7 Standar Kompetensi Minimum Dokter

  • Diposkan oleh
Saya bersumpah dengan nama Allah yang Maha Besar:
– Mengingat Allah dalam menjalankan profesi saya
– Melindungi jiwa manusia dalam semua tahap dan semua keadaan
– Melakukan semampu mungkin untuk menyelamatkan dari kematian, penyakit dan kecemasan.

Paragraf demi paragrah Sumpah dokter Muslim yang dilafalkan oleh 10 dokter putri dan 16 dokter putra berkumandang pada acara Sumpah Dokter Angkatan ke VII yang di adakan di Auditorium Kahar Muzakir, Jl. Kaliurang Km 14 pada Sabtu, 31 Oktober 2009.

Prof dr. H. Rusdi Lamsudin selaku Dekan FK UII, dalam sambutannya menekankan para dokter baru yang baru saja dilantik untuk menguasai standar minimum internasional yang telah ditetapkan oleh The Institute for International Medical Education (IIME) yang terdiri dari 7 standar kompetensi minimum yang harus dikuasai yakni : 1.) Proffesional values, attitutes, beahvior and ethics; 2.) Scientific foundation of medicine; 3.) Clinical Skills; 4.) Communication Skills; 5.) Population health and health systems; 6.) Management and information; and 7.) Critical thinking and research. Hal mana ketujuh aspek tersebut disebut juga Global Minimum Essential Requirement (GMER).  

Hal lain yang penting adalah diharapkan seluruh dokter baru ini memiliki semua Guideline Management terbaru untuk semua penyakit, karena Guideline  Management yang dibuat oleh berbagai perhimpunan profesi tersebut didasarkan pada Evidence Based Medicine, yang mana hal tersebut dapat dijadikan sebagai pedoman untuk mengambil keputusan klinik yang benar sehingga tindakan mal praktik dapat diminimalisir.

Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DIY dr. Siti Aisyah mengingatkan para dokter yang baru disumpah, bahwa dalam melaksanakan tugasnya, setiap dokter harus memegang teguh sifat dasar sebagai dokter yaitu, ketuhanan, keluhuran budi, kerendahan hati, dan integritas ilmiah serta tidak kalah pentingnya adalah para dokter senantiasa membuat medical record secara baik untuk berjaga-jaga jika ada kegiatan dokter yang sampai ke pengadilan.

Drs. Elfi Effendi, Apt, M.Si dari Dinas Kesehatan DIY menekankan bahwa sumpah dokter yang diucapkan nantinya akan dibuktikan di dunia kerja. Mengingat bahwa dalam bekerja seorang dokter memiliki banyak aturan yang mengikat, ia mengingatkan agar para dokter selalu cermat, hati-hati, dan konsisten dengan tata cara yang diatur dalam menjalankan peran di dunia kedokteran.

Sementara itu, Wakil Rektor I UII, Prof. Ir. Sarwidi, MSCE, Ph.D., IPU, menyampaikan ucapan selamat atas capaian para dokter yang baru disumpah sekaligus menitipkan nama baik almamater selama mengabdi di masyarakat nantinya.

Pada acara Sumpah dokter kali ini sebagai lulusan Pendidikan Klinik terbaik adalah : dr. Bethadina Purnamawati Prasetyo Dewi dengan IPK : 3,73 dan dr. Surya Budiman dengan IPK : 3,65 sementara untuk lulusan Pendidikan Dokter IPK tertinggi diraih oleh dr. Bethadina Purnamawati Prasetyo Dewi dengan IPK 3,82 dan dr. Milda Khoirina dengan IPK : 3,72.