Syukuran Milad ke-16 UII, FK UII Selenggarakan Tabligh Akbar Bersama Ust. Yusuf Mansur

IMG_9617

Syukur atas segala anugrah yang diberikan oleh Allah SWT atas segala capain prestasi yang diperoleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia berupa usia yang sudah mencapai 16 tahun dan perolehan akreditasi A. Masing-masing untuk Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) atau tahap Sarjanan Kedokteran (S.Ked) dan Program Profesi Pendidikan Dokter di wujudkan dengan acara Tabligh Akbar bersama Ustadz. Yusuf Mansur.

Acara ini dihadiri oleh Perwakilan dari Pengurus Harian Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia, DR. Mutaqiem, SH., M.Hum, Wakil Rektor III Universitas Islam Indonesia, Ir. Agus Taufiq, M.Sc, para Dekan di lingkungan UII, para Guru Besar FK UII, Dosen, Tenaga Kependidikan FK UII serta mahasiswa FK UII, dan hadir pula para takmir masjid serta tokoh masyarakat di lingkungan UII.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Kamis, 05 Raobiul Awal 1439 H/04 November 2017 bertempat di halaman parker FK UII, selain tabligh akbar juga pemberian bingkisan kepada anak-anak panti asuhan yantim piatu di lingkungan UII, diataranya adalah Panti Asuhan Nurul Yasmin Kroco, Ngaglik Sleman, Panti Asuhan Al Hikmah , Cangkringan, Sleman, Panti Asuhan Zuriyah Rejodani Ngaglik Sleman, dan Panti Asuhan Putri Muhamadiyah Pakem, Sleman Yogyakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK mengungkapkan rasa syukurnya karena capaian akreditasi A di usia 16 tahun adalah perjuangan yang sangat berat sekali, salah satunya berupaya dengan banding. Di Jelasakan Dekan FK UII bahwa di Indonesia ada 84 Fakultas Kedokteran, kemudian dari 84 FK se Indonesia itu, ada 16 yang sudah terakreditas A, dari 16 hanya 4 Swasta, dari 4 swasta yang bervisi misi Islam hanya satu yaitu FK Universitas Islam Indonesia.

Sementara itu Wakil Rektor III UII, Ir. Agus Taufiq, M.Sc membenarkan apa yang sudah diusahakan Fakultas Kedokteran UII, membuahkan hasil yang sangat luar biasa dan memuaskan untuk Universitas Islam Indonesia. “Kedokteran tidak semesttinya mendapatkan nilai B, karena capaian prestasi dan segudang apresiasi sudah didapatakan sehingga mengajukan upaya banding, dan buah dari banding tersebut maka di perolehlah A pada kesempatan ini. Sehingga tepat sekali jika di syukuri dengan acara tabligh akbar pada siang hari ini”, kata Warek III UII.

Pada tabligh akbar kali ini, Ustadz Yusuf Mansur mengajak kepada para mahasiswa UII untuk bermimpi dan bercita-cita tinggi, “jadilah generasi Why, yaitu generasi yang selalau bertanya mengapa-mengapa, dengan demikian bisa melihat kejadian dan peristiwa dengan penuh analisa, terutama yang bersal dari umber haqiqi yaitu Al Quran dan Hadits”, tutur Ust. Yusuf Mansur.

Dalam acara tersebut di kumandangkan bacaan-bacaan juz 30 dari para hafidz dan hafizhoh FK UII, serta penyerahan sertifikat dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAMPTKes) kepada Pengurus Harian Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia. Wibowo/Tri

IMG_9643

 

IMG_9598

Informasi mengenai WIFI Eduroam

Berikut kami sampaikan informasi kepada civitas academica Fakulta Kedokteran UII mengenai pengumuman tentang WiFi Eduroam dari Badan Sistem Informasi UII bahwa sebagai bagian upaya BSI untuk mendukung UII menuju World Class University, insya Allah UII telah bergabung ke dalam jejaring global eduroam. Apa itu jejaring global eduroam? Jejaring eduroam memungkinkan Ibu/Bapak/Saudara sekalian untuk terhubung ke dalam WiFi pada institusi-institusi riset/pendidikan tinggi di dunia yang sudah tergabung dalam eduroam dengan menggunakan kredensial yang Ibu/Bapak/Saudara miliki di UII.

