Pengumuman Kontrak Belajar

Pengumuman Kontrak Belajar

Pengumuman Pesantrenisasi dan LKID

Pengumuman Pesantrenisasi dan LKID

Ujian OSCE Ketermpilan Medik II

Ujian OSCE Keterampilan Medik II

PENGUMUMAN WISUDA VI 2011-2012

DRAFT PENGUMUMAN WISUDA VI 2011-2012

A Rhryza Vertando Halim, Oral Presentation di Iuliu Hatieganu Romania

 Suatu langkah besar untuk mewujudkan cita-cita Universitas Islam Indonesia sebagai World Class University semakin mantap dengan melihat kiprah para mahasiswanya  di kegiatan ilmiah Internasional. Salah satu diantarannya adalah prestasi kembali diukir oleh A Rhryza Vertando Halim, mahasiswa angkatan 2007  Fakultas Kedokteran UII  mendapatkan kesempatan mempresentasikan hasil penelitian ilmiah (oral presentation) yang ditelitinya dengan judul “Psychosocial Stress Level and Depression in Police Academy Cadets : Cross Sectional Survey “  yang dinyatakan lolos seleksi paper dan terpilih dalam kategori public health article pada 13th International Congress for Medical Students and Young Health Professionals, di Iuliu Hatieganu,  University of Medicine and Pharmacy, Romania, 10 – 13 Mei 2012.
 
Adapun abstrak dari penelitian tersebut menjelaskan tentang depresi yang ada di lingkungan Akademi Kepolisian. Depresi adalah masalah universal yang sering diderita oleh semua orang, termasuk Taruna Akademi Polisi. Depresi yang dialami dapat menyebabkan gangguan dan menghambat kegiatan sehari-hari para taruna tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai perbedaan depresi berdasarkan tingkat psikososial stres antara taruna dari Akademi Kepolisian.
Terlepas dari penelitan dan presentasinya, Vertando dalam proposalnya juga memberikan  pemikiran bahwa menjadi bangsa yang maju tentu merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh setiap negara di dunia. Salah satu faktor yang mendukung bagi kemajuan adalah pendidikan. Begitu pentingnya pendidikan, sehingga suatu bangsa dapat diukur apakah bangsa itu maju atau mundur, sebab pendidikan merupakan proses mencetak generasi penerus bangsa. Apabila output dari proses pendidikan ini gagal maka sulit dibayangkan bagaimana dapat mencapai kemajuan.
Bagi suatu bangsa yang ingin maju, pendidikan harus dipandang sebagai sebuah kebutuhan sama halnya dengan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Seperti sandang, pangan, dan papan, Namun, sangat miris rasanya melihat kondisi pendidikan di Indonesia saat ini. Berbagai masalahpun timbul, mulai dari sarana yang tidak memadai, membengkaknya anak putus sekolah, kurikulum yang gonta-ganti, ketidakprofesionalan para pendidik, sampai kepribadian peserta didik yang jauh dari yang diharapkan. Bila dilihat dari segi kualitas pendidikan kita, menurut penelitian Human Development Indeks (HDI) tahun 2004, Indonesia berada di urutan ke 111 dari 175 negara. Begitupun menurut majalah Asia Week yang melakukan penelitian terhadap Universitas terbaik di Asia, dalam majalah ini disebutkan bahwa tidak satupun Perguruan tinggi di Indonesia masuk dalam 20 terbaik. UI berada di peringkat 61 untuk kategori universitas multidisiplin, UGM diperingkat 68, UNDIP diperingkat 77, Unair diperingkat 75, sedangkan ITB diperingkat 21 untuk universitas sains dan teknologi, kalah dibandingkan universitas nasional sains dan teknologi Pakistan. Belum lama ini juga terdapat instruksi dari Dirjen DIKTI mengenai publikasi karya ilmiah sebagai syarat kelulusan seorang mahasiswa.
Demikian yang di sampaikan Vertando, semoga bisa memotivasi para mahasiswa Universitas Islam Indonesia untuk maju mengharumkan nama bangsa dengan kegiatan ilmiah dan khususnya UII untuk menggapai World Class University.

