Penguji UK OSCE Bersedia Mematuhi Tata Tertib

Kaliurang (UII News) – Penguji Uji Kompetensi OSCE (UK OSCE) meskipun sudah sering menguji ketika akan menjadi penguji berkewajiban mengikuti briefing yang diselenggarakan oleh Panitia Pusat (PP) Uji Kompetensi dan mengisi surat pernyataan kesediaan mematuhi tatatertib.

Hal itu disampaikan oleh dr. Ika Fidianingsih,M.Sc saat memberikan penjelasan di Laboratorium Komputer Lt.2 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, Jl Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta, pada Jumat Malam, 27 Februari 2015 /07 Jumadil Awal 1436 H yang dihadiri oleh para penguji UK OSCE MPPD.

Sementara itu selaku Pengawas Pusat (PP) UK OSCE dr. Sari Puspa Dewi (FK UNPAD) menyatakan bahwa untuk menjadi seorang penguji wajib memberikan surat pernyataan yang sudah disiapkan dengan isi form yang sudah disediakan.

Menurut dokter Sari setiap penguji akan menyatakan Bersedia menjadi Penguji OSCE pada UKMPPD Periode Februari 2015, dan menyatakan bahwa telah mengikuti Pelatihan Penguji OSCE Nasional, Bersedia mematuhi tata tertib dan disiplin sebagai penguji, termasuk tidak membawa handphone, peralatan elektronik, buku, serta bacaan lain selama bertugas.Tidak terlibat dalam bimbingan belajar uji kompetensi mahasiswa kedokteran yang diselenggarakan di luar yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran, serta tidak memiliki konflik kepentingan dengan peserta UKMPPD periode Februari 2015 baik di dalam institusi maupun di luar institusi tempat saya bertugas.

Dalam ujian tersebut selaku penguji terdiri dari dua kategori, yaitu internal dan eksternal. Untuk Internal menghadirkan SDM dari para dosen FK UII sedangkan eksternal SDM nya berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (UNISMA) sebanyak 3 orang. Wibowo

Pahamkan Tatacara UK OSCE, FK UII Selenggarakan Briefing Untuk Mahasiswa

Kaliurang (UII News) – Uji kompetensi adalah pengujian dan penilaian bersifat nasional bagi mahasiswa program profesi dokter, yang bertujuan untuk: a. menjamin lulusan program profesi dokter yang kompeten dan terstandarsecara nasional; b. menilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai dasar untuk melakukan praktik kedokteran; c. memberikan umpan balik proses pendidikan pada fakultas kedokteran; dan d. memantau mutu program profesi dokter dalam rangka pengambilan kebijakan oleh pemerintah.

            Hal itu disampaikan oleh dr.Kuswati, M.Sc selaku Koordinator OSCE Center (KOC) Fakultas Kedokteran FK UII saat memberikan briefing bagi peserta Ujian Kompetensi OSCE (UK OSCE) di auditorium lantai I Fakultas Kedokteran UII, Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta Jum’at, 27 Februari 2015/07 Jumadil Awal 1436 H yang diikuti oleh 48 mahasiswa pendidikan klinik yang akan mengikuti UK OSCE pada Sabtu (28/2).

            Menurutnya briefing ini wajib dilakukan guna memberikan pemahaman bagi peserta agar tahu tatacara dalam mengikuti alur Uji Komptensi OSCE yang akan dilaluinya dengan mengetahui ruangan, station dan sesinya.

            “Peserta Uji Kompetensi yang dinyatakan lulus akan diberi sertifikat profesi oleh perguruan tinggi dan sertifikat kompetensi oleh Organisasi Profesi”, demikian katanya. Wibowo

FK UII Selenggarakan Bimbingan Medik Terstruktur

Kaliurang (UII News) – Pembimbingan Medik Tersturktur merupakan salah satu cara memberikan pembekalan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran UII yang akan mengikuti Ujian Kompetensi Mahasiswa  Program Pendidikan Dokter (UKMPPD).
Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Kegiatan, dr. Kuswati, M.Sc saat acara pembimbingan berlangsung di Ruang OSCE baru Lt.4 FK UII, Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman, Yogyakarta yang diikuti oleh 48 mahasiswa.
Menurutnya pembimbingan ini merupakan rutinitas yang diberikan dari kampus guna mendongkrak tingkat kelulusan mahasiswa dalam menjalani ujian OSCE UKMPPD periode 28 Februari 2018.
“Kegiatan ini wajib diikuti oleh peserta OSCE UKMPPD dari FK UII sebanyak 48 mahasiswa, dengan harapan setelah mengikuti pembimbingan nantinya bisa mengerjakan soal yang diujikan, yang nantinya juga berdampak terhadap tingkat kelulusan yang baik/tinggi”, katanya. Wibowo

Belajar Iklas Bersama Ust. Syatori

Kaliurang (UII News) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesi menyelenggarakan pengajian pada hari Kamis, 26 Februari 2015 / 07 Jumadil Awal 1436 H bertempat di auditorium Lt. 1 FK UII, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman, Yogyakarta yang dihadiri oleh segenap dosen dan karyawan dengan menghadirkan pembicara Ust. Syatori Abdurrauf.

