Mahasiswa Kedokteran Finalis Poster Ilmiah di MedsMotion FK UNS 2015

 

Kedokteran (UII News-30/11) – Scientific Medical Activitiest of Research and Technology (SMART) kembali mengirimkan delegasi untuk mengikuti event ilmiah nasional di Fakultas Kedokteran UNS, yaitu Medical Sebelas Maret Scientific Competition (MedsMotion).

Hal tersebut disampaikan oleh Faisal Ridho Sakti (2013) saat mengikuti kegiatan tersebut pada hari Kamis-Ahad, 26-30 November 2015 / 14-18 Muharaom 1437 H di Fakultas Kedoteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS) Solo, bersama kedua temannya Adhika Rahman (2013), dan Dian Maknalia Ilham (2014).

Menurut Faisal dalam ajang kegiatan tersebut, Kedokteran UII membawakan Poster Ilmiah berjudul “Analisis Penggunaan Propolis sebagai Terapi Adjuvan dalam Kasus Fraktur Terbuka Derajar III.”

Pada MedMotions FK UNS 2015 kali ini mengambil tema “Improving Emergency Medicine do Decrease the Burden of Desease”. Ada tiga cabang sub lomba yang bisa dikaji dalam event ini, Neurology, Otrhopedy, dan Cardiology. Selain ada perlombaan yang diadakan pada acara ini, ada juga Symposium yang mengundang berbagai pakar untuk membahas mengenai Emergency Medicine.

“Ini pengalaman pertama saya mengikuti lomba. Banyak manfaat yang bisa saya ambil. Selain menmbah ilmu, saya juga dapat banyak teman-teman dari berbagai daerah.”, jelas Dian Maknalia Ilham.

Pada event ini, para delegasi datang dari berbagai Fakultas Kedokteran di Indonesia. Sehingga, membuka peluang bagai para delegasi untuk saling sharing dan berbagai ilmu, kata Faisal. Wibowo/Tri

Kedokteran Beri Kenangan Bagi Staf Divisi Umum Yang Pindah Tugas

 

        Kaliurang (UII News – 30/11) – Sungguh sangat berat untuk berpisah, namun karena tugas dan tanggungjawab maka hal tersebut tidak bisa halangani lagi, semoga ditempat baru bisa lebih senang dan berprestasi.

        Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Divisi Umum dan Rumah Tangga Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, Riana Solehati, A.Md saat memberikan kenang-kenangan bagi staf divisi umum yang pindah tugas di divisi lain atau unit lain yang dikemas dalam acara rapat divisi umum, yang diikuti seluruh karyawan di divisi umum dan rumah tangga FK UII pada hari Senin, 30 November 2015 / 18 Shafar 1438 H di audit lantai I Fakultas Kedokteran UII, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

        Adapun karyawan yang mendapatkan rolling atau pindah kedivisi lain adalah Isti Ari  Agusniviati Semula di Sekretariat Departemen Klinik pindah ke Sekretariat MEU masuk divisi Akademik, selanjut untuk Sigit Dermawan dan Wibowo semula di Divisi Umum dipidahkan ke Divisi Akademik bagia perkuliahan, sementara itu Elisa Indah Wijayanti, SE mendapat tugas baru di DOSDM UII. Wibowo/Tri

       

Jangan Suka Dipuji Agar Pahala Tidak Kemana-Mana

        Kaliurang (UII News – 30/11) – Sungguh sedih menjadi manusia yang rugi, yaitu orang yang memiliki pahala namun pahalanya hilang lari kemana-mana, karena perbuatannya sendiri yang selalu menggunjing orang lain maupun ingin mengakui amal perbuatannya biar dilihat orang lain.

        Hal tersebut disampaikan oleh Ust. Adi Abdilah saat memberikan tausyiahnya dalam acara pengajian rutin yang diikuti oleh dosen dan karyawan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia yang diselenggarakan pada hari Senin, 30 November 2015 / 18 Shafar 1438 H bertempat diauditorium lt. 1 Fakultas Kedokteran UII, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman, Yogyakarta.