FK UII Delegasikan Mahasiswanya ke Liga Medika 2012

 Dalam dunia Kedokteran, kesejawatan adalah salah satu nilai terpenting, tidak terkecuali bagi mahasiswa-mahasiswa Kedokteran di seluruh Indonesia. Betapa pentingnya makna kesejawatan tersebut, sehingga ada event yang dapat memfasilitasi terjalinnya ikatan persaudaraan yang kuat antar mahasiswa Kedokteran seluruh Indonesia, salah satu event yang bisa menjebatani tujuan tersebut adalah kompetesi olah raga, seni serta sains.

Dari gagasan tersebut diatas, oleh Departemen Seni dan Olah Raga SMIK FK UI diambil momentumnya dengan kembali mengadakan kegiatan liga medika. Kegiatan ini merupakan ajang olahraga, seni, dan fotografi, serta pertukaran budaya antar mahasiswa Fakultas Kedokteran , yang pada kali ini memasuki periode ke-8. Kegiatan ini di gelar selama 6 hari, pada tanggal 5 – 12 Mei 2012 bertempat di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brojonegoro, Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Planet Futsal Jakarta, dan diikuti oleh fakultas kedokteran seluruh Indonesia serta beberapa Negara di ASEAN, diantaranya Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Tahiland.

 
Sementara itu, Fakultas Kedokteran UII Yogyakarta merespon kegiatan tersebut dengan mengikuti Liga Medika, dalam sejarah keikutsertaannya FK UII pernah menjadi juara ke-3 minisoccer pada liga medika 2007 dan juga pada Liga Medika tahun 2010 FK UII berhasil membawa piala juara I Mini Soccer dan peringkat IV basket putra. Pada tahun 2011, FK UII berhasil membawa piala juara III untuk Badminton putri.

Sebagai ketua kontingen, Rahmat Nugroho menjelaskan bahwa ditahun 2012 ini FK UII memasuki tahun ke-enam dalam mendelegasikan mahasiswanya di liga medika. ”Tahun ini adalah tahun ke-enam kalinya FK UII mengirimkan delegasinya, di tahun ini pula kami berkeinginan agar delegasi FK UII menorehkan prestasi yang lebih baik sebagaimana tahun-tahun sebelumnya”, katanya.

Lebih lanjut Rahmat mengatakan bahwa alasan mengikuti kegiatan ini adalah untuk meningkatkan bakat dan minat mahasiswa FK UII, serta sebagai media untuk menyalurkan potensi dan bakat dalam bidang olahraga yang dimiliki mahasiswa FK UII, mempertahankan eksistensi nama FK UII dalam kegiatan Liga Medika yang bertaraf se-ASEAN dan wadah mempromosikan atau memperkenalkan FK UII di taraf ASEAN, katanya.

Dalam sambutannya dr. Titik Kuntari, MPH merespon  keikutsertaan mahasiswa FK UII dalam liga medika 2012, ”Saat nya FK UII menunjukan prestasinya kembali di  ajang liga medika, tunjukanlah kemampuan FK UII di kancah ASEAN serta tampilkan karakter mahasiswa FK UII yang berpakaian sopan, berperilaku santun serta jaga nama baik almamater”, demikian pintanya saat melepas kontingen FK UII di auditorium Lt. 1 FK UII, Jum’at, 04 Mei 2012 yang dihadiri koordinator unit kemahasiswaan dan alumni FK UII, dr.H. Zuchairi Dahlan, Sp.P dan kontingen yang terdiri dari 6 tim yaitu tim minisoccer, tim futsal putri, tim badminton, tim basket putra, tim kompetisi sains serta tim photo competition.

