Nilai Remediasi Semester Ganjil TA 2016-2017 + Update

Kami umumkan kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran UII berikut ini adalah Nilai Remediasi Semester Ganjil TA 2016-2017 dapat didownload di link di bawah ini.

Yudisium Remediasi 1.1
Yudisium Remediasi 1.2
Yudisium Remediasi 1.3
Yudisium Remediasi 2.1
Yudisium Remediasi 2.2
Yudisium Remediasi 2.3
Yudisium Remediasi 3.1
Yudisium Remediasi 3.2
Yudisium Remediasi 3.3
Yudisium Remediasi 4.1 GM
Yudisium Remediasi 4.1 KO
Yudisium Remediasi 4.1 PIT
Yudisium Remediasi 4.1 REBM
Yudisium Remediasi 4.2
Yudisium Remediasi 4.3

Update

Yudisium Remediasi 4.4

Yudisium Remediasi MKU

Kedokteran Selenggarakan Seminar Infeksi dengan Tema “Stop infection protect our nation”

 

D:\Bowo\UII News_Des 2015\April 2017\IMG_2170.JPG

Caption : Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK 9tengah) berfoto besama dengan para pemateri Smeinar Ilmiah Stop infection protect our nation. Foto Wibowo/Istimewa.

Kaliurang (UII News) – Peduli terhadap kasus penyakit Infeksi yang memprihatinkan di Indonesia, maka mahasiswa Pendidikan Klinik Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran (FK) UII, menyelenggarakan seminar dengan tema “Stop infection protect our nation”.

Hal tersebut diselenggarakan Ketua Panita Seminar, Catur Kurniawan, S.Ked, saat berlangsungnya seminar pada hari Ahad,29 Jumadil Awal 1438 H/26 Februari 2017 di Tehe Alana Hotel, Jalan Palagan yang di ikuti 500 orang dari para dokter yang berasal dari wilayah Indonesia.

Dijelaskan oleh Catur melangsir referensi dari (Sardjono, 2009). bahwa Infeksi penyakit tropis adalah sekelompok penyakit yang tergolong dalam communicable disease yang terjadi di daerah tropis dan subtropis.Penyakit infeksi tropis diperkirakan menyebabkan 51% kematian di dunia, terutama akibat tiga penyakit utama, yaitu tuberkulosis, HIV/AIDS, dan malaria.Sementara 29% sisanya adalah kematian penduduk dunia yang disebabkan oleh infeksi yang lain

“Atas dasar itulah maka kami dari para calon dokter FK UII menyelenggarakan seminar ini agar menambah pemahaman tentang penyakit infeksi terkini karena di Indonesia sendiri, masih banyak infeksi penyakit tropis yang bisa ditemukan, diantaranya adalah infeksi dengue, leptospirosis, helminthiasis, filariasis, tuberkulosis, dan lain sebagainya. Infeksi dengue di Indonesia, adalah salah satu masalah penyakit tropis yang paling utama karena Indonesia menduduki urutan tertinggi negara di Asia Tenggara dengan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terbanyak terhitung sejak tahun 1968 hingga tahun 2009.”, katanya.

Lebih lanjut Catur menambahkan bahwa Indonesia yang termasuk dalam kelompok negara berkembang, saat ini masih menghadapi sejumlah problematika yang belum terselesaikan dalam beberapa bidang, tidak terkecuali bidang kesehatan.Masalah kesehatan yang banyak muncul dapat terjadi akibat berbagai faktor, baik sumber daya yang kurang memadai, rendahnya tingkat ekonomi sosial masyarakat, dan lain sebagainya.Salah satu faktor yang juga berpengaruh terhadap masalah kesehatan di Indonesia adalah kondisi geografis negara.Keberadaan Indonesia yang masuk dalam wilayah tropis memunculkan masalah sendiri, yakni sampai saat ini Indonesia masih berusaha untuk mengatasi penyakit tropis yang ada.

