Pengumuman Rekrutmen dan Seleksi Pegawai BPJS Kesehatan Tahun 2015 Khusus untuk Jabatan Verifikator

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) adalah suatu Badan Hukum Publik yang beroperasi sejak 1 Januari 2014, sebelumnya dikenal sebagai PT Askes (Persero), dan memiliki visi “CakupanSemesta 2019” di mana paling lambat 1 Januari 2019, seluruh penduduk Indonesia memiliki jaminan kesehatan nasional untuk memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatannya yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan yang handal, unggul dan terpercaya.

 
Dalam rangka pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia (SDM), bersama ini kami mengajak putra putri terbaik Indonesia untuk bergabung sebagai pegawai di BPJS Kesehatan untuk menempati posisi jabatan sebagai:
 
VERIFIKATOR (VER)

I. Kualifikasi yang dibutuhkan:

  • Dokter Umum
  • Akreditasi Fakultas / Jurusan: Semua bagi PTN, dan Min. B Bagi PTS
  • Usia maksimal 32 tahun per 31 Desember 2015
  • IPK min. 2.5 (Skala 0-4)
  • Mampu Mengoperasikan Komputer

II. Tanggung Jawab Spesifik:

  1. Meneliti kesesuain berkas klaim
  2. Berkomunikasi dengan pihak fasilitas kesehatan (rumah sakit) terkait ketentuan penggantian klaim

III. Ketentuan:

  • Bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia
  • Bersedia untuk tidak menikah selama 1 (satu) Tahun, kecuali bagi pelamar yang pada saat melamar telah menikah
  • Bersedia menyerahkan Ijazah ASLI kepada Pihak BPJS Kesehatan selama kurun waktu 2 (dua) Tahun sejak terangkat menjadi Calon Pegawai (Capeg)

IV. Cara Mendaftar:
Berkas Lamaran dapat dikirim atau anda sampaikan langsung ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan terdekat di seluruh Indonesia dengan melampirkan berkas Administrasi meliputi:

  1. Surat Lamaran;
  2. Curriculum Viate / Data Riwaya Hidup (Mencantumkan Status Pernikahan);
  3. Copy KTP;
  4. Copy Ijazah pendidikan sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan dan telah dilegalisir oleh Universitas / Perguruan Tinggi;
  5. Copy Transkrip nilai yang telah dilegalisir;
  6. Copy Akreditasi Sekolah / Perguruan Tinggi;
  7. Pas Foto ukuran 4×6 berwarna latar belakang biru, sebanyak 2 (dua) Lembar

Berkas dikumpulkan dalam Map berwarna Biru untuk pelamar posisi Verifikator dan dimasukkan kedalam amoplop warna coklat dengan mencantumkan kode lamaran di pojok kanan atas amplop

V. Keterangan:

  • Pendaftaran akan ditutup pada Tanggal 31 Juli 2015 pukul 17.00 Waktu setempat
  • Proses Rekrutmen dan Seleksi ini TIDAK DIPUNGUT BIAYA / GRATIS
  • Waspadalah terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan dan meminta sejumlah bayaran selama proses Rekrutmen dan Seleksi Berlangsung
  • Pelamar yang lulus seleksi Administrasi akan diumumkan melalui Website resmi BPJK Kesehatan di www.bpjs-kesehatan.go.id dan atau melalui Telepon / SMS
  • Pelamar yang lulus seleksi administrasi akan mengikuti proses selanjutnya yaitu Psikotest dengan membawah perlengkapan berupa:
  • KTP
  • Materai Rp. 6000 (untuk surat pernyataan: bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia, Wan Prestasi, dll)
  • Pas foto berwarna ukuran 3×4 – 1 lembar (untuk ditempelkan di kartu tes)
  • Alat tulis: Pensil 2B, Pensil HB, Karet Penghapus, Ballpoint, dan Alat Papan Ujian, TIDAK di perkenankan memakai baju kaos, celana jeans, dan sandal
  • Keputusan Panitia adalah bersifat Final dan Tidak dapat diganggu gugat. -/Tri