Sebagai contoh, Ibu/Bapak/Saudara sedang berkunjung ke University of Melbourne di Australia, Ibu/Bapak/Saudara dapat terhubung dengan jaringan eduroam yang ada di UniMelb dengan menggunakan login Ibu/Bapak/Saudara sekalian di UII. Silakan gunakan akun nip@uii.ac.id dan password (contoh: 985230102@uii.ac.id) yang dipergunakan oleh Ibu/Bapak/Saudara di UII untuk terhubung dengan WiFi di institusi yang IIbu/Bapak/Saudara kunjungi.

Sebaliknya, UII juga memberikan layanan eduroam, bagi tamu yang datang di lingkungan kampus UII. Misal, prodi/fakultas IIbu/Bapak/Saudara sekalian mengundang tamu dari The University of Queensland, Australia untuk datang ke UII, mereka dapat terkoneksi dengan WiFi eduroam di lingkungan UII, dengan menggunakan username dan password mereka masing-masing di Australia.

Eduroam hadir di UII sebagai bentuk dukungan terhadap mobilitas global Ibu/Bapak/Saudara sekalian. Hal ini dikarenakan hampir sebagian besar institusi negara maju telah bermigrasi menuju eduroam untuk meningkatkan kolaborasi, riset, dan kerjasama antar institusi.

Semoga dengan layanan baru ini, UII akan lebih bersinar lagi di kancah baik nasional/internasional.
Sebagai catatan, pastikan agar ibu/bapak/saudara tersambung terlebih dahulu ke eduroam di UII sebelum tersambung ke kampus lain, biasanya jika belum pernah tersambung di UII, sering bermasalah ketika akan tersambung ke kampus lain.

Detil lebih lanjut, silakan akses http://itsupport.uii.ac.id/eduroam

DOSEN FK UII PRESENTASI ORAL DALAM SEMINAR INTERNASIONAL DAN WORKSHOP PBBMI DI MANADO

IMG_20171110_150056

Perhimpunan biokimia dan biologi molekular indonesia (PBBMI) mengadakan seminar tahunan yang ke-22 bertajuk “INTERNATIONAL SEMINAR : INDONESIAN SOCIETY FOR BIOCHEMISTRY AND MOLECULAR BIOLOGY” Application Of Biochemistry And Molecular Biology On Drug Discovery and Advanced Diagnostics yang diadakan di Universitas Sam Ratulangi, Manado pada tanggal 9-10 November 2017.

Perkembangan teknologi dunia mendorong perkembangan pada bidang biokimia dan biologi molekuler. Ilmu pengetahuan dapat menjelaskan konsep dasar sampai perkembangan bidang kesehatan yang menjadi kebutuhan tiap waktu. Jadi diperlukan informasi terbaru yang berkelanjutan serta adanya inovasi baru pada bidang biokimia dan biologi molekuler. Tema pada seminar internasional ini adalah ilmu pengetahuan berbasis kesehatan dan pengobatan berdasarkan biokimia dan biologi molekuler yang juga mendukung untuk perkembangan diagnosis dengan CLART dan penemuan obat melalui metode docking. Peserta seminar dan workshop dari kalangan dosen, peneliti, akademisi dan mahasiswa yang merupakan anggota PBBMI dari seluruh Indonesia. Seminar ini diikuti oleh dosen biokimia FK UII dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc dan dr. Rizki fajar Utami, M.Sc. Presentasi oral terjadwal pada hari Jum’at 10 November 2017 bertempat di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Sam Ratulangi, Manado. dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc mempresentasikan tentang biomarker dalam spiritualitas.

Pembicara seminar internasional ini berasal dari berbagai negara, Prof. Wolfgang Nellen, Prof. Dr. dari Jerman menyampaikan penelitiannya di Kawah Ijen Banyuwangi yang berjudul Biodiversity research in Indonesia Chance, problem, some data and some dream. Mikrobiota yang hidup di Kawah Ijen ini mempunyai enzim yang resisten terhadap pH sangat asam seperti di lambung. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk obat yang tahan terhadap asam lambung. Sedangkan pembicara dari Malaysia Hanafi Damanhuri, Ph.D menyampaikan penelitiannya tentang penurunan kognitif terkait usia. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini, semakin tua aktivitas tikus akan menurun, berat otak tetap namun ada penurunan hipokampus dan meningkatnya inflamasi dan menurunnya ubiquitinasi. Pembicara internasional lain yang berasal dari Filipina Charleen Joyce Usacdin menyampaikan penelitian antioksidan dari bekatul yang dapat dimanfaatkan untuk antikanker.

