Alhamdulillah, 1234 Dokter Telah “Ditelorkan” FK UII

alhamdulillah-1234-dokter-telah-di-telorkan-fk-uii

alhamdulillah-1234-dokter-telah-di-telorkan-fk-uii

Foto Wibowo : Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc berfoto bersama dengan 89 dokter baru didapingi Dekan, Guru Besar, Rumah Sakit Pendidikan Mintra FK UII dan FOSMA FK UII


Kaliurang (UII News) – Alhamdulillah, sampai saat ini Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran  (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) telah meluluskan 1.234 dokter yang tersebar di semua penjuru tanah air ataupun di luar negri.

 

Hal tersebut dilaporkan oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) PSPD FK UII, dr. Erlina Marfianti, M.Sc., Sp.PD, saat acara upacara pelantikan dan sumpah dokter periode ke-35 yang diselenggarakan di auditorium KH. Abdul Kahar Muzakir,Masjid Ulil Albab,  Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman, pada hari Selasa, 01 Safar 1438 H / 01 November 2016 yang dikuti 89 orang dokter baru, terdiri dari 28 laki-laki dan 61 perempuan.

Menurut dokter Erlina, kebijakan kesehatan nasional juga berpengaruh pada perjalanan karir seorang dokter. Menyandang gelar dokter, mempunyai tanggung jawab semakin berat dalam pelayanan kesehatan di masyarakat. Dalam melaksanakan tanggung jawab ini, para lulusan hendaknya senantiasa jangan pernah berhenti untuk terus belajar mendalami, dan mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran yang terus mengalami peningkatan dan perubahan.

 

“Sehingga dokter harus mengupdate ilmunya sepanjang hayat, sebagai seorang “long life learner” dalam menangani masalah kesehatan. Penanganan masalah penyakit yang tidak sesuai standar terbaru merupakan malpraktek” demikian laporannya selaku Kaprodi dan pesannya kepada kepada para dokter baru.

 

            Senada dengan Kaprodi FK UII, Dokter Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK menegaskan bahwa dokter yang dilantik pada hari itu sudah kompeten untuk bekerja di Layanan Kesehatan. Namun, itupun tidaklah cukup maka yang harus dilakukan adalah mengetahui tantangan kedepan yang harus di perhatikan.

 

“Tantangan dokter ke depan akan semakin berat, sehingga ilmu harus diperdalam terus, asah akal, hati dan ruh. Dokter muslim diharapkan dapat memberikan manfaaf buat sesama dan turut menyelesaikan permasalahan bangsa, negara dan umat di seluruh nusantara,” demikian pesan Dekan FK UII.

 

Sementara itu, Rektor UII, Dr. Ir Harsoyo, M.Sc menyampaikan data dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang menerangkan bahwa per 9 Mei 2016, jumlah dokter di Indonesia adalah 110.720 orang, artinya satu dokter melayani 2.270 penduduk.

 

Menurut Rektor UII ini,  hal tersebut diatas adalah suatu kondisi yang  menjadi tanggung jawab para alumni Fakultas Kedokteran UII.

“Oleh karena itu sebagai wujud kontribusi nyata, hendaknya para alumni Fakultas Kedokteran UII selalu siap untuk mengabdikan diri, pulang ke daerah masing-masing, dan bersedia ditugaskan di wilayah-wilayah terpencil”, ungkap Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc saat menyampaikan pidatonya.

 

Dari data yang di sampaikan oleh Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) FK UII menjelaskan bahwa alumni di periode ini rata-rata umurnya 25 tahun, dengan lama studi kurang lebih 6 tahun dari angkatan 2010.

Adapun Rumah Sakit Pendidikan yang digunakan saat menempuh pendidikan klinik adalah RSUD dr. Soedirman Kebumen, RSUD dr. Soediran Mangunsumarso Wonogiri, RSUD Caruban, RS Bhayangkara Semarang,RSJ Grhasia Yogyakarta, dan Puskesmas di Kabupaten Magelang.

Untuk prestasi terbaik di raih oleh dr. Annisa Prima Monika dengan IPK Dokter 3.96, dr. Befri Mahaztra Sudarman dengan IPK Dokter 3,94 dan dr. Prily Raleka Pahlewati dengan IPK Dokter 3.93, sehingga ketiganya mendapatan bingkisan dari Forum Silaturahmi Orang Tua (FOSMA) FK UII yang diserahkan langsung oleh Ketuanya yaitu dr. Mafilinda Nuraini, M.Kes.

Bingkisan dari Fakultas Kedokteran UII diberikan  kepada dokter Novian Fajri yang berhasil memperoleh nilai tertinggi saat menempuh Uji Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Dokter (UKMPPD) Periode Agustus 2016. Wibowo