Pengumuman Layanan Lab Komputer FK UII

Pengumuman layanan penggunaan Lab Komputer lantai 2 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia

Baca Selengkapnya

Akses Jurnal Internasional

Perpustakaan Nasional Menyediakan Akses Jurnal Internasional
Kabar baik bagi rakyat Indonesia yang sekarang sedang menempuh studi di dalam negeri. Perpustakaan nasional RI telah melanggan beberapa database jurnal internasional terkemuka untuk berbagai bidang ilmu, seperti SAGE, Taylor and Francis, Proquest, Gale – Cengage Learning, @My Library, Ulrichs – Periodicals Directory, EBSCO Host, IGI Global, Westlaw, ISEAS dan ALA
Publishing.  Anda hanya perlu jadi anggota perpus secara online dan bisa mengakses (mengunduh) jurnal-jurnal tersebut DI MANAPUN ANDA BERADA.

Alamat link :
http://keanggotaan.pnri.go.id
http://e-resources.pnri.go.id

Lihat Gambar

Memaknai Hijrah – Pengajian Periode November 2014 FK UII

Kaliurang (FK UII) – Ibarat tetesan air hujan yang dengan pelan-pelan mampu melubangi sebuah batu, maka dengan kegiatan-kegiatan Islami yang rutin, sedikit demi sedikit akan mampu merubah iman seseorang menjadi lebih baik. Hal ini disampaikan Wakil Dekan FK UII dr. Syaefudin, M.Sc  dalam sambutannya pada acara pengajian periode November yang dilaksanakan pada Hari Rabu, 19 November 2014 pukul 13.00 WIB di Auditorium Lt.1 FK UII. Beliau juga meangharapkan agar dengan kegiatan Islami seperti pengajian ini akan tertanam niliai-nilai Islam di UII khususnya FK UII.

Sebagai pemateri pada pengajian yang dihadiri oleh dosen, karyawan, tenaga satpam, parkir, dan cleaning service itu adalah Ustadz Abu Nila yang merupakan pengasuh Ponpes Lansia Salama, Gunungsaren, Trimurti, Srandakan, Bantul.

Dalam pemaparannya, Ustadz Abu Nila mengajak semuanya untuk memaknai hijrah dengan cara meninggalkan sesuatu yang tidak diridhoi Allah menuju hal-hal yang diridhoi Allah SWT. “Untuk menuju hal-hal yang diridhoi Allah dapat dilakukan dengan cara mengikuti tertib hidup Rasulullah SAW secara istiqomah. Sebagai contoh mulai sekarang marilah apabila terdengar suara adzan segeralah sholat berjamaah di masjid.”begitu ajaknya.

Pada sesi tanya jawab, Ibu Sri salah satu karyawan yang selalu aktif mengikuti pengajian menanyakan tentang bagaimana caranya agar tahu adab-adab Nabi Muhammad SAW dan bagaimana caranya agar iman tetap terjaga sehingga tidak galau. Karena waktu yang tidak memungkinkan, Ustadz Abu Nila hanya bisa memberi beberapa contoh adab Nabi seperti tertib sholat, menggantung wudhu, berjenggot, dan sopan santun termasuk ketika buang angin. “ Karena waktunya tidak cukup Saya hanya bisa mencontohkan beberapa saja kebiasaan Nabi, untuk itu  silahkan bapak ibu bisa belajar ke ustadz-ustadz di luar acara ini atau bisa browsing di internet. Kalau mau silahkan bisa datang ke Ponpes Lansia Salama, di sana kita bisa belajar ilmu agama agar iman kita meningkat,” begitu terang beliau.

Dalam penjelasan yang lain terkait pertanyaan Yahya Arofat staf dari Divisi Keuangan yang menayakan tentang bagaimana usaha kita dalam mencontoh Nabi dikaitkan dengan kondisi sekarang. Ustadz Abu menyampaikan bahwa kita bisa mencoba sedikit demi sedikit menciptakan nuansa Islami di lingkungan kita supaya dalam menjalankan sunah Rasul menjadi lebih mudah. “Sekarang nuansa Islami memang semakin luntur sehingga kalau ada orang mau mencontoh apa saja yang dilakukan Nabi Muhammad SAW malah banyak tantangannya. Namun demikian kita harus istiqomah, tidak perlu takut untuk menjalankan sunah Rasul sehingga lingkungan kita menjadi islami,” demikian tegasnya.