Hari kedua seminar pembicara Simab Kanwal, Ph.D dari Pakistan menyampaikan Sianobakteria sebagai sumber alam yang potensial untuk perkembangan obat dan produksi senyawa bioaktif. Sianobakteria dapat menjadi pengembangan obat tersebut yang merupakan alga hijau biru. Bimo Ario Tejo Assoc. Prof., Dr. dari Malaysia profesor yang masih sangat muda ini menyampaikan tentang penghambat peptida berupa asam amino pendek untuk terapi dalam arthritis reumatoid dan masih banyak pembicara lain dari Indonesia.

Perkembangan di bidang biokimia dan biologi molekuler dapat diterapkan dalam bidang kesehatan mulai dari diagnosis dan terapi. Potensi keanekaragaman hayati di Indonesia yang sangat kaya memberikan kesempatan yang luas bagi peneliti di bidang biokimia dan biologi molekuler. Potensi alam di Indonesia yang di anugerahkan Allah SWT dapat digali lagi untuk penelitian pengembangan obat dan pengembangan lain di bidang kesehatan. Penelitian tersebut sebagai bentuk rasa syukur dan dikembangkan untuk kemaslahatan umat.

32

Foto bersama peserta PBBMI dan pembicara. Sumber: website PBBMI

IMG_20171110_142430

Presentasi Oral dr.Syaefudin ali Akhmad, M.Sc tentang biomarker spiritualitas

IMG_20171110_145743

Penyerahan serifikat presentasi oleh Prof. Cipto dari FK Unair

 

 

DSC09413

Foto bersama peserta workshop sistem docking untuk penemuan obat

SAA/Tri

Agenda Milad Fakultas Kedokteran UII Tahun 2017

poster milad2



,

T-Shoes (Temperature Shoes) dan Repellent Paper (Repper) Dapat Medali Emas

korea

Mahasiswa Fakultas Kedokteran kembali menorehkan prestasi di ajang internasional. Dua tim delegasi dari FK UII berhasil membawa pulang total 2 buah medali emas dan dua penghargaan spesial dalam The 8th Cyber International Genius Inventor Fair (CIGIF) 2017. CIGIF tahun ini diselenggarakan di Chungmu Art Hall, Seoul, Korea pada 12 November 2017. Beberapa negara yang ikut serta di antaranya Indonesia, Hongkong, Filipina, Jepang, Malaysia, Korea dan beberapa negara lain.

T-Shoes (Temperature Shoes)

Tim pertama yang beranggotakan Andita Khoilina(2015), Fitria Febriana (2015), Aghnia Kiasati (2016),  bekerjasama dengan Muhammad Hamzah Fansuri (2014) dari Fakultas Teknologi Industri (FTI). Tim ini  berhasil meraih medali emas dan penghargaan spesial dari Malaysia dengan karya yang berjudul T-Shoes (Temperature Shoes) to Detect Ulcus or Wound in Diabetic Person. Sepatu yang dapat mendeteksi penyakit ulkus (sakit pada lapisan esofagus, lambung, atau usus kecil) pada penderita Diabetes Melitus (DM). Andita menjelaskan di dalam sepatu tersebut dibekali sensor suhu dan kelembapan yang fungsinya untuk mendetiksi adanya luka kaki pada penderita DM. Sensor tersebut akan mengirimkan data ke aplikasi dimana penderita DM dapat mengecek perubahan suhu yang terjadi pada kaki mereka. “Saat terjadi neuropati dimana pasien tidak bisa merasakan sakit jadi tidak mengetahui adanya luka yg terjadi. Disini alat kami berfungsi mengetahui apakah ada suatu perlukaan yang terjadi atau tidak, jika terjadi luka akan ditandai dengan peningkatan suhu yang tinggi yang bisa dilihat dengan aplikasi yang ada”, jelasnya.

Repellent Paper (Repper)

Sedangkan tim kedua yang terdiri dari Andita Khoilina, Aghnia Kiasati, dan Hafidh Rasikhun, juga membawa pulang medali emas dan penghargaan spesial dari Toronto dengan karya mereka Repellent Paper (Repper). Rapper atau Reppelant Paper pengusir nyamuk terbuat dari kulit jeruk dan membuat lilin dari minyak atsiri kulit jeruk dan sereh. “Jadi kami mengumpulkan kulit jeruk dari pedagang-pedagang di kawasan UII dan juga membeli sereh lalu kami proses di Lab Minyak Atsiri (FMIPA UII -red)”, jelas Andita kepada tim redaksi.

