FK UII Medical Science Weeks 2011

 Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Fakultas Kedokteran UII berencana menggelar acara Medical Science Weeks 2011. Medical Science Week (MSW) 2011 Fakultas Kedokteran UII yang merupakan program kerja Departemen Ilmiah LEM Fakultas Kedokteran UII periode 2010/2011. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang untuk ketiga kalinya dilaksanakan, akan tetapi terdapat penambahan 1 (satu) cabang pertandingan yaitu di bidang keagamaan.
Ilmu pengetahuan bersifat universal dan dapat dimanfaatkan serta dipelajari siapapun dan dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga berlaku pada ilmu yang dipelajari oleh siswa di tingkat SMA. Ilmu pengetahuan yang mereka timba di sekolah telah membuka pemikiran dan kekritisan mereka sebagai anak muda yang terpelajar. Di antara ilmu pengetahuan tersebut adalah mata pelajaran biologi yang mempelajari tentang makhluk hidup. Untuk itu FK UII mengadakan suatu kegiatan yang dapat membuka wawasan, meningkatkan pemahaman, serta kemampuan siswa SMA di lingkup DIY – Jateng terhadap peran dan aplikasi ilmu biologi dalam hubungannya dengan dunia kedokteran dan kesehatan. Dan kegiatan tersebut bertajuk “Kompetisi Biologi Kedokteran 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia”.
Di sisi lain kekritisan dan pemikiran logis siswa SMA juga merupakan suatu potensi tersendiri di kalangan masyarakat sebagai suatu bentuk refleksi atas koreksi terhadap penyimpangan-penyimpangan dalam sistem kehidupan, salah satunya dalam bidang kesehatan. Nalar para siswa yang mulai berkembang dalam menyikapi fenomena dalam masyarakat merupakan suatu hal yang sangat positif dalam membentuk karakter mereka sebagai calon pemimpin di masa mendatang.
Pemikiran inilah yang mendasari untuk mengadakan kompetisi biologi, lomba debat bahasa inggris, dan musabaqah syahril Qur’an dengan peserta dari SMA di DIY – Jateng. Beberapa kegiatan tersebut dikemas dalam satu rangkaian acara yaitu Medical Science Week Fakultas Kedokteran UII 2011. Acara insyaallah dilaksanakan pada tanggal 12 dan 13 MAret 2011. Peserta acara ini adalah pelajar SMU  di lingkup Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah dan sekitarnya . Satu tim terdiri dari 3 siswa dan setiap sekolah maksimal mengirimkan 2 tim untuk masing-masing lomba. Pemenang akan mendapatkan trophy, piagam dan uang pembinaan.

Kegiatan ini bertujuan untuk Membentuk generasi muda  yang aktif dan ikut berperan serta dalam kegiatan lomba., menumbuhkan pola pikir kritis dan inovatif melalui MSW, menanamkan dan mengembangkan generasi muda yang berpikir ilmiah serta berilmu amaliah serta memfasilitasi siswa yang memiliki minat dan bakat terhadap sains, bahasa inggris dan agama. (photo)

FK UII Gelar Seminar “Kanker Serviks” untuk Umum

 Kanker serviks (leher rahim) menjadi suatu permasalahan kesehatan wanita yang mendapat perhatian serius. Di dunia, setiap 2 menit, seorang wanita meninggal akibat kanker serviks, di Indonesia, setiap 1 jam (Ferlay J et al. Globocan 2002. IARC 2004). Di Indonesia, kanker leher rahim atau serviks telah menjadi pembunuh nomor satu dari keseluruhan kanker.
 
Kanker serviks merupakan penyakit kanker paling umum kedua yang biasa diderita wanita Antara 20 –55 tahun Wanita yang aktif secara seksual memiliki risiko terinfeksi kanker serviks. Setiap tahun, sekitar 500 ribu perempuan didiagnosa menderita kanker serviks. Dari jumlah itu, 270 ribu berakhir dengan kematian.
Kanker leher rahim (kanker serviks) adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim atau serviks yaitu kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina). Menurut survei yang melibatkan 5.423 wanita Asia dan dilakukan pada 9 negara, termasuk Indonesia, terbukti hanya 2 persen wanita yang mengetahui bahwa infeksi HPV merupakan penyebab kanker serviks. Jadi pengetahuan perempuan mengenai penyebab kanker serviks masih sangat minim.