Di akhir pengajian Ustadz Abu Nila mengajak semua untuk benar-benar meninggalkan hal-hal yang tidak diridhoi Allah dan belajar mengikuti jejak para sahabat yang selalu tertib mengikuti tuntunan Rasulullah Nabi Muhammad SAW serta selalu berdakwah mengajak orang lain untuk selalu di jalan Allah SWT. Beliau juga mendoakan agar semua mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat yang diamini oleh semua yang hadir dalam pengajian tersebut. (AK)

Membangun Ukhuwah yang Baik dengan Makrab

Kaliurang (FK UII) – Agar oraganisasi dapat berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan, maka kenyamanan, suasana yang menyenangkan, dan keakraban harus tercipta dalam organisasi tersebut. Demikian pula untuk mendukung terciptanya proses belajar yang baik bagi mahasiswa FK UII, diperlukan suasana akrab diantara para mahasiswa.  Hal ini sesuai yang disampaikan oleh M. Zaky Hardianto, ketua OC CRANIUM 2014 kepada perwakilan Dosen Kary  awan (Dokar) FK UII di sela-sela pelaksanaan acara makrab mahasiswa angkatan 2014 FK UII yang diselenggarakan pada tanggal 14 – 16 November 2014 di Komplek Wisata Tawangmangu Jateng.

Menurut Zaky, acara makrab merupakan rangkaian dari acara Center of Solidarity and Tactica Leadership Education dor Medical Students (CRANIUM) th 2014 FK UII. “Makrab ini dilaksanakan setelah acara Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM) yang semua merupakan rangkaian acara Cranium. Acara ini bertujuan untuk mengakrabkan mahasiswa baru baik dengan teman seangkatan, kakak angkatan, dan juga Dosen Karyawan (Dokar).”demikian tegasnya.

Acara yang merupakan program dari Departemen Pengembangan SDM LEM FK UII ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa angkatan 2014. Acara dibagi menjadi tiga agenda pokok, yang pertama adalah  ekspedisi malam untuk melatih mental, kepercayaan, komunikasi, dan mengambil keputusan serta menjalin kerjasama. Kedua, Cranium Tour (outbond) di sekitar daerah Grojogan Sewu untuk melatih kebugaran fisik peserta, kekompakan, dan keakraban baik dengan peserta lain maupun dengan panitia. Dan yang ketiga, pentas seni dimana seluruh peserta dan panitia menampilkan bakat seninya masing-masing.

Walaupun acaranya padat dan melelahkan namun seluruh peserta mengaku senang mengikuti acara ini. “ Acaranya banyak, seru meskipun melelahkan. Mulai dari ekspedisi malam, outbond ke Grojogan Sewu, dan basah-basahan di lumpur ditambah tepung semuanya asyik, dan berkesan, so fun!”demikian ungkap dua peserta putri, Prita Malinda Y dan Wintang Dayinta T.H dengan penuh semangat.

Hal senada juga disampaikan oleh peserta lain yaitu Ahmad Mufattan yang tampil sebagai raja dalam sebuah drama pada acara pentas seni. “ Acaranya seru dan menarik sekali. Sesuai dengan namanya, makrab ini benar-benar mengakrabkan kami angkatan 2014 dan juga dengan panitia,” tegasnya. Sementara Agung Fadlilah mengungkapkan bahwa makrab merupakan acara yang bermanfaat. “ Selain acaranya asyik makrab sebagai obat pusing setelah sebelumnya belajar kedokteran. Makrab memberikan sesuatu yang menyenangkan, ya seperti oase,” begitu terangnya sambil tertawa lebar.

Di hari ke-3 setelah didahului dengan acara senam pagi dan game-game yang meghibur. acara dilanjutkan dengan bersih-bersih dan packing. Sebelum penutupan ada presentasi dari peserta, pembagian hadiah, dan pengumuman peserta LKMM dan makrab terbaik. Terpilih menjadi peserta LKMM terbaik adalah Zulfikar Loka Wicaksana dan Zara Desriana, sedangkan peserta terbaik makrab jatuh pada Ahmad Mufattan dan Afifa Nur Fauziah.  Setelah sholat Dzuhur berjamaah, para peserta pulang menggunakan bus menuju Yogyakarta.