Pembuatan minyak dari kulit jeruk dan sereh dengan cara destilasi rebus. Minyak yang sudah jadi kemudian dijadikan bahan dasar pembuatan lilin. Kemudian ampas kulit jeruk sisa destilasi dipergunakan untuk membuat kertas daur ulang dengan cara memblender kertas bekas yang sudah direndam selama 24 jam dan kulit jeruk yang telah direndam dalam larutan NaOH untuk memisahkan selulosa dengan komponen lain dari kulit jeruk.

Fungsi dari lilin dan kertas kami untuk mencegah dengue fever yang banyak terjadi di negara tropis. Karena kandungan di dalam jeruk dan sereh bisa membuat nyamuk tidak mengenali bau badan manusia dan juga bisa membuat kerusakan saraf nyamuk sehingga nyamuk mati. “Kami juga ingin mengurangi masalah lingkungan terkait sampah karena sebagai mahasiswa kedokteran kami ingin peduli terhadap lingkungan”, pungkasnya.

Tri

,

Symposium & Workshop: Annual Primary Care Update 2017

Untitled-1

Annual Primary Care Update 2017

“CORONER” Coronary Artery Disease Management In Primary Health Care Setting : Improving Clinical Competences and Continuing Professional Development General Practioner

in Health Promotion And Prevention

9 DESEMBER 2017

THE GARDEN ROOM EASTPARC HOTEL YOGYAKARTA

Seminar & Workshop “Coroner”

Dalam rangka mengoptimalkan kompetensi klinis dokter terutama pengelolaan kasus-kasus kegawatan di bidang kardiologi sehari-hari secara komperhensif dan holistik serta konsep patient centered care, FK UII mengembangkan beberapa program
peningkatan kemampuan dokter. Salah satunya program yang akan dilaksanakan adalah Seminar Nasional Annual Primary Care Update tahun 2017 adalah kegiatan berupa symposium dan workshop dimana pemateri menyampaikan materi sesuai tema setelah itu
peserta dapat menyampaikan pertanyaan dan diskusi terkait pengalaman klinis sehari-hari peserta. Simposium berisi 4 materi yang menitik beratkan pada peningkatan kemampuan aspek klinis dan penambahan wawasan konsep pengelolaan pasien secara komperhensif dan holistik di fasilitas kesehatan tingkat primer (FKTP).

SYMPOSIUM 1

“Current Update In Coronary Artery Disease Screening Risk Factor and Laboratory Examination 

In Primary Health Care Setting”

dr. Linda Rosita, Sp.PK, M.Kes

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia

  • Penjelasan konsep pemeriksaan laboratorium kasus Penyakit Jantung Koroner (angina pectoris, UAP, infark miokard, STEMI dan NSTEMI)
  • Penjelasan temuan biomarker terbaru pada kasus Penyakit Jantung Koroner (angina pectoris, UAP, infark miokard, STEMI dan NSTEMI)
  • Penjelasan konsep pemeriksaan laboratorium kasus Penyakit Jantung Koroner yang dapat di lakukan di fasilitas kesehatan tingkat primer

dr.Erlina Marfianti Sp.PD, M.Sc

Kaprodi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia

  • Penjelasan cara identifikasi Faktor risiko pada kasus Penyakit Jantung Koroner (angina pectoris, UAP, infark miokard, STEMI dan NSTEMI) di fasilitas kesehatan tingkat primer
  • Penjelasan konsep promosi dan preventif pada Faktor Risiko kasus Penyakit Jantung Koroner (angina pectoris, UAP, infark miokard, STEMI dan NSTEMI)
  • Metode Skrining terbaru kasus Penyakit Jantung Koroner yang dapat diaplikasikan di fasilitas kesehatan tingkat primer salah satunya dengan Risk Scoring :
    • Framingham Risk Score (1998)
    • Framingham Risk Score (ATP-III) (2001-2004)
    • SCORE European
    • PROCAM
    • WHO/ISH
    • Jakarta Cardiovascular Score

SYMPOSIUM 2

“Current Update In Coronary Artery Disease Initial Management and exercise on CAD Patient ”

dr. Bagus Adi Pramono Sp.JP

  • Penjelasan Epidemiologi dan urgensi angina pectoris, UAP, infark miokard, STEMI dan NSTEMI di dunia, terutama di Indonesia
  • Penjelasan Algoritma diagnosis angina pectoris, UAP, infark miokard, STEMI dan NSTEMI, bagaimana sebagai dokter pada layanan primer membedakan angina pectoris, UAP, infark miokard, STEMI dan NSTEMI
  • Penjelasan Penatalaksanaan komprehensif angina pectoris, UAP, infark miokard, STEMI dan NSTEMI
  • Penjelasan merujuk pasien dengan STEMI ke fasilitas pelayanan kesehatan tingkat lanjut

dr. M.Ikhwan Zein, Sp.KO

  • Penjelasan konsep olahraga pada kasus Penyakit Jantung Koroner (angina pectoris, UAP, infark miokard, STEMI dan NSTEMI)
  • Penjelasan contoh olahraga kasus Penyakit Jantung Koroner (angina pectoris, UAP, infark miokard, STEMI dan NSTEMI) yang bisa diaplikasi di fasilitas kesehatan tingkat primer
  • Penjelasan faktor penghambat dan pendukung olahraga kasus Penyakit Jantung Koroner (angina pectoris, UAP, infark miokard, STEMI dan NSTEMI) yang bisa diaplikasi di fasilitas kesehatan tingkat primer

WORKSHOP

dr.M.Robikhul Ikhsan,Sp.PD KEMD

Workshop 1

“How to manage metabolic problem on CAD Patient “

dr. R. Heru Prasanto Sp.PD KGH

Workshop 2

“How to Manage Hypertention and Kidney Problem on CAD Patient”

DR. dr.Budiyanti Wiboworini Sp.GK

Workshop 3

“FoodTherapy on CAD Patient”

dr. Bagus Andi Pramono, Sp. JP

Workshop 4

“CAD Patient in Emergency
Room”

SCHEDULE

06.30 – 07.30 WIB

Pembukaan

  • Pembukaan
  • Pembacaan Ayat – Ayat Suci Al Quran
  • Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
  • Laporan Ketua Panitia
  • Sambutan Ketua Tim DLP FK UII
  • Sambutan dan Pembukaan Acara Seminar

08.00-10.10 WIB

Symposium 1

  • Symposium 1 :
    “Current Update In Coronary Artery
    Disease Screening Risk Factor and
    laboratory examination In Primary
    Health Care Setting”
  • Tanya Jawab
  • Kesimpulan dan Penutupan
  • Coffe break

10.10-12.35 WIB

Symposium 2

  • Symposium 2 :
    “Current Update In Coronary Artery
    Disease Initial Management and exercise
    on CAD Patient ”
  • Tanya Jawab
  • Kesimpulan dan Penutupan

13.00 – 13.35 WIB

ISHOMA

  • Lunch
  • Shalat Dzuhur
  • Pembagian Sertifikat Symposium

13.35 – 15.35 WIB

Workshop

Workshop :

1. “How to manage metabolic
problem on CAD Patient “
2. “How to Manage Hypertention
and Kidney Problem on CAD
Patient”
3. “FoodTherapy on CAD Patient”
4. “CAD Patient in Emergency
Room”

TIKET

Symposium saja

GP & internship :

350K

Medical Student & Co-ass :

250K

Symposium & Workshop

GP & internship :

400K

Medical Student & Co-ass :

300K

Workshop saja

GP & internship :

250K

Medical Student & Co-ass :

200K

EASTPARC HOTEL YOGYAKARTA

Laksda Adisucipto KM. 6.5,

Jalan Kapas No. 1,  Kelurahan Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

FK UII Semarakkan Open Day Expo 2017

WhatsApp Image 2017-11-08 at 14.57.11
Beberapa murid Sekolah Menengah Atas (SMA) sedang berbincang-bincang bersama mahasiswa yang sedang menjaga stand milik FK UII.