TBMM FK UII Dipercaya Sebagai Tuan Rumah MER PTBMMKI

 Setiap Fakultas Kedokteran di Indonesia pastinya memiliki Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM). TBMM ini merupakan suatu lembaga yang terdapat di Fakultas Kedokteran yang merupakan wahana penyaluran potensi mahasiswa Fakultas Kedokteran terutama dalam hal medis dan kegawatdaruratan , lembaga ini tergabung dalam suatu kesatuan yakni Perhimpunan Tim Bantuan Medis Mahasiswa Kedokteran Indonesia (PTBMMKI).

Untuk mempererat silaturahmi antar anggota dan pengurus PTBMMKI, TBMM FK UII dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggara pelatihan “Medical Emergency Rescue (MER) TBMM 2012”  pada Sabtu – Minggu, 20-21 April 2012 bertempat di Bumi Perkemahan Aerowisata Blok 0 Komplek AAU, Sleman, D.I Yogyakarta, yang diikuti oleh TBMM Wilayah III yang terdiri dari TBMM Universitas Islam Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Negeri Sebelas Maret Solo, Universitas Negeri Diponegoro Semarang, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Semarang dan Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta.

 
Dijelaskan salah satu panitia, Enggar angakatan 2010 FK UII  menjelaskan bahwa tujuan dari pada diadakan MER ini adalah untuk mempertemukan seluruh anggota TBMM Wilayah III, meningkatkan kualitas bidang keterampilan medis bagi anggota TBMM, pengaplikasikan pengetahuan medis, kepencintaan alam dan umum, terbentuknya garis koordinasi antara sesama Tim Bantuan Medis Mahasiswa Wilayah III dalam hal penanggulangan bencana dan peningkatan kesehatan masyarakat, terbinanya rasa persaudaraan, kekerabatan dan persahabatan antar sesama anggota Perhimpunan Tim Bantuan Medis Mahasiswa Kedokteran Indonesia (PTBMMKI), katanya.

Sebagai harapan diselenggarakan acara ini Enggar menambahkan bahwa setelah usai maka diharapkan dari kedelapan TBMM ini akan menjadi lebih baik, bermanfaat bagi civitas universitas serta dapat menolong masyarakat yang memerlukan bantuan dalam hal kesehatan, demikian penjelasannya.

Pembekalan KeIslaman Dokter Muda FK UII

 Membekali para dokter muda FK UII yang akan menghadapi pasien sesungguhnya saat memasuki pendidikan klinik di rumah sakit adalah kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. Hal ini sebagai upaya mencapai  tujuan FK UII yang akan menjadikan peserta didiknya menjadi  dokter muslim yang berilmu amaliah dan beramal ilmiah serta berakhlakul karimah.
 
Kegiatan pembekalan keIslaman ini diselenggarakan pada hari Kamis-Jum’at, 19 – 20 April 2012 di PPG Matematika Yogyakarta yang diikuti kurang lebih 62 calon koas. Sebagai pemateri pertama disampaikan oleh Ust. Drs. I.N Mufti Abu Yazid mengingatkan kepada para koasisten bahwa sebagai seorang dokter ketika  menghadapi pasien, harus mengenali sifat orang yang sakit, hal ini menjadi salah satu hak dan kewajiban seorang muslim.
 
“Dalam ajaran Islam bahwa menengok atau menjenguk orang yang sakit adalah salah satu  kewajiban orang Islam terhadap sesamanya. Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah SAW dari HR. Bukhori dan Muslim, yang menjelaskan bahwa Kewajiban seorang muslim dengan muslim lainnya ada enam, salah satunya adalah jika ada yang sakit maka jenguklah”, katanya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa sebagai dokter muda FK UII, sebaiknya tidak hanya menjenguk saja melainkan harus  mampu memberi bantuan atau merawat atau melayaninnya dengan mengetahui sifat-sifatnya. Menurut Ust. Mufti, sifat orang yang sakit ada 3, yaitu : 1). Mudah emosional; 2). Ingin selalu diperhatikan (manja), 3). Selalu mengeluh.

