health care khusus untuk dokter yang bekerja sebagai pelayanan primer. Pendidikan ilmu kesehatan masyarakat menekankan pendekatan primary health care yang terdiri dari tiga prinsip:

  1. Bekerja sebagai case manager di primary care level
  2. Mengelola pelayanan public health essensial
  3. Membangun promosi kesehatan dan pencegahan kesehatan dengan menggunakan sumber-sumber lokal dan sederhana agar semua pihak dapat terlibat.

Pendidikan IKM Tahap Sarjana Kedokteran

Pendidikan Ilmu Kesehatan Masyarakat diberikan pada jenjang pendidikan tahap Sarjana Kedokteran dan tahap Pendidikan Klinik (Kepaniteraan Klinik IKM). Pada pendidikan tahap sarjana kedokteran, wawasan public health terintergrasi dalam kegiatan belajar Blok dan terutama dalam Blok Kesehatan Masyarakat (semester VII). Kegiatan blok tersebut terdiri atas diskusi tutorial (problem based learning), diskusi panel, kuliah pakar, belajar mandiri dan penugasan (manajemen pasien berdasar dokter keluarga dan essay). Topik yang dipelajari adalah Sistem Kesehatan Nasional (SKN) dan Pembiayaan Kesehatan, Manajemen Pelayanan Kesehatan, Epidemiologi, KB, Kependudukan dan Kesehatan Ibu Anak (KIA), Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Gizi Masyarakat, Perilaku dan Promosi Kesehatan.

Pendidikan IKM Tahap Klinik/Kepaniteraan Klinik

Kepaniteraan klinik stase ilmu kesehatan masyarakat merupakan bagian dari rotasi klinik pendidikan dokter. Peserta didik mengikuti pendidikan kepaniteraan klnik IKM setelah menempuh pendidikan tahap sarjana kedokteran (semester 8 sampai 11). Kepaniteraan klinik IKM memiliki bobot 4 SKS dengan durasi pembelajaran selama 8 minggu. Minggu pertama digunakan untuk kegiatan bimbingan dokter muda dan magang di Disnakertrans/Perusahaan dan BPJS Kesehatan dan BPJS center di RS. Minggu kedelapan digunakan untuk ujian. Selama enam minggu dokter muda magang di Puskesmas,melakukan kegiatan berbasis Desa dan instansi lain (seperti Perusahaan, LSM dll).

Kepaniteraan klinik IKM dilaksanakan dalam enam modul dengan project based. Keenam modul tersebut adalah Modul Manajemen dan Intervensi, Modul Epidemiologi, Modul Perilaku dan Promosi Kesehatan, Modul Pembiayaan dan Dokter Keluarga, Modul Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan Kesehatan Lingkungan dan Modul Elektif.

Kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat dan dakwah islamiyah merupakan catur darma perguruan tinggi yang harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UII mengembangkan konsep Desa Siaga sebagai integrasi dari community based medical education, kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, dapat menjadi salah satu solusi bagi pemecahan kesehatan di masyarakat.

Salah satu modul yang dikembangkan adalah modul manajemen dan intervensi (dahulu modul ini dipisah). Dokter muda menerapkan prinsip manajemen Puskesmas pada tingkat desa dan melakukan intervensi di masyarakat. Modul ini juga menitikberatkan pada penyebab masalah evidence/research based, sehingga intervensi yang dilakukan sesuai akar permasalahan sesungguhnya di masyarakat. Dengan ini diharapkan akan meminimalisir gap antara kebijakan dan realita yang umum terjadi. Disamping itu kepaniteraan klinik IKM mengembangkan local genius berupa islamic perspective in public health, pembiayaan dan dokter keluarga, serta kesehatan dan keselamatan kerja.

Sejak 2005 Kepaniteraan Klinik IKM berlangsung di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Magelang. Sejak tahun 2012, kegiatan pembelajaran Kepaniteraan Klinik IKM diadakan di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Sragen Jawa Tengah.

e-learning

Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Kepaniteraan Klinik IKM, sejak Maret 2012 menggunakan e-learning yaitu e-source learning, classcyber dan millist dokter muda.