Yogyakarta, FK UII – Open Day Expo (Odiex), merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh DPKA Islam Indonesia (UII) untuk mempromosikan fakultas-fakultas yang berada di UII. Tidak ingin ketinggalan, Fakultas Kedokteran UII pun turut mengambil bagian dalam event yang di selenggarakan pada hari Selasa-Kamis, 18-19 Shafar 1439 H / 7-9 November 2017 ini. Odiex berlangsung mulai pukul 08.30-15.30 WIB di Auditorium Prof. KH. Abdulkahar Mudzakir.
Kegiatan Odiex diisi dengan rangkaian acara berupa Innovation Expo dengan menyediakan beberapa stand, untuk setiap fakultas di UII menampilkan hasil karya inovasi unggulannya. Selain itu, penyediaan beberapa stand juga diberikan kepada unit kegiatan mahasiswa yang dikelola oleh Direktorat Pembinaan Bakat Minat dan Kesejahteraan Mahasiswa (DPBMKM) UII untuk menampilkan potensi-potensi unggulan mahasiswa UII.
Tahun ini, Fakultas Kedokteran UII berupaya menampilkan yang terbaik kepada para pengunjung, dengan membawa beberapa alat peraga yang biasa digunakan untuk praktikum program studi, seperti beberapa mannequin bagian tubuh manusia yang menyerupai wujud aslinya. Mannequin yang ditampilkan pun bermacam-macam, mulai dari anggota gerak, bagian tubuh, hingga organ dalam manusia. Selain itu, FK UII juga memaparkan peralatan medis dasar yang sudah biasa ditemui oleh masyarakat ketika memasuki rumah sakit. FK UII juga memberikan sedikit simulasi medis dasar, sebagai gambaran untuk siswa-siswi SMA supaya menambah ketertarikan mereka di dunia kedokteran.Farah

,

SEMINAR NASIONAL DAN WORKSHOP : Penanganan Kegawatdaruratan Medis: Henti Jantung / Henti Nafas dan Penanganannya

SEMINAR NASIONAL DAN WORKSHOP  Penanganan Kegawatdaruratan Medis: Henti Jantung / Henti Nafas dan Penanganannya

SEMINAR DAN WORKSHOP

Penanganan Kegawatdaruratan Medis: Henti Jantung / Henti Nafas dan Penanganannya

semnasgadar.fk.uii.ac.id

8 SKP IDI  untuk Seminar dan Workshop

Seminar

Sabtu, 18 November 2017
08.00-12.00

Workshop

Sabtu, 18 November 2017
13.00 – 16.00

Auditorium Kahar Muzakkir

Universitas Islam Indonesia

Kampus Terpadu Jl. Kaliurang Km 14.5 Yogyakarta

 

Materi dan Pembicara

  1. Novianto, Sp.An., M.Sc

Pengenalan Pasien dengan Kegawatdaruratan Henti Jantung/Henti Nafas dan Aktifasi Sistem Kegawatdaruratan

  1. Muhammad Yusuf Hisam, Sp.An

Kegawatdaruratan pada Henti Nafas dan Henti Jantung

  1. Syaefuddin Ali Akhmad, M.Sc

Dillema Ethiolegal in Emergency

  1. Erlina Marfianti, Sp.PD., M.Sc

Manajemen/Tatalaksana Terapi Elektrik dan Obat-obatan pada Keadaan Aritmia Ganas

  1. Alfan Nur Asyhar

Manajemen Stabilisasi, Evakuasi dan Transportasi pada Kondisi Gawat Darurat

  1. Moch. Junaidi Heriyanto, Sp.B., FINACS

Manajemen Kegawatdaruratan Bedah: Trauma Crush Injury/Akut Abdomen dan Cedera Kepala

Dr.Med. dr. Untung Widodo, Sp.An., KIC

Manajemen Pengelolaan Shock: Hipovolemi, Anafilatik, Kardiogenik

Materi Workshop

  1. Teknik Intubasi pada kasus Gawat Darurat
  2. Resusitasi Jantung Paru Otak dan penggunaan AED/Defib
  3. Resusitasi Cairan pada Syok Hipovolemia, Neurogenik, Kardiogenik
  4. Evakuasi dan Transportasi pada kasus Kegawatdaruratan

 

Peserta Seminar dan Workshop

Dokter Umum

Workshop dan Simposium

Rp 300.000

Dokter Umum

Simposium

Rp 200.000

Dokter Spesialis

Workshop dan/atau Simposium

Rp 400.000

Mahasiswa

Simposium

Rp 150.000

Informasi Pembayaran

Bank BNI Syariah
0489220826 – MARNI UTAMI

Sekretariat Panitia

Departemen Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia
Kampus Terpadu UII
Jl. Kaliurang Km 14.5 Yogyakarta
Telepon: 0274 – 898444 ext. 2097

Kontak Person
Marni Utami : 085743039585
Atik Suharni : 081328684852

 

Fakultas Kedokteran UII Kembali Raih Akreditasi A

Linda-RositaR

YOGYAKARTA — Program Studi Sarjana Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mendapatkan akreditasi A dari Pengurus Perkumpulan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes). Selain itu, Program Studi Profesi Dokter UII juga meraih kembali akreditasi A dari LAM-PTKes.