Sedangkan tatacara merawat orang yang sakit, diantaranya adalah 1) menengok pada waktu yang tepat / tidak dalam keadaan istirahat, 2). Peganglah anggota badan si sakit (kening atau tangannya), jika yang sakit lebih muda atau sebaya atau berjabat tangan bila sesama jenis, 3). tanyakan kondisinya saat awal sakit dan kondisi sekarang, 4). Nasehatilah agar tidak perlu cemas atau terlalu khawatir, dengan menasehati agar selalu ingat pada Allah, Dzikrullah, baca Al Quran dan tetap beribadah, dan keluarganya dinasehati agar ekluarganya tetap sabar dan tetap tawakal.

Dari itu semua maka sebagai dokter muslim FK UII harus memiliki sifat yang harus selalu ditunjukan yaitu Iklas & penuh rasa kasih sayang dalam menghadapi pasien, dalam memeriksa harus cermat dan teliti, pemaaf (sabar dan tidak mudah marah), mematuhi peraturan rumah sakit dan dokter pembimbing, tanggung jawab serta menjaga rahasia pasien serta keluarganya, demikian penjelasan Ust. Mufti Abu Yazid kepada para dokter muda FK UII.

RSUD Goetheng Tarunadibrata Purbalingga Lahan Praktek DM FK UII

 Saat prosespengucapan Janji Dokter Muda dan Penandatanganan Naskah di Wakili Oleh Yemi Merianti, S.Ked dihadapan Dekan dr. Isnatin Midiyah, M.Kes, Rektor UII, Prf.Dr.Edy Suandi Hamid, M.Ec dan Direktur RSUD Goetheng, dr. Nonot Mulyono, M.Kes

Kedokteran (UII News) – Kurikulum FK UII terdiri dari dua tahap, yaitu tahap pertama  Sarjana Kedokteran (.S.Ked) dan tahap kedua yaitu pendidikan klinik (dokter). Bagi mahasiswa FK UII yang telah menyelesaikan tahap pertama dan meraih gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked) atau dokter muda  diwajibkan mengikuti tahap berikutnya yaitu pendidikan klinik. Pendidikan klinik ini akan dilakukan oleh para dokter muda FK UII selama dua tahun di berbagai rumah sakit mitra FK UII Yogyakarta.

Selama proses di Rumah Sakit inilah maka para dokter muda FK UII akan mendapatkan berbagai macam kasus penyakit yang dipelajari dari para pasien sesungguhnya, serta mendapatkan pengalaman cara menangani pasien dari para dokter pembimbing di rumah sakit, melatih kemampuan berkomunikasi, menjalin kerjasama  dengan dokter muda dari berbagai Fakultas Kedokteran di Indonesia serta meningkatkan pemahaman tentang pengetahuan, ketrampilan serta perilaku sikap profesionalisme seorang dokter.

Untuk memahamkan hal tersebut,  kepada para dokter muda yang akan ditempatkan di rumah sakit maka Fakultas Kedokteran UII mewajibkan bagi para dokter mudanya untuk mengucapkan janji untuk mengingatkan agar selalu menjaga nama baik diri sendiri, pasien beserta keluarganya, rumah sakit yang ditempati, puskesmas, dan lahan praktek lainnya serta nama baik UII sebagai almamaternya. Kegiatan ini di berinama Janji Dokter Muda, kegiatan ini adalah sebuah rutinitas yang dirancang FK UII setiap kali akan mengirimkan para mahasiswanya untuk menempuh pendidikan klinik.

