Kiprah Alumni, dr. Arif Wicaksono, M.Biomed, Angkatan 2001 FK UII, Dekan FK UNTAN (Termuda se Indonesia)

 

 

 

 

Foto Wibowo : Dekan FK UNTAN termuda se Indonesia, Dokter Arif Wicaksono (kanan), angkatan pertama (2001) FK UII

 

        

 

 

 

Kaliurang (UII News) – Mengawali studinya sebagai mahasiswa Kedokteran disaat Universitas Islam Indonesia membuka kembali Fakultas Kedokteran pada tahun 2001, menjadi langkah awal optimisnya berkarier menjadi dokter meskipun FK UII saat itu belum terakreditasi.

 

Dokter angkatan pertama mahasiswa FK UII ini telah menyelesaikan S2 Biomedis di  Fakultas Kedokteran  Universitas Indonesia (FK UI)  Jakarta pada tahun 2013 mengakui bahwa nama besar serta kiprah para alumni UII lah yang nantinya akan membawa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia menjadi mendunia, dan ini  tidak bisa dipungkiri adanya jerih payah, usaha serta doa dari  orang tua, dan para guru-gurunya di FK UII  yang mengatarkan ia menjadi dokter sekaligus pendidik para calon dokter di negeri kita ini.

Setelah menamatkan dari bangku kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, pada tahun 2007, Arif Wicaksono kelahiran Yogyakarta, 30 Oktober 1983 ini, langsung mendapatkan amanah sebagai  Staf Pengajar di Poltekkes Kemenkes Pontianak 2007-2009, Staf pengajar di Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran  Universitas Tanjungpura 2007-sekarang dengan mengampu  Mata Kuliah Anatomi, PBL, Bioetik, Riset, KKD, jabatan lainnya adalah sebagai Kepala Laboratorium  Non Mikroskopik PSPD FK UNTAN 2010-2013, Kepala Laboratorium  Kepaniteraan Klinik PSPD FK UNTAN 2011-2013, Kepala Laboratorium  Uji Kompetensi PSPD FK UNTAN 2011-2013, dan atas integritasnya mendapatkan amanah menjadi Pembantu Dekan I FK UNTAN 2013-2015, kemudian atas kirpahnya, kualitas serta profesionalitasnya maka terpilih menjadi pimpinan Fakultas Kedokteran termuda se Indonesia yaitu menjadi Dekan FK UNTAN dari April 2015-sekarang .

Selain menjadi Dekan Kedokteran termuda se Isndonesia, Arif Wicaksono juga dianugrahi amanah sebagai Ketua Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia cabang KALBAR, Divisi penelitian Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia cabang KALBAR, Anggota Ikatan Peminat dan Ahli Demografi Indonesia cabang KALBAR, dengan bidang penelitian yang digelutinya  1). Anatomi, kekhususan biomekanik, podiatri, 2). Pendidikan kedokteran, bioetik,3). Isu kependudukan.

“Berkat Universitas Islam Indonesia yang menanamkan karakter ber Ilmu Amaliah serta beramal Ilmiah, saya optimis menjadi  kader bangsa yang bisa mendidik calon dokter Indonesia, meskipun masih perlu belajar dengan para Dekan lainnya yang sudah senior dan bergelar profesor, untuk itu terima kasih UII dan terima kasih FK UII,” ungkapnya.  Wibowo/Tri

Jadikan Kecap dan Tempe sebagai Bahan Presentasi Ilmiah, Mahasiswa FK UII dapat Penghargaan Nasional

 

Foto Wibowo / Istimewa : Para Delegasi FK UII yang mendapatkan penghargaan dalam acara Medical Competition.

 

 

Kaliurang (UII News) – Alhamdulillahirabbil ‘Alamiin tim FKUII berhasil meraih dua penghargaan dalam kompetisi Medical competition(MedsCo) tingkat nasional yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta yang diselenggarakan pada Senin, 16 November 2015 / 04 Shafar 1436 H yang lalu.