STRUKTUR ORGANISASI

Staf Edukatif

dr.Sunarto,M.Kes

dr. Titik Kuntari, MPH

dr.Punik Mumpuni W,M.Kes

dr.Maftuhah Nurbeti,MPH

dr.Sani Rachman,M.Sc

dr. Leli Puspitowati, MM

dr. Sunarto, M.Kes

Staf Admin

Anizar Etaria R, S.Gz

Koordinator Pendidikan Klinik

dr.H.P.Lutfi Ghazali,M.Kes

Ketua Departemen

dr. Nur Aisyah Jamil, M.Sc

 

Output

Beberapa link berikut ini bisa diakses untuk mengunduh berbagai publikasi dan prestasi Departemen Bedah FK UII, pengabdian, hasil penelitian dan berbagai kegiatan ilmiah yang diikuti oleh staf Bedah FK UII. Beberapa output meliputi hal berikut ini;

  1. Publikasi ilmiah
  2. Perolehan Hibah DIKTI
  3. Presentasi Ilmiah
  4. Keterlibatan dalam Organisasi IAKMI
  5. Pengabdian dalam kegiatan pendampingan pedagang asongan dan desa binaan
  6. Kerjasama dengan JICA Jepang dalam rangka pemberantasan penyakit cacingan di SD se Klaten

 

Foto Kegiatan

Survei Mawas Diri

D:\Co-Ass\Ilmu Kesehatan Masyarakat\Manajemen dan Intervensi TANON I\Doc\IMG-20120313-00115.jpg D:\Co-Ass\Ilmu Kesehatan Masyarakat\Manajemen dan Intervensi TANON I\Doc\IMG-20120313-00127.jpg

Musyawarah Masyarakat Desa

D:\Co-Ass\Ilmu Kesehatan Masyarakat\Manajemen dan Intervensi TANON I\Doc\IMG-20120316-00147.jpgD:\Co-Ass\Ilmu Kesehatan Masyarakat\Manajemen dan Intervensi TANON I\Doc\IMG-20120316-00137.jpg

IMG-20120316-00162IMG-20120316-00160

Penyuluhan

IMG-20120324-00250IMG-20120324-00284

IMG-20120329-00348IMG-20120329-00344

Intervensi Masyarakat

IMG-20120411-00614 Tanom-20120411-00595

Tanom-20120411-00598 Tanom-20120411-00601

IMG-20120504-01999G:\FOTO IKM\DSC00754.JPGElektif

Penyuluhan di Posyandu Senam Lansia

Foto-Foto Kegiatan Epidemiologi Puskesmas Borobudur 2010

H:\program ikm\IMG_0444.JPG

Meja pendaftaran responden

H:\program ikm\IMG_0445.JPG

Pengambilan sediaan darah

H:\program ikm\IMG_0465.JPG

Pengecetan sediaan darah

H:\program ikm\IMG_0455.JPG

Sediaan darah

H:\program ikm\IMG_0481.JPG

Pengecekan sediaan darah

H:\program ikm\IMG_0453.JPG

Pembacaan sediaan darah

D:\Foto\program ikm\IMG_0439.JPG

Wawancara dengan responden

D:\Foto\program ikm\IMG_0457.JPG

Wawancara dengan responden

D:\Foto\program ikm\IMG_0446.JPG

Sejumlah rsponden yang menunggu

D:\Foto\program ikm\IMG_0478.JPG

Wawancara dengan responden

D:\Foto\program ikm\IMG_0498.JPG

DSC00808 E:\tugas\koas ikm\26 Maret - 19 mei 2012\sidoharjo\PENUGASAN KELOMPOK PUSKESMAS SIDOHARJO (SRAGEN)\K3 DAN ATAU KESEHATAN LINGKUNGAN\poster k3.jpg Mahasiswa dengan dokter puskesmas dan staf puskesmas serta kader dusun

PT BATI/BSMTI

DSC00810

DSC_0754

fix 1Jamkesda/Jamkesos

FIX3

2012-03-30 10V