Periode April 2012 ini, Janji Dokter Muda diikuti oleh 62 orang, yang diselenggarakan pada hari Kamis, 19 April 2012 di Auditorium KH. Kahar Muzakir, Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang, Sleman, Yogyakarta. Dalam kegiatan ini FK UII untuk pertama kalinya menggunakan RSUD Goetheng Tarunadibrata Purbalingga sebagai lahan praktek bagi mahasiswa pendidikan kliniknya, sehingga menghadirkan dr. Nonot Mulyono, M.Kes selaku Direktur RSUD RS Goetheng Tarunadibrata Purbalingga untuk duduk di podium bersama Rektor UII, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec dan Dekan FK UII, dr. Isnatin Miladiyah, M.Kes  sebagai saksi pengucapan janji, serta memberikan sambutan dan menerima dokter muda FK UII mengikuti pendidikan di Rumah Sakit yang dipimpinnya.
 

Mengawali sambutannya Dekan FK UII, dr. Isnatin Miladiyah, M.Kes mengucapkan selamat atas capaian mahasiswa FK UII yang telah menempuh tahap pertama yaitu Sarjana Kedokteran (S.Ked) atau memasuki pendidikan baru sebagai dokter muda yang akan dikirim di rumah sakit pendidikan mitra FK UII seusai mengucapkan lafas Janji Dokter Muda.

“Untuk mengucapkan lafas Janji Dokter Muda seperti ini sangat tidak mudah, syaratnya harus lulus tahap pertama pendidikan sarjana atau menyandang gelar S.Ked, kemudian harus  lulus ujian predik yang prosesnya sangat panjang,  melelahkan lahir dan batin, serta mengunakan metode baru yaitu ujian OSCE, memang ujian ini berbeda sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, ini merupakan perubahan untuk mengikuti pola Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) yang akan menggunakan OSCE juga”, jelasnya.

Selanjutnya disampaikan bahwa untuk pertama kali nya FK UII mengirimkan peserta pendidikan klinik di RS Goetheng Tarunadibrata Purbalingga, untuk itu mohon kepada Direktur dr.Nonot Mulyono, M.Kes bisa menerima serta membimbing dan mengarahkan sesuai dengan aturan di RSUD Goetheng Tarunadibrata Purbalingga, dan berharap seluruh dokter muda FK UII agar mematuhi aturan-aaturan tersebut, pintanya.

Sementara itu dr.Nonot Mulyono, M.Kes selaku Direktur RSUD Goetheng Tarunadibrata Purbalingga menyambut baik dan mengucapkan terima kasih karena telah mempercayakan RSUD Goetheng Tarunadibrata Purbalingga sebagai salah satu lahan praktek bagi dokter muda FK UII.

“Kepercayaan ini merupakan sebuah tanggungjawab tidak ringan bagi kami, karena kita menjadi yang berperan dalam proses terbentuknya dokter yang berkualitas, berakhlakul karimah, serta menjadikan dokter yang menjadi dambaan keluarga, masyarakat maupun bangsa, oleh karena itu kami seluruh jajaran dari RSUD  Goetheng Tarunadibrata Purbalingga merasa berkewajiban untuk mempersembahkan yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut”, demikian sambutnya.

Sedangkan Rektor UII, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec mengingatkan kepada para dokter muda FK UII bahwa janji dokter muda tidak hanya sekedar sebagai rangkaian  proses menuju pendidikan klinik namun sebagai wujud implementasi catur darma UII yang teridiri dari pendidikan, penelitian, pengabdian dan dakwah, sehingga selama di rumah sakit tentunya para dokter muda mengimplementasikannya.

“Selama di rumah sakit pedidikan, tentunya para dokter muda akan mengimplementasikan ilmu yang didapatkannya selama ini kepada pasien, tentunya sesuai dengan kapasitasnya sebagai dokter muda dengan dibantu  para pembimbing di Rumah Sakit di RS Goetheng Tarunadibrata Purbalingga, selain itu saya mengingatkan agar para dokter muda betul-betul membawa nama baik Universitas Islam Indonesia, jangan sampai muncul kesan tidak baik ketika dilapangan, yang pada akhirnya akan mengena pada UII juga”, demikian pesannya. Wibowo