 

Angka kejadian kanker serviks diperkirakan terus meningkat setiap tahunnya. Rendahnya tingkat pengetahuan dipercaya memperburuk kondisi tersebut. Padahal ada cara mudah terhindar dari kanker serviks lewat vaksinasi. Deteksi dini dan vaksinasi dapat menekan angka kejadian kanker serviks pada perempuan Indonesia. Metode deteksi dini dengan Pap’s smear sudah lama ditemukan, tetapi yang melaksanakannya masih sangat terbatas. Perilaku yang meningkatkan risiko terkena kanker serviks bukannya berkurang, tetapi justru meningkat seperti free sex (berganti-ganti pasangan), hubungan seks pertama pada usia muda (kurang dari 18 tahun), dan merokok.

 

Karena beberapa alasan tersebut, FK UII berencana menggelar Seminar dengan tema “Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker Cerviks” yang akan membahas tentang fakta kanker cerviks di Indonesia, penyebab (etiologi), faktor risiko, pencegahan dan terapinya. Seminar dilaksanakan pada Sabtu, 19 Maret 2011  menghadirkan beberapa pakar, yaitu dr Detty Nurdiati SpOG, dr. Hasto Wardoyo SpOG dan dr Addien Tri Rahmanto SpOG. Seminar bersifat terbuka untuk umum. (credit photo).

Lokakarya Evaluasi Blue Print Assessment KBK FK UII

 Rangkaian kegiatan Program Hibah Kompetensi Peningkatan Kualitas Pendidikan Dokter (PHKPKPD) mulai dilaksanakan oleh FK UII. Program pertama yang dilaksanakan adalah Lokakarya Evaluasi Blue Print Kurikulum yang diselenggarakan pada tanggal 21-22 Februari 2011. Peserta lokakarya ini adalah koordinator semua blok di tahap pendidikan sarjana kedokteran dan perwakilan dari masing-masing departemen di tahap pendidikan klinik. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua PIU PHKPKPD dr Umatul Khoiriyah M.Med.Ed. Dalam sambutannya disampaikan bahwa lokakarya ini membuka serangkaian kegiatan dalam rangka mengimplementasikan PHK-PKPD tahun pelaksanaan 2011. Pencapaian dari lokakarya ini adalah tersusunnya draft blue print assessment bagi blok semester genap dan draft blue print assessment bagi semua departemen di tahap pendidikan klinik.
 
Sebagai pemateri di hari pertama dalam lokakarya ini adalah dr. Najwa Zamalek Dalimoenthe, SP.PK(K) yang merupakan kepala bagian unit assessment di FK UNPAD. Materi pertama dr. Najwa menyampaikan review mengenai assessment. Beliau menekankan meski ada yang menyatakan bahwa ”assessment driven learning” bukan berarti bahwa proses belajar bukan hanya terbatas dari pencapaian nilai yang baik. Kita jangan sampai melupakan bahwa tujuan utama dari kegiatan assessment dalam pendidikan dokter adalah untuk meningkatkan kesehatan dan pelayanan kesehatan di populasi. Melalui kegiatan assessment ini dapat ditentukan apakah seorang mahasiswa telah mencapai suatu kompetensi tertentu yang telah ditetapkan dalam kurikulum.

Materi kedua adalah sharing implementasi blue print assessment di FK UNPAD. Dari implementasi blue print assessment di FK UNPAD nilai yang dapat kita tarik adalah untuk menyusun blue print yang baik perlu dari berbagai blok, departemen ataupun bagian untuk duduk bersama membuat peta yang lengkap berbagai kegiatan assessment untuk satu proses pendidikan dokter yang utuh. Sehingga saat mahasiswa masuk di semester 1 hingga semester 7, sejak awal institusi FK sudah dapat menentukan berapa buah soal biokimia yang akan mahasiswa dapaat saat ujian dan di blok mana saja. Pada sesi ini berlangsung lebih interaktif karena peserta sangat tertarik untuk berdiskusi terkait berbagai permasalahan dalam penyusunan blue print di FK UII. Selain dari segi blue print assessment, melalui diskusi di sesi kedua ini, dosen FK UII juga mendapatkan gambaran pelaksanaan assessment di FK UNPAD.