“Iklas akan ada pahalanya manakala kita di rugikan, sebagai contoh kita kedatangan orang yang tidak penting bagi kita disaat kita melakukan kegiatan penting, maka kita harus menemuinya, bisa jadi yang demikian itu merupakan datangnya dari Allah SWT, sehingga kita harus mampu mengiklaskannya dengan tidak mengingat-ingat kembali apa yang sudah kita berikan kepadanya ”, katanya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa sebagai muslim yang baik dan menunjukan keiklasan kita dengan tidak melakukan perbuatan membicarakan keburukan orang lain.”yang demikian itu berarti memakan bangkai saudaranya sendiri”, tambahnya. Wibowo

Departemen IKM FK UII Memberikan Biko bagi Dokter Muda

Kaliurang (UII News) – Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia memberikan bimbingan koas bagi mahasiswa yang menjalani pendidikan klinik yang stase koas pada hari Senin-Rabu, 23-25 Februari 2015 / 04-06 Jumadil Awal 1436 H di Ruang Sidang Utama Lt. 2 FK UII, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

“Dalam stase Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM), para mahasiswa pendidikan klinik atau dokter muda diberikan modul tentang manajemen dan intervensi dengan kegiatan berbasis pada Desa”, kata dr. P. Luthfi Ghazali, M.Kes

Lebih lanjut dijelaskan bahwa setiap dokter muda nantinya melakukan pencarian data awal (primer dan sekunder) di Desa melalui dataPuskesma (analisis dokumen), SMD, in depth interview, FGD, observasi dan lain-lainnya. Kemudian dokter muda melakukan analisis penyebab maslah, menentukan perioritas masalah dan pemecahannya, melakukan MMD, membuat Po Adan melakukan intervensi serta membuat evaluasinya., demikian penjelasan dokter Luthfi.

Sementara itu dari susunan acara yang diberikan, selama tiga hari para dokter muda stase IKM FK UII ini menerima pembimbingan dari berbagai narasumber diantaranya adalah tentang Orientasi Umum dan Overview Kepanitraan IKM serta MPK dan Intervensi oleh dr. Nur Aisyah Jamil, M.Sc, Islamic Prespektif of Public Health oleh dr.Titik Kuntari, MPH, Wawasan Public Helath oleh Dr Mubasyir Hasanbasri, MA, Pembiayaan Kesehatan dan Penjelasan Modul Elektif oleh dr. Sunarto, M.Kes, Manajemen dan Pelaksanaan Hiperkes dan K3 oleh Andri Budi, ST, Epidemiologi oleh dr. Maftuhah Nurbeti, MPH, Media Promosi oleh dr. P. Luthfi Ghazali dan terakhir adalah Public Speaking oleh Sus Budiarto, S.Psi., M.Si. Wibowo

BSM Serahkan Dana Pengabdian Masyarakat di FK UI

Kaliurang (UII) – Bank Syariah Mandiri menyerahkan dana LAZNAS kepada Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. Penyerahan dana senilai 50 juta dilakukan oleh Jajaran Cabang BSM setempat Bapak Adlin pada hari Selasa, 24 Februari 2015 bertepatan dengan tanggal 05 Jumadil Awal 1436 H di Ruang Sidang Dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman, Yogyakarta.

“Kami memberikan dana pengabdian masyarakat ini dengan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia karena memiliki ide yang sama, yaitu berbagi dalam rangka kemaslahatan umat untuk pengabdian kepada masyarakat”, katanya.

Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK menjelaskan, dana pengabdian kepada masyarakat dari BSM akan digunakan sesuai dengan amanat yang diberikan yaitu untuk pengabdian yang selama ini sudah dijalankan, diantaranya membangun MCK bagi desa binaan FK UII serta mengajarka kepada masyarakat untuk berperilaku hidup sehat dan memperbaiki fasilitas masjid.

“ Kami akan menjalan program kerja intuk pengabdian kepada masyarakat sebagaimana amanah dari BSM untuk menggunakan dana tersebut guna kemaslahatan umat”, katanya.Wibowo

FK UII Audiensi Kerjasama dengan Bupati Sleman

Sleman (UII News) – Menjalin kerjasama dengan Perguruan Tinggi (PT) bisa bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Sleman, dengan prinsip sama-sama berguna antara Pemda Sleman dan UII yang muaranya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat secara cepat dan profesional serta menumbuhkan sektor ekonomi, sosial serta kerukunan keagamaan.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Sleman, Drs.H.Sri Purnomo, M.Si saat menerima audiensi rombongan dari UII pada hari Selasa, 24 Februari 2015 / 05 Jumadil Awal 1436 H di Ruang Sidang Kantor Bupati Sleman DIY. Adapun Rombongan dari UII terdiri dari ektor UII Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc., Wakil Rektor III Dr. Abdul Jamil S.H., M.H., Dekan FK UII dr. Linda Rosita, M.Kes., Sp.PK., Wakil Dekan FK UII dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc., Direktur Direktorat Pemasaran Kerjasama dan Alumni (DPKA) UII Hangga Fathana, S.IP, B.Int.St, MA, dan Direktur Humas UII Karina Utami Dewi, S.IP, MA.

Menurut Bupati Sleman, di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), wilayah yang memiliki banyak Perguruan Tinggi (PT) adalah di Kabupaten Sleman, sehingga keberadaannya bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“MoU dengan UII tetap bisa dilanjutkan, mengingat Pemda Sleman sudah berkali-kali menjalin kerjasama dan sangat berguna serta berjalan dengan baik selama ini”, kata Bupati

Disampaikan oleh Kadinkes Sleman, dr. Mafilindati Nuraini, M.Kes menyatakan bahwa di Dinas Kesehatan Sleman telah menjalin kerjasama dengan intitusi pendidikan kesehatan sebanyak 38 lembaga.

Sementara itu Rektor UII, Dr.Ir.Harsoyo, M.Sc menagawali pembicaraan sebelun audiensi menyatakan maksudnya memohon ijin dari Bupati Sleman, nantinya RSUD Morangan bisa menjadi RS Pendidikan bagi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.

“UII memiliki Fakultas Kedokteran bermaksud menjadikan RSUD Sleman sebagai RS Pendidikan dengan pertimbangan masih sama-sama di wilayah Sleman, sehingga mobilitas bisa terjangkau, dan berkomitmen dalam kerjasama ini jika ada yang bisa dibantu akan dibantukan guna pengembangan Rumah Sakit”, kata Rektor UII.

Ditambahkan oleh Dekan FK UII, dr. Linda Rosita, M.Kes., Sp.PK bahwasanya FK UII telah menjalin mitra kerjasama 13 Rumah Sakit di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah yang membutuhkan mobilitas tinggi dengan jarak jauh, jika dengan RSUD Sleman maka kendala tersebut bisa dikurangi mengingat jaraknya sangat dekat sekali.

“Dengan keberadaannya FK UII satu Wilayah dengan RSUD Sleman, merupakan sebuah harapan bagi kami untuk diberikan ijin oleh bapak Bupati untuk menjadi RS Pendidikan bagi FK UII”, harapan dokter. Wibowo

Studi Banding UII ke IPB

Dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan kemahasiswaan di lingkungan UII, para Dekan di lingkungan UII dan Wakil Rektor II berkunjung ke Institut Pertanian Bogor (IPB),  Rabu, 25 Februari 2015. Agenda kunjungan yaitu ingin melihat secara langsung pola pembinaan mahasiswa. Pola pengembangan mahasiswa IPB memiliki keunikan, dimana mahasiswa baru harus melalui Program Pendidikan Tingkat Persiapan Mahasiswa selama 1 tahun. Mahasiswa selama tingkat persiapan harus tinggal di asrama.

Beberapa permasalahan yang muncul di program persiapan antara lain kendala bahasa dan budaya dan tidak terbiasa mandiri. Pembelajaran pada program persiapan ini terutama basis ilmu dan soft skill. Dari studi banding ini diharapkan UII dan pengelolaan kemahasiswaan tingkat fakultas dapat merancang kegiatan semacam ini untuk meningkatkan kualitas pola pembinaan mahasiswa.

Akademik dan kemahasiswaan digabung karena sifatnya komplementari dan secara akademik. Visi IPB menjadi PT berbasis riset, bertaraf internasional & penggerak prima pengarustamaan pertanian

Foto Klik

 

Daftar Peserta UKMPPD – Februari 2015

Daftar Peserta UKMPPD

Lebih lengkap klik di sini (PDF)