Berdasarkan latar belakang tersebut, Fakultas Kedokteran UII 2017 menyelenggarakan seminar bertajuk “Update of Tropical Medicine in Adult and Pediatric (TROPIC)” yang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang penanganan terbaru untuk penyakit-penyakit tropis. Dengan pencapaian tujuan tersebut, kami berharap semoga seminar yang kami selenggarakan dapat memberikan konstribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat yang hidup di negara, demikian kata Catur. Wibowo

Optimisme Menjalani Hidup dalam Islam

pengajian probo

Pengajian Periode Februari 2017 FK UII – Ustadz Dr. dr. Probosuseno, Sp.PD.K-Ger.,FINASIM

Kaliurang (FK UII) – Manusia harus selalu optimis menghadapi hidup ini. Sebagai seorang muslim, kita wajib berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan kebahagiaaan hidup   di dunia maupun di akhirat. Demikian apa yang sampaikan Dr. dr. Probosuseno, Sp.PD.K-Ger., FINASIM sebagai pengantar dalam pengajian Dosen dan Karyawan FK UII pada Hari Kamis, 23 Februari 2017 di Ruang Auditorium Lt. 1 FK UII.

Lebih lanjut Ustadz Probo menjelaskan bahwa seorang muslim tidak boleh pesimis walaupun sedang atau sering menemui kegagalan. “Seorang muslim tidak boleh pesimis atau mengeluh meskipun dalam perjalanan hidup menemui banyak hambatan. Justru itu harus dijadikan motivasi bahwa Allah akan memberikan sesuatu yang luar biasa, intinya kita harus yakin bahwa Allah SWT selalu memberikan yang baik untuk kita,” demikian jelasnya. Beliau juga menyampaikan agar manusia dalam kondisi apapun harus selalu mendekat dengan Allah SWT, dengan demikian hati tetap tenang dan optimisme selalu terjaga.

Selain tentang optimisme, dokter penyakit dalam yang juga jago silat tersebut mengupas tentang bagaimana agar hidup bahagia dan bagi yang berkeluarga menjadi keluarga yang sakinah. Menurut dr. Probo, hidup bahagia apabila kita bisa mendapatkan hal – hal seperti di bawah ini :

  1. Hidup sehat dan senang
  2. Harta yang cukup
  3. Pekerjaan
  4. Suami/Istri yang harmonis
  5. Anak keturunan yang menyenangkan
  6. Terhormat dan berguna
  7. Mati dengan baik (mudah, enak, murah, dan husnul khotimah)
  8. Masuk Surga

Kemudian untuk menjadi keluarga sakinah, menurut dr. Probo dalam keluarga harus memenuhi “SAKINAH”, yaitu :

S          : Sehat, sayang, sederhana
A          : Agama
K          : Kompak, komunikasi yang baik
I           : Ilmu berumah tangga (masak, nyuci, dll)
N          : Need, Nama kesayangan
A          : Akhlaq
H          : Harta halal dan cukup

Pengajian yang berlangsung seru tersebut diakhiri dengan pembagian doorprize dan permainan Kahhot yang melibatkan jamaah pengajian. (AK)

Kedokteran Menerima Hibah Buku Kedokteran dari Alumni FH UII

 

C:\Users\FKUII-01\AppData\Local\Temp\WhatsApp Image 2017-03-06 at 09.28.42-4.jpeg

Caption : Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK di damping kaprodi dr. Erlina Marfianti, M.Sc, Sp.PD serta dua mahasiswa FK UII menyerahkan souvernir kepada pak Nendy (alumni FH UII) asal Sulawesi yang telah memwakafkan buku-buku kedokteran ke FK UII. (Foto : Wibowo)

Kaliurang (UII) – Ayah saya adalah dokter, hanya saja putra-putranya tidak ada yang menjadi dokter, maka buku tinggalan dari almarhum kami hibahkan ke Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII).

Hal tersebut disampaikan oleh Pak Nendy yang mengaku sebagai alumni Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Indonesia (UII) pada hari Senin, 01 Jumadil akhir 1438 H / 27 Februari 2017 di auditorium L.1 Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK mengaku senang dan berterima kasih atas hibah buku-buku kedokteran yang di miliki oleh ayahanda dari bapak Nendy, yang tinggal di Sulawesi, meskipun tidak ada yang meneruskan sebagai dokter, semoga buku-buku kedokteran yang di berikan ke Fakultas Kedokteran UII bisa bermanfaat dan di gunakan untuk pembelajaran bagi mahasiswa dan dosen di FK UII.

