Dua Dosen FAAL IKuti Presentasi Poster di Republik Irlandia

 

C:Documents and SettingsARBLocal SettingsTempWhatsApp Image 2016-07-29 at 21.19.02.jpegC:Documents and SettingsARBLocal SettingsTempWhatsApp Image 2016-07-29 at 21.19.33.jpeg

 

        Kedokteran (UII News) – Dalam rangka pengembangan laboratorium Faal Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD)Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia dua dosen Departemen Fisiologi lakukan presentasi poster ilmiah di acara Physiology Society. Adapun kedua dosen Faal tersebut adalah dr. Miranti Dewi Pramaningtyas, M.Sc dan dr. Titis Nurmasitoh, M.Sc.

 

        Hal tersebut disampaikan oleh dokter Miranti Dewi Pramaningtyas, M.Sc selaku Ketua Departemen Fisiologi  Prodi Studi Pendidikan Dokter (PSPD) FK UII sepulang mengikuti acara yang diselenggarakan oleh American Physiology Society (APS) pada hari Jumat-Ahad, 24-16 Syawal 1437 H / 29-31 Juli 2016 di Convention Centre Dulbin Irlandia yang diikuti ahli Faal se dunia.

 

        Menurut dokter Miranti, menghadiri acara tersebut selain untuk mengembangkan laboratorium Faal FK UII, acara Physiology Society sebagai tempat untuk meningkatkan kemampuan penelitian ilmiah dan publikasi.

 

        “adanya kegiatan pengembangan laboratorium Faal dalam rangka meningkatkan penelitian dan publikasi maka kami mengikuti acara Physiology Society tersebut yang diselenggarakan oleh American Physiology Society (APS)”, katanya.

 

        Dalam kegiatan tersebut dokter Miranti mempresentasikan poster karya ilmiahnya yang berjudul Expression of Endotheiin-B Receptor in The Heart Muscle of Diabetic Rats, Induced by Streptozotocin, sedang dokter Titis mempresentasikan posternya yang berjudul The Effect of Consuming Coffee on The Fitness Level of Students in Faculty of Medicine, Islamic University of Indonesia, Using Mc Ardle Step Test. Wibowo/Tri

Karyawan Ikuti Pleno Yang di Selenggarakan oleh FK UII

        Kedokteran (UII News) –  Guna mensosialisasikan program kerja Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia maka  diselenggarakan rapat rutin bulanan yang berupa pleno yang dilaksankan pada setiap bulan.

        Hal tersebut disampaikan oleh dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc saat memimpin rapat pleno karyawan bulan Juli 2016 yang diselenggarakan pada hari Jumat, 24 Syawal 1437 H / 29 Juli 2016 bertempat di auditorium lantai.1 Fakultas Kedokteran UII, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

        Dalam rapat tersebut, dokter Udin menyampaikan proses talent yang ada pada karyawan yang perlu dipelihara dan dirawat, karena itu potensi karyawan yang multi talent bisa membawa dampak positip bagi Fakultas Kedokteran UII.

        “dalam mendukung talent dari para karyawan maka fakultas memberikan kesempatan mengikuti kursus-kursus yang bisa diikuti untuk menambah potensi dan mengasah kemapuan bagi karyawan”, katanya.

        Selain tentang informasi kursus, fakultas juga memberikan informasi program rekreasi yang akan dilaksanakan pada bulan September 2016 medatang serta penandatanganan surat kontrak kerja bagi karyawan FK UII. Wibowo/Tri

,

Dokter Kuswati Juara I Presentasi Poster PIN PAAI 2016

 

Kedokteran (UII News) – Tiga dosen dari Departemen Anatomi FK UII Ikuti Pertemuan Ilmiah Nasional Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (PIN PAAI 2016) di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, ketiganya adalah dr. Zainuri Sabta Nugraha, M.Sc, dr. Ety Sari Handayani, Kes dan dr. Kuswati ,M.Sc

Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan dari salah satu peserta yaitu dokter Kuswati,M.Sc seusai mengikuti Pertemuan Ilmiah Nasional Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (PIN PAAI 2016) di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, dan diikuti oleh 164 peserta dari 36 Perguruan Tinggi di Indonesia. PIN PAAI 2016 mengambil tema “Towards a better learning on anatomy in health profession education” pada hari Jumat – Sabtu, 24-25 Syawal 1437 H / 29-30 Juli 2016.