LEM FK UII Studi Banding ke UNAIR Surabaya

    Kaliurang (UII News-29/07) – Kebutuhan kelembagaan tidak terlepas dari kader yang berkualitas yang memiliki kompetensi dan ilmu yang dapat dikembangkan. Ilmu merupakan sebuah usaha untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dalam hal apapun. Setiap manusia memiliki hakekat untuk mempelajari berbagai ilmu, baik ilmu yang bermanfaat di dunia maupun di akhirat. Ilmu bersifat universal sehingga dapat dipelajari oleh siapapun, dimanapun, dan dapat diterapkan dalam keadaan apapun di kehidupan sehari-hari. Ilmu tidak hanya didapat dari sumber buku, media elektronik, maupun individu yang memang ahli dalam bidangnya. Ilmu begitu luas sehingga kita mampu menemukannya dari berbagai sisi dan sudut pandang.

    Hal itu dijelaskan oleh Harry Kurniawan, Ketua LEM FK UII saat menjelaskan tentang latar belakang menyelenggarakan Studi Banding dan Kunjungan ke Universitas Erlangga, Surabaya pada hari Sabtu, 27 Juni 2015 / 10 Ramadhan 1436 H yang diikuti segenap fungsionaris LEM FK UII periode 2014/2015 dengan membawa misi untuk “Mempererat tali persaudaraan dan membangun persahabatan”.
    “Kita dapat mempelajari suatu ilmu dari sebuah kelompok atau golongan tertentu guna membandingkan ilmu-ilmu yang pernah kita pelajari dengan ilmu yang didapat serta diterapkan dalam kelompok atau golongan tersebut. Harapannya setelah kita mempelajari ilmu tersebut, kita mampu menarik pelajaran yang positif dan dapat diterapkan dalam kehidupan kelembagaan pada khususnya dan kehidupan sehari-hari pada umumnya”, kata Harry.
.
        Ditambahkan Ketua LEM FK UII ini bahwa tak hanya ilmu yang dirasa penting dalam menjalankan sebuah roda organisasi kelembagaan. Rasa kekeluargaan, kebersamaan, dan kekompakan harus senantiasa dijaga agar nantinya individu yang berbeda jenis dan berbeda karakter dapat bekerja sama dalam satu visi misi yang jelas dan tujuan yang sama. Dengan kuatnya kekeluargaan, kebersamaan, dan kekompakan dalam suatu organisasi kelembagaan mahasiswa diharapkan dapat menjadi satu kekuatan yang besar dan meningkatkan kualitas sebuah lembaga untuk dapat mencapai eksistensinya dan menghasilkan suatu hal yang positif yang dapat memberi kebermanfaatan bagi orang banyak dan demi kemajuan lembaga itu sendiri. Organisasi bukanlah suatu hal yang statis, namun dinamis dimana ilmu serta penguatan internalnya harus selalu dijaga dan diperbaharui akan nantinya estafet kelembagaan akan semakin berkembang dari waktu ke waktu.

    Selanjutnya jika dikaitkan dengan ukhuwah islamiyah (persaudaraan) dalam kehidupan sosial, maka sangat diperlukan sebuah sikap saling menghormati dan menghargai satu sama lain, sehingga dapat tercipta kebersamaan, kekeluargaan, dan kekompakan, tidak hanya dalam internal lembaga itu sendiri namun juga dapat memiliki relasi serta menjalin hubungan yang baik dengan lembaga lain. Meskipun terkadang kebersamaan, kekeluargaan, dan kekompakan itu tidak dapat diwujudkan secara sempurna dan utuh karena keberagaman sifat dan pola pikir manusia, namun dengan terjaganya hubungan persaudaraan yang baik, diharapkan akan tercipta individu yang tidak hanya memiliki intelektualitas yang tinggi namun juga dapat membangun dan memajukan bangsa bersama-sama dalam ikatan kekeluargaan dan semangat Islam yang tinggi.