Ungkapan itu disampaikan oleh delegasi mahasiswa FK UII pada awal Januari 2016 setelah menerima dan memperoleh penghargaan sebagai juara I Essay Ilmiah yang terdiri dari  Mohamad Rahman Suhendri dan Brian Surya Saputra dan juara II Poster Ilmiah oleh tim Helmi Zunan Tanuwijaya dan Teguh Priambodo yang telah dilalui pada

Dijelaskan oleh Rahman sebagai salah satu delegasi mengatakan bahwa tema yang diperlombakan dalam acara MedsCo tersebut adalah Good Nutrition for Better Generation.

“Dari tema tersebut maka karya tulis yang kami buat  adalah “Tempe sebagai Solusi Cukupi Kebutuhan Ibu Hamil dan Cegah Malnutrition Energy Protein pada Neonatus,” kata Rahman

Dari tim mahasiswa FK UII tersebut menilai bahwa angka kecukupan protein ibu hamil masih kurang terutama bagi keluarga dari kalangan tidak mampu, padahal protein adalah zat yang sangat dibutuhkan bagi tubuh untuk pembangunan struktur tubuh terutama saat kehamilan.

 

Dijelaskan oleh Tim Pertama yang diketuai oleh Rahman memaparkan bahwa dengan mengonsumsi tempe ibu hamil dapat memenuhi kebutuhan protein per hari dengan harga yang murah, mencegah defisiensi protein bagi janin, dan meningkatkan produktifitas ekonomi Indonesia terutama bagi pengrajin tempe.

 

Sedangkan judul yang diambil oleh tim kedua yang diketuai oleh Helmi adalah “ Pemanfaatan KECUMI(Kecap tinta cumi) yang Kaya Protein untuk Mencegah Penyakit Kurang Energi Protein Pada Anak-anak”.

Mereka menemukan bahwa protein yang terkandung pada tinta cumi memiliki dua kelebihan yaitu protein yang lebih tinggi dari pada kecap kedelai dan harga yang lebih murah, karena tinta cumi merupakan limbah yang biasanya tidak digunakan.

“Pembuatan karya yang kami lakukan melalui proses yang panjang dan menemui banyak rintangan, namun kami optimis dapat menembus jajaran tiga besar. Alhamdulillah 16 November 2015 Allah menjawab do’a dan usaha kami, apa yang kami dapatkan ini datangnya dari Allah sebagai ujian bagi kami, apakah kami menjadi orang yang bersyukur ataukah orang yang kufur, semoga pencapaian ini bukanlah akhir, namun awal bagi kesuksesan selanjutnya, semoga Allah melindungi kami dari ujub dan sombong” tutur Rahman. Wibowo/Tri

,

Mahasiswa Kedokteran Juara 1 dalam Ajang Scientific Research Festival (SRF) 2016 di Medan

Foto Wibowo/Istimewa : Faisal Ridho Sakti mahasiswa FK UII mendapatkan hadiah juara I di ajang SRF 2016 di FK USU Medan

 

Kaliurang (UII News) – Enam delegasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII), mengikuti perlombaan Scientific Research Festival (SRF) 2016 di kota Medan. Acara ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Fakultas Kedoteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) Medan untuk mahasiswa kesehatan di seluruh Indonesia.

Hal tersebut dijelaskan oleh Faisal Ridho Sakti, mahasiswa FK UII angkatan 2013, saat di Kampus FK UII sepulang dari  Fakultas Kedoteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) unutk  mengikuti Scientific Research Festival (SRF) 2016 di kota Medan pada Jum’at-Selasa, 29 Januari – 2 Februari 2016 / 19 – 23 Rbiul Akhir 1437 H.

“Perlombaan ini mencakup cabang KTI-GT, Essay Ilmiah, Poster Ilmiah, Poster Publik, dan Vidio Edukasi dengan mengusung tema “Neuoropsychiatry Disease : Assess Your Brain, Enrich Your Life”, kata Faisal.

Menurut Faisal, Delegasi dari FK UII masuk dalam finalis cabang Essay Ilmiah (Faisal Ridho Sakti), Poster Ilmiah (Septantri H., Dwi Ana, dan Amiroh D.K.), dan Vidio Edukasi (Indra Wahono, Dyan N.L., dan Amelia K.).