SOCA atau Student Oral Case Analysis adalah salah satu bentuk assessment yang diterapkan di FK UNPAD sebagai salah satu komponen nilai blok. Ujian SOCA ini digunakan untuk mengasah sekaligus menilai kemampuan clinical reasoning mahasiswa. Berbeda dengan FK UII, jika komponen nilai blok nya mencakup nilai ujian tulis, nilai ujian keterampilan medik dan nilai tutorial, komponen nilai blok di FK UNPAD adalah nilai ujian tulis, nilai SOCA dan nilai ujian komprehensif.

Diharapkan dari materi pada lokakarya hari pertama blue print assessment ini dapat ditarik berbagai nilai positif dari apa yang telah diimplementasikan di FK UNPAD sebagai salah satu leading medical faculty dalam aspek sistem assessment-nya. Namun demikian bukan berarti bahwa FK UII nantinya harus mengimplementasikan berbagai assessment yang telah dilakukan di FK UNPAD. Ada komponen practicability dan acceptability yang tidak boleh terlupakan dalam menerapkan berbagai kegiatan assessment. Perlu dilakukan evaluasi yang mendalam terhadap sebuah bentuk kegiatan assessment sebelum diimplementasikan.

Lokakarya hari kedua dilanjutkan dengan pemaparan draft blue  print assessment yang telah dibuat, baik oleh tim blok maupun oleh departemen klinik. Terdapat perwakilan blok dan departemen klinik yang mempresentasikan draft blue print yang telah dibuat dan telah dilakukaan evaluasi bersama terhadap contoh draft blue print tersebut. Hasil dari presentasi ini didapatkan beberapa kesepakatan mengenai draft blue print assessment yang dijadikan sebagai acuan bagi penyusunan draft blue print assessment berikutnya.

 
 

Jadwal Matrikulasi Predik Periode Maret 2011

FKUII Selenggarakan Try Out dan Seminar UNAS 2011

 Tim Promosi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi DIY pada Hari Sabtu, 19 Februari 2010 mengadakan kerjasama kegiatan Try Out dan Seminar Ujian Nasional 2011 yang bertajuk “Optimalisasi Kognitif dan Psikis Menuju Sukses” bertempat di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. dr. Sardjito Kampus Terpadu UII. Acara ini diikuti 157 pelajar kelas XII jurusan IPA dari berbagai SMA se Provinsi DIY.
 
Acara ini dibagi dalam tiga sesi. Yakni Try Out Ujian Nasional 2011, Seminar yang menghadirkan pembicara Drs. Bambang Irianto, MPd, Kepala Seksi Evaluasi Pendidikan Dinas  Pendidikan, Pemuda dan  Olahraga Provinsi DIY yang menyajikan materi “Gambaran Unas 2011 & Persiapan Mahasiswa”.  Pembicara kedua yakni dr. H. Agus Taufiqqurahman, Sp.S, M.Kes, Departemen Ilmu Saraf Fakultas Kedokteran UII yang mengupas “Manajemen Stress Pelajar dalam Menghadapi Unas”. Acara ditutup dengan Tour de Medica dan Pengumuman Hasi Try Out Ujian Nasional 2011 dan Penghargaan berupa Stimulus dan Bingkisan bagi juara 1-3.

“Ujian Nasional sudah waktunya bukan lagi menjadi momok yang menakutkan bagi para pelajar SMU, karena itulah FK UII mencoba untuk berperan aktif meningkatkan kulitas pendidikan berupa Try Out dan Seminar UNAS. Hal ini penting karena sebenarnya nilai mati UNAS ternyata masih lebih rendah dengan yang distandarkan negeri tetangga Malaysia. Diharapkan para pelajar yang ikut kegiatan ini selain mendapatan pengalaman mengerjakan variasi yang diolah sedemikian rupa serta ditambah pemberian motivasi dan strategi belajar  yang baik dalam UNAS akan menjadi bekal yang baik untuk menempuh Ujian yang tinggal dua bulan lagi.” Jelas dr. Dimas Satya selaku Ketua Panitia TRIASE Unas 2011 FK UII.

 
 
 
 
 
 

Pengumuman Predik Periode Maret 2011

predik 2011

Siasati Lulus UKDI, FK UII selenggarakan Forum Pakar

 
Guna mempersiapkan Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) tanggal 19 Februari 2011 mendatang dan minimal mempertahankan prestasi UKDI pada 30 November 2010 yang lalu bahwasannya angka kelulusan UKDI FK UII mencapai 94%  maka Fakultas Kedokteran UII menyelenggarakan Forum Pakar untuk pembahasaan soal-soal Try Out UKDI.
 
Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari yang dimulai sejak hari Selasa, 8 Februari 2011 sampai dengan Rabu, 09 Februari 2011 di Ruang Kuliah R.2/18 Fakultas Kedokteran UII, Jl. Kaliurang Km.14, 5 Kampus Terpadu, Sleman, Yogyakarta. Sebagai pematerinya, ketua pelaksana dr. Umatul Khoiriyah, M.Med.Ed menghadirkan para pakar pada hari pertama diantarannya dr. Artati Sri Rejeki, Sp.M (Ilmu Penyakit Mata), dr. H. Abdul Ghofir, Sp.S(K) (Ilmu Penyakit Syaraf), dr. Hj. Erlina Marfianti, M.Sc.,Sp.PD (Ilmu Penyakit Dalam), dr. MTS. Darmawan, Sp.A (Ilmu Penyakit Anak).

Untuk hari kedua membahas soal-soal tentang Ilmu Obstetri dan Ginekologi oleh dr. Yasmini Fitriyati, Sp.OG, Ilmu Kesehatan Jiwa oleh dr. Moetrarsi, DTM&H, Sp.KJ, Ilmu Radiologi (dr. Endrawati Tri Bowo, M.Sc), Ilmu Kesehatan Kulit Kelamin oleh dr. Yuli Sulistyowati, M.Sc.,Sp.KK, Ilmu Bedah oleh dr. Agung Widianto, Sp.N dan untuk Ilmu Kesehatan Masyarakat oleh dr. H. P. Luthfi Ghazli, M.Kes.

Ditemui saat kegiatan berlangsung, para peserta mengaku senang dengan kegiatan forum pakar seperti ini, ilmu-ilmunya sangat bermanfaat sekali. “Kesan saya acara ini mengundang para pakar sesuai bidangnya masing-masing dan sangat membantu dalam membahas soal-soal try out UKDI, tapi sayangnya waktu yang disediakan sangat sempit, sehingga saya memberikan saran agar kedepannya adanya penambahan waktu disetiap sesinya”, pinta Rikha.

PROSUS GENAP 2010/2011

Hubungan Latihan Pernafasan Satria Nusantara dengan Tekanan Darah

HUBUNGAN LATIHAN PERNAFASAN SATRIA NUSANTARA
DENGAN TEKANAN DARAH PESERTA PELATIHAN DASAR SATPAM ANGKATAN III POLDA DIY

    

Latihan pernafasan Satria Nusantara merupakan latihan pernafasan yang memadukan antara nafas, gerak dan konsentrasi. Pernafasan yang pelan, dalam, dan teratur dapat meningkatkan aktivitas parasimpatis. Peningkatan aktivitas parasimpatis dapat menurunkan curah jantung dan resistensi perifer total, yang nantinya juga bisa menurunkan tekanan darah.
 
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara latihan pernafasan Satria Nusantara dengan tekanan darah. Penelitian dilakukan secara potong lintang pada peserta pelatihan dasar satpam angkatan III POLDA DIY yang terdiri dari dua kelompok sampel yang masing-masing terdiri dari 50 orang. Data tekanan darah diperoleh dengan pengukuran tidak langsung yaitu menggunakan Sphygmomanometer raksa.  Perbedaan tekanan darah pada sampel yang tidak melakukan latihan pernafasan Satria Nusantara dengan tekanan darah pada sampel yang melakukan latihan pernafasan Satria Nusantara dianalisa dengan uji Mann Whitney. Didapatkan 100 sampel penelitian yang dianalisis, terdiri dari 50 orang yang tidak melakukan latihan pernafasan Satria Nusantara dan 50 orang yang melakukan latihan pernafasan Satria Nusantara. Rerata tekanan darah lebih tinggi pada kelompok sampel yang tidak melakukan latihan pernafasan Satria Nusantara. Analisa statistik menunjukan nilai p untuk tekanan darah sistolik adalah 0,002 dan nilai p untuk tekanan darah diastolik adalah 0,008.
 
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara tekanan darah pada sampel yang tidak melakukan latihan pernafasan Satria Nusantara dengan yang melakukan latihan pernafasan Satria Nusantara.

Kata kunci : latihan pernafasan Satria Nusantara, tekanan darah

 
Penulis :
Ulfatul Khasanah
 
Pembimbing :
dr. Zaenal Muttaqien Sofro, AIFM

Daya Tolak Pemakaian Rapelan Minyak Sere terhadap Nyamuk Betina

DAYA TOLAK PEMAKAIