Mahasiswa FK UII Harumkan Almamaternya di Polandia

Nurul Hidayah, Razty Surisfika dan M. Abdul Rauf Lamada. Sumber foto: Cokorda Gede Agung Prameswara

Oleh: Ahmad Ma’ruf M A

POLANDIA (FK-News) – Karya mahasiswa FK UII kembali raih penghargaan bergengsi di Polandia. Acara yang diselenggarakan beberapa minggu yang lalu tepatnya pada tanggal 21-23 Juni 2017 yang bernama International Innovation and Invention Show INTARG 2017 ini diadakan di Międzynarodowe Centrum, International Conference Center Katowice. Karya yang diusung oleh Nurul Hidayah, Razty Surisfika dan M. Abdul Rauf Lamada dengan judul “BG-Trole (Blood Glucose Control Equipment) = A Novel Equipment to Reduce Glucose On the White Rice for Diabetes Mellitus Patient” mampu bersaing dengan negara-negara maju seperti Perancis, Belanda, Jerman dan Amerika Serikat serta beberapa negara lainnya. Sehingga karyanya mampu menyabet gelar Gold Medal dalam perlombaan ini.

Acara yang telah diselenggakarakan sebanyak 10 kali ini mempunyai tujuan untuk mempertemukan inventor seluruh dunia dan memperkenalkan penemuan teknologi baru. Selain kegiatan lomba ada juga konferensi mengenai penelitian terbaru teknologi nano. Acara ini tidak hanya mewadahi cabang ilmu kesehatan, namun ada juga cabang ilmu lain seperti pendidikan, dan teknologi. Alasan Ida dan kawan-kawan dalam mengikuti lomba ini salah satunya karena mendapat tawaran langsung dari pihak penyelenggara sehingga memperoleh biaya registrasi lebih murah.

Sebagai penutupnya Ida memberikan kunci keberhasilannya meraih penghargaan tersebut, diantaranya yakni suatu karya harus dikerjakan dengan penuh ketekunan dan kesabaran serta memperbanyak ilmu mengenai hal yang diteliti dan tak lupa berlatih presentasi agar keseluruhan komponen penilaian dapat diperoleh dengan maksimal.

 

(AM/Tri)

Dokter Alfan, Alumni FK UII sebagai Timnas Indonesia U-16 Yang Berhasil Sabet 5 Gelar di Vietnam

WhatsApp Image 2017-06-21 at 04

Caption : Alumni FK UII, dokter Alfan Nur Asyhar membawa mendali Emas di ajang di Tien Phong Plastics 2017 Vietnam. Photo Wibowo/Istimewa

Kaliurang (UII) – Gemilangnya Timnas Indonesia U-16 yang menyabet Lima Gelar di Vietnam pada Minggu, 23 Ramadhan 1438 H/ 18 Juni 2017 bulan lalu tidak lepas dari salah satu official yaitu dr. Alfan Nur Asyhar, yang merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, dan kepadanya pun diberikan mendali emas.

Hal tersebut di benarkan oleh Alfan yang di konfrmasi tentang kabar tersebut. Seperti yang sudah di lihat di tayangan televise bahwa Timans U-16 keluar sebagai juara setelah tim asuhan Fahri Husaini ini menang telak atas Taiwan 1-0, di Stadion Hoa Xuan, Vietnam.

Menurut dokter Alfan, dengan hasil tersebut, Indonesia berhak membawa pulang trofi juara, setelah mengalahkan Vietnam. Dengan kemenangan tersebut, maka sebagai official yang bertanggung jawab sebagai tim medis, maka menjaga stamina dan kesehatan para atlit timnas menjaga tugas utama.

“Alhamdulillah sebagai alumni FK UII, yang dipercaya sebagai official tim medis, menjaga stamina atlit timnas U-16 maka saya akan menerapkan apa yang di ajaran UII yaitu berilmu amaliah dan beramal ilmiah dengan kemampuan yang saya miliki untuk menjaga amanah ini”, katanya.

Ditambahkan dokter Alfan, bahwa kemenangan ini akan menjadikan langkah selanjutnya untuk terus mengelola timnas dari segi teknis maupun non teknis.

“Semoga saya juga bisa mengemban amanah dari manajer Timnas U-16, Kelik Wirawan, agar selalu menjaga kebugaran timnas U-16 dengan terus mengawasi nutrisi dan asuapan para pemain agar selalu terjaga terus kebugarannya, dalam pengawasan saya”, demikian harapannya.

Sebagai informasi tambahan, dokter Alfan menjelaskan bahwa selama mengikuti Liga di Tien Phong Plastics 2017 Vietnam, Indonesia telah berhasil membawa pulang Juara Tien Phong 2017, dengan meraih beberapa penghargaan sebagai pemain terbaik Hamzah Lestaluhu, mendapatkan penghargaan sebagai top scorer Rendy Juliansyah (7 gol), Indonesia mendapat pengharagaan sebagai Tim Fair play serta Indonesia mendapatkan penghargaan pelatih terbaik yaitu fahri Husaini. Wibowo

 

Simposium dan Workshop Deteksi Gangguan Tumbuh Kembang Anak di Pelayanan Kesehatan Primer

Simposium dan Workshop Deteksi Gangguan Tumbuh Kembang Anak di Pelayanan Kesehatan Primer

FORMULIR PENDAFTARAN

simposium dan workshop deteksi gangguan tumbuh kembang anak di pelayanan kesehatan primer (2)



