,

SMART FK UII Juara I Poster SA Ke-8 di BALI

Kaliurang (UII News) – SMART (Scientific Medical Activities of Research and Technology) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) meraih juara I poster dalam acara Scientific Atmosfer (SA) 8th FK UDAYANA.

Hal itu disampaikan oleh Ketua SMART, Faisal Ridho Sakti, seusai mengikuti acara Scientific Atmosfer (SA) 8th Fakultas Kedokteran Universitas Udayana FK UNUD, Bali pada hari Jumat-Minggu, 13 – 15 Februari 2015 / 23-25 Robiul Akhir 1436 H yang diikuti dengan ketiga temanya Adhika Rahman (’13), Siti Sholihatul Makkiyah (’13), dan Helmi Zunan (’14).

            Menurut Faisal, FK UII di berangkatkan ke Bali untuk mempresentasikan karyanya di acara Scientific Atmosfer (SA) 8th FK UDAYANA, karena  terpilih menjadi finalis dari berbagai cabang lomba yang ada di SA  8th yang diadakan oleh KIH (Kelompok Ilmiah Hipokrates) FK UDAYANA BALI.

Lebih lanjut ketua SMART FK UII ini menceritakan bahwa dari ratusan peserta SA 8th , hanya diambil 10 tim/orang dari tiap cabang lomba. SMART FK UII kali ini lolos tiga tim, yaitu Poster Ilmiah (2 tim) dan essay (1 orang). Finalis Poster Ilmiah dari FK UII diwakili oleh tim A (Faisal dan Adhika) dan Tim B (Helmi), sedangkan untuk finalis essay diwakili oleh Siti Sholihatul M. yang biasa dipanggil Ulya. Mereka mempresentasikan karyanya masing-masing dihadapan juri-juri yang sangat kritis dan bersaing dengan finalis lain dari berbagai Universitas (terutama FK) di Indonesia.

Setelah berusaha semaksimal mungkin, akhirnya pada hari Minggu, 15 Februari 2015 di penghujung acara SA 8th, diumumkan para pemenang lomba dari event bergengsi ini.

“Alhamdulillah FK UII meraih Juara 1 Poster Ilmiah atas nama Helmi Zunan dengan judul karya “Candle Aromatic Herbal sebagai Terapi Asma pada Anak-anak” dan Juara 3 Essay atas nama Siti Sholihatul M. dengan judul karya “Bersih Gigiku, Sehat Jantungku”,  demikian kata Faisal. Wibowo

 

Rima Nur Rahmawati Mahasiwa FK UII Menerima Award WIAF 2014 dari Korea

Foto Wibowo/Istimewa : Nampak Rima Nur Rahmawati mahasiswi FK UII 2014 berkrudung dan paling Tengah diantara peserta lain, sedang mendapatkan WIAF Award.

Korea (UII News) – WIAF adalah World Innovator Award Festival (WIAF) dengan para peserta yang mengikuti sebanyak 350 orang yang berasal dari beberapa negara, yakni Jerman, Korea, Malaysia, Taiwan, Indonesia, Kamboja, Brunai, Iran, USA, Kanada, Irak, Saudi Arabia, Polandia, Thailan, Singapura, dan Negara-negara lain.

Hal itu disampaikan oleh Rima Nur Rahmawati dari Seoul Korea Selatan lewat SMS seusai mendapatkan Awarded Order of Merit kategori New Techology berupa sertifikat, medali dan trophy, bertempat  di Mugunghwa Hall – Seoul Garden Hotel, Seoul, Korea pada hari Sabtu, 20 Shafar 1436 H, bertepatan dengan tanggal 13 Desember 2014.

‘Acara ini merupakan sebuah penghargaan bagi penemu di beberapa bidang diantaranya agriculture, Health Invention, Electric Invention serta New Technologi, sedangkan dari FK UII smendaptkan award dari bidang new technologi”, demikian kata Rima dari Seoul Korea.

Ketika sampai di kampus, Rima juga merekomendasikan agar Fakultas Kedokteran selalu mempersiapkan mahasiswanya untuk mengikuti event seperti ini dengan memberikan bimbingan berupa persiapan materi, uji coba tanya jawab materi, dan penguasaan dalam Bahasa Inggris agar lebih matang.