Demikian dikatakan Dekan Fakultas Kedokteran UII, dr Linda Rosita MKes, SpPK kepada wartawan di Yogyakarta, Senin (6/11/2017). SK Prodi Sarjana Kedokteran nomor 0006/LAM-PTKes/Akr.Bd/Sar/X/2017. Sedang SK Prodi Profesi Dokter nomor 0007/LAM-PTKes/Akr.Bd/Pro/X/2017. Kedua surat keputusan tersebut berlaku selama lima tahun sejak ditetapkan.

Dijelaskan Linda, saat ini di Indonesia ada 84 perguruan tinggi yang memiliki Fakultas Kedokteran. Sebanyak 16 perguruan tinggi mendapatkan akreditasi A, yang terdiri 12 perguruan tinggi negeri (PTN) dan empat perguruan tinggi swasta (PTS). “FK UII menjadi salah satu dari empat perguruan tinggi swasta yang mendapatkan akreditasi A,” kata Linda.

Tahapan reakreditasi, jelas Linda, ditandai dengan asesmen lapangan oleh tim asessor LAM-PTKes pada 19-20 Oktober 2017. Tim terdiri Prof Dr dr Wahyuning Ramelan, SpAnd, Prof Dr dr Suharyo Hadisaputro SpPD-KPTI, FINASIM, dan Andi Insan Sosiawan A Tunru PhD.

“Tim asessor menilai tujuh standar penilaian yang meliputi visi-misi, mahasiswa dan alumni, kurikulum dan suasan akademik, sarana dan prasaran, sumber daya manusia, administrasi dan keuangan, serta penelitian dan pengabdian masyarakat,” tandas Linda.

Raihan akreditasi A, kata Linda, menunjukkan FK UII dan Rumah Sakit Pendidikan Utama FKU III RSUD Soedono Madiun telah konsisten memberikan yang terbaik. Raihan ini juga dimaknai sebagai wujud pertanggungjawaban FK UII kepada para pemangku kepentingan yang telah memberikan kepercayaan sebagai penyelenggara pendidikan dalam bidang kedokteran.

Untuk sarana dan prasaran, ujar Linda, UII tengah mendirikan Rumah Sakit Pendidikan Klinik yang berlokasi di Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul. Rumah sakit ini dibangun di atas lahan 25.600 meter persegi dengan 260 kamar. “Rumah sakit ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti IGD, ICU, dan unit rawat mulai dari kelas 1 hingga VVIP,” ujarnya.

Saat ini, FK UII telah bergabung dengan Federation of Islamic Medical Assosiation (FIMA) yang beranggotakan 41 negara. “Raihan akreditasi ini diharapkan bisa menghasilkan be a good moeslem doctors,” katanya.

Sementara Rektor UII, Nandang Sutrisno SH, LLM MHum, PhD mengatakan reakreditasi A ini akan semakin memperketat proses belajar dan mengajar. Sehingga dokter yang dihasilkan benar-benar berkualitas. “Selain itu, rekrutmen calon mahasiswa juga akan dibatasi. Seharusnya, FK UII bisa menerima 230 mahasiswa. Tetapi paling banyak hanya 150 mahasiswa,” tandas Nandang Sutrisno.

Strategi Publikasi di Jurnal Nature

Oleh dr. Dito Anurogo, MSc.

Prof. Taruna Ikrar, salah satu Pembicara Indonesia Menulis [Writenesia] 2017

[Kredit Foto dr Dito Anurogo, MSc.]

FK UII, Yogyakarta [2 Nov 2017] – Publikasi itu penting bukan hanya bagi peneliti atau institusi, melainkan juga sebagai salah satu indikator kemajuan suatu negeri. Untuk memilih jurnal sebagai tempat publikasi, peneliti tentu akan memilih yang bereputasi internasional dan memiliki impact factor tinggi, atau minimal terindeks Scopus. Impact factor menunjukkan seberapa banyak jurnal tersebut disitasi atau dijadikan referensi oleh peneliti lainnya. Salah satu jurnal dengan impact factor tinggi adalah jurnal Nature. Nature merupakan jurnal tempat para peraih Nobel Kedokteran mempublikasikan karyanya. Hal itu diungkapkan oleh Taruna Ikrar, profesor neurosains asli Indonesia yang merupakan kandidat Nobel Prize Kedokteran tahun 2016 untuk penelitiannya tentang optogenetics, dalam seminar Nasional bertajuk ‘’Indonesia Menulis [Writenesia] 2017’’ bertema Melalui Pena Mencerahkan Peradaban bertempat di lantai satu auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia [FK UII] Yogyakarta, pada tanggal 2-3 November 2017.