Faisal Ridho Sakti, Mahasiswa FK UII Mendapatkan Grant Research Fellowship di Belanda

 

IMG_20170613_112212_771

Caption : Faisal Ridho Sakti, saat belajar bedah jatung dalam acara International Student Congress of (bio)Medical Sciences (ISCOMS) diselenggarakan oleh University Medical Centre Groningen (UMCG) Belanda. (Photo Wibowo/Istimewa)

Kaliurang (UII News) – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) tak hentinya menorehkan prestasi dalam bidang akedemik. Faisal Ridho Sakti mahasiswa semester akhir FK UII mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan penelitiannya dalam ajang bergengsi konferensi internasional mahasiswa biomedical science. International Student Congress of (bio)Medical Sciences (ISCOMS) diselenggarakan oleh University Medical Centre Groningen (UMCG) Belanda pada 10 -14 Ramadhan 1438 H / 5-9 Juni 2017.

Dalam kesempatan kali ini, Faisal menyampaiakan penelitiannya secara oral presentation di depan para audience dan juri dengan judul penelitian “Extract Ethanol of Black Sugarcane Reduces Ischemic Area in Rat’s Brain”. Sesi ini disampaikan pada cluster Cardio-Cerebro yang dihadiri oleh peneliti lain dengan minat yang sama.

Menurut Faisal, ISCOMS sudah berjalan selama 24 tahun dan di tahun ini dihadiri oleh 720 mahasiswa biomedical science dari seluruh dunia. Mahasiswa yang hadir dalam acara ini tidak hanya berasal dari undergraduate student, namun banyak juga yang sedang menempuh program master ataupun sedang menjalani program doktoral. Dari 720 mahasiswa yang hadir dalam ISCOMS, 182 mahasiswa menjadi presenter participant yang menyampaikan penelitiannya dalam sesi oral maupun poster. ISCOMS tidak hanya menyediakan wadah untuk publikasi ilmiah saja, namun juga menyediakan kesempatan bagi presenter participant yang terpilih untuk menjalani program penelitian fully-funded selama 2 minggu setelah konferensi di UMCG dengan berbagai projek penelitian. Dari 182 presenter participant, hanya dipilih 30 mahasiswa yang memiliki kemampuan kuat serta pengalaman penelitian yang bagus untuk mengembangkan bakatnya. Faisal terpilih menjadi salah satu delegasi dari Indonesia untuk program penelitian bedah jantung di UMCG.

Dari 30 mahasiswa yang terpilih untuk program Research Fellowship, 4 mahasiswa diantaranya berasal dari Indonesia. 1 mahasiswa dari Universitas Indonesia, 3 mahasiswa dari Universitas Brawijaya Malang, 1 mahasiswa dari Universitas Andalas Padang. Hal ini membuktikan Universitas Islam Indonesia tidak kalah saing dengan Perguruan Tinggi Negeri yang ikut berpartisipasi dari ajang bergengsi ini.

Sementara itu Wakil Rektor III UII menurut Faisal juga mengapresiasi prestasinya dengan menuturkan sebagai berikut, “Saya bangga dengan anda, kita butuh lebih banyak mahasiswa seperti anda. Perjuangan anda begitu berat namun selalu diiringi dengan doa. Acara ini merupakan satu kombinasi yang sangat luar biasa, dimana anda menemukan titik untuk menggapai mimpi anda. Tularkan perjuangan yang pernah anda alami ke teman-teman yang lain. Siapa tau kesempatan ini titik balik keberhasilan mas Faisal”, apresiasi Warek III UII, Ir. Agus Taufiq, M.Sc kepada Faisal.

Ditambahkan juga, bahwa selama dua minggu menjalani penelitian, dia melakukan obserservasi berbagai teknik bedah jantung. Di akhir sesi, semua peserta diharuskan menyampaikan hasil penelitiannya di depan para supervisor dan peneliti lain serta menulis sebuah abstrak.

Faisal sendiri telah menyampaikan hasil akhir penlitiannya mengenai teknik bedah jantung terbaru menggunakan Video-Assisted Thoracotomy Surgery (VATS) untuk pemasangan implan alat penyeimbang ritme jantung. Faisal sendiri harus berjuang untuk dapat menyelesaikan penelitian singkat ini di tengah-tengah kondisi berpuasa selama 19 jam di Belanda.

“Pengalaman ini sebenarnya hanya bisa didapatkan oleh resident spesialis bedah jantung di Indonesia sedangkan saya telah diberi kesempatan untuk belajar lebih awal. Senang sekali saya bisa mendapatkan kesempatan melihat kebesaran Allah dengan Jantung yang masih berdetak dari dada yang terbelah. Hal inilah yang membuat saya lebih mensyukuri hidup karena sering kali kita lupa jantung kita tetap berdetak tanpa kita perintahkan bahkan ketika kita sedang tertidur.”, ungkap Faisal setelah menjalani program ini.

Lebih lanjut Faisal meceritakan pengalamannya di Belanda bahwa Program ini sangat disarankan bagi mahasiswa Kedokteran, Biologi, dan Farmasi yang ingin melanjutkan studinya di UMCG. Dari program ini, peserta Research Fellowship dapat tetap berkominukasi aktif dengan supervisor yang membimbing untuk meneruskan program master ataupun doktoral di UMCG.Wibowo