Selain itu, Rima juga mengusulkan adanya lembaga Ilmiah di FK UII ikut memberikan bekal kepada delegasi, serta berusaha untuk mengembangkan dan membina mahasiswa berkaitan dengan keIlmiahan.

“Pembinaan yang terus menerus dalam hal keIlmiahan harus di utamakan sehingga mahasiswa memiliki bekal yang sangat banyak, tidak hanya menghadapi pas lomba saja”, harapnya. Wibowo

 

 

           

Kekuatan Keyakinan Terhadap Nilai-Nilai Islam

dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc

Sepulang dari Rakerja Universitas di Salatiga ada sebuah impian, sebuah pemikiran, sebuah hasrat, sebuah kepercayaan, dan sebuah harapan yang tertanam dalam benak pimpinan UII diberbagai level untuk mewujudkan 7 keunggulan UII dalam 4 tahun ke depan. Tujuh keungulan tersebut adalah keunggulan keislaman, keunggunalan pengajaran berbasis riset, keungulan etos islami, keunggulan sistem yang responsif, keunggulan karakter mahasiswa, keunggulan alumni yang adaptif dan keunggulan profil institusi. Tujuh keunggulan tersebut menjadi jaminan untuk bisa mencapai visi dan misi serta tujuan UII dalam setiap periode kepemimpinan sampai tahun 2028 sesuai RIP UII.

Problem mendasar yang muncul dalam setiap forum selam RAKERJA UNIVERSITAS adalah mengapa dengan usia yang ke-71 tahun UII masih belum bisa memuaskan stakeholder untuk menjadi perguruan tinggi islam yang maju dalam bidang akademik/pendidikan, penelitian, pengabdian dan dakwah islamiyah. Setiap ada audit atau akreditasi selalu kedodoran dan kewalahan dalam mencapai sasaran mutu dan 7 standar mutu pendidikan tinggi sehingga terkesan solusinya hanya sekedar reaktif dengan memberikan janji nanti akan dilakukan program untuk mencapai tujuan tersebut. Sebagai universitas islam tertua di Indonesia masalah klasik yang dihadapai oleh UII adalah konsistensi UII terhadap nilai-nilai islam yang rahmatalillalamin. Sering disampaikan bahwa banyak orang islam yang belum islami. Demikian juga banyak perguruan tinggi islam yang belum islami. Lahirnya orang hebat dari UII dengan latar belakang profesionalismenya belum menjadi tradisi budaya organisasi karena sampai saat ini belum ada budaya organisasi UII yang bisa dibaca dalam bentuk dokumen, dipahami dan dijadikan acuan bersama dan menjadi proses yang yang terstandarisasi. Lahirnya orang hebat tersebut lebih banyak karena faktor intangible dari pribadi yang bersangkutan daripada faktor tangible yang dimiliki oleh UII dan nama besar UII dipakai oleh orang tersebut untuk menambah nilai tambahnya. Dulu UII belum ada apa-apanya dan besar karena pendirinya yang memiliki nama besar sehingga lambat laun UII tambah besar selanjutnya hari ini UII sudah besar namanya dan tua umurnya namun bisakah UII mampu menghasilkan pemimpin besar sebagaimana para pendirinya. Nama besar seperti prof Mahfud dan DR. Busyro itu lahir karena sentuhan proses pendidikan di UII saat itu yang berjalan dengan fasilitas dan sistem ala kadarnya dengan belum adanya sistem mutu dan yang ada hanya teladan dari dari orang-orang hebat yang konsisten dengan nilai-nilai Islam. Tujuh keunggulan UII tersebut harus diakui sudah diwujudkan oleh pendiri UII hanya dengan keyakinan dengan konsisten terhadap nilai-nilai islam. Keunggulan keislaman sudah diwujudkan oleh para pendahulu UII saat itu sebagai tokoh dan pribadi yang islami bukan sekedar pencitraan. Lain lagi dengan tokoh profesional seperti Prof Sarwidi sebagai ahli gempa dan Prof Jawahir yang terkenal dengan keahlian di bidangnya sebagai pakar anthropologi hukum.