        Lebih lanjut Ustad Adi menyampaikan bahwa agar kita tidak rugi maka yang harus kita lakukan adalah iklas, tidak ingin dipuji orang, tidak usah ingin diakui amal perbuatan kita,

        ‘Kaya bukanlah parameter kemuliaan namun kemuliaan itu parameternya adalah ketaqwaan kepada Allah SWT, “ katanya. Wibowo/Tri

dr. Huda Nur Rahman, Sampaikan Pidato Pelantikan dan Sumpah Dokter FK UII 2015 Periode XXXI

Kaliurang (UII News – 27/10) – Perkenankan kami mewakili rekan-rekan Peserta Pelantikan dan Sumpah Dokter Periode XXXI FK UII berdiri di mimbar ini untuk menghaturkan sambutan. Sambutan terhadap sebuah moment ceremonial yang begitu penting dalam perjalanan hidup kami. Proses pendidikan yang begitu panjang telah kami lalui, lika-liku perjalanan pendidikan di kampus maupun di rumah sakit telah kami selesaikan. Pastinya dengan izin Allah SWT semuanya dapat terlampaui. Peran peran berbagai pihak yang telah mendukung proses pembelajaran tentunya juga sangat berharga bagi kami, oleh karenanya kami menghaturkan terimakasih kepada.

Hal tersebut disampaikan oleh dr. Huda Nur Rahman, saat menyampaikan pidatonya di acara Sumpah dan Pelatikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indoensia pada hari Selasa, 27 Oktober 2015 / 14 Muharam 1437 H di auditorium KH. Abdul Kahar Muzakir, Komplek  Masjid Ulil Albab, Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

Lebih lanjut Huda mengucapkan  kepada Rektor Universitas Islam Indonesia yang telah memberikan kami kesempatan belajar di lingkungan kampus ini. Semoga Kesempatan yang telah diberikan ini dapat kami balas dengan prestasi yang tentunya membanggakan bagi Universitas Islam Indonesia

Tak kalah besarnya kami ucapkan terimakasih kepada Pimpinan FK UII dan jajarannya yang telah banyak mengarahkan kami dalam proses pembelajaran. Dengan harapan kedepan lulusan FK UII dapat menjadi Dokter bintang lima yang menjungjung tinggi nilai-nilai agama.

        Kepada para Dokter pengajar dan pendidik baik di kampus maupun di Rumah Sakit Pendidikan Terimakasih atas ilmu yang telah diajarkan kepada kami, kami mohon maaf bila selama proses pendidikan banyak kekeliruan yang kami lakukan. semoga seluruh ilmu dan kebaikan yang telah ditanamkan kepada kami, dapat kami amalkan, sehingga Allah SWT mengganjar dokter pengajar dan pendidik dengan sebaik baik ganjaran. Dan tentunya kami berdoa kepada ALLAH agar para dosen pengajar dan pendidik diberikan kesehatan dan umur panjang, sehingga senantiasa dapat mencetak  dokter-dokter muslim yang rahmatallil’alamiin

        Hadirin yang dirahmati Allah SWT

        Selanjutnya kami haturkan terimakasih kepada sosok yang sangat berpengaruh dalam proses pendidikan ini yakni kedua orang tua kami. Perannya begitu penting dalam proses pendidikan ini, bagaikan seseorang yang menjaga nyala api lilin ditengah terpaan badai, begitulah kami menggambarkan semangat orangtua kami dalam menjaga semangat kami putra putrinya. Darinya kami banyak belajar tentang keteguhan dan kekuatan. Senyum dan perasaan optimistis beliau dalam mengadapi kehidupan ini, merupakan dorongan luar biasa sekaligus menjadi bahan refleksi kami dalam menjalani hidup

        Kepada rekan rekan sejawat peserta pelantikan dan sumpah dokter

Akhirnya kita sampai diproses yang kita tunggu bertahun tahun, perlu diingat sesungguhnya saat ini merupakan awal, bagaimana kita dapat berdedikasi, bukan hanya kepada nama profesi yang harus kita junjung tinggi ataupun almamater ini, bukan hanya kepada orang tua yang kita hormati, namun bagaimana seorang hamba dapat berdedikasi kepada Sang Ilahi, memelihara kehidupan ini.

Jika kita layangkan ingatan kebelakang, banyak memori perjuangan pendidikan yang berliku-liku, ketika kita pertama masuk FK UII, ada yang mendaftar sekali langsung diterima, bahkan ada yang mendaftar lebih dari lima kali baru diterima, setelah itu kita memasuki proses adaptasi dari siswa menjadi mahasiswa, semuanya terasa asing dan baru karena proses pembelajaran yang berbeda, di jenjang perkuliahan kita mengenal  diskusi tutorial, keterampilan medik, praktikum, kuliah pakar, mentoring dan lain sebagainya, yang pastinya setiap kegiatan tersebut menambah stressor kita, bahkan tak jarang banyak yang bertanya, kapan aku ini lulus ?, namun waktu yang menjawab, kita selesaikan proses pendidikan di kampus, dan kita lanjutkan proses pendidikan klinik dirumah sakit pendidikan yang letaknya tidaklah dekat (Madiun, Ngawi, Sragen, Magetan, Pacitan dan lain sebagainya).

Proses pendidikan klinik atau Koass pastinya menginggalkan cerita yang lebih dalam. Kita mulai dikenalkan dunia kesehatan yang lebih nyata.  Sering kita tetap harus terjaga di malam hari untuk berjaga di IGD, mengerjakan presentasi kasus, jaga ruangan, dan berbagai aktivitas lainnya yang saat itu terasa berat dilalui. Tidak jarang kita harus tetap bertahan pada kondisi berhari-hari tidak mendapatkan istirahat yang cukup, bahkan harus tetap bersabar terpisah dari anggota keluarga pada momemn-momen hari raya. Perjuangan pendidikan kita dilanjutkan  oleh  UKDI menutup seluruh rangkaian pendidikan profesi dokter tersebut. 

Proses panjang yang kita lalui semoga tetap tersimpan, namun yang perlu diingat, memori perjuangan pendidikan yang tidak mudah tersebut, bukanlah menjadi alasan dokter untuk menjadi arogan, marilah kita berusaha menjadi pribadi yang  tetap santun. Dan selalu haus akan ilmu pengetahuan.

Rekan-rekan sejawat yang berbahagia

Seharusnya kita membuka mata lebar-lebar terhadap permasalahan SDM di bidang kesehatan di Indonesia yang rasanya tak kunjung usai, menurut WHO permasalahan SDM di bidang kesehatan akibat dari rendahnya kuantitas, kualitas, distribusi dan produktifitas. Jika kita lihat bangsa ini, menurut  data Konsil Kedokteran Indonesia, terdapat  kurang lebih 160 ribu dokter, yang mana lebih dari 70 % berada di Indonesia bagian barat, sebagian di Indonesia bagian tengah dan sebagian kecil berada di Indonesia bagian timur. Kita akui jumlah dokter selalu bertambah setiap tahunnya, namun distribusinya masih belum merata, ditambah jumlah warga Indonesia juga senantiasa bertambah.

Tentunya hal tersebut menjadi tantangan bagi rekan rekan sejawat, oleh karenanya marilah kita luruskan niat yang berikat sumpah ini, agar kedepanya kita dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi bangsa ini.

Marilah kita bersatu dalam membangan kesehatan bangsa ini, masukkan “nilai-nilai kebenaran “ kedalam seluruh sektor kesehatan di Indonesia. Jika sebagian rekan menjadi klinisi dan akademisi, maka sebagian lain dari rekan-rekan mengambil porsi untuk mengobati sistem kesehatan di Negara ini. Demi Indonesia yang lebih sehat.

“Selepas kegiatan ini berakhir, kita akan menjalani hidup sebagai seorang dokter. Yang setiap detiknya adalah detik-detik pengabdian. Yang setiap ucapan, sikap, dan tindakannya terikat dengan sumpah luhur profesi ini, dan merupakan cerminan keindahan hati. Mari kita lakukan yang terbaik, menjalani nafas panjang pengabdian profesi ini, hingga habis masa pengabdian kita, hingga tutup usia kita. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi setiap langkah kita dan memberikan kita kekuatan untuk menjalani semuanya,” demikian pidato dari dr. Huda Nur Rahman. Wibowo/Tri

Undangan Pengajian Periode November 2015

Undangan kami sampaikan kepada seluruh civitas academica Fakultas Kedokteran UII, mengharap kehadiran Bapak/Ibu/Sdr. dalam acara Pengajian Fakultas Kedokteran UII yang Insya Allah akan diselenggarakan pada :

Hari : Senin, 30 November 2015
Jam : 13.00 WIB
Tempat : Auditorium Lt.1 FK UII
   Kampus FK UII, Jl. Kaliurang Km. 14,5, Sleman Yogyakarta
Pembicara : Ustadz Adi Abdillah
Judul/Tema : Agar Pahala Tidak Kemana-Mana

Demikian undangan ini, atas perhatian dan kehadirannya kami ucapkan terima kasih.

Kedokteran Terima Kunjungan dari RS Bhayangkara POLDA DIY

        Kaliurang (UII News-27/11) – Guna membangun kerjasama untuk melakukan kegiatan yang bisa menguntuk kedua belah pihak maka RS Bhayangkara Polda DIY melakukan kunjungan ke Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.

        Hal tersebut diungkapkan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK ditemani oleh dr. Handayani Dwi Utami, M.Sc, Sp.F (Dep.Forensik FK UII) saat menerima kunjungan dari pihak RS Bhayangkara Polda DIY, pada hari Jum’at, 27 November 2015 / 15 Shafar 1438 H di ruang sidang Dekanat Fakultas Kedokteran UII, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

Dari silaturahmi tersebut akan menelorkan sebuah kerjasama antara Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia dan RS Bhayangkara POLDA DIY, untuk kerjasama dalam hal dikegiatan ilmiah, perkuliahan dan penelitian untuk pengembangan dunia kesehatan teruma dibidang Ilmu Kedokteran Forensik. Wibowo/Tri

Divisi Akademik FK UII Selenggarakan Rapat Koordinasi

        Kaliurang (UII News-26/11) – Saling berbagi, saling berdiskusi dan saling bertukar fikiran, itulah yang nampak dalam rapat divisi akademik dan SIM, guna membahas, monitoring dan evaluasi kegiatan yang sudah dan berjalan di bulan November 2015.

        Rapat Divisi Akademik dan SIM FK UII ini berlangsung di ruang auditorium lt.1 Fakultas Kedoktran Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta pada hari Kamis, 26 November 2015 / 14 Shafar 1437 H dikoordinir langsung oleh Bapak Winarto, S.Kom selaku Kepala Divisi Akademik & SIM FK UII, yang dihadiri oleh staf adm. Divisi Akademik dan SIM serta laboran, dan pustakawan unit perpustkaan FK UII.

        Dalam kesempatan tersebut, Winarto memberitahukan bahwa ada beberapa staf divisi akademik yang mendapatkan rolling untuk bertugas atau berpindah kerja didivisi lain se FK UII, diantaranya adalah Lilik Gunawan yang semula Kepala Urusan Ujian, sekarang menjadi Stad Divisi Umum sebagai Sekretaris Wakil Deka FK UII, selanjutnya Rani Dwi Alfitasari, SKM yang semula di perkuliah FK UII sekaran menjadi Kepala Urusan SDM FK UII, dan Nur Indah Yogadiasti, S.Sos yang dulunya di staf perkuliahan sekarang menjadi staf Tata Usaha Divisi Umum dan Rumah Tangga FK UII. Wibowo /Tri

FK UII Ikuti UII-Open Day and Innovation Expo 2015

UII Open Day and Innovation Expo (UII-ODIEX) 2015 yang diselenggarakan pada Rabu-Kamis (25-26/15) di Gedung KHA Kahar Muzakkir adalah kali kedua UII menyelenggarakannya. UII Odiex 2015 kali ini juga digelar untuk menampilkan berbagai produk inovasi hasil karya sivitas akademika UII. Seluruh fakultas di UII mengikuti acara ini dengan masing-masing keunggulannya, termasuk Fakultas Kedokteran UII.

FK UII Ikuti UII-ODIEX 2015
Fakultas Kedokteran tahun ini juga mengikuti UII-ODIEX 2015. Seperti halnya tahun lalu, FK UII menampilkan berbagai karya-karya mahasiswa dan dosen meliputi poster penelitian dosen dan poster kampanye kesehatan masyarakat buatan mahasiswa. Di meja stan juga dipajang manekin bagian-bagian tubuh manusia dan alat-alat praktek kedokteran. Salah seorang penjaga stan mengajarkan dua keterampilan medis dasar seperti bagaimana cara mengambil darah dari pasien dan keterampilan menjahit luka sederhana atau dikenal dengan istilah bedah minor. Setelah diberi penjelasan, pengunjung bahkan dapat mempraktekkannya sendiri dengan bantuan tangan manekin yang sangat mirip dengan tangan asli manusia. Di sisi lain, penjaga stan mengukur tekanan darah pengunjung yang tertarik untuk mengetahui tensinya. Pengunjung stan nampak  antusias menyimak pemaparan para penjaga stan. Tri

Pentingnya Mental dan Spiritualitas Menuju Sukses UAN SMA/MA 2016

Mental dan spiritualitas merupakan dua hal penting yang perlu dipersiapkan oleh para pelajar SMA/MA dalam menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN) 2016 nantinya. Dari banyak survey yang dilakukan pada berbagai negara di dunia, dua hal tersebut bahkan memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan kecerdasan ataupun nilai akademik dalam hal menentukan kesuksesan seseorang di masa depan. Hal tersebut disampaikan oleh dr. H. Agus Taufiqqurohman, M.Kes, Sp.S sebagai pemateri sesi kedua Seminar Ilmiah Sehari: “Menyiapkan Fisik, Kecerdasan, dan Mental Pelajar SMA/MA Secara Cerdas Menuju Sukses UAN 2016” Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) yang diikuti 60 guru BK dari SMA/MA se-DIY dan Jawa Tengah pada hari Sabtu, 14 November 2015 di Auditorium FK UII.

   

“Acara ini merupakan bentuk kepedulian FK UII dalam membantu para guru BK sebagai tempat konsultasi para pelajar SMA/MA dalam mempersiapkan siswanya menuju sukses UAN 2016 nantinya” ujar dr. Dimas Satya Hendarta selaku ketua panitia sekaligus pemateri sesi pertama seminar tersebut. Menurut dokter yang juga alumni FK UII tersebut, kegagalan siswa dalam menghadapi UAN tidak jarang disebabkan oleh faktor non teknis. “Secara teknis para pelajar SMA/MA mungkin sudah cukup mempersiapkan diri dengan belajar di sekolah, mengikuti bimbel, dan sebagainya. Tetapi secara non teknis, persiapan fisik, mental, dan spiritual ternyata sering diabaikan sehingga tidak jarang di antara mereka mengalami grogi, ketegangan berlebihan, bahkan ada juga yang sakit ketika UAN sudah di depan mata, ini jelas merugikan dan harus diantisipasi sejak dini.” jelas dr. Dimas.

 “Sehingga dalam acara ini kami berupaya untuk melakukan suatu knowledge sharing guna mengoptimalkan peran para guru BK dalam membimbing para pelajar SMA/MA di sekolahnya. Semoga dengan mengikuti acara ini para guru BK dapat membantu mengarahkan siswanya dalam melakukan persiapan terbaik menju sukses UAN 2016, tidak hanya dari kecerdasan saja tetapi juga biopsikososial dan spiritualnya” pungkas dr. Dimas yang juga Ketua Liga Volunter dan Dokter-Enterpreneur ex.UII tersebut. DSH/Tri

 

Keterangan Foto: Pembicara sesi pertama seminar saat memaparkan materi. 

Kedokteran Selenggarakan Semiloka Blok Organ Indera

        Kaliurang (UII News – 24/11) – Guna mempersiapkan perkuliahan blok organ indera (1.3) dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) bagi mahasiswa semester I TA. 2015/2016 maka Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan Seminar dan Lokakarya (SEMILOKA) untuk blok tersebut.

        Hal tersebut disampaikan oleh dr. Miranti Dewi Pramaningtyas, M.Sc selaku koordinator blok organ indera, sekaligus Kadept. Histologi Prodi Pendidikan Dokter FK UII pada saat semiloga berlangsung pada hari Selasa, 24 November 2015 / 21 Shafar 1437 H bertempat di Ruang Sidang Utama lt.2 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman, Yogyakarta.

        Dijelaskan oleh dokter Miranti, di blok organ indera ini meliputi tujuan belajar diantaranya adalah mahasiswa mampu menejelaskan struktur mikroskopis dan makroskopis sistem penglihatan, mampu menjelasakan embriologi sistem penglihatan, menjelaskan fisiologi lakrimasi, mampu menjelaskan dan tujuan belajar lainnya terkait dengan blok 1.3.

        “Adapun standar kompetensi blok organ indera 1.3 (KBK 2011) meliputi komunikasi efektif, ketrampilan klinis, landasan ilmiah ilmu Kedokteran, pengelolaan masalah kesehatan, pengelolaan informasi, serta membahas area kompetensi mawas diri dan pengembangan diri, dan area kompetensi etika, moral, medikolegal, dan profesionalisme serta keselamatan pasien,” jelas dokter Miranti. Wibowo/Tri