    Berkaitan dengan kegiatan study banding yang dilaksanakan, LEM FK UII memilih Universitas Airlangga, Surabaya sebagai tujuan Study banding karena berdasar penilaian serta proses pemantauan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI), Universitas Airlangga memiliki sistem kepengurusan kelembagaan dan sistem kaderisasi organisasi yang dinilai baik dan stabil. Dari segi struktural organisasi, kinerja organisasi, dan program kerja dari BEM FK Universitas Airlangga dinilai lebih maju apabila dibandingkan dengan LEM FK UII.

    “Harapannya dengan kegiatan ini baik LEM FK UII secara umum maupun setiap departemen yang ada dalam struktur LEM FK UII pada khususnya dapat belajar dan berbagi ilmu sehingga nantinya dapat dikembangkan dan diterapkan dalam kepengurusan LEM FK UII pada periode berikutnya”, demikian harapan Harry kepada para calon fungsionaris LEM FK UII. Wibowo/Tri

Speakers

  1. Prof. Dr. Omar HasanKassuale, MPH, DPH (Harvard)
  2. Prof. Dr. M. Iqbal Khan, MHPE (Neth),  FRCS (UK)
  3. Dr. Muhammad Roy, S.Ag. M.Ag (UII)
  4. Dr. dr. Sagiran, M.Kes, Sp.B (UMY)

 

Participants

Doctor, lecturer, students and bioethics practitioners

Objectives

The specific objective of this activity is

  1. To investigate Islamic bioethics from fiqh and tasawoof aspects
  2. To investigate bioethics problems in medical practice and difference of western bioethics with Islamic bioethics in the health system
  3. To investigate Islamic law application in health and medical services.

 

Background

        Doctor is the oldest profession which is similar with judges in the law science. Both of profession was adjacent since past centuries ago. Because of this, neighboring aspect especially in creating of the first human, descent and also all of human role at that juncture. Both of, however, medicine and law have imperative in creating human life in harmony, welfare and joy in all of living aspects. Bioethics, say, as a multidisciplinary topic concern to unite medical, law, economic, biology and religion approaches to construct harmoniously the objective of  human creation (purpose of life) with necessity of life from the inside of human. Medical approaches was built by empirical objectivity of biomedical science should be balanced with social-humanities approaches that featured either relativistic or plural could be done through bioethics approaches.
         Bioethics divided into 4 terms, they are theoretical, clinic, regulation, policy and culture. Islam, as a truth religion, is the most fundamental bioethics rule for human life in order to construct right relationship, beauty and kind among Allah, mankind and environment in the past, today and future. Since UNESCO adopted The Universal Declaration on Bioethics and Human Rights on October, 19, 2005 in the 33rd general conference attended by 191 members, yet each countries morally have responsibility to enter content and principle of bioethics into national law rules for making policy about it. Despite of this Declaration is not binding and forcing based on the law. The declaration is important step in reaching minimal standard in biomedical research and clinical practice. The declaration was arranged by bioethics commission of UNESCO for developing concept ‘‘a worldwide common sense to foster understanding and cohesion in relation to new ethical categories and new practical possibilities emerging from science and technology’’.
        Today, in the worldwide have 645 bioethics institutions distributed in 80 countries. However it is collecting in one database international bioethics with publication, research and training inside it. Indonesia as a part of UNESCO has moral responsibility to create and foster policy regarding bioethics for protecting citizen from exploitation and abuse on behalf of science and technology. Furthermore, it can stimulate natural diversity in research, medical practice, health services and utilization of sciences. Because of that, the Indonesia government has convinced to build national bioethics commission. This organization was built on September, 17, 2004 with joining three of ministries decision’s that are ministry of research and technology, ministry of health and agriculture.   
        This organization is aiming to facilitate discussing issues related to bioethics, giving consideration and advising to government and community to usage science technology for human protection and natural diversity in Indonesia. Indonesia, as a center of bioethics, however is still lacking on institution focusing on bioethics. According data, only some universities have organization such as UGM, UI, UNAIR and UNHAS. Special for private university only UNIKA ATMAJAYA whose bioethics institution with K. Bertens as an expert and referral for whom interested in bioethics, students and lecturer for instance. Ironically, Islamic University is still left behind to respond issues related to Islamic bioethics approaches. UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, although fully active in bioethics international forum in global ethics forum (Globethics) and creating essays and books that could be accessed through library www.globethics.net, unfortunately, it is seem liberal.
        According Brock (1999), bioethics is science related to issues in medicine and the impact from biology science development. He explained that there are 3 main issues in bioethics such as patients-medical professional relationship, justice related to medical sources and the issues related to impact of science, technology and biology like artificial reproduction and cloning for sure.
        Islam as religion that comprehensive-holistic and perfections has uniqueness values system and universal character. Islam has point of view against life ethic and living including health and medicine. Islam is clearly differ between purpose of life and necessity of live. To make more understand, how Islam views about health services, yet will b conducted international conference with main theme “Future Challenges in Health Care : Islamic Bioethics and Islamic Medical Law Perspective”.
        This agenda is presented to build center of Islamic bioethics and Islamic medicine law to bridge all thought about it, furthermore it will spreading ideas and research result with core value in advocacy that could be applied in Hospital, campus, community and daily activities. Generally, the purpose of this conference to assess Islamic bioethics and Islamic medical law in health services for Indonesia. Hopely, it can solving complexity of problems and giving alternatives solutions in health services.