Menurut dokter Kuswati, pada PIN PAAI 2016 ketiga staf departemen anatomi mempresentasikan hasil penelitian  dosen bersama mahasiswa sebagai berikut:  yang pertama,  adalah Pengaruh pemberian ekstrak etanol pegagan (centella asiatica) terhadap ekspresi bax pada neuron purkinje Cerebellum tikus (Rattus norvegicus) yang diinduksi sodium nitrit sub akut. Dipresentasikan oleh dr. Ety Sari Handayani, M.Kes, kedua adalah Pengaruh pemberian ekstrak etanol pegagan (centella asiatica) terhadap ekspresi bax pada neuron pyramidal CA1 Hippocampus  tikus (Rattus norvegicus) yang diinduksi sodium nitrit sub akut. Dipresentasikan oleh dr. Kuswati, M.Sc

“Sedangkan yang ketiga adalah Pengaruh monosodium glutamat terhadap tampilan belajar kondisi operan tikus putih Rattus norvegicus  galur wistar.yang dipresentasikan  oleh dr. Zainuri Sabta Nugraha, M.Sc”, demikian kata dokter Kuswati.

        Dan dalam acara tersebut Fakultas Kedokteran UII berhasil membawa prestasi dengan menyatakan bahwa   dr. Kuswati meraih Juara I presentasi poster tersebut di PIN PAAI 2016. Wibowo/Tri

RS Bhayangkara Selenggarakan Penandatanganan Kerjasama dengan FK UII dan RSUD Madiun

 

        Kedokteran (UII News) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) tanda tangani naskah kerjasama atau MoU dengan beberapa lembaga atau instansi yang terkait guna mendukung proses pendidikan kesehatan di Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.

 

         Hal tersebut disampaikan oleh dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK selaku Dekan FK UII seusai melakukan proses penandatangan naskah kerjasama dengan RS Bhayangkara Polda DIY dan RSUD Madiun  pada hari Kamis, 23 Syawal 1437 H / 28 Juli 2016 di aula RS Bhayangkaa POLDA DIY yang dihadiri oleh Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Bhayangkara Polda DIY, dr. Theresia Lindawati, Sp.F dan Direktur RSUD Madiun, Dr. dr. Kohar Hari Santoso, Sp. An, KIC, KAP.

 

        Seusai penandatanganan acara kerjasama juga diserahkan kenang-kenangan, untuk memperkuat dan saling mengingatkan para pihak dalam menjalin kesinambungan dalam kerjasama yang sudah di tanda tangani bersama.

 

Nampak hadir dalam acara tersebut Wakil Dekan FK UII, dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc, Kepala Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Dokter FK UII, dr. Erlina Marfianti, M.Sc, Sp.PD, Sekretaris Program  Studi (Sekprodi) PSPD FK UII, dr. Utami Mulyaningrum, M.Sc dan Kepala Departemen (Kadep) SMF Forensik PSPD FK UII, drg. Andy Yok, M.Kes dan Staf SMF Forensik PSPD FK UII, r.  Handayani Dwi Utami, M.Sc. Sp. F. Wibowo/Tri

Kedokteran Selenggarakan Sumpah Dokter Periode 34

 

 

 

 

 

 

        Kedokteran (UII News) – Datangnya era MEA (Masyarakat  Ekonomi  Asean) dimana jasa pelayanan kesehatan termasuk didalamnya, akan terbukanya arus tenaga asing (WNA) dan telah dimulainya program JKN/SJSN yang belum memuaskan semua pihak dan ada tergerusnya sebagaian hak otonomi pasien sehingga profesi Kedokteran menghadapi tatangan yang cukup berat pada saat ini.

