Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia membangun 3 T

 

C:\Users\FKUII-01\AppData\Local\Temp\WhatsApp Image 2017-04-07 at 17.00.42.jpeg

Caption : Dekan Kedokteran UII, dr.Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK saat melakukan kerjasama dengan Pemerintah kabupaten Sorong. Foto : Wibowo

Kaliurang (UII News) – Bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam bidang kesehatan di wilayah kerja timur Indonesia maka Pemerintah Kabupaten Sorong jalin kerjasama dengan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII).

Hal tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII), dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK pada hari Senin, 28 Jumadil Akhir 1438 H/27 Maret 2017 saat melakukan penandatangan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sorong di FK UII.

Menurut dokter Linda, kerjasama ini dilakukan sebagai upaya Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia membangun 3 T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) untuk mewujudkan visi rahmatan lil alamin.

“Ruang lingkup kerjasama ini meliputi kerjasama beasiswa dan pengembangan bidang pelayanan kesehatan sepanjang tidak menyimpang dari dasar dan tujuan perjanjian kerjasama ini”, ungkap dokter Linda.

Ditambahkan, bahwa atas dasar itu maka kedua belah pihak telah sepakat mengadakan perjanjian kerjasama untuk saling membantu dan menguntungkan dalam rangka kerjasama beasiswa pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong, Wibowo

Tim Putri Kedokteran Juara 1 Bola Voli Pertandingan Milad UII ke-74

 

C:\Users\FKUII-01\AppData\Local\Temp\WhatsApp Image 2017-03-22 at 12.25.58.jpeg

Caption : tim bola voly putri FK UII yang meraih juara I dalam acara Olah raga antar Pegawai Milad UII ke-74. Foto : Wibowo

Kaliurang (UII News) – Alhamdulillah Kedokteran UII berhasil memboyong juara 1, dalam kegiatan pertandingan dalam olah raga bola voli untuk memeriahkan acara milad UII ke-74.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Dekan FK UII, dokter Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc, saat menjelaskan tentang perolehan prestasi yang di dapatkan dari para pegawai UII yang mengikuti olah raga volley dalam milad UII ke-74yang diselenggarakan di GOR UII pada 20-24 Maret 2017 yang lalu.

Lebih lanjut dokter Udin menginformasikan bahwa untuk putra meraih juara 3 dalam lomba volley tersebut, sampai dengan berita ini di informasikan. Wibowo

 

Pengumuman Link Form Pengisian Keislaman FKUII

Link Website Pengisian Form Keislaman Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia

URL KELOMPOK
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=13694 KELOMPOK 1 PUTRA ANGKATAN 2014
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=14232 KELOMPOK 2 PUTRA ANGKATAN 2014
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=14535 KELOMPOK 3 PUTRA ANGKATAN 2014
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=14979 KELOMPOK 4 PUTRA ANGKATAN 2014
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=15264 KELOMPOK 5 PUTRA ANGKATAN 2014
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=15843 KELOMPOK 1 PUTRA ANGKATAN 2015
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=16262 KELOMPOK 2 PUTRA ANGKATAN 2015
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=16601 KELOMPOK 3 PUTRA ANGKATAN 2015
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=17450 KELOMPOK 4 PUTRA ANGKATAN 2015
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=18310 KELOMPOK 5 PUTRA ANGKATAN 2015
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=18483 KELOMPOK 6 PUTRA ANGKATAN 2015
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=18683 KELOMPOK 7 PUTRA ANGKATAN 2015
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=18805 KELOMPOK 1 PUTRA ANGKATAN 2016
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=19253 KELOMPOK 2 PUTRA ANGKATAN 2016
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=20187 KELOMPOK 3 PUTRA ANGKATAN 2016
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=20729 KELOMPOK 4 PUTRA ANGKATAN 2016
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=21020 KELOMPOK 5 PUTRA ANGKATAN 2016
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=21606 KELOMPOK 6 PUTRA ANGKATAN 2016
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=11462 KELOMPOK 1 PUTRI ANGKATAN 2014
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=22512 KELOMPOK 2 PUTRI ANGKATAN 2014
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=22646 KELOMPOK 3 PUTRI ANGKATAN 2014
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=23198 KELOMPOK 4 PUTRI ANGKATAN 2014
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=23967 KELOMPOK 5 PUTRI ANGKATAN 2014
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=24129 KELOMPOK 6 PUTRI ANGKATAN 2014
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=24584 KELOMPOK 7 PUTRI ANGKATAN 2014
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=24883 KELOMPOK 8 PUTRI ANGKATAN 2014
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=25549 KELOMPOK 9 PUTRI ANGKATAN 2014
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=26061 KELOMPOK 10 PUTRI ANGKATAN 2014
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=26563 KELOMPOK 1 PUTRI ANGKATAN 2015
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=27128 KELOMPOK 2 PUTRI ANGKATAN 2015
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=27499 KELOMPOK 3 PUTRI ANGKATAN 2015
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=28379 KELOMPOK 4 PUTRI ANGKATAN 2015
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=28725 KELOMPOK 5 PUTRI ANGKATAN 2015
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=29449 KELOMPOK 6 PUTRI ANGKATAN 2015
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=30091 KELOMPOK 7 PUTRI ANGKATAN 2015
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=31027 KELOMPOK 8 PUTRI ANGKATAN 2014
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=31883 KELOMPOK 9 PUTRI ANGKATAN 2014
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=32212 KELOMPOK 10 PUTRI ANGKATAN 2014
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=32910 KELOMPOK 11 PUTRI ANGKATAN 2015
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=33454 KELOMPOK 12 PUTRI ANGKATAN 2015
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=33905 KELOMPOK 1 PUTRI ANGKATAN 2016
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=34175 KELOMPOK 2 PUTRI ANGKATAN 2016
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=34310 KELOMPOK 3 PUTRI ANGKATAN 2016
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=35113 KELOMPOK 4 PUTRI ANGKATAN 2016
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=35833 KELOMPOK 5 PUTRI ANGKATAN 2016
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=35945 KELOMPOK 6 PUTRI ANGKATAN 2016
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=36357 KELOMPOK 7 PUTRI ANGKATAN 2016
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=36690 KELOMPOK 8 PUTRI ANGKATAN 2016
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=36862 KELOMPOK 9 PUTRI ANGKATAN 2016
http://keislaman.fkuii.org/view.php?id=37172 KELOMPOK 10 PUTRI ANGKATAN 2016

Kolom Tanya Jawab Tentang Hipotermia bersama dr. Titis Nurmasitoh, M.Sc,

C:\Users\WIBOWO\AppData\Local\Temp\2016_0904_10272900.jpg

dr. Titis Nurmasitoh, M.Sc, Dosen Tetap Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII)

Apakah yang dimaksud dengan hipotermia?

Hipotermia adalah kondisi di mana suhu tubuh turun hingga di bawah 350 Celcius atau di bawah suhu normal yang dibutuhkan oleh metabolisme dan fungsi normal tubuh. Apabila suhu tubuh turun di bawah normal (hingga di bawah 350C) maka metabolisme dan kondisi tubuh (terutama otot dan otak) tidak dapat menjalankan fungsi secara normal. Suhu normal tubuh adalah 36,50-37,50 Celcius. Kondisi hipotermia dapat terjadi atau dialami pada berbagai keadaan termasuk saat pendakian.

Bagaimana hipotermia dapat terjadi pada para pendaki gunung?

Secara umum, hipotermia pada pendakian dapat disebabkan oleh suhu dingin, kondisi basah, dan angin yang menyertai udara dingin. Suhu dingin lazim dijumpai pada pendakian, termasuk gunung-gunung di Indonesia yang beriklim tropis. Kondisi pakaian pendaki yang basah dapat mengurangi fungsi protektif pakaian dalam menghalangi hilangnya panas dari tubuh. Kondisi basah dapat disebabkan oleh hujan atau badai yang sering datang tiba-tiba di gunung. Angin yang menyertai udara dingin juga sering terjadi di pegunungan. Kondisi ini akan memperbesar hilangnya panas dari tubuh yang terpapar langsung oleh angin, terutama ketika pakaian dalam kondisi basah. Kombinasi 2 atau ketiga kondisi tersebut berpotensi menyebabkan seseorang mengalami hipotermia pada pendakian. Keadaan akan semakin parah apabila kondisi pendaki sedang tidak baik secara fisik. Faktor kelelahan juga dapat berpotensi menyebabkan seseorang mengalami hipotermia. Kelelahan dapat disebabkan oleh perjalanan yang terlalu jauh, terlalu cepat, beban bawaan yang terlalu berat, kelaparan, maupun minimnya perlindungan terhadap kehilangan panas (misal: pakaian yang terlalu tipis atau tidak mencukupi dalam melindungi tubuh).

Siapa saja yang berpotensi mengalami hipotermia saat pendakian?

Orang-orang yang mendaki dengan persiapan minim sangat berisiko mengalami hipotermia. Pendaki yang kelelahan karena berbagai sebab juga berpotensi mengalami hipotermia, apalagi apabila asupan makanan (perbekalan) juga tidak mencukupi. Oleh karena itu, para pendaki harus memperhatikan persiapan sebelum melakukan pendakian (pakaian yang adekuat, bekal makanan yang mencukupi, serta pembagian tugas dan beban yang proporsional dalam kelompok pendaki). Selain itu, ada baiknya pendaki memperhatikan dan mencari informasi mengenai kondisi cuaca dan rute yang akan ditempuh selama pendakian.

Apa usaha yang dilakukan tubuh saat terjadi penurunan suhu?

Secara normal, apabila suhu tubuh mengalami penurunan dari rentang normal (36.50-37.50 Celcius) maka tubuh memiliki usaha alamiah untuk mengembalikan suhu tubuh ke rentang normal. Cara yang dilakukan tubuh adalah dengan timbulnya reflek menggigil. Menggigil akan menghasilkan panas yang digunakan untuk mengembalikan suhu tubuh ke rentang normal. Selain itu, pembuluh darah kecil akan menyempit (konstriksi) untuk menghambat hilangnya panas dari dalam tubuh. Akibat dari proses konstriksi tersebut, kita sering melihat daerah wajah, tangan, dan kaki menjadi lebih pucat ketika terjadi kedinginan. Usaha lain yang dilakukan tubuh adalah dengan berdirinya bulu roma di permukaan tubuh untuk menghalangi hilangnya panas dari tubuh. Apabila usaha tersebut berjalan baik (tentunya didukung faktor-faktor eksternal lain) maka rentang suhu akan kembali ke normal. Akan tetapi, apabila usaha tersebut gagal karena berbagai hal, maka seseorang akan jatuh pada kondisi hipotermia. Terlebih lagi apabila paparan suhu dingin, kondisi basah, dan angin mengenai tubuh secara terus menerus. Hal tersebut diperburuk oleh minimnya asupan energi tubuh.

Apa saja tanda-tanda seseorang mengalami hipotermia?

Gejala hipotermia sangat beragam dan tergantung seberapa rendah suhu serta bagaimana kondisi awal pada tubuh penderita. Tanda awal hipotermia antara lain: merasa kedinginan, mengigil hingga gigi geligi gemeretak, rasa lelah, lemas, bicara mulai kacau, langkah kaki melambat, kesulitan berjalan di tempat yang tidak rata, mental dan fisik serta koordinasi menunjukkan gejala penurunan. Gejala ini akan semakin memburuk apabila tubuh dan pakaian penderita dalam kondisi basah. Apabila kondisi semakin memburuk, maka akan ditemui gejala seperti kesadaran semakin menurun dan frekuensi napas serta nadi yang meningkat. Pada tahap ini, sering dijumpai kondisi atau kesadaran yang berkebalikan dengan kenyataannya. Penderita dapat saja bersikap tidak peduli terhadap rasa dingin yang dialaminya, jaketnya justru dibuka dan sarung tangannya dilepas (paradoxical feeling of warmt). Kondisi paling berbahaya adalah apabila ditemui kondisi di mana tubuh justru tidak mampu lagi untuk mengigil setelah sebelumnya menggigil dengan hebat. Pada kondisi ini, glikogen otot (salah satu sumber energi) yang dibakar sudah tidak mencukupi untuk melawan suhu yang terus menurun. Akibatnya, tubuh berhenti menggigil untuk menjaga simpanan glukosa untuk kebutuhan organ-organ vital lainnya (misalnya: otak). Otot-otot mulai kaku karena aliran darah ke permukaan tubuh semakin berkurang, juga disebabkan oleh peningkatan pembentukan asam laktat dan karbondioksida di dalam otot. Pada kondisi ini, dapat terjadi halusinasi dan diikuti penurunan frekuensi denyut nadi dan frekuensi napas.

Pengenalan secara mudah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus hipotermia dapat diamati dari tanda dan gejala yang dikenal dengan istilah “UMBLES” (grumbles, fumbles, mumbles, stumbles, dan tumbles). Grumbles adalah tanda dimana seseorang menjadi sering mengeluh, marah-marah, atau temperamennya naik. Fumbles adalah tanda dimana seseorang mengalami gangguan koordinasi baik pada mata maupun tangan dan kakinya. Mumbles adalah tanda dimana seseorang menjadi lebih sedikit bicaranya atau berbicara akan tetapi tidak jelas. Stumlbes adalah kondisi seseorang berjalan tak terarah dan tidak jelas tujuannya. Tumbles adalah kondisi seseorang terjatuh tanpa sebab yang jelas.

Apa yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah kondisi hipotermia?

Para pendaki seharusnya melakukan persiapan yang cukup sebelum memulai pendakian. Kita harus menyiapkan perlengkapan dan pakaian yang melindungi dari udara dingin, basah, dan terpaan angin dari kepala hingga kaki sesuai dengan prosedur pendakian, misal: jaket anti air yang dapat menahan terpaan dingin, celana lapangan yang mudah kering, sleeping bag, kaos kaki, sarung tangan tahan air, dan jas hujan. Penggunaan celana jeans justru tidak disarankan karena celana jeans akan sulit kering apabila terkena basah. Tutup kepala dan sepatu tertutup juga harus disiapkan. Penggunaan sepatu juga disarankan yang tertutup, bukan sandal gunung atau sandal jepit. Pastikan juga para pendaki dalam kondisi hangat (tidak dingin atau basah) pada saat tidur. Alasi tempat tidur dengan matras atau gunakan sleeping bag.

Para pendaki hendaknya menghindari kontak dengan air secara langsung. Apabila hujan turun (meskipun sekedar hujan rintik-rintik), jas hujan yang telah disiapkan segera dipakai untuk melindungi pakaian dari basah. Sebaiknya jangan menunggu hingga terjadi hujan lebat untuk memakai jas hujan. Pakaian basah merupakan salah satu faktor yang menyebabkan turunnya suhu tubuh. Apabila pakaian terlanjur basah, sebaiknya segera diganti dengan pakaian yang kering.

Para pendaki hendaknya mengonsumsi makanan sumber energi secara cukup sebelum dan selama perjalanan. Disarankan untuk membawa makanan yang cepat dapat dibakar tubuh sebagai kalori, seperti: gula jawa, coklat, enting-enting kacang, dan sebagainya. Kecukupan minum dan minum secara teratur juga harus diperhatikan.

Sebelum melakukan perjalanan, sebaiknya para pendaki melakukan persiapan fisik dengan berolah raga secara teratur dan terukur. Olah raga secara teratur dan terukur akan meningkatkan kebugara dan tentu saja meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai kondisi. Perjalanan yang ditempuh mestinya juga disesuaikan dengan kemampuan tubuh, kebugaran tubuh, dan seberapa cukup tubuh berlatih sebelumnya. Untuk itu, pengetahuan mengenai medan perjalanan dan kondisi tubuh masing-masing sangat diperlukan.

Meskipun cuaca di pegunungan cenderung fluktuatif, akan tetapi hendaknya tidak melakukan pendakian saat cuaca tidak bersahabat atau saat curah hujan tinggi. Sebelum perjalanan dimulai, akan lebih baik apabila dilakukan perencanaan terhadap rute yang akan ditempuh berikut perkiraan kondisi cuaca yang akan ditemui.

Persiapkan mental untuk menempuh segala kondisi dengan pengetahuan yang memadai. Apabila terjadi kondisi yang tidak terduga atau salah satu anggota pendakian menunjukkan gejala mengarah hipotermia, segera lakukan perubahan rencana perjalanan atau lebih aman untuk kembali atau berganti rute yang paling aman.

Bagaimanapun juga, pencegahan akan sangat lebih baik dilakukan daripada timbul korban atau daripada harus menangani apabila seseorang jatuh dalam kondisi hipotermia.

Apa yang sebaiknya dilakukan apabila terjadi kondisi hipotermia?

Prinsip dasar penanganan hipotermia adalah mengembalikan suhu tubuh penderita dengan cara menjaga jangan sampai penderita terus kehilangan panas serta memberikan asupan energi yang telah terpakai sehingga tubuh dapat memperoleh kembali energi atau panas. Segera mencari shelter atau pertolongan terdekat untuk melindungi penderita dari angin, hujan, dan udara dingin. Apabila tidak memungkinkan mencari shelter, hentikan perjalanan sementara dan siapkan tempat yang aman untuk memberikan pertolongan pertama pada penderita. Apabila pakaian penderita basah, ganti dengan yang kering dengan hati-hati dan berikan pakaian ekstra untuk membantu mengkonservasi panas.

Apabila penderita dalam kondisi sadar, berikan minuman hangat (misal: coklat atau the hangat) untuk membantu mengembalikan suhu tubuh yang hilang. Berikan juga makanan yang mengandung kalori tinggi dan mudah dicerna (misal: sereal, sup hangat, dan sebagainya). Tidak boleh diberikan alkohol. Bantu penderita untuk bergerak (berolah raga kecil) agar tubuh maksimal dalam menghasilkan panas. Tentunya, ini dilakukan setelah kondisi semakin membaik. Akan tetapi, jangan sampai gerakan tersebut membuat penderita terlalu lelah atau berkeringat. Sebaiknya tidak mencoba untuk meneruskan perjalanan meskipun penderita sudah terlihat lebih baik. Carilah rute yang paling cepat dan paling aman untuk kembali ke rute awal pendakian dan mencari pertolongan lebih lanjut.

Apabila penderita dalam kondisi tidak sadar, masukkan dalam sleeping bag, upayakan untuk menghangatkan penderita semaksimal mungkin, posisikan dalam posisi recovery, serta upayakan segera mencari bantuan. Pantau terus denyut nadi dan pernapasannya serta berikan setiap tindakan pertolongan ke penderita dengan hati-hati/lembut. Jangan memberikan minuman atau makanan apabila penderita tidak sadar. Selanjutnya, setelah sampai di bawah, lanjutkan upaya pertolongan secara lebih adekuat dengan mencari pertolongan medis.

 

Pengumuman Predik Periode Maret 2017

Kami umumkan kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran UII berikut ini adalah Pengumuman Predik Periode Maret 2017.

001

Kajian di Kedokteran : Segera Bertaubat Jika Melakukan Syirik

 

C:\Users\FKUII-01\AppData\Local\Temp\WhatsApp Image 2017-03-06 at 09.28.42.jpeg

Caption : Fokus dan Konsentrasi terlihat dari Tendik FK UII saat mengikuti Ustad Dr. Supriyanto Pasir, S.Ag., M.Ag memberikan tausyiah tentang tauhid di auditorium Lt.1 FK UII (Foto : Wibowo).

Kaliurang (UII News) – Musyrik adalah perbuatan syirik, yaitu perbuatan menyekutukan Allah SWT, ini termasuk dosa besar maka dari itu harus melakukan taubat sebelum ajal menjemput agar termaafkan.

Demikian tausyiah pengajian tentang tauhid yang disampaikan oleh Ustadz. Dr. Supriyanto Pasir, S.Ag., M.Ag pada hari Jumat, 04 Jumadil Akhir 1438 H / 03 Maret 2017 bertempat di auditorium Lt.1 Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) yang diikuti oleh tenaga kependidikan dan di hadiri oleh Wakil Dekan FK UII, dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc

Menurut Ustadz Pasir, jika seseorang melakukan dosa syirik dan tidak melakukan pertaubatan maka pelaku kesyirikan akan masuk neraka secara kekal, jika tidak taubat selama masih hidup.

“Allah SWT akan mengampuni dosa syirik dengan 3 syarat, yang pertama meninggalkan perbuatan maksiat¸ kedua menyesal tidak melakukan perbuatan maksiat tersebut, dan tiga bertekad tidak mengulangi lagi selama-lamanya”, kata Ustadz Pasir.

Sementara itu, dokter Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc merespon positif tetang kajian yang disampaikan ustadz Pasir, dengan menegaskan bahwa agama adalah sistem yang mengatur kehidupan kita, sehingga kita harus taat dan tunduk terhadap aturan Allah SWT.

“Belajar agama tidaklah mempelajari untuk kehidupan dunia saja, melainkan untuk kehidupan di akherat kelak”, demikian tutur Wadek FK UII, dokter Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc. Wibowo

 

,

TIM UII Berhasil Meraih Silver Medal dan Bronze Medal di Istabul, Turki

 

C:\Users\FKUII-01\AppData\Local\Temp\1489298205312.jpg

Caption : Tim Mhasiswa UII saat mengiktui IFIA (International Federation of Inventors’), Turkish Patent dan WIPO (World Intellectual Property Organisation), Foto : Wibowo/Istimewa

Kaliurang (UII News) – Mengikuti event yang diselenggarakan oleh IFIA (International Federation of Inventors’), Turkish Patent dan WIPO (World Intellectual Property Organisation), Tim mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menorehkan prestasi di ajang internasional tersebut

Hal tersebut disampaikan oleh Mohamad Rahman Suhendri (mahasiswa angkatan 2014 Pendidikan Dokter UII) sepulang dari mengikuti ajang kontes inovasi internasional ISIF 2017: 2nd Istanbul International Inventions Fair di Istanbul, Turki pada Kamis-Sabtu, 03 – 04 Jumadil akhir 1438 H / 2-4 Maret 2017.

Menurut Rahman, dalam acara tersebut TIM UII berhasil meraih Silver Medal oleh tim 1, dan Bronze Medal oleh tim 2. Adapun Tim pertama mahasiswa UII yang beranggotakan Mohamad Rahman Suhendri (Pend.Dokter) Muhammad Alfan Auliya (Kimia) sekaligus ketua Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-M Aushaf) UII, dan Sandy Vrianda (Teknik Informatika) dengan dosen pembimbing Hazhira Qudsyi, S.Psi., MA dan tim kedua merupakan 3 mahasiswi dari Fakultas Kedokteran (FK) Finanda Nisa Amani, Siska Marina dan Diva Avissa dibawah bimbingan dr. Syaifudin Ali Akhmad M.Sc . Dan mau serta mampu bersaing dengan peneliti-peneliti dari berbagai negara seperti Turki, Belanda, India, Pakistan , Jepang , China .

”Dalam kegiatan ini diikuti kurang lebih dari 300 tim dari 32 Negara yang turut serta pada ajang ini. Bahkan sebagian besar penemuan yang di konteskan sudah mendapatkan Patent bahkan penghargaan sebelumnya”, kata Rahman.

Lebih lanjut Rahman menjelaskan bahwa ISIF merupakan salah satu event besar di Istanbul , Turki yang digelar setiap tahun. Pada tahun 2017 ini merupakan tahun kedua ISIF dalam menyelenggarakan Event yang sama. Event ini juga menjadi ajang para investor mencari para penemu dan teknologi hasil penelitian yang bisa dikomersilkan.

“Inovasi yang dibawakan oleh tim 1 mengangkat tentang kesehatan mental. Permasalahan kesehatan mental merupakan masalah yang tidak akan pernah habis terlebih dikalangan mahasiswa. Permasalahan yang sering terjadi dikalangan mahasiswa seperti depresi, kehilangan motivasi, anxietas bahkan tak jarang kita menemui beberapa diantaranya sampai mengakhiri hidupnya karena masalah berat yang selalu dipendam tanpa adanya penanganan dari orang sekitar. Melihat hal itu terbesit sebuah inovasi yang dikemas dalam bentuk aplikasi android yang terhubung dengan peer konselor maupun expert konselor secara langsung”, kata Rahman.

Dewasa ini, hampir setiap universitas di indonesia memiliki komunitas peer konselor (PIK-M) yang saling terkoneksi ke seluruh Indonesia dibawah naungan BKKBN setempat. Dengan menggunakan aplikasi ini, diharapkan mahasiswa mendapatkan akses konsultasi dengan konselor dengan mudah, kapanpun, dimanapun, dan free of charge sehingga dapat menurunkan permasalahan mental yang terjadi pada mahasiswa.

Dalam event ISIF ini tim kami membawakan aplikasi yang masih dalam bentuk prototype, harapannya untuk pengembangan ke depan perlu dilakukan penelitian dan proses pembuatan aplikasi lebih lanjut sehingga aplikasi ini siap di akses oleh seluruh mahasiswa di Indonesia khususnya Mahasiswa UII.

Berbeda halnya dengan team kedua yang mengangkat tema tentang lingkungan dengan “save the tree with GREENTI”. GREENTI adalah green tissue aromatherapy yg dibuat tanpa material kayu namun memanfaatkan limbah kulit singkong dengan harapan dapat mengurangi kontribusi sampah dari kulit singkong terlebih selama ini masyarakat hanya menggunakan kulit singkong untuk makanan hewan dan dibuang begitu saja. Pemilihan material ini didasarkan pada tingginya angka deforestasi di Indonesia dan diharapkan mampu menjadi alternatif untuk menurunkan tingkat penggundulan hutan yang terjadi dewasa ini.

Alasan selanjutnya adalah tingginya kadar selulosa yang dimiliki kulit singkong yaitu berkisar 80-85 % sebagai substansi utama dalam pembuatan tisu dan kertas. Hal tersebut menjadi poin penting karena bahan baku utama pembuatan tisu adalah selulosa.

Disamping itu, ke tiga mahasiswa ini memadukan tema kepedulian lingkungan dengan ranah kesehatan yaitu dengan menambahkan aromaterapi. Aromaterapi yang tertuang di dalam tisu ini berasal dari minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata) dengan teknik hidrodistilasi. Manfaat yang terdapat dalam minyak atsiri kenanga ini diantaranya menstimulasi Sistem Saraf Pusat (SSP) sehingga memunculkan sensasi rileks dan moodbooster, serta sebagai agen vasodilator yg dapat menurunkan tekanan darah.

“GREENTI diperoleh dengan cara yang mudah, murah, dan ramah lingkungan. Kedepannya, tersimpan harapan GREENTI dapat diproduksi dan dipasarkan secara luas, agar keseimbangan alam tetap terjaga serta berdampak positif bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat”, demikian penjelasan Rahman. (Wibowo)

,

Barokallah… Delegasi FK UII juara 3 dapat medali perunggu di TURKI

IMG_6310

Tim mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menorehkan prestasi di ajang internasional. Kali ini prestasi membanggakan berhasil diraih pada ajang kontes inovasi internasional ISIF 2017: 2nd Istanbul International Inventions Fair di Istanbul, Turki pada tanggal 2-4 Maret 2017 berhasil meraih silver Medal oleh tim 1, dan bronze medal oleh tim 2.

Tim pertama mahasiswa UII yang beranggotakan Mohamad Rahman Suhendri (Pend.Dokter) Muhammad Alfan Auliya (Kimia) sekaligus ketua Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-M Aushaf) UII, dan Sandy Vrianda (Teknik Informatika) dengan dosen pembimbing Hazhira Qudsyi, S.Psi., MA dan tim kedua merupakan 3 mahasiswi dari fakultas kedokteran Finanda Nisa Amani, Siska Marina dan Diva Avissa dibawah bimbingan dr. Syaifudin Ali Akhmad M.Sc . Mereka mampu bersaing dengan peneliti-peneliti dari berbagai negara seperti Turki, Belanda, India, Pakistan , Jepang , China dll

event ini diselenggarakan oleh IFIA(International Federation of Inventors’), Turkish Patent dan WIPO (World Intellectual Property Organisation)
”Terdapat lebih dari 300 tim dari 32 Negara yang turut serta pada ajang ini. Bahkan sebagian besar penemuan yang di konteskan sudah mendapatkan Patent bahkan penghargaan sebelumnya.
ISIF merupakan salah satu event besar di Istanbul , Turki yang digelar setiap tahun. Pada tahun 2017 ini merupakan tahun kedua ISIF dalam menyelenggarakan Event yang sama. Event ini juga menjadi ajang para investor mencari para penemu dan teknologi hasil penelitian yang bisa dikomersilkan.

Inovasi yang dibawakan oleh tim 1 mengangkat tentang kesehatan mental. Permasalahan kesehatan mental merupakan masalah yang tidak akan pernah habis terlebih dikalangan mahasiswa. Permasalahan yang sering terjadi dikalangan mahasiswa seperti depresi, kehilangan motivasi, anxietas bahkan tak jarang kita menemui beberapa diantaranya sampai mengakhiri hidupnya karena masalah berat yang selalu dipendam tanpa adanya penanganan dari orang sekitar. Melihat hal itu terbesit sebuah inovasi yang dikemas dalam bentuk aplikasi android yang terhubung dengan peer konselor maupun expert konselor secara langsung.

Dewasa ini, hampir setiap universitas di indonesia memiliki komunitas peer konselor (PIK-M) yang saling terkoneksi ke seluruh Indonesia dibawah naungan BKKBN setempat. Dengan menggunakan aplikasi ini, diharapkan mahasiswa mendapatkan akses konsultasi dengan konselor dengan mudah, kapanpun, dimanapun, dan free of charge sehingga dapat menurunkan permasalahan mental yang terjadi pada mahasiswa.

dalam event ISIF ini tim kami membawakan aplikasi yang masih dalam bentuk prototype, harapannya untuk pengembangan ke depan perlu dilakukan penelitian dan proses pembuatan aplikasi lebih lanjut sehingga aplikasi ini siap di akses oleh seluruh mahasiswa di Indonesia khususnya Mahasiswa UII.