Dengan adanya sistem mutu yang dijalankan oleh UII sejak tahun 1999 seharusnya bisa menghasilkan alumni yang lebih baik lagi dalam konteks kepemimpinan bangsa tidak sekedar pencapaian akreditasi institusi A.

Menurut Dr. Ibrahim Elfiky seorang trainer terkenal dari Mesir menutukan bahwa selain kekuatan tujuan dalam mengaktualisasikan personal power untuk maju maka diperlukan kekuatan keyakinan seperti keyakinannya Nabi Nuh as ketika dia bersama pengikutnya diperintahkan harus membuat kapal. Sejak dari menanam pohon sampai ditebang pohon itu dan dipakai untuk membuat kapal di atas bukit maka kaumnya selalu memperolok-olok Nabi Nuh karena aneh sekali membuat kapal bukannya di pinggir pantai malah di atas bukit. Tapi dengan keyakinan kepada perintah Allah maka Nabi Nuh tetap menunaikan perintah Allah swt. Keyakinan kepada Allah yang menumbuhkan keyakinan pada diri sendiri dan membentuk keyakinan antar sesama telah menguatkan Nabi Nuh dalam perjuangan dakwahnya selama 950 tahun. Keyakinan itu menurut Dr. Ibrahim adalah kekuatan di balik semua pencapaian. Keyakinan adalah kepercayaan yang telah matang hingga pada titik di mana kita berani mengambil tindakan. Kepercayaan membuat kita mampu mencapai impian yang mungkin sedangkan keyakinan berkenaan dengan yang mustahil dan mengubahnya menjadi kenyataan. Kepercayaan itu awalnya mengendalikan pikiran kita sedangkan keyakinan itu pada akhirnya membuat kita bertindak. Kepercayaan datang lebih dahulu tetapi ia harus diikuti oleh keyakinan dan keyakinan sesungguhnya berkaitan dengan tindakan. Keyakinan adalah kepastian, jaminan, kepercayaan dan kebenaran yang pasti dibalik semua tindakan-tindakan kita. Cukuplah dengan keyakinan kepada janji Allah bahwa dengan sholat akan bisa mencegah keji dan mungkar serta cukuplah dengan sabar dan sholat untuk menjadi penolong kita di UII untuk maju. Keyakinan bahwa dengan menolong saudara kita maka Allah pasti akan menolong kita serta keyakinan bahwa hanya dengan menolong agamanya Allah dengan dakwah maka Allah pasti memenangkan kita. Keyakinan yang mantap hanya akan kuat dengan pengetahuan atau ilmu yang mendalam bagaimana mungkin kita akan yakin untuk menyetir dengan selamat kalau kita belum belajar menyetir atau belum memiliki keterampilan menyetir. Mari kita pelajari nilai-nilai islam secara mendalam sehingga keyakinan kita kepada islam semakin mantap untuk membawa UII unggul di masa depan menjadi rahamatalill’alamin. Keunggulan keislaman sebagai keunggulan yang pertama dan utama bisa menjadi modal paling besar untuk membangun UII yang maju sehingga keunggulan yang lain akan mudah tercapai. Jika tidak maka mungkin akan sebaliknya bisa saja islam hanya menjadi simbol, cerita dan impian saja di UII ini tanpa pernah menjadi budaya organisasi yang hidup meskipun UII bisa saja maju seperti universitas di negara maju tapi islam ditinggalkan di negerinya sendiri dan warga UII menjadi ragu dengan sistem nilai Islam atau syariah  yang terdiri dari aqidah, ibadah, dan muamalah. Perlu dipahami bahwa sistem nilai islam yang bersifat formal (syariah) yang berbeda dengan nilai-nilai islam yang bersifat universal seperti kebersihan, keadilan dan kedisiplinan. Untuk mewujudkannya maka kekuatan keyakinan kepada firman Allah QS Al Jumuah ayat 2 yang artinya “Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”. Untuk memcapai keunggulan UII maka setiap civitas akademik UII harus melakukan 4 fungsi untuk bisa menjadi agent of change mencetak generasi yang cerdas dan sholih yaitu dengan tilawah atau membacakan kebesaran Allah kepada umat melalui kegiatan catur dharma terutama dakwah, melakukan fungsi tazkiah yaitu pembersihan jiwa dengan dzikir ibadah, melakukan fungsi taklim wa taklum yaitu belajar mengajar dengan mengajarkan kitab baik kitab suci alquran/qauliyah atau buku-buku ajar (textbook)/kauniyah serta mengajarkan hikmah yaitu budi pekerti atau akhlaq mulia.

Selamat berjuang menegakan sistem nilai islam dan nilai-nilai islam dan semoga Allah meridhoi UII amien.

Launching Desa Sehat FK UII 2011

 Desa Binaan merupakan suatu program pembangunan masyarakat dengan target lokasi sebuah desa yang memenuhi kriteria untuk menjadi sebuah desa binaan. Untuk mewujudkan program tersebut, maka Departemen Pengabdian Masyarakat Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia mengadakan sebuah program desa binaan dengan nama “Desa Sehat FK UII” yang berlokasi di dusun Gondangpusung, Wukirsari, Sleman. Dengan memilih desa yang hampir sepertiganya telah habis karena bencana merapi diharapkan para mahasiswa yang tergabung dalam kepengurusan Tim Pendampingan Desa Sehat FK UII mampu membangun kembali dan mengembangkan potensi yang ada di desa tersebut. Terutama kita harus merubah paradigm bahwa pengabdian masyarakat bukan merupakan sarana untuk selalu memberi melainkan berusaha memberdayakan sumber daya alam dan potensi warga sehingga akan tercipta masyarakat mandiri dengan potensinya sendiri.

Dengan adanya slogan “Desaku Sehat Desaku yang mandiri dan sejahtera”  diharapkan mampu menanamkan serta mewujudkan banyak hal yang bisa dilakukan dalam membangun sebuah desa yang berpotensi sesuai dengan Catur Darma UII, khususnya bidang pengabdian masyarakat dan Dakwah Islamiyah. Adapun kegiatan Launching dan opening ceremony “Desa Sehat FK UII” diadakan pada tanggal 26 Desember 2011 di Masjid Gondangpusung mulai pukul 09.00 WIB hingga 21.30 WIB. Terdapat serangkaian kegiatan yang dilakukan secara full sehari mulai dari Launching yang dihadiri oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia yang diwakili oleh dr.Sunarto,M.Kes, Dewan Perwakilan Mahasiswa oleh Izzah Baridah dan Ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa oleh Ridho Ardi Widyanto juga Kepala Dukuh Gondangpusung yang sekaligus meresmikan Gondangpusung sebagai Desa Binaan FK UII selama satu tahun kedepan.
Rangkaian kegiatan selanjutnya yakni Pengobatan Gratis bagi seluruh warga Gondangpusung yang bekerja sama dengan dokter lulusan FK UII dan TBMM FK UII (Tim Bantuan Medis Mahasiswa ) dan peresmian taman baca “Cardios” serta perlombaan bagi anak-anak hingga sore hari. Setelah itu acara dilanjutkan dengan Bina TPA yang bertujuan untuk membina dan menghidupkan kembali TPA yang ada di Masjid tersebut bagi anak-anak dengan CMIA FK UII sebagai penanggung jawab, disini adik-adik yang ada di Gondangpusung dibimbing untuk belajar mengaji, menulis arab yang insyaallah akan rutin di adakan. Kemudian memasuki acara puncak yakni Tausiyah yang dihadiri oleh semua warga Gondangpusung yang diisi oleh Ustadz Roy lalu diakhiri dengan penutup dan doa hingga pukul 21.30 WIB.
Dengan serangkaian kegiatan launching “Desa Sehat FK UII” diharapkan menjadi langkah awal yang baik untuk membuat berbagai program yang bisa mengembangkan banyak potensi yang ada didesa tersebut. Apalagi sambuatan hangat dan apresiasi dari warga Gondangpusung juga sangat membakar semangat Pengurus Tim Pendampingan Desa Sehat FK UII untuk bekerja melaksanakan berbagai program demi terwujudnya tujuan dan target desa binaan. Tim yang diketuai oleh Aji Wiyasa ini memiliki program setahun kedepan antara lain pendekatan keluarga binaan, bersih desa, bina warga, training pengkaryaan dan pengkaderan warga, bakti sosial, penyuluhan dan pelayanan kesehatan juga posyandu, pelatihan dokter kecil, turnamen olahraga, pelatihan tanggap bencana, pameran foto yang insyaallah akan dilaksanakan rutin setiap bulan yang bekerjasama dengan seluruh civitas akademika FK UII. Semoga program desa binaan ini tidak hanya berlangsung selama satu tahun, tetapi bisa berlanjut ke tahun-tahun selanjutnya dan suatu saat bisa menjadi percontohan untuk membentuk sebuah desa binaan. Amin. (izza)
 
 
 
 
 

Penanggulangan HIV & Aids Tanggungjawab Semua Pihak

 Senin, 30 Mei 2011, bertempat di Aula Bank Bantul Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia melaksanakan Workshop Penanggulangan HIV & AIDS di Kabupaten Bantul. Workshop dilaksanakan dalam rangka kegiatan Milad ke-10 FK UII. Kegiatan ini dihadiri oleh dokter-dokter Koordinator Pengendalian Penyakit Menular (P2M) dari masing-masing Puskesmas yang ada di Kabupaten Bantul, Palang Merah Indonesia Kabupaten Bantul, Lembaga Pemasyarakatan, LSM dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA).

Sambutan dan Pengarahan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dilakukan oleh dr. Bintarto, M.Kes, sedangkan dari FK UII oleh Wakil Dekan dr. Titik Kuntari, MPH. Dalam sambutannya, dr Titik menyampaikan bahwa permasalahan HIV & AIDS bukan hanya tanggungjawab penderita atau Dinas Kesehatan tetapi merupakan permasalahan semua orang. Kasus HIV& AIDS terus mengalami peningkatan, hal ini tidak hanya dialami di Kabupaten Bantul, tetapi seluruh Kabupaten di Indonesia bahkan Dunia. Kejadian HIV & AIDS ibaratnya seperti fenomena gunung es, jadi jumlah yang terlapor hanyalah sedikit dari jumlah keseluruhan kasus. Karena itu perlu peranan semua pihak, termasuk Dinas Kesehatan, LSM, dan juga kampus.

dr. Abednego Dani N, dalam materinya menyampaikan bahwa upaya pengendalian HIV & AIDS tetap harus memperhatikan aspek nilai luhur kemanusiaan, penghormatan harkat hidup dan hak asasi manusia serta mencegah stigmatisasi dan diskriminasi. Selain itu, pemerintah juga wajib menentukan prioritas pengendalian dan mobilisasi dana yang cukup untuk pengendalian epidemi HIV& AIDS.

Pada kesempatan tersebut juga dipaparkan hasil evaluasi sistem surveillans HIV & AIDS di Kabupaten Bantul. Dilaporkan bahwa angka HIV& AIDS di kabupaten Bantul meningkat secara signifikan. Sampai awal 2011, tercatat ada 174 orang dengan HIV positif dan 77 orang dengan AIDS, dan menduduki urutan ke-3 setelah Kodya Yogyakarta dan Sleman. Sejak September 2010 Kabupaten Bantul telah menjadi bagian dari Program Penanggulangan HIV&AIDS dengan Global Fund. Sub Sub Recipient adalah Dinas Kesehatan Bantul; KPA Bantul dan Nahdlatul Ulama. Dan sebagai langkah nyata, telah dilakukan setting up untuk layanan VCT&ART Site di RSUD Panembahan Senopati; layanan IMS di Puskesmas Kretek dan layanan PTRM  (Program Terapi Rumatan Metadon) dan LASS di Puskesmas Banguntapan II.
 