Menurut Taruna Ikrar, ada lima strategi bagaimana untuk mempublikasikan hasil penelitian di Jurnal Nature. Pertama, ide penelitian tersebut haruslah original. Kedua, tim peneliti haruslah memiliki kemampuan untuk mengelaborasi berbagai ide sehingga akhirnya menemukan sesuatu yang baru. Ketiga, extraordinary perception. Maksudnya, seseorang atau ilmuwan perlu memiliki paradigma istimewa tentang berbagai fenomena baru sekaligus mempunyai cara penelitian yang unik dan berbeda dari yang lainnya. Keempat, perlu kolaborasi, kerjasama, dan team work yang solid dan komitmen tinggi. Contoh paling baik tentang kolaborasi inter/multidisipliner adalah tim riset dari universitas ternama di USA, seperti California University, Harvard University, Stanford University, MIT. Kelima, jangan pernah menyerah. Maksudnya, ketika manuskrip kita ditolak, maka jangan langsung patah semangat. Penolakan perlu diterima sebagai nasihat pahit untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas publikasi kita.

Ilmuwan yang telah memiliki lima publikasi di Nature ini juga mengungkapkan beberapa hal utama sebagai kendala publikasi di Nature, antara lain faktor bahasa, kualitas penulisan saintifik, proses riset serta bagaimana kualitas data, tingkat originalitas yang amat tinggi, serta faktor reviewer. Maksudnya, ketika seseorang atau tim riset mengirimkan hasil publikasi di jurnal Nature, secara blind [acak – red.] akan direview oleh minimal tiga pakar atau profesor yang bereputasi Internasional di bidangnya.

‘’Tidak sembarang orang dapat publikasi di jurnal Nature karena harus memiliki extraordinary ideas [ide cemerlang – red.],‘’ papar Taruna Ikrar. Untuk mendapatkan ide cemerlang, caranya dengan membaca jurnal dan hasil-hasil penelitian sebanyak mungkin, setelah itu berkontemplasi untuk menemukan sesuatu. ‘’Sesuatu ini boleh jadi dari hal-hal yang sederhana, tetapi betul-betul baru,’’ lanjutnya.

Seminar yang dibuka langsung oleh Rektor UII, Nandang Sutrisno, serta dihadiri lebih dari seratus peserta dari beragam latar belakang ini juga menghadirkan berbagai narasumber di bidangnya, seperti Prof. Panut Mulyono [Rektor UGM dan penulis produktif], Fernan Rahadi [jurnalis senior Republika], Mas’ud Chasan [CEO Pustaka Pelajar dan Social Agency], Budi Cahyana [redaktur harian Jogja], dr. Handayani Dwi Utami [ahli forensik dan penulis novel], R Toto Sugiharto [jurnalis Kagama], Jayadi Kastari [redaktur Kedaulatan Rakyat], dr. Syaefudin Ali Akhmad [Wakil Dekan FK UII], Prof. Abdul Rohman [guru besar Farmasi UGM], dan Rizki Ageng Mardikawati [penulis produktif dan pegiat literasi di Forum Lingkar Pena /FLP Yogyakarta].

Wakil Dekan FK UII, Prof Taruna Ikrar, Penggagas Indonesia Menulis [Writenesia]

[Kredit Foto dr Dito Anurogo, MSc.]

Adapun latar belakang Indonesia Menulis [Writenesia] adalah merebaknya berita hoaks di media sosial, tsunami informasi, pesatnya teknologi virtual-digital perlu diimbangi dengan budaya literasi yang kuat. Generasi muda dan perempuan di era milenial perlu membiasakan kegiatan membaca, menulis, berdiskusi, dan riset sebagai budaya yang memberdayakan masyarakat dan merekatkan umat. Indonesia Menulis [Writenesia] merupakan bentuk sinergi antaruniversitas, terutama Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Indonesia, didukung kolaborasi antarkomunitas literasi. Ke depannya, sinergitas yang mutualisme, multisektoral, interdisipliner, dan komprehensif ini diharapkan mampu melahirkan para pejuang pena yang berhasil mencerahkan peradaban dunia. [dr. Dito Anurogo, MSc.]