Berbeda halnya dengan team kedua yang mengangkat tema tentang lingkungan dengan “save the tree with GREENTI”. GREENTI adalah green tissue aromatherapy yg dibuat tanpa material kayu namun memanfaatkan limbah kulit singkong dengan harapan dapat mengurangi kontribusi sampah dari kulit singkong terlebih selama ini masyarakat hanya menggunakan kulit singkong untuk makanan hewan dan dibuang begitu saja. Pemilihan material ini didasarkan pada tingginya angka deforestasi di Indonesia dan diharapkan mampu menjadi alternatif untuk menurunkan tingkat penggundulan hutan yang terjadi dewasa ini.
Alasan selanjutnya adalah tingginya kadar selulosa yang dimiliki kulit singkong yaitu berkisar 80-85 % sebagai substansi utama dalam pembuatan tisu dan kertas. Hal tersebut menjadi poin penting karena bahan baku utama pembuatan tisu adalah selulosa.
Disamping itu, ke tiga mahasiswa ini memadukan tema kepedulian lingkungan dengan ranah kesehatan yaitu dengan menambahkan aromaterapi. Aromaterapi yang tertuang di dalam tisu ini berasal dari minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata) dengan teknik hidrodistilasi. Manfaat yang terdapat dalam minyak atsiri kenanga ini diantaranya menstimulasi Sistem Saraf Pusat (SSP) sehingga memunculkan sensasi rileks dan moodbooster, serta sebagai agen vasodilator yg dapat menurunkan tekanan darah.

GREENTI diperoleh dengan cara yang mudah, murah, dan ramah lingkungan. Kedepannya, tersimpan harapan GREENTI dapat diproduksi dan dipasarkan secara luas, agar keseimbangan alam tetap terjaga serta berdampak positif bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat.

Dialog Pagi Tentang Kesehatan Ala Nabi Kerjasama Dari FK UII dan MQFM

 

C:\Users\FKUII-01\AppData\Local\Temp\WhatsApp Image 2017-02-18 at 08.39.06.jpeg

Caption : dr. Zainuri Sabta Nugraha, M.Sc saat menjadi pemateri Dialog Pagi Kesehatan Ala Nabi di Radio MQFM (Foto : Istimewa/Wibowo).

Kaliurang (UII News) – Al Qur’an merupakan hadiah terindah dan bagaimana Rasulullah mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari merupakan inspirasi bagi umat Islam. Utamanya terkait dengan dunia kesehatan, perilaku Rasulullah terbukti telah membawa rujukan ilmiah bagi dunia kesehatan dan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) memiliki ahlinya untuk mengupas tentang hal tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Rahmi Arifiana Dewi,selaku Direktur Operasional PT. Radio Swasembada Sleman MQFM 92.3 FM saat menyampaikan kerjasamanya untuk acara bicang pagi setiap hari Sabtu pagi Jam.07.30 -08.30 WIB bertempat di Radio MQ 92.3 FM dengan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) pada hari Jumat, 04 Jumadil Akhir 1438 H / 03 Maret 2017 di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) dihadapan Wakil Dekan FK UII, dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc.

Menurut Rahmi, program ini perlu di laksanakan dengan landasan pemikiran bahwa Umat perlu mendapatkan edukasi (kembali) tentang kesehatan ala nabi dan selanjutnya mengaplikasikan perilaku hidup serta kebiasaan Rasulullah, yang terbukti memberi manfaat bagi kesehatan tubuh.

Lebih lanjut Rahmi menjelaskan bahwa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) merupakan institusi yang menjadi pilihan utama dalam kerjasama ini, terkait visi “Terwujudnya FK UII sebagai Rahmatan lil ‘Alamin, memiliki komitmen pada kesempurnaan (keunggulan), risalah Islamiyah di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat dan dakwah, setingkat dengan fakultas kedokteran yang berkualitas di negara-negara maju.

” Narasumber-narasumber FK UII, inshaa Allah dari MQ FM meyakini memiliki referensi terbaik yang akan menyampaikan risalah Islamiyah terkait dengan dunia kesehatan”, kesan Rahmi dari Radio MQFM.

Sementara itu Wakil Dekan FK UII, dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc menyambut baik dan menanggapi permintaan kerjasama dari Radio MQFM ini dengan hangat dan menyampaikan bahwa program ini harus memiliki roadmap, agar pemilihan tema terintegrasi dan memiliki sistematika yang baik.

“Fakultas Kedokteran UII telah memiliki materi-materi yang cukup tentang “Kesehatan Ala Nabi”, dari jurnal, hasil penelitian, dan referensi-referensi lain; disisi lain FK UII akan memperoleh benefit berupa tulisan review dari Dokter yang bertugas sebagai narasumber, berikut CD talk show on air. Inshaa Allah, tulisan review tersebut akan dibukukan, dan dibuatkan bedah buku/tema secara berkala”, demikian kesan dokter Udin. Wibowo