“Sungguh ini sangat luar biasa, karena baru pertama kali, kami di Fakultas Kedokteran UII menerima hibah buku dari masyarakat, semoga yang diberikan bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa dan dosen di FK UII, serta amal nya di terima oleh Allah SWT sebagai sodakoh”, ungkap Dekan FK UII, dokter Linda Rosita, M.Kes,Sp.PK

Usai penyerahan buku, sebagai dokumen di adakan foto bersama didepan auditorium lantai 1 FK UII serta pemberian souvenir yang diserahkan FK UII dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK di damping Kaprodi FK UII, dr. Erlina Marfianti, M.Sc., Sp.PD serta mahasiswa FK UII kepada Bapak Nendy yang telah memberikan hibah buku-buku kedokteran ke FK UII. Wibowo

 

Pengumuman Seleksi Tingkat Fakultas Mahasiswa Berprestasi Program Sarjana UII

PENGERTIAN MAHASISWA BERPRESTASI (MAWAPRES)

Mahasiswa berprestasi adalah mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi tinggi, baik kurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler, sesuai dengan kriteria yang ditentukan, serta memiliki kepribadian yang baik.

 

PERSYARATAN UMUM

  1. Warga negara Republik Indonesia.
  2. Terdaftar dan aktif sebagai mahasiswa program sarjana pada tahun kuliah yang sedang berjalan,maksimal semester VIII dan pada saat pemilihan Mawapres tingkat nasional belum dinyatakan lulus, serta berusia tidak lebih dari 23 tahun pada tanggal 1 Januari 2017 yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang masih berlaku.
  3. Indeks Prestasi Kumulatif (IP seluruh mata kuliah yang lulus) rata-rata minimal 3,00.
  4. Surat pengantar/ rekomendasi dari Dekan yang menyatakan bahwa mahasiswa yang diusulkan adalah pemenang pertama dan kedua hasil seleksi fakultas masing-masing (Setelah Seleksi Tingkat Fakultas).
  5. Belum pernah menjadi finalis pemilihan Mahasiswa Berprestasi tingkat nasional pada tahun sebelumnya.

 

TATA CARA SELEKSI TINGKAT FAKULTAS DAN BATAS WAKTU PENERIMAAN BERKAS

Calon mengajukan diri sebagai calon Mawapres tingkat fakultas, dengan melengkapi berkas-berkas  sebagai berikut:

  1. Membuat Karya Tulis Ilmiah orisinil, dengan tema dan “Peningkatan Produktivitas Iptek dan Inovasi untuk Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Berkarakter Unggul”, sebanyak 4 eksemplar (untuk topik dan sistematika penulisan WAJIB mengikuti Buku Pedoman Mawapres Sarjana Tahun 2017 dari Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan KEMENRISTEKDIKTI, yang dapat diunduh melalui laman (http://pilmapres.ristekdikti.go.id/)
  2. Membuat ringkasan/ summary (bukan abstrak) dari karya tulis ilmiah yang sudah disusun, terdiri dari 600-700 kata,ditulis dalam bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya (Perancis/Spanyol/Arab/Cina).
  3. Mengumpulkan foto 3×4 cm, sebanyak 4 lembar
  4. Melampirkan copy Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), sebanyak 4 lembar
  5. Mengisi Daftar Riwayat Hidup, sebanyak 4 eksemplar
  6. Mengisi Daftar IPK, sebanyak 4 eksemplar
  7. Mengisi Daftar Prestasi yang diunggulkan, sebanyak 4 eksemplar
  8. Melampirkan bukti prestasi/ kemampuan yang diunggulkan selama menjadi mahasiswa, khususnya pada kegiatan ko dan ekstrakurikuler yang mendapatkan pengakuan dan atau penghargaan yang berdampak positif pada perguruan tinggi dan masyarakat (copy sertifikat, SK, piagam, makalah, publikasi), sebanyak 4 eksemplar.
  9. Mengunggah video berdurasi maksimal 6 menit, yang berisi uraian peserta dalam Bahasa Inggris (menghadap kamera), tentang topik terkait karya ilmiah (tidak menggunakan animasi atau sejenisnya). URL video disertakan dalam Daftar Riwayat Hidup.
  10. Melampirkan surat pengantar/ rekomendasi dari Dekan yang menyatakan peserta sebagai pemenang pertama dan kedua di tingkat fakultas masing-masing. (Dipenuhi setelah lolos seleksi tingkat Fakultas)
  11. Formulir MAWAPRES UII 2017 dapat diunduh melalui laman http://kemahasiswaan.uii.ac.id atau mengkopi di Unit Kemahasiswaan FK UII (Arif Kuncoro)
  12. Juara I Tingkat UII akan mengikuti Seleksi Mawapres Tingkat Kopertis Wilayah V DIY
  13. Juara I, II dan III tingkat Kopertis Wilayah V DIY berhak mengikuti Seleksi Mawapres tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan KEMENRISTEKDIKTI.

