Kedokteran UII Ikuti Lomba Anatomi GIMSCO 2016 di FK UGM

kedokteran-ikuti-lomba-anatomi

Foto Wibowo/Istimewa : Delegasi Kedokteran UII saat mewakili UII di ajang GIMSCO 2016 di FK UGM

Kaliurang (UII News) – Delapan delegasi mahasiswa Fakultas Kedokteran UII mengikuti rangkaian kegiatan Gadjah Mada Indonesian Medical Science Olimpiad (GIMSCO), dengan kegiatan lomba khusus membahas mengenai cabang ilmu kedokteran yaitu Anatomi baik anatomi dasar maupun anatomi klinis, dan diikuti oleh 95 tim dari 33 Universitas berbeda.

Hal terserbut disapaikan oleh Amnaz Alhamanisa (2014) Kedokteran UII, setelah mengikuti acara tersebut pada Kamis – Senin, 26-30 Muharram 1437 H / 27 – 31 Oktober 2016 di Fakutas Kedokteran Universitas Gajah Mada.

Menurut Amnas, Delegasi Kedokteran UII yang dikirimkan berasal dari angkatan 2014 dan 2015 yang kemudian terbagi menjadi 4 tim yang berbeda dan diadakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), sehingga seluruh rangakaian kegiatan acaranya dilangsungkan disekitar gedung kedokteran FK UGM.

“Kegiatan ini terdiri dari beberapa babak, pertama ialah babak penyisihan tahap I (BPT I), pada babak ini, seluruh delegasi dibagi menjadi 3 kloter untuk mengikuti tentamen anatomi. Setelah mengikuti BPT I kemudian akan disaring 60 tim terbaik untuk mengikuti BPT II, dari 4 tim yang dikirimkan oleh FK UII, hanya 1 tim yang berhasil lolos untuk mengikuti BPT II, tim yang lolos ini beranggotakan Amnaz Alhamanisa (2014) dan Hilya Nabila (2015)”, kata Amnas

 

Lebih lanjut Amnas menceritakan bahwa  seleksi BPT II, soal berupa slide sebanyak 100 buah dan menerapkan sistem +4 untuk setiap jawaban benar dan -1 untuk jawaban yang salah.

Kesulitan pada GIMSCO tahun ini ialah seluruh pertanyaan dijabarkan menggunakan bahasa inggris dengan waktu setiap soalnya 30 detik. Sehingga para delegasi harus lebih pintar dalam membagi dan mengalokasikan waktu yang dimilikinya untuk menjawab pertanyaan yang sudah disediakan.

“Untuk bisa lolos mencapai tahap selanjutnya, model pembelajaran anatomi dari FK UII sendiri perlu diperbaiki untuk mengingkatkan kualitas anatomi bagi generasi selanjutnya. Pembahasan dan pemahaman materi-materi yang telah dipelajari kurang dalam dan kurang mendetail sehingga masih belum terlalu menguasai pertanyaan terutaman mengenai anatomi klinis. Evaluasi dan perbaikan pada tahun ini diharapkan dapat membuat kemajuan bagi generasi selanjutnya yang akan mengikuti GIMSCO 2017, sehingga tim utusan dari FK UII bisa masuk menjadi 25 tim terbaik dan 5 tim terbaik yang akhirnya akan membawa nama FK UII menjadi lebih baik lagi aamin.” Harap Amnaz Alhamanisa- delegasi GIMSCO 2016 FK UII. Wibowo/Tri

Mahasiswa Kedokteran Ikuti TMSC 2016

 mahasiswa-kedokteran-ikuti-tmsc-2016

 

Foto Wibowo/Istimewa : Delegasi FK UII yang Dipimpin oleh Mohammad Rahman Suhendri saat mengikuti TMSC 2016 di Pontianak.

Kaliurang (UII News) – Alhamdulillah dengan izin Allah dua tim dari FKUII dinyatakan lolos sebagai 10 besar kompetisi keilmiahan tingkat nasional Tanjungpura Medical Scientific Competition (TMSC) 2016.

Hal tersebut disampaikan oleh Mohamad Rahman Suhendri (2014) saat memimpin delegasi FK UII mengikuti TMSC 2016 yang diseleggarakan di Pontianak, pada Jumat-Ahad, 27-29 Muharom 1438 H /28-30 Oktober 2016 dengan keempat temannya, yaitu Ayu Indra Mashita, Urani Nur Hidayah, Wildan Jauhar Alafi, Larasati Cahyaning Edi, dan Zulfa karomah.

 

Menurut Rahman, TMSC 2016 merupakan kompetisi ilmiah tingkat nasional yang pertama kali diselenggarakan oleh Universitas Tanjungpura. Pada kompetisi ini terdapat 3 cabang lomba, yaitu, Karya Tulis Ilmiah(KTI), video edukasi publik, dan poster ilmiah.

“Setelah melalui penjurian, pada setiap cabang lomba diambil 10 karya terbaik untuk dipresentasikan.  Adapun kedua tim dari FKUII yang berhasil lolos adalah tim video edukasi dan poster ilmiah. Tim video edukasi yang berisi Wildan Jauhar Alafi, Larasati Cahyaning Edi, dan Zulfa Karomah sedangkan tim poster ilmiah berisi Ayu Indra Mashita, Urani Nur Hidayah, dan Mohamad Rahman Suhendri”, katanya.

. Selain kompetisi, acara TMSC 2016 juga menyuguhkan seminar nasional yang membahas tentang kontroversi imunisasi dan vaksin palsu.

“Perjuangan untuk masuk final tidak mudah, kami harus begadang sampai tengah malam untuk menyusun karya tersebut disamping padatnya kegiatan kuliah. Qadarullah, pada kesempatan kali ini kami belum bisa membawa penghargaan, namun Alhamdulillah kami belajar banyak dari kompetisi kali ini sebagai pengukur kemampuan diri dan sebagai perbaikan untuk karya-karya selanjutnya”, demikian kesan Rahman.Wibowo

 

 

 

 

 

Dosen Patogi Klinik FK UII, Ikuti Laboratory Medicine Congress and Exhibition 2016 & Korean Society Laboratory Medicine 57th Annual Meeting, The K Hotel, Seoul, Korea.

dosen-patogi-klinik-fk-uii-ikuti-laboratory-medicine-congress-and-exhibition-2016

Foto Wibowo /istimewa : Dokter Rahma Yuantari, M.Sc., Sp.PK (tengah kerudung putih) saat bersama-sama dengan delegasi lainnya saat mengikut KSLM di Korea

Kaliurang (UII News) – Laboratory Medicine Conggress and Exhibition (LMCE) ini merupakan kegiatan pertemuan internasional yang pertama diadakan pada tahun 2016 dan diselenggarakan bersama pertemuan ilmiah tahunan Korean Society Laboratory Medicine (KSLM)  yang ke 57 dengan mengangkat tema “Quality Saves Your Life.

Hal tersebut disampaikan oleh dokter Rahma Yuantari, M.Sc, Sp.PK setelah mengikuti kegiatan tersebut pada 25 – 27 Muharam 1437 H / 26 – 28 Oktober 2016 di Teh K Hotel, Seoul Korea, yang diikuti oleh delegasi seluruh negara.

 

Menurut dokter Rahma Yuantari, kegiatan ini meliputi rangkaian program ilmiah yang berisi kegiatan plenary lectures, keynote speeches, symposia, education workshops, free paper dan pameran sehingga diharapkan akan membawa pengembangan pada pendidikan, kebijakan, penelitian dan juga industri.

 

 

“Kegiatan LMCE 2016 ini mengundang pembicara dari berbagai negara seperti, Korea, Jepang, Myanmar, Uni Emirat Arab, Thailand, Australia, Swiss, USA, Italia, UK,Singapura dan India,  dengan berbagai topik sehingga memberikan kesempatan untuk bertukar informasi dari masing-masing negara  tentang upaya dalam peningkatan kualitas manajemen dan keselamatan pada laboratorium klinik. Pembicara dari Indonesia adalah Prof.dr. Ida Parwati, SpPK(K), PhD (Ketua PDS Patologi Klinik Indonesia) dan dr. Yusra, Sp.PK,PhD (UI)”, katanya

 

Selain itu terdapat 5 orang delegasi dari Indonesia yang mengikuti free paper presentasi oral maupun poster yaitu dr. Rahma Yuantari, MSc, Sp.PK (FK UII, Yogyakarta), dr. Adhi Kristianto Sugianli, Sp.PK dan dr. Ellyana (FK UNPAD), dr. Yosanti Elsa Kartikawati, Sp.PK (RS Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta) dan dr. Tika Adilistya, Sp.PK (FK UI, Jakarta). Perwakilan dari FK UII, dr. Rahma Yuantari, MSc, Sp.PK, berkesempatan mempresentasikan poster dengan judul “Lipoprotein (a) Level in Acute Myocardial Infarct Patients with Diabetes Mellitus.” Wibowo

 

 

FK UII menjadi Presenter dalam Second World Congress on Integration and Islamicisation; focus on medical and health care sciences

FK UII menjadi Presenter dalam Second World Congress on Integration and Islamicisation; focus on medical and health care sciences
Sejak saat didirikannya IIUM pada tahun 1983 dimaksudkan untuk menyebarkan pendidikan terintegrasi pada level pendidikan tinggi dimana pengetahuan dikejar dan dikembangkan terus dalam bingkai paradigm tauhid yang berpinsip pada keabsolutan ketuhanan yang maha esa Allah SWT dan semua dalam kekuasaan Allah SWT sebagai Raja dan Penjaga alam semesta. Dalam pandangan islam wahyu sebagai kalam ilahi merupakan sumber tertinggi pengetahuan yang benar dan referensi yang terpercaya dan akal manusia sebagai ciptaan Allah dan amanah Allah digunakan secara harmoni dengan wahyu dan kehendak Allah. Akibat dari werternisasi sekularisai dan imperialisme barat telah memghasilkan pengetahuan yang secular, positivistic, rasionalisme, dan emperisme serta naturalism yang menyingkirkan suoremasi pengetahuan wahyu. Konsekwensinya adalah semua ilmu modern seperi ilmu alam, kedokteran dan kesehatan di barat serta di dunia islam berkembang menjadi secular dan membusuk yang berdampkak pada dehumanisasi. Keadaan ini tentunya tidak dapat diterima oleh para pemikir islam. Sebagai bagian dari proses membebaskan personal muslim, budaya dan peradaban dari dominasi paham sekuler maka telah dimulai dalam 100 tahun terakhir ini sebuah proyek islamisasi pengetahuan dan berbagai disiplin yang berasal dari dominasi peradaban modern yang agnostic. IIUM merupakan institusi dunia yang memiliki misi islamisai pengetahuan. Proses islamisasi dan relevansi pengetahuan dengan islam dibimbing oleh hikmah shariah. Hal ini diyakini bahwa proses untuk menyelesaikan problem umat hari ini adalah dengan metodologi integrasi dan islamisai ilmu pengetahuan seperti jaman keemasan islam. Model pendekatan terintegrasi dilakukan dalam proses islamisasi science dan scientifikasi islam serta penanaman karakter nubuwah dalam diri peneliti dan setiap professional.
Pada tahun 2013 IIUM telah sukses mengadakan seminar internsional atau congress pertama integrasi dan silamisiasi ilmu dengan segala cabangnya. Topik dari kongres dunia tersebut adalah The Need to Apply the paradigm of tawhid as an alternative to the secular paradigm” dan selanjutnya ditindak lanjuti dengan world congress yang kedua dengan tema aplikasi dan inkorporasi nilai moral dan maqosidus shariah ke dalam kedokteran dan kurikulum serta prakteknya. Kegiatan ini diikuti oleh 300 presenter dari berbagi Negara dalam rangka mengenalkan rumah sakit IIUM yang baru dan masjid yang terintegrasi dalam kampus dan rumah sakit.
Kongress dunia islamisasi ilmu pengetahuan dalam dunia medis berbasis Maqoshidus shariah dan Qowaaidush shariah diselenggerakan di kampus kuantan IIUM mulai dari tgl 20-23 Oktober 2016.
Pada hari pertama diadakan acara pre congress workshop mengenai end of life. Kegiatan pre congress ini khusus diselenggarakan untuk memberikan pemahaman secara mendalam kepada peserta mengenai isu end of life dalam praktek kedokteran dari aspek medis, etis, hukum dan sosial budaya. Pembicara berasal dari Malaysia semua terdiri dari Prof Arif Oesman, Prof Puteri, Prof Nor Azizi, Prof Ramizah. Masing masing berbicara sesuai latar belakangnya dari anestesi hukum dan hukum islam.
Dari kegiatan ini Nampak jelas bahwa penentuan akhir kehidupan harus melibatkan para ahli dari medis seperti anestesiologi dan ahli hukum serta ahli agama. Hal yang menarik dari acara ini adalah siapakah yang berhak memutuskan akhir kehidupan seseorang seperti dalam film titanic dengan konsesus you jump I jump dan tradisi ninja untuk hara-kiri ketika mereka menghianati kaisar atau harus bunuh diri ketika terdesak dalam situasi yang genting demi menyelamatkan kaisar.
Pembahasan oleh para pembicara sangat menarik karena sesuai keahlian masing masing. Problem utamanya adalah siapa yang memutuskan untuk mengakhiri kehidupan dan tidak ada satu undang undang pun yang membolehkan euthanasia aktif. Permainan bahasa atau kangguage game dengan adanya istilah pasif euthanasia dan volunteer serta involunter euthanasia.
Meskipun namanya mercy killing atau Al Qatl Marhamah tetap dalam islam harus dikaji atau digali hukumnya pada kondisi tertentu seperti pada keadaan darurat. Intinya harus ada dalil dan cara pelaksanaannya sesuai syariah serta niatnya benar.
Isu atau istilah euthanasia dari barat jangan ditelan mentah mentah tapi harus dikaji secara mendalam berbagai aspek dari segi profesionalisme dokter, agama, hukum Negara dan etika serta budaya yang kadang sering terjadi konflik.
Kegiatan hari kedua diisi dengan presentasi panelis para ahli dan pakar dunia dari Uganda prof Oma hasan kasuli dan dari Malaysia mantan rector IIUM. Pembahasan mereka pada aspek urgensinya islamisasi ilmu pengetahuan untuk mengembalikan pemahan umat yang benar atas konsep alam, metafisika dan realitas dengan pendekatan paradigm tauhid dan aplikasi maqosidus syaariah dan qowaidus shariah. Setelah itu dilanjutkan dengan presentasi oral dan poster dari para presenter.

Kegiatan hari ketiga diisi dengan presentasi panelis para ahli dan pakar dunia dari Arab Saudi dan dari Malaysia mantan Dekan FK IIUM. Pembahasan mereka pada aspek respon dunia islam dan para ilmuwan non muslim terhadap perkembangan teknologi biomedis. Setelah itu dilanjutkan dengan presentasi oral dan poster dari para presenter.
Kegiatan hari keempat diisi dengan presentasi panelis Indonesia Rektor UNISULA SEMARANG yang membahsa mengenai pendekatan islam dalam pengembangan ilmu dan pengalaman unisula dalam integrasi ilmu pengetahuan dengan dasar islam. Setelah itu dilanjutkan dengan presentasi oral dan poster dari para presenter. Kami dari FK UII memberikan presentasi pada hari keempat di jam terkhir sebelum penutupan dengan respon dari para peserta yang bagus.

Kedokteran Dipercaya Periksa Kesehatan Timnas Sepakbola Indonesia

kedokteran-dipercaya-periksa-kesehatan-timnas-sepakbola-indonesia

Foto Wibowo/Istimewa : Tim Dokter FK UII saat melakukan pemeriksaan kepada Timnas

Kaliurang (UII News) – Guna mengetahui kondisi kesehatan standar Timnas sepak bola Indonesia sebelum menjalankan latihan intensif  maka Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia dipercaya melakukan cek kesehatan dengan pengecekan sampel Darah dan Elektrodiografi (EKG).

Hal tersebut disampaikan oleh dosen FK UII, dr. Alfan Nur Asyhar yang juga dokter Timnas Sepakbola Indonesia saat melakukan pengecekan sebanyak 25 pemain timnas di Laboratorium Pelayan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia pada hari Sabtu, 21 Muharram 1438 H / 22 Oktober 2016.

Menurut dokter Alfan, Pemeriksaan ini dilakukan guna memastikan kondisi kesehatan secara komprehensif dan menyeluruh terhadap para pemain Timnas Sepakbola Indonesia sebelum melakukan latihan intensif.

“Meskipun kondisi pemain tampak fit, namun pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan guna memastikan kondisi organ tubunya berfungsi secara normal atau ada kelainan, termasuk pelatih Alfred Riedl dan para ofisial juga diperiksa”, kata dokter Alfan.

Lebih lanjut dijelaskan oleh dokter Alfan bahwa jika nantinya  kedapatan para pemain ini ada gangguan fungsi organ, seperti penyakit jantung maka pelatih akan berhak mencoret sepagai Timnas Sepakbola Indonesia.

“Semoga dengan adanya moment ini FK UII bisa menjadi partner kerja utk  tim olahraga lainnya baik lokal maupun nasional sebagai cikal bakal berdirinya sports medicine sports yg rencana di gagas berdiri”, demikian ungkap dr.Alfan Nur Asyhar, yang juga  dokter timnas PSSI U16 dan U19 yg juga sebagai dosen tutor FK UII, sekaligus sebagai kordinator pemeriksaan Timnas dari FK UII. Wibowo/Tri

 

 

 

 

 

 

 

Pengumuman Setoran Hafalan

Assalaamu ‘alaikum wr. wb.

Diberitahukan kepada mahasiswa bahwa mulai tanggal 18 oktober 2016 setoran hapalan Juz 30 akan di simak langsung oleh ustadz Deden Anjar, M.Hum setiap :

Hari                     : SENIN , SELASA , KAMIS

Mulia Jam        : 12.30 s/d 16.00

Tempat              : Ruang MINIHOSPITAL

Wassalaamu ‘alaikum wr. wb.

Download : Pengumuman Setoran Hafalan

Empat Delegasi FK UII Presentasi Ilmiah APACPH di Tokyo

empat-delegasi-fk-uii-presentasi-ilmiah-apacph-di-tokyo

 

Foto Wibowo / Istimewa : dokter Pariawan Luthfi Ghazali, M.Kes, dr. Sani Rahman Soleman, M.Sc, Irma Noor Budianti, dan Nidyasari Citraningrum saat membawa nama UII di acara APACPH Asia Pasific

 

 

Kaliurang (UII News) – APACPH adalah Asia Pacific Academic Consortium for Public Health Conference. Kegiatan APACPH adalah kegiatan yang diadakan setiap tahunnya di negara Asia pasifik yang membahas mengenai kesehatan masyarakat.

 

Hal tersebut di sampaikan oleh dr. Pariawan Luthfi Ghazali, M.Kes saat pulang mengikuti acara tersebut pada hari Jumat-Senin, 14 – 17 Dzulhijah 1437 H di Teikyo University, Tokyo, Jepang bersama 3 delegasi lainnya, yaitu dr. Sani Rahman Soleman, M.Sc, Irma Noor Budianti, dan Nidyasari Citraningrum.

 

Menurut dokter Luthfi, pada tahun ini, kegiatan APACPH merupakan kegiatan ke 48 dan dilaksanakan di Teikyo University,Tokyo, Jepang dengan mengangkat tema “Create a Healthy Future with Competent Professionals”.

 

“Universitas Islam Indonesia pada kegiatan ini memberangkatkan 4 orang delegasi yang terdiri dari 2 orang dosen FK yang dan 2 mahasiswi FK UII yang masing-masing tidak hanya berangkat sebagai delegasi untuk mengikuti konferensi tetapi juga membawa karya yang berupa poster yang akan dipresentasikan”,  katanya.

 

Adapun judul poster yang dipresentasikan  oleh  dr. Pariawan lutfi Ghazali M.Kes – adalah “ Sexual and Reproductive Health in Adolescent with Disabilities in Indonesia : Knowledge, Behavior and Access to Health Service

 

Sementra itu dr. Sani Rachman Soleman  mempresentasikan karya ilmiahnya yang berjudul  “ Factor Associated Musculoskeletal Complain Among Train Locomotive workshop worker in Yogyakarta”

 

“ Untuk mahasiswa atas nama Irma Noor Budianti mempresentasikan karyanya berjudul “ Analysis of program Implementation Care Support and Treatment to People Living with HIV AIDS (PLWHA) in Yogyakarta” sedangkan dr. Sani Soleman dan Nidyasari Citraningrum mempresentasikan karyanya dengan judul “Factor Association Sexual Behavior among Adolescent in Kaliangrik District Magelang regency Indonesia”, demikian penjelasan dokter Luthfi. Wibowo

 

 

 

 

 

 

 

Akun Layanan Wifi UIIConnect

Kami informasikan kepada civitas dan mahasiswa fakultas kedokteran Universtias Islam Indonesia akun untuk layanan wifi UIIConnect sebagai berikut.

Civitas Akademik

Username : NIP@uii.ac.id (097112346@uii.ac.id)

Password : (password unisys)

Mahsiswa

Username : NIM@students.uii.ac.id (16711000@students.uii.ac.id)

Password : (Password Unisys)

Jika user masih ada kendala dalam hal login ke dalam WiFi UIIConnect, mohon kepada user untuk ubah password melalui unisys, Setelah berhasil ubah password dapat mencoba kembali proses login. Jika user masih ada kendala dalam hal login dapat melaporkan secara pribadi melalui email ke itsupport@uii.ac.id dengan SUBJECT : Tidak Bisa Login UIIConnect dengan memberi informasi Nama, NIP,NIM Fak/Prodi dan No. HP.

Baca Juga : Gagal Login UIIConnect (Manual Setting WiFi for Windows 7)

Mahasiswa Kedokteran Ikuti Indonesian International Medical Olympiad (IMO) 2016

mahasiswa-kedokteran-ikuti-indonesian-international-medical-olympiad-imo-2016

 

Foto Wibowo/Istimewa : Delegator FK UII saat mengikuti Indonesian International Medical Olympiad (IMO) bersama delegasi dari Kedokteran Seluruh Indonesia.

Kaliurang (UII News) –  Mahasiswa Kedokteran UII Ikuti Indonesian International Medical Olympiad (IMO) dengan enam cabang perlombaan ini terdiri atas 4 cabang nasional (Kardio-Respilogi, Digestif, Muskuloskeletal, dan Uro-Reproduksi) dan 2 cabang internasional (Infeksi Tropis dan Neuro-Psikiari).

Hal tersebut di ceritakan oleh Shafarina Maulia,  (2014) FK UII, setelah mengikuti delegasi Indonesian International Medical Olympiad (IMO) berlangsung di Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang, Jakarta pada hari Ahad, 15 Muharam 1437 H / 16 Oktober 2016.

Menurut Shafarina Maulia, kegiatan IMO yang berlangsung di gedung kedokteran UPH Karawaci ini bertujuan untuk mengenalkan serta menguji ilmu pengetahuan mahasiswa tentang seluk beluk tiap cabang/bidang kedokteran dan memacu seluruh mahasiswa Indonesia untuk semangat berkompetisi.

“Dalam babak ini, tidak hanya latihan menyelesaikan kasus dan soal saja, tetapi juga bagaimana praktik kita saat pratikum dengan peralatan yang tersedia di kampus harus menjadi lebih maksimal untuk dapat menang”, katanya.

Seluruh delegator FK UII mengikuti babak penyisihan kedua (Survival Stage) untuk dapat bertahan dan berkesempatan yang kedua kalinya untuk menembus semifinal. Usaha penuh yang dicurahkan setiap delegator pada survival stage ini ternyata belum dapat berhasil. Dengan demikian, para delegator masing-masing cabang dari FK UII belum berhasil dalam kompetisi IMO 2016 ini

“Kesan pertama yang terlintas di pikiran orang yang pertama kali mengikuti IMO, biasanya kompetisi yang serius dan atmosfer bertanding yang begitu kental. Dan di sini kita ingin meluruskan statement itu. Ada banyak makna bertanding dan berjuang dalam IMO. Bagi kampus dengan nama Islam seperti FK UII, hal ini merupakan suatu ladang dakwah untuk menunjukkan karakter baik seorang muslim. Bagi individu yang mengikuti kompetisi ini, hal ini sebagai langkah memperbaiki diri, sejauh mana kita sebagai calon dokter menguasai ilmu pengetahuan dan ujian untuk kita dalam mengolah hati supaya tidak sombong ketika menang dan tidak berputus asa ketika kalah” ungkap salah satu delegator.

Tanggapan dari para delegator lain, hal ini dapat menjadi batu loncatan untuk menuju kemenangan di IMO tahun selanjutnya. Dengan adanya pernyataan para delegator yang tahun ini berlomba, untuk lanjut mengikuti ajang IMO lagi di tahun 2017 nanti yang berlokasi di Universitas Sumatera Utara, dapat dipastikan para delegator akan semakin matang dalam IMO selanjutnya. Hal terpenting adalah bagaimana para delegator dapat mewariskan ilmu-ilmunya kepada penerus-penerus selanjutnya yang akan mengikuti IMO. Tetap semangat! Optima Est Victor. Wibowo