“Sebelum mempresentasikan karyanya, para peserta SRF 2016 telah melewati seleksi ketat untuk menjadi finalis. Masing-masing cabang diambil 10 finalis untuk cabang lomba KTI-GT, Esssay, dan Vidio Edukasi. Sedangkan untuk cabang lomba Poster Ilmiah dan Poster Publik diambil 15 tim untuk memaparkan karyanya. Acara ini diikuti oleh 112 delegasi dari 20 universitas di Indonesia”, jelasnya.

Dengan usaha keras dan semangat yang kuat akhirnya Essay karya dari Faisal Ridho Sakti dinyatakan sebagai pemenang juara I dengan judul “Potensi Nanocurcumin sebagai Terapi Terkini Penyakit Alzheimer”.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa mendapatkan Juara 1 dalam perlombaan ini. Saya merasa sangat bangga bisa bersaing dengan Fakultas Kedoteran lain dari seluruh Indonesia. Saya sangat berterimakasih kepada SMART FK UII yang telah mengajarkan saya tentang dunia keilmiahan,” demikian kesan kegembiraan dari Faisal

Ditambahkan oleh Faisal menyatakan  bahwa Prestasi ini merupakan suatu capaian yang patut dibanggakan guna mempertahankan akreditasi A FK UII. Semoga kedepannya akan lebih banyak prestasi yang di torehkan oleh FK UII. Wibowo/Tri

Kedokteran Hadir dalam ETE 2016 di JCC

Foto Wibowo / Istimewa : Kunjugan Siswa yang tertarik dengan demo yang dilakukan oleh Mahasiswa FK UII di ETE JCC 2016

 

 

Kaliurang (UII News) – Demo atraktif dan menimbulkan penasaran bagi para pengunjung dalam sebuah pameran adalah suatu hal yang sangat penting dan tidak bisa di tawan lagi, karena hasil akan berdampak positif bagi promosi sebuah institusi.

        Hal tersebut terlihat dari gerai FK UII yang selalu di kunjungi untuk melakukan demo atraktif yang disuguhkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia saat mengikuti Education dan Training Expo (ETE) 2016 Jakarta Convention Center (JCC) di Jakarta pada hari Rabu – Sabtu, 27 – 30 Januari 2016 / 17-20 Rabiul Awal 1437 H.

        Menurut tim promosi FK UII yang mengikuti acara tersebut, Syukriyani menjelaskan bahwa kegiatan selama 4 hari tersebut, dikunjungi oleh banyak orang hal ini dikarenakan Indonesia International Education & Training Expo (IIETE) atau yang biasa disebut Education & Training Expo adalah pameran pendidikan tinggi dan pelatihan yang bukan hanya tertua di Indonesia akan tetapi juga terbesar, eksklusif dan dipercaya.

        UII sudah sejah tahun 2008 mengikuti, hanya saja beberapa tahun belakangan tidak mengikutinya, namun di tahun 2016 FK UII mengikutinya kembali, bersama-sama dengan tim promosi Universitas Islam Indonesia.

    “Dipameran ini banyak pengunjungnya  dan  khususnya para siswa/i SMA/SMK/MA, untuk mencari sebagai sumber informasi yang aktual sebelum memastikan pilihan, “ kata Yani seulang mengikuti acara tersebut. Wibowo/Tri

,

PENGUMUMAN PEMBAHASAN REMEDIASI GANJIL 2015/2016

Ditujukan Kepada Mahasiswa Kbk 2005 untuk hadir Pada :
Hari    I     : KAMIS     / Tanggal    : 28 Januari 2016
Jam        : 13.00   
Ruang    : Auditorium Lantai II
Acara        : PEMBAHASAN REMEDIASI GANJIL 2015/2016

Hadirilah Pengajian Rutin Fakultas Kedokteran Periode Januari 2016

Mengharap kehadiran Bapak/Ibu/Sdr. dalam acara Pengajian Fakultas Kedokteran UII yang Insya Allah akan diselenggarakan pada :

Hari             : Kamis, 28 Januari 2016
Jam            : 13.00 WIB
Tempat            : Auditorium Lt.1 FK UII
              Kampus FK UII, Jl. Kaliurang Km. 14,5, Sleman  Yogyakarta
Pembicara        : Ustadz Nur Umam
Judul/Tema        : Pemberdayaan Ekonomi Umat

Demikian undangan ini, atas perhatian dan kehadirannya kami ucapkan terima kasih.

,

Pengumuman Remediasi Semester Ganjil 2015/2016

Assalamu’alaikum W.W.

Kami informasikan kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Pengumuman Remediasi Semester Ganjil 2015/2016 sebagai berikut:

1

Matakuliah yang diujikan adalah blok/MKU di semester Ganjil 2015/2016

2

Jadwal Ujian Menyusul : Bulan Februari 2016 (Jadwal detail menyusul)

3

Peserta remediasi adalah mahasiswa yang sudah /sedang menempuh matakuliah tersebut di atas

4

Syarat mengikuti remediasi :

a.    Aktif pada semester ganjil 2015/2016
b.    Nilai pada matakuliah blok tidak Gagal Proses (GP)

5

Waktu key-inTahap I :

a.    27 – 28  Januari 2016
b.    Key-in mulai jam 09.00 sampai jam 15.00, di http://nilai.fkuii.org
c.    Pembayaran  29 Jan – 1 Feb  2016

6

Biaya remediasi :

Ujian Tulis

= Rp. 90.000,- / Blok

Ujian Medik / Skill Practice

= Rp. 100.000,-

Ujian MKU

= Rp.   75.000,-

Pembayaran langsung ke Loket Divisi Keuangan (lantai I )

7

Akan dibuka key-in Tahap II Khusus Blok 1.3,  3.3,  4.4
Waktu menyusul ( Akan diumumkan kemudian)

8

Bagi mahasiswa yang mengikuti ujian keterampilan medik, WAJIB MENDAFTAR di lab. keterampilan medik.
Jika tidak mendaftar, dianggap HANYA mengikuti materi yang tidak lulus

9

Keikutsertaan remediasi ditentukan dari pendaftaran (key-in) dan pembayaran. Bagi yang belum membayar pada waktu yang sudah ditentukan dianggap BATAL

10

Kwitansi pembayaran berlaku sebagai kartu ujian dan HARUS SELALU DIBAWA pada saat ujian. Kartu Ujian HARUS ditempel foto (bukan foto bekas) dan di stempel oleh Panitia Ujian

11

Tata tertib pelaksanaan remediasi sama dengan tata tertib ujian reguler

*update : 26/01

Kedokteran Selenggarakan Guest Lecturer (GL)

Foto Wibowo : Nampak Prof. Josefina Isidiro Lapena MD, MFM, FPAFP dari Universitas Philippne Manila berfoto bersama dengan dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK didampingi tim DLP FK UII, dr. MTS. Darmawan, Sp.A seusai memberikan Kuliah Umum

        Kaliurang (UII News) – Dalam rangka memberikan prespektif  ilmu kesehatan masyarakat kepada mahasiswa dan dosen melalui Penciptaan Lingkungan Akademik (PLA), maka Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) selenggarakan Guest Lecture (GL) yang merupakan agenda rutin dengan mendatangkan pembicara dari luar negeri sesuai dengan mata kuliah / blok yang sedang berjalan.

        Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Penyelenggara, dr. Sani Rachman Soleman, M.Sc saat kegiatan Guest Lecturer (GL) berlangsung di Auditorium lantai 1 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) pada hari Kamis-Jumat, 7-8 Januari 2016 / 26-27 Rabiul Awal 1437 H dengan pembicara Prof. Josefina Isidiro Lapena MD, MFM, FPAFP dari Universitas Philippne Manila.

        Menurut dokter Sani yang mengatakan bahwa FK UII menghadirkan Prof. Josefina Isidiro Lapena MD, MFM, FPAFP dari Universitas Philippne Manila yang diselenggarakan dalam Mata Kuliah / Blok Kesehatan Masyarakat ini  adalah sebagai sarana serta dalam rangka membina silaturahim dengan Universitas Philippine Manila yang sudah menjalankan Program Dokter Layanan Primer (DLP) sebagai pioneer  di lingkup ASEAN.

        “Sudah lebih dari 40 tahun Manila menerapkan sistem Dokter  Layanan Primer (DLP) yang diintergrasikan dengan sistem pendidikan spesialis dan  sitem jaminan  kesehatan di Manila yang disebut dengan Phil Health yang menjadikan rujukan sistem  Kedokteran Keluarga di wilayah Asia Pasifik, maka dengan menghadirkan pembicara dari Philipan bisa memberikan wawasan dan pencerahan kepada mahasiswa dan dosen di FK UII tentang pentingnya program pendidikan spesialis di bidang layanan primer,” katanya.