Semoga makna hakiki acara makrab ini seperti yang dipesankan Wakil Dekan dr. Syaefudin Ali Akhmad, M.Sc saat acara pelepasan peserta makrab yaitu terjalinnya ukhuwah yang baik benar-benar tertanam dalam hati para peserta dan akan membawa suasana positif bagi mahasiswa FK UII khususnya angkatan 2014 sehingga membantu mereka dalam menjalani proses belajar di FK UII. (AK)

Undangan Pengajian FK UII

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Mengharap kehadiran Bapak/Ibu/Sdr. dalam acara Pengajian Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia yang Insya Allah akan diselenggarakan pada :

Hari                    : Rabu, 19 November 2014
Jam                     : 13.00 WIB
Tempat              : Auditorium Lt.1 FK UII
Pembicara        : Ustadz Abu Nila
Judul/Tema     : Makna Hijrah

Demi kelancaran acara, mohon bpk/ibu/sdr bisa hadir tepat waktu.
Demikian undangan ini, atas perhatian dan kehadirannya kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Baca Pengumuman

Pengumuman Hasil Seleksi Tutor FK UII

Pengumuman hasil seleksi Tutor Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia

Terakreditas A, FK UII  Diminta Kirimkan 10 Dosennya  Ikuti TOT Dosen DLP

Kaliurang (UII News) – Dibandingkan dengan negara-negara lain, Indonesia masih memiliki tingkat masalah-masalah  kesehatan yang cukup tinggi, seperti dapat dilihat dalam angka kematian ibu, kematian bayi dan balita, serta kejadian-kejadian penyakit menular maupun tidak menular. Di negara-negara lain, penguatan layanan primer terbukti dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.  Dalam sebuah penelitian yang pernah dilakukan di Indonesia, ternyata pencapaian kompetensi dokter dari 155 penyakit yang tercantum dalam Standar Kompetensi Dokter Indonesia masih compang camping dalam arti masih banyak kompetensi yang belum tercapai maksimal sesuai tandar kompetensi dokter. Terlebih lagi, dokter layanan primer juga dituntut untuk memiliki kemampuan lebih dalam mengupayakan kesehatan masyarakat secara komprehensif, hoslistik, dan berpusat pada pasien (patient centered). Komprehensif dalam arti meliputi semua aspek promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative.

Hal itu di sampaikan oleh dr. Maftuhah Nurbeti, MPH seusai mengikuti kegiatan Training Of Trainer (TOT) Dosen Layanan Primer (DLP) yang diselenggarakan oleh Kemenkes RI, pada tanggal 10-17 November 2014 di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Semarang, dari FK UII sendiri mengirimkan 10 dosenya yaitu 1). dr. H. Taufiq Nugroho, Sp.B, 2). dr. Bondan Agus Suryanto, SE,MA., AAK.,  3). dr. H. Agus Taufiqurrahman, M.Kes., Sp.S, 4). dr. MTS Darmawan, Sp.A, 5). dr. Yasmini Fitriyati, Sp.OG, 6). dr. Maftuhah Nurbeti, MPH, 7). dr. Rahma Yuantari, M.Sc., Sp.PK, 8). Dr. Dimas Satya Hendarta, 9). dr. Sani Rachman Soleman, M.Sc., 10). dr. Gita Diah Prasasti

Dijelaskan dokter  Beti bahwa pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dilaksanakan untuk mencapai efisiensi dan efektivita pembiayaan. Salah satu strategi  yang dilakukan adalah dengan membuat pelayanan berjenjang, dari tingkat 1 (layanan primer), dan rujukan ke tingkat lanjutan 2 dan 3. Hal ini dilatarbelakangi karena 80% masalah kesehatan berada di tingkat primer. Peranan dokter layanan primer (DLP) cukup besar.

“Oleh karena itu, pendidikan DLP dianggap sangat strategis dan penting untuk meningkatkan kemampuan dokter-dokter layanan primer tersebut, sebagaimana yang dilakukan di negara-negara lain. Oleh karena itu, Prodi DLP didirikan dengan beberapa alasan yang dijelaskan di atas yaitu kompetensi, edukasi (agar menjadi dokter yang lebih baik dalam melakukan edukasi ke pasien), regulasi (diatur oleh undang-undang bahwa BPJS hanya bekerja sama dengan DLP), dan internasionalisasi (agar seperti negara-negara lain yang hampir semua menerapkan pendidikan lanjutan untuk DLP)”, katanya.