 
 
Download materi :
 
 

Pengumuman Hasil Seleksi Tutor

Nomor    :  04/Ka.Pan/10/Rekrut Tutor&Instruktur/V/2011
Hal         : Pengumuman hasil seleksi

Berdasarkan hasil tes seleksi dan rapat Tim Rekrutmen Tutor&Instruktur Keterampilan Medik Fakultas Kedokteran UII pada tanggal 18 Mei 2011, dengan ini memutuskan bahwa nama-nama yang tersebut dibawah ini dinyatakan diterima sebagai Tutor&Instruktur Keterampilan Medik.
  1. dr. Alfan Nur Asyhar
  2. dr. Asril Abdul Saad
  3. dr. Baiq Rohaslia Rhadiana
  4. dr. Bayu Utaminingtyas
  5. dr. Fajar Alfa Saputra
  6. dr. Fery Luvita Sari
  7. dr. Firandi Saputra
  8. dr. Heryu Prima
  9. dr. Hidayatul Kurniawati
  10. dr. Rizka Fakhriani
  11. dr. Veby Novri Yendri

Bagi peserta yang dinyatakan diterima akan mengikuti Training of Tutor pada bulan Juni 2011, jadwal menyusul.

Demikian pengumuman ini disampaikan, atas partisipasinya diucapkan terima kasih.

Yogyakarta, 27 Mei 2011
Ketua Pelaksana,
Ttd,

dr. Siti Isti’anah, M.Sc.

Mengetahui,            
Dekan Fakultas Kedokteran UII
Ttd,
                                                                                                   

dr. Isnatin Miladiyah, M.Kes.  

FK UII Gelar Seminar “Kanker Serviks” untuk Umum

 Kanker serviks (leher rahim) menjadi suatu permasalahan kesehatan wanita yang mendapat perhatian serius. Di dunia, setiap 2 menit, seorang wanita meninggal akibat kanker serviks, di Indonesia, setiap 1 jam (Ferlay J et al. Globocan 2002. IARC 2004). Di Indonesia, kanker leher rahim atau serviks telah menjadi pembunuh nomor satu dari keseluruhan kanker.
 
Kanker serviks merupakan penyakit kanker paling umum kedua yang biasa diderita wanita Antara 20 –55 tahun Wanita yang aktif secara seksual memiliki risiko terinfeksi kanker serviks. Setiap tahun, sekitar 500 ribu perempuan didiagnosa menderita kanker serviks. Dari jumlah itu, 270 ribu berakhir dengan kematian.
Kanker leher rahim (kanker serviks) adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim atau serviks yaitu kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina). Menurut survei yang melibatkan 5.423 wanita Asia dan dilakukan pada 9 negara, termasuk Indonesia, terbukti hanya 2 persen wanita yang mengetahui bahwa infeksi HPV merupakan penyebab kanker serviks. Jadi pengetahuan perempuan mengenai penyebab kanker serviks masih sangat minim.

 

Angka kejadian kanker serviks diperkirakan terus meningkat setiap tahunnya. Rendahnya tingkat pengetahuan dipercaya memperburuk kondisi tersebut. Padahal ada cara mudah terhindar dari kanker serviks lewat vaksinasi. Deteksi dini dan vaksinasi dapat menekan angka kejadian kanker serviks pada perempuan Indonesia. Metode deteksi dini dengan Pap’s smear sudah lama ditemukan, tetapi yang melaksanakannya masih sangat terbatas. Perilaku yang meningkatkan risiko terkena kanker serviks bukannya berkurang, tetapi justru meningkat seperti free sex (berganti-ganti pasangan), hubungan seks pertama pada usia muda (kurang dari 18 tahun), dan merokok.

 

Karena beberapa alasan tersebut, FK UII berencana menggelar Seminar dengan tema “Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker Cerviks” yang akan membahas tentang fakta kanker cerviks di Indonesia, penyebab (etiologi), faktor risiko, pencegahan dan terapinya. Seminar dilaksanakan pada Sabtu, 19 Maret 2011  menghadirkan beberapa pakar, yaitu dr Detty Nurdiati SpOG, dr. Hasto Wardoyo SpOG dan dr Addien Tri Rahmanto SpOG. Seminar bersifat terbuka untuk umum. (credit photo).