        Sebagai rencana tindak lanjut dan sebagai bentuk kerjasama yang erat antara Fakultas Kedokteran UII dengan University of Philippine College Medicine adalah menjalin kerjasama dalam pembetukan Prodi Dokter Layanan Primer (DLP) di FK UII dengan konten yang memuat tentang pelatihan SDM, pembuatan kurikulum dan bahkan rencana sekolah lanjutan kepada SDM di FK UII untuk mengambil mata kuliah Kedokteran Keluarga di Manila.

        “Dengan adanya acara ini maka harapan kami selaku penyelenggara adalah sebagai institusi pendidikan, maka Fakultas Kedokteran UII yang mendapatkan amanah dari Dikti untuk mendirikan Prodi Dokter Layanan Primer (DLP) bisa mewujudkannya, hal ini sangatlah penting,  guna menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) serta FK UII bisa diharapkan memberikan peningkatan kompetentensi dokter Indonesia agar lebih berkualitas dalam memberikan pelayanan kesehatan,” demikian harapan dokter Sani.Wibowo/Tri

        

        

       

Prodi Studi Pendidikan Dokter Telah Luluskan 1109 Dokter

Foto Wibowo : Nampak Rektor UII, Dr.Ir. Harsoyo, M.Sc mengenankan Jas Putih berfoto bersama dengan pimpinan FK UII, dosen dan dokter baru FK UII periode 32, Selasa, 19 Januari 2016 di Audit KH. Abdul Kahar Muzakir UII

        Kaliurang (UII News) – Sampai saat ini PSPD FK UII telah meluluskan 2109 dokter yang tersebar di semua penjuru tanah air ataupun di luar negri. Ini merupakan sebuah perjuangan yang panjang dan berliku dalam menuju cita-cita, untuk berhak menyandang gelar dokter bagi  para mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.

        Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII), dr. Erlina Marfianti, M.Sc, Sp.PD saat menyampaikan laporannya dalam acara Sumpah dan Pelantikan Dokter Periode ke-32 di auditorium KH. Abdul Kahar Muzakir, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman, Yogyakarta, pada hari  Selasa, 19 Januari 2016 / 09 Rabiul Awal 1437 H yang diikuti oleh 58 dokter baru.

        Menurut dokter Erlina, dalam melaksanakan tanggung jawab sebagai seorang dokter, maka para lulusan hendaknya senantiasa jangan pernah berhenti untuk terus belajar mendalami, dan mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi  kedokteran yang terus mengalami peningkatan dan perubahan. Sehingga  dokter harus mengupdate ilmunya sepanjang hayat , sebagai seorang “long life learner” dalam menangani masalah kesehatan. “Penanganan masalah penyakit yang tidak sesuai standar terbaru merupakan malpraktek,” demikian pesannya.

        Sementara itu selaku Dekan FK UII, dokter Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK mensiati kebijakan permerintas sebagaimana disampaikan Kaprodi PSPD FK UII maka Dokter baru lulusan UII, harus siap untuk ditempatkan dimana saja,  karena visi UII adalah rahmatan lil a’lamin, mengingat rasio dokter dan penduduk di Indonesia masih belum dapat menjangkau di daerah terpencil.

 

“Pulanglah ke kampung halaman untuk menjadi penyedia dan pelayan masyarakat di bidang kesehatan. Dengan distribusi dokter yang lebih baik, diharapkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan oleh dokter akan lebih baik lagi dan da’wah Islam akan sampai di daerah terpencil dan tertinggal. Dimanapun kalian ditempatkan, hendaklah jiwa penolong dan peduli melekat pada pribadi dokter,”pesan Dekan FK UII.

 

Selanjutnya Rektor UII, Dr.Ir. Harsoyo, M.Sc menyampaikan sambutannya yang senada dengan Kaprodi dan Dekan FK UII menyatakan bahwa adanya Kebijakan dari Pemerintah tersebut maka kualitas dan kuantitas alumni Fakultas Kedokteran UII menjadi semakin penting keberadaannya, terlebih bila kita melihat berbagai persoalan kesehatan yang sampai saat ini masih dihadapi. Seperti di antaranya masih belum meratanya distribusi tenaga kesehatan khususnya profesi dokter.