                Lebih lanjut diceritakan dokter dari Departemen IKM FK UII ini adalah  TOT ini dilakukan untuk membekali calon-calon dosen yang akan mengelola Program Studi Dokter Layanan Primer, yang merupakan program pendidikan lanjutan bagi dokter-dokter yang memilih  jenjang karir untuk menjadi seorang dokter layanan primer. Materi yang diberikan antara lain: Kebijakan pelayanan kesehatan primer, Penerapan sistem JKN pada pelayanan kesehatan primer, Aplikasi Kedokteran keluarga dalam pengelolaan kesehatan individu dan keluarga, Komunikasi holistik dan komprehensif, Akses informasi untuk menjaga kekinian klinik, Manajemen Fasilitan pelayanan kesehatan, community oriented primary care, teknik melatih, dan kunjungan lapangan untuk mengobservasi kunjungan lapangan. Peserta juga menyusun rencana tindak lanjut untuk penyelenggaraan prodi ini di fakultas masing-masing dan rekomendasi revisi kurikulum /standar kompetensi S1 ke badan nasional.

                “Kegiatan ini diikuti oleh dosen-dosen dari departemen klinik dan kesehatan masyarakat dari universitas-universitas di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang berakreditasi A. Masing-masing mengirim 10 dosen, dan 60% peserta merupakan dokter spesialis dan rencananya, September 2015 Prodi ini akan mulai diselenggarakan di universitas-universitas yang sudah dianggap siap oleh Kementrian Kesehatan slah satunya Fakultas Kedokteran UII”, tambah dokter Beti. Wibowo

Mahasiswa FK UII Ikuti Ujian Kompre OSCE

Kaliurang (UII News) – Jelang ujian OSCE Nasional yang akan dilaksanakan pada akhir bulan November  2014, Fakultas Kedoktrean UII berupaya meningkatkan jumlah lulusan mahasiswanya mencapai 100 % dari peserta yang mengikutinya dengan cara melakukan ujian komprehensip.

Hal itu disampaikan oleh dr. Kuswati, M.Sc disela-sela ujian di Ruang OSCE A, lantai 4 Fakultas Kedokteran UII, Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta, pada hari Sabtu, 15 November 2014 yang diikuti oleh 53 orang.

Menurut dokter Kuswati, Ujian kompre ini dilaksanakan dalam dua sesi yaitu pagi dan siang, dan masing-masing sesi terbagi dalam dua lokasi yaitu lokasi A (ruang OSCE baru) dan lokasi B (ruang OSCE lama) atau sebelah barat.

“Sesi pagi dilaksanakan di dua lokasi yaitu A dan B dan masing-masing diikuti 14 orang mahasiswa, sedangkan di sesi siang berjalan dengan dua lokasi, untuk lokasi A diikuti 13 orang mahasiswa dan lokasi B diikuti 12 orang mahasiswa, hanya saja pada sesi pagi dilokasi A ada 2 orang tidak hadir sedangkan di sesi siang ternyata di lokasi A hanya diikuti oleh 10 orang saja karena 3 orang ijin tidak bisa hadir, sedangkan di lokasi B, tidak hadir 1 orang mahasiswa karena ada saudaranya yang meninggal, sehingga total peserta yang mengikuti ujian komprehensip OSCE pada kali ini hanya diikuti oleh 47 orang mahasiswa”, demikian penjelasan dokter Kuswati.

Lebih lanjut harapan dokter Kuswati, dengan adanya ujian komprehensip OSCE ini bisa memicu semangat belajar para mahasiswa, serta melatih skill nya guna mempersiapkan diri dalam ujian OSCE Nasional yang akan diselenggarakan pada tanggal 29 November 2014 mendatang, sehingga tingkat kelulusannya dari FK UII tinggi.

Sementara itu, dari peserta mengaku akan lebih belajar ulang lagi mengenai materi ujian kompre yang sudah diujikan, serta akan lebih belajar lagi tentang obat dan dosis, demikian kata salah satu peserta.Wibowo