 

Keseluruhan berkas persyaratan dimasukkan dalam map, tulis identitas lengkap (Nama,  NIM, Nomor telepon), dan diserahkan kepada Tim Seleksi Mawapres UII tingkat Fakultas Kedokteran (Bp. Arif Kuncoro/Marlina), paling lambat tanggal 3 Maret 2017 pukul 10.00 WIB.

Informasi lebih lanjut tentang Seleksi Tingkat Fakultas Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) UII dapat menghubungi Bp. Arif Kuncoro (Unit Kemahasiswaan FK UII)

 

 

Yogyakarta, 17 Februari 2017

Ketua Tim Seleksi Mawapres FK UII

M. Syukron Fauzi

 

Download :

PENGUMUMAN SELEKSI TINGKAT FAKULTAS MAHASISWA BERPRESTASI

Mahasiswa Kedokteran Bangun Karakter Dengan Baksos

 

C:\Users\FKUII-01\AppData\Local\Temp\SAM_3889.JPG

Caption : Tim Medis Kedokteran UII sedang melakukan pemeriksaan gratis dalam Baksos mahasiswa baru FK UII 2016 di Dusun Ginting, Pandak, Bantul.

Kaliurang (UII News) – Sebuah kegiatan kemanusiaan sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat sebagai langkah awal untuk membangun karakter yang peduli dan berempati terhadap masyarakat maka mahasiswa baru angkatan 2016 Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggrakan Bakti Sosial (Baksos).

Hal tersebut disampaikan oleh Muhammad Aufa Aulia, selaku ketua Baksos angkatan 2016 yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 21 Jumadil awal 1438 H/18 Februari 2017 di desa Gunting,Bantul yang merupakan dekat dengan pendirian Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Islam Indonesia.

Menurut Aufa, bentuk dari kegiatan bakti sosial ini kami realisasikan dalam tema Abdikan Diri dalam Hangatnya Berbagi. Kegiatan ini akan memaksimalkan peran mahasiswa sebagai agent of health, agent of change, dan agent of social control. Kegiatan ini insyaallah dilaksanakan di Dusun Gunting.

“Dalam kurun waktu 2 tahun kedepan, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia akan membangun rumah sakit pendidikan yang berlokasi di Kecamatan Pandak. Kami menyadari bahwa FK UII membutuhkan langkah awal dalam menjalin interaksi dan memperkenalkan diri kepada masyarakat Kecamatan Pandak sehingga kegiatan bakti sosial ini dapat menjadi salah satu cara bagi FK UII mewujudkan misi tersebut. Untuk itu, kami memilih dusun Gunting yang merupakan salah satu wilayah Kecamatan Pandak sebagai lokasi kegiatan Baksos FK UII 2016.”, katanya.

Lebih lanjut Aufa menambahkan bahwa Dusun Gunting sendiri merupakan salah satu wilayah yang memiliki pembangunan kurang merata di Kecamatan Pandak, baik dari sisi ekonomi, pendidikan, dan kesehatan . Dari survey yang telah kami lakukan, masyarakat Dusun Gunting memiliki informasi yang minim mengenai edukasi kesehatan seperti edukasi mengenai penyakit menular seksual dan pentingnya kebersihan MCK. Selain itu, Dusun Gunting juga tidak mempunyai tenaga medis atau dokter yang tinggal disana.

“Melalui kegiatan ini pula kami ingin mengambil peran sebagai mahasiswa kedokteran dalam meningkatkan kesehatan masyarakat menjadi lebih baik”, demikian kata Aufa mewakili teman-temannya yang masih duduk di semester dua. Wibowo

Upaya Menghasilkan Tenaga Kesehatan Yang Profesional, Poltekes Gandeng FK UII

 

C:\Users\FKUII-01\AppData\Local\Temp\WhatsApp Image 2017-03-06 at 09.28.42-2.jpeg

Caption : Nampak penuh kekeluargaan Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK didampingi tim Staf FK UII menerima kunjugan dari Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan RI Yogyakarta. (Foto : Wibowo)

Kaliurang (UII News) – Bertujuan untuk sama-sama saling mengisi dan saling menguntungkan dalam bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam menghasilkan calon tenaga kesehatan profesional dan bermutu maka Poltekes Kementrian Kesehatan RI Yogyakarta gandeng Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) guna mengimplementasikannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK saat menerima kunjungan dari Poltekes Kementrian Kesehatan RI yang dimpin langsung oleh Abidillah Mursyid, SKM, MS selaku Direktur pada hari Selasa, 17 Jumadil Ula 1438 H / 14 Februari 2017 di Ruang Sidang Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII).

Menurut dokter Linda, azas dari kerjasama ini adalah saling membantu dan saling mendapatkan manfaat secara timbal balik sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, dengan prinsip sama-sama saling mengisi dan saling menguntungkan dalam bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kegiatan mencakup Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat dalam rangka meningkatkan kompetensi peserta didik dan pengembangan institusi; antara lain pendayagunaan dosen sebagai narasumber /tenaga pakar /dosen tamu, reviewer eksternal untuk menelaah proposal dan hasil penelitian, kerja sama penelitian (joint research), kerja sama publikasi (Joint publication), kerja sama pengabdian masyarakat, pelaksanaan Interprofessional Education (IPE), Pelaksanaan Interprofessional Collaboration (IPC)”, kata dokter Linda.

Sementara itu Direktur Poltekes Kementrian RI Yogyakarta, Abidillah Mursyid, SKM, MS mengaku bahagia karena bisa berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran UII, dengan adanya kegiatan ini maka Poltekes akan menyipakan juga tenaga-tenaga ahlinya.

“Dengan kerjasama ini maka kami dapat memanfaatkan untuk saling meningkatkan kualitas calon tenaga kesehatan yang profesional dengan cara memberikan informasi dan pengarahan mengenai perkembangan dan kemajuan dibidang kesehatan dalam rangka mendukung proses belajar mengajar di institusi baik di Poltekes maupun FK UII”, kesan Abdillah Mursyid. Wibowo

Kedokteran Tuan Rumah Pertemuan Koordinasi FOKI

 

C:\Users\FKUII-01\AppData\Local\Temp\WhatsApp Image 2017-03-06 at 09.28.42-3.jpeg

Caption : dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK (Dekan FK UII) beserta Pengurus Forum Kedokteran Islam Indonesia (FOKI) dan Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Kedokteran (FULDFK) berfoto bersama di Ruang Sidang Lantai.2 PYBW UII, Cik Ditiro. (Foto : Wibowo)

Kaliurang (UII News) – Guna membahas proses pengiriman delegasi Mahasiswa Kedokteran Islam ke Turki pada bulan Juli 2017 mendatang maka Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) yang tergabung dalam Forum Kedokteran Islam Indonesia (FOKI) menjadi tuan rumah dalam koordinasi dalam menyiapkan pendelegasian tersebut sebagai fungsi kontrol terhadap kegiatan mahasiswa.

Hal tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK saat acara koordinasi berlangsung di Ruang Sidang Lantai 2 PYBW UII Cikditiro pada hari Sabtu, 14 Jumadil Ula 1438 H/11 Februari 2017 yang di hadiri oleh Dekan FK UNISSULA dr.H. Iwang Yusuf, M.Si, FK UII dan dari para mahasiswa Kedokteran seluruh Indonesia yang tergabung dalam Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Kedokteran (FULDK).