“Beberapa daerah bahkan masih mengalami kekurangan tenaga kesehatan, terutama ketersediaan dokter spesialis. Seperti kita ketahui, rasio ideal dokter dan jumlah penduduk di satu provinsi berkisar 1:2.500-5.000. Sebagai wujud kontribisi akan persoalan tersebut, hendaknya para alumni Fakultas Kedokteran UII selalu siap untuk mengabdikan diri, pulang ke daerah masing-masing, bahkan bila nanti ditugaskan di wilayah-wilayah terpencil,” demikian tuturnya.

Lebih lanjut Rektor UII yang mengenankan jas putih saat pelantikan tersebut mengingatkan bahwa eksistensi para dokter sejatinya tidak sekedar memberikan pelayanan kesehatan saja, namun juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang gaya hidup sehat sehingga aspek preventif dalam kesehatan juga terpenuhi. Hal lain yang juga dapat dilakukan oleh para dokter alumni Fakultas Kedokteran UII adalah memberikan pengetahuan dalam memilih pelayanan kesehatan yang baik, seperti pengobatan alternatif yang banyak tersebar di berbagai wilayah. “Seperti baru-baru ini kasus pengobatan chiropractic yang berakhir dengan meninggalnya pasien, maka edukasi dari dokter alumni FK UII sangatlah dinanti-nantikan di masyarakat,” demikian pesannya.Wibowo/Tri

Kedokteran Selenggarakan Workshop SOP Komite Etik

 

Foto Wibowo : Suasana serius di Workshop SOP Komite Etik FK UII di auditorium Lt. 1 FK UII

Kaliurang  (UII News) – Komite Etik Penelitian Kedokteran dan Kesehatan FK UII adalah badan independen yang dibentuk dalam rangka pengawasan terhadap penelitian kedokteran dan kesehatan, khusunya yang akan dilaksanakan di lingkungan UII. Komite etik berkewajiban dalam melakukan pengkajian dan memberikan masukan agar penelitian berjalan sesuai dengan prinsip keadilan, kesejahteraan bagi subyek penelitian.

        Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Komite Etik FK UII, dr. Putrya Hawa, M.Biomed saat menyelenggarakan acara Workhop SOP Komite Etik di auditorium lt.1 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, pada hari Sabtu, 30 Januari 2016 /20 Rabiul Awal 1437 H yang buka leh Dekan, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK.

             Menurut dokter Putrya, mengatakan bahwa keberadaan komite etik penelitian kedokteran dan kesehatan UII resmi didirikan pada tanggal 8 Januari 2015. Di usianya yang masih sangat muda, komite etik penelitian kedokteran dan kesehatan UII berkomitmen untuk memberikan pelayanan kaji etik penelitian secara professional untuk proses penelitian yang lebih baik, menjunjung tinggi hak dan kesejahteraan subyek penelitian, untuk itulah Standart Operating Procedure (SOP) perlu di workshop kan.

“Dari workshop ini maka di buatlah alur SOP sebagai berikut diantaranya adalah bagi pengguna baru dimohon untuk registrasi terlebih dahulu, bagi yang peneliti yang telah memiliki akun silakan login menggunakan username dan password sesuai dengan data yang telah didaftarkan sebelumnya di laman portal web :  etik.fk.uii.ac.id,  setelah submit Form Permohonan Kaji Etik, Peneliti diwajibkan untuk melampirkan berkas pendukung, sebagai berikut:  Proposal Penelitian, Surat Pernyataan Peneliti Bukti Transfer Biaya Kaji Etik,”  kata dokter Puty.

        Selama satu hari tersebut, workshop berjalan dengan lancar dengan agenda utamanya adalah evaluasi kegiatan selama satu tahun, diskusi kelompok dan pleno komite etik, dengan dihadiri oleh para guru besar diantaranya adalah Prof.Dr.Dra. Wiryatun Lestariyana, Apt, Prof.dr. Barmawi Hisyam, Sp.PD-KP. Wibowo/Tri