Fakultas Kedokteran UII Resmikan MCK di Desa Binaan

 Kaliurang (UII News) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia memberikan bantuan pembuatan Mandi Cuci Kakus (MCK) sebanyak 17 titik di Dusun Ngepring, dan Dusun Ngandong, Kecamatan Turi, Sleman, DIY yang merupakan pedukuhan binaan Universitas Islam Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh dr. Sunarto, M.Kes selaku Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia pada saat peresmian MCK di Masjid Ngandong, Turi Sleman, pada hari Jum’at, 03 Juli 2015 yang dihadiri oleh Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc, Dekan Fakultas Kedokteran UII, dr. Hj. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK, serta mitra pengabdian pada Masyarakat FK UII yaitu Bank Syariah Mandiri (BSM) yang dihadir ioleh Kepala Cabang DIY Sukmadi Priadi, Kepala Dukuh, Ngadimim serta warga Ngandong, lereng Merapi, Turi, Sleman, DIY.

Menurut dokter Narto, pembuatan 17 titik MCK ini didistribusikan untuk dua dusun, “3 titik MCK di dusun Ngepring, Turi, sedangan 14 titik di dusun Ngandong, dan keberadaan ini terlaksana berkat kerjasama FK UII dengan Bank Syariah Mandiri”, katanya.

Ditambahkan oleh dokter IKM ini, bahwa pemilihan lokasi terbanyak di dusun Ngandong berdasar survey bahwa dusun tersebut sangatlah membutuhkan MCK untuk kebutuhan belakang yang selama ini menggunakan fasilitas umum dan kondisinya sangat memprihatinkan.

Sementara itu Kepala Dukuh Ngandong, Ngadimin membenarkan apa yang disampaikan oleh dokter Sunarto, bahwa dusun Ngandong adalah dusun paling awal yang harus di evakuasi manakala  terjadi erupsi merapi, lokasinya paling ujung atas dan sebelah barat sendiri dari lereng merapi.

“Dari 200 KK, 97 KK memegang Kartu Miskin dengan kondisi rumah layak huni baru 63 rumah, sementara yang lain masih butuh di renovasi, sehingga keberadaan UII sangatlah membantu masyarakat sekitar untuk lebih memahami tentang kesehatan, dan bantuan tetap terus diharapkan untuk pembangunan perekonomian masyarakat disini”, demikian pintanya.

Kepala Cabang BSM DIY, Sukmadi Priadi pun merespon atas terwujudnya MCK di Dusun Ngepring dan Ngandong ini, programnya untuk 1000 MCK sudah dilaksanakan sejak Januari 2015 di seluruh Indonesia, dan berharap kepada masyarakat untuk bisa bekerjasama dalam pemeliharaannya, agar tetap tahan lama serta dapat dinikamati keberadaannya bagi masyarakat setempat.

“Dengan adanya MCK ini maka untuk urusan buang hajat atau kebelakang jangan lagi di tempat suci (Masjid), di lahan yang ada binatangnya, atau tempat teduh, hal ini karena tidak dibolehkan oleh ajaran agama kita, dan agar selalu menjaga kesehatan”, harap Sukma.

Sementara itu, Rektor UII Dr.Ir.Harsoyo, M.Sc memberikan sambutan sangat positif terhadap kinerja Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia yang menyelenggarakan pengabdian masyarakat untuk memberikan penyuluhan dan memberikan pemahaman tentang kesehatan bagi masyarakat Dusun Ngandong dan Ngepring, Turi, Sleman, DIY.

“Biasanya para dokter berharap ada pasien untuk hadir memeriksakan diri, nah di Fakultas Kedokteran UII para dosen yang kebanyakan dokter malah memberikan penyuluhan tentang kesehatan, jadi pasiennya malah sehat-sehat dan kahirnya tidak berobat”, demikian kesan Rektor terhadap FK UII.

Diacara peresmian ini juga dilangsungkan buka puasa dan tausyiah jelang buka dengan penceramah Rektor UII, dalam kesempatan tausyiahnya beliau berharap agar selama menjalankan Ibadah puasa jangan sampai menjadi orang yang bangkrut.

“Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan lusa harus lebih baik daripada hari ini, jangan sampai menjadi orang yang rugi, hari ini lebih buruk dari kemarin”, pesan Rektor UII dalam tausyiahnya.

Dalam acara peresmian MCK ini, selain buka puasa bersama, juga dimeriahkan dengan group Hadroh El Medica Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia pimpinan dr. M.Syukron Fauzi. Wibowo/Tri

Dokter Muda FK UII Ikuti Pembekalan Stase IKM

    Kaliurang (UII News-30/06) – Sudah menjadi sebuah rutinitas setiap dokter muda yang akan memasuki Stase Ilmu Kesehatan Masyarakat maka wajinb mengikuti pembekalan yang diselenggarakan oleh Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.
    Hal itu disampaikan oleh dr. Sunarto, M.Kes selaku ketua Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UII, saat menyampaikan materinya tentang Pembiayaan dan Penjelasan Modul Elektif serta Publik Speaking di auditorium utama  Lt. 2 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, Selasa, 30 Juni 2015 / 13 Ramadhan 1436 H.

    Sementara itu selaku panitia Anizar menjelaskan bahwa pembekalan IKM ini berlangsung mulai Senin – Rabu, 29 – 30 Juni dan 1 Juli 2015 / 11-13 Ramadhan 1436 H. Dalam pembekala ini, seluruh dokter muda akan mendapatkan materi tentang bahan-bahan studi ketika memasuki stase IKM.
    Adapun materi yang diberikan kepada para dokter muda tersebut diantaranya adalah Media Promosi Kesehatan dan Promosi Kesehatan dengan pembicara dr. P. Luthfi Ghazali, M.Kes, materi Wawasan Public Health oleh Dr. Mubasyir Hasanbasri, MA, Ph.D,  materi Islamic Perspective of Public Health oleh dr. Titik Kuntari, MPH, untuk materi Pembiayaan Kesehatan dan Penjelasan Modul Elektif serta Public Speaking oleh dr. Sunarto, M.Kes,  berikutnya materi Epidemologi oleh dr. Maftuhah Nurbeti, MPH, sedangkan Orientasi Umum dan Overview Kepaniteraan IKM serta MPK dan Intervensi diampu oleh dr. Nur Aisyah Jamil, M.Sc, dan sebagai pemateri terakhir adalah Manajemen dan Pelaksanaan Hiperkes dan K3 oleh Andri Budi, ST. Wibowo/Tri