Menurut dokter Linda, acara ini adalah penting untuk mendengar proses camp yang akan diikuti oleh para mahasiswa kedokteran Islam se Indonesia, sebagai upaya pendampingan, pengawasan dan kontrol serta pendampingan bagi mahasiswa agar bisa di pantau atas segala kegiatannya saat di luar kampus, apalagi sampai ke luar negeri.

“Selain peran tersebut, tentang peserta yang akan mengikuti camp di Turki juga harus memiliki soft skill yang bisa membawa nama baik almamater, serta berintegritas, pandai dan bertanggungjawab”, pesannya.

Sementara itu ketua FULDK Nasional, Anandiyo mengaku senang dengan peran para pimpinan Fakultas Kedokteran yang peduli terhadap kegiatan camp mahasiswa kedokteran di luar kampus, apalagi kegiatan tersebut di luar negeri, sehingga perannya sangat di butuhkan guna memantau dan memberikan masukan atas kegiatan mahasiswa.

“Jujur kami senang dengan perhatian para pimpinan Fakultas Kedokteran Islam se Indonesia yang memberikan pengarahan, sarana, pendanaan dan pengawasan terhadap kegiatan camp yang akan di selenggarakan di Turki mendatang”, kata Anandiyo.

Acara yang di kemas dengan koordinasi, di akhiri dengan saling beramah tamah,saling mengenal antar satu fakultas dengan fakultas lain agar akrab sejak dini menjelang keberangkatan ke Turki bulan Juli 2017 mendatang. Wibowo

 

PENGUMUMAN REMEDIASI TAHAP II SEMESTER GANJIL TA 2016/2017

Berikut kami informasikan kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran bahwa pengumuman remediasi tahap II semester Ganji TA 2016/2017 dapat didownload di link berikut. DOWNLOAD

Pelajari Penyakit akibat Nyamuk, Kedokteran Ikuti Workshop Arbovirus di FK UNAIR

C:\Users\WIBOWO\AppData\Local\Temp\WhatsApp Image 2017-02-02 at 18.42.51.jpeg

Caption : Staf Kedokteran UII mengikuti Workhop tentang penyakit yang di sebabkan oleh Nyamuk di FK UNAIR. (Wibowo)

Kaliurang (UII News) – Nyamuk berperan penting dalam penyebaran penyakit melalui gigitan. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Chikingunya & Zika (Arbovirus) dan West Nile mempunyai gejala klinis yang mirip, sehingga perlu teknologi diagnostik pembeda molekular untuk virus-virus tersebut yang bersifat akurat, tepat, cepat dan spesifik.

Hal tersebut disampaikan oleh dokter Novyan Lusiyana, M.Sc dan dokter Fitria Siwi Nurohmah,M.Sc dan Mujiyanto, S.Si (Laboran) saat mengikuti Workhsip Arbovirus di Fakultas Kedokteran Universitas Erlangga (UNAIR) pada hari Rabu-Jumat, 4-6 Robiul Awal 1438 H/1-3 Februari 2017.

Menurut dokter Novyan, Nyamuk sebagai vektor beberapa virus dalam kajian epidemiologi molekular dan virus mapping di lapangan, juga diperlukan teknologi tersebut. Nyamuk sebagai vektor penyakit perlu dipahami tentang proses pengembangbiakan dan cara infeksi terhadap nyamuk di dalam fasilitas animal BSL-3 maka dari itulah Kedokteran mengirimkan staf nya untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Lebih lanjut di terangkan ulang bahwa akhir-akhir ini telah dipahami nyamuk berpotensi disalahgunakan sebagai senjata biologis serta bagian dari mata rantai penyakit zoonosis ( penularan dari hewan ke manusia atau sebaliknya), sehingga perlu digunakan teknologi deteksi mutakhir untuk arbovirus secara cepat, akurat, dan tepat.

“Teknologi deteksi arbovirus baik pada penderita manusia maupun deteksi virus pada nyamuk dapat digunakan dengan teknologi deteksi : MULTIPEX real Time PCR dan Mikro-Volume Spectrophotometer serta Primers pembeda spesifik”, demikian katanya. Wibowo