 

        Hal tersebut dipesankan oleh  Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang disampaikan dr. Sandrawati Said, M.Kes saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan dan pengucapan Sumpah Dokter Periode 34 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia pada hari Rabu, 22 Syawal 1437 H / 27 Juli 2016 bertempat di auditorium KH. Abdul Kahar Muzakir, Kampus Terpadu UII, yang diikuti oleh 18 orang dokter baru.

 

        Menurut dokter Sandra, dalam menghadapi masalah tersebut maka dokter baru harus mampu berpikir jernih, konsisten dengan prinsip dasar tugas profesi dokter yang di ucapkan dalam sumpah sumpah dokter maupun yang diatur oleh KODEKI.

 

        “Yang pasti adalah profesi dokter  harus menjadi dirinya sendiri, kadulatan kesehatan harus tetap dalam genggaman karena kita lah yang paling mengenal masyarakat kita, karena dalam sistem yang dijalankan adalaj pelayanan kesehatan yang berbasis kebutuhan masyarakat”, demikian pesan dokter Sandra.

         Sementara itu Dekan Fakultas Kedokteran UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK dalam sambutannya melaporkan bahwa Fakultas Kedokteran UII  telah melantik dan mengambil sumpah yang ke-34 sebanyak 18 dokter baru, yang terdiri dari 12 dokter laki-laki dan 6  dokter perempuan.

“Artinya dokter yang dilantik pada hari ini sudah kompeten untuk  bekerja di Layanan Kesehatan. Alhamdulillah sampai saat ini FK UII telah meluluskan sebanyak 1.145 dokter, yang telah berkiprah sebagai PNS, dosen, dokter praktek pribadi, pemilik RS dan klinik serta banyak pula yang masih menempuh studi lanjut baik ke jenjang magister ataupun spesialis.”, katanya.

Semntera itu  dalam menjawab atas tantangan yang ada, maka Rektor UII, Dr.Ir. Harsoyo, M.Sc menyatakan bahwa UII sebagai lembaga pendidikan, UII tentu juga memiliki tanggungjawab dalam upaya menyelesaikan permasalahan di masyarakat. UII dalam perjalanannya terus berupaya mendidik dokter-dokter muslim yang berkualitas dan berintegritas dengan menanamkan sikap profesionalisme yang selalu dibarengi dengan penerapan nilai-nilai Islam sehingga dalam menjalankan profesinya para dokter lulusan UII senantiasa diniatkan sebagai bentuk ibadah tidak sekedar meraih keuntungan finansial semata apalagi melalui cara-cara yang diharamkan. Wibowo/Tri

Kedokteran Selenggarakan Sumpah Dokter Periode 34

 

 

 

 

 

 

        Kedokteran (UII News) – Datangnya era MEA (Masyarakat  Ekonomi  Asean) dimana jasa pelayanan kesehatan termasuk didalamnya, akan terbukanya arus tenaga asing (WNA) dan telah dimulainya program JKN/SJSN yang belum memuaskan semua pihak dan ada tergerusnya sebagaian hak otonomi pasien sehingga profesi Kedokteran menghadapi tatangan yang cukup berat pada saat ini.

 

        Hal tersebut dipesankan oleh  Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang disampaikan dr. Sandrawati Said, M.Kes saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan dan pengucapan Sumpah Dokter Periode 34 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia pada hari Rabu, 22 Syawal 1437 H / 27 Juli 2016 bertempat di auditorium KH. Abdul Kahar Muzakir, Kampus Terpadu UII, yang diikuti oleh 18 orang dokter baru.

 

        Menurut dokter Sandra, dalam menghadapi masalah tersebut maka dokter baru harus mampu berpikir jernih, konsisten dengan prinsip dasar tugas profesi dokter yang di ucapkan dalam sumpah sumpah dokter maupun yang diatur oleh KODEKI.

 

        “Yang pasti adalah profesi dokter  harus menjadi dirinya sendiri, kadulatan kesehatan harus tetap dalam genggaman karena kita lah yang paling mengenal masyarakat kita, karena dalam sistem yang dijalankan adalaj pelayanan kesehatan yang berbasis kebutuhan masyarakat”, demikian pesan dokter Sandra.

         Sementara itu Dekan Fakultas Kedokteran UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK dalam sambutannya melaporkan bahwa Fakultas Kedokteran UII  telah melantik dan mengambil sumpah yang ke-34 sebanyak 18 dokter baru, yang terdiri dari 12 dokter laki-laki dan 6  dokter perempuan.

“Artinya dokter yang dilantik pada hari ini sudah kompeten untuk  bekerja di Layanan Kesehatan. Alhamdulillah sampai saat ini FK UII telah meluluskan sebanyak 1.145 dokter, yang telah berkiprah sebagai PNS, dosen, dokter praktek pribadi, pemilik RS dan klinik serta banyak pula yang masih menempuh studi lanjut baik ke jenjang magister ataupun spesialis.”, katanya.

Semntera itu  dalam menjawab atas tantangan yang ada, maka Rektor UII, Dr.Ir. Harsoyo, M.Sc menyatakan bahwa UII sebagai lembaga pendidikan, UII tentu juga memiliki tanggungjawab dalam upaya menyelesaikan permasalahan di masyarakat. UII dalam perjalanannya terus berupaya mendidik dokter-dokter muslim yang berkualitas dan berintegritas dengan menanamkan sikap profesionalisme yang selalu dibarengi dengan penerapan nilai-nilai Islam sehingga dalam menjalankan profesinya para dokter lulusan UII senantiasa diniatkan sebagai bentuk ibadah tidak sekedar meraih keuntungan finansial semata apalagi melalui cara-cara yang diharamkan. Wibowo/Tri

Cadok FK UII, Kohesifitas Sangat Bermanfaat

 

 

 

        Kedokteran (UII News) – Kohesifitas dengan bermain diluar ruangan, memberikan tantangan, selalu diajarkan kepada para peserta pembekalan keIslaman calon Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia jelang pelaksanaan sumpah dokter.

 

        Hal tersebut disampaikan oleh dr. Muhammad Kharisma, saat memandu acara kohesifitas atau kegiatan simulasi membangun kerjasama untuk membekali para calon dokter FK UII, pada hari Sabtu, 18 Syawal 1437 H / 24 Juli 2016 di halaman Rusunawa UII, yang diikuti 18 peserta.

 

        Menurut dokter Kharis, kegiatan ini guna mengajarkan kepada para calon dokter untuk saling membangun kerjasama setelah menyandang gelar dokter nantinya, sehingga dalam praktek di masyarakat nantinya bisa saling menghargai, bekerjasama dan menghargai profesinya dan bisa memperlakukan diri sendiri dan orang lain sebagaimana ingin diperlakukan.

 

        “salah satu kegiatan ini adalah bikin menara dari sedotan dengan meminta hasil yang berkualitas, dan dikerjakan secara profesionalitas dengan mengutamakan kerjama dengan teman lainnya dan menggunakan sumberdaya secara efektif dan efisien”, katanya.

 

        Sementara itu salah satu peserta mengaku senang dengan kegiatan ini, selain banyak tantangan, bangun kerjasama di bangkitkan dalam acara ini sehingga ini bisa bangun kerjasama setelah lulus nantinya.

 

        “selama mengikuti kegiatan ini merasa senang, kita diberikan permainan yang akan kita rasakan setelah lulus nantinya, betapa pentingnya komunikasi, saling kerjasama, bekerja secara tuntas, kualitas dan profesional sangat diperlukan saat praktek sebagai dokter nantinya”, demikian ungkap Aci. Wibowo/Tri

FOSMA FK UII Jalin Komunikasi Dengan Silaturahmi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

        Kedokteran (UII News) – Guna bangun komunikasi sesama orang tua dan pengelola Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran UII maka Forum Silaturahmi Orang Tua / Wali Mahasiswa (FOSMA) selalu selenggarakan rapat sebagai sarana membangun silaturahmi.

 

        Hal tersebut disampaikan oleh Ketua FOSMA FK UII, dr. Mafilindati Nuraini, M.Kes yang juga Kadinkes Sleman saaat memimpin rapat yang  hadiri oleh Wakil Ketua FOSMA, Ir. Dzil Hardi Idris, M.Sc, Sekretaris FOSMA, Drs. Syamsul Azhari, Bendahara FOSMA, Ibu Budiasih Ninik Pramono pada hari Jumat, 17 Syawal 1437 H / 23 Juli 2016 di Ruang Sidang Prodi FK UII.

 

        Menurut dokter Mafilinda, adanya rapat adalah sebagai sarana membangun komunikasi dan silaturahmi dengan membantu program-program Fakultas, diantaranya membantu mahasiswa dalam keadaan susah, membantu mahasiswa yang pergi keluar negeri dalam kegiatan ilmiah, dan menjalin komunikasi dengan pengurus lain.

 

        “pemberian kenang-kenangan adalah progam yang selalu diberikan pengurus bagi lulusan dokter terbaik saat sumpah dokter diselenggarakan, memberi bantuan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan ilmiah keluar negeri”, ungkap dokter Mafilinda.

 

        Ditambahkan oleh dokter Mafilinda, kegiatan lain yang akan dilakukan adalah dengan melakukan kunjungan ke rumah sakit pendidikan yang di tempati koas mahasiswa FK UII saat melakukan proses pendidikan klinik.Wibowo/Tri

Kedokteran Selenggarakan Buka Bersama

         Kaliurang (25/6 ) – Fakultas Kedokteran UII kembali selenggarakan buka puasa untuk dosen, karyawan dan keluarganya. Selain untuk jalin silaturahmi, kegiatan buka puasa bersama ini sebagai sarana memohon doa bersama guna persiapan akreditasi Fakultas Kedokteran UII.

 

        Hal tersebut disampaikan oleh Dekan FK UII, dr. Hj. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK saat memberikan sambutannya di hadapan dosen, karyawan beserta keluarganya dalam acara buka puasa bersama yang di selenggarakan di halaman parkir Fakultas Kedokteran UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta, pada hari Sabtu, 20 ramadhan 1437 H / 25 Juni 2016.

 

        Menurut Dekan FK UII, kegiatan ini adalah rutin setiap tahunnya, hanya saja pada tahun ini FK UII menyipkan diri untuk menghadapi reakreditasinya pada tahun akan datang, sehingga dukungan doa dari yang hadir sangatlah dimohonkan.

 

        Acara buka puasa bersama di FK UII pada tahun ini, juga di semarakan dengan khataman Al quran yang di lantunkan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran UII, seusainya di pimpin doa serta tausyiah jelang buka puasa bersama Ustadz. Maulidi, SHI, MA, M.Ag.

 

        Dalam kultumnya Ustad Maulidi mengingatkan akan pesan dari Imam Ghazali yang terdiri atas 4 hal, diataranya adalah hubungan antara hamba denga Allah SWT ibarat relasi tuan dengan pelayannya, artinya kalau seorang tuan senang diperlakukan baik oleh pelayannya begitu juga dengan Allah SWT ridla bila diperlakukan baik oleh hambanya, begitu juga juga sebaliknya.

 

 

        Kemudian yang kedua perlakukan manusia layaknya  kita memperlakukan diri kita, jika kita senang dihormati maka hormatilah orang lain,bila kita senang dibantu,maka bantulah orang lain; ketiga,bila kita mempelajari ilmu apapun hendaknya tidak sekedar mencari popularitas,tapi lebih penting lagi untuk memperbaiki jiwa,hati dan prilaku kita.itulah yang disebut ilmu yang bermanfaat(ilman nafian).

 

        ‘Terakhir keempat, hendaknya tidak memiliki sifat tamak (karena itu adalah sumber dari segala kehancuran jiwa), jika memiliki istri satu, tidak perlu di tambah lagi”, ungkap Ustad Maulidi yang mensitir dari kitab Ayyuhal Walad karya Imam Alghazali hal.22-23.

 

        Selain acara buka bersama dan khataman, acara pada sore tersebut, juga dimeriahkan dengan group nasyid (hadroh) Elmedika Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. Wibowo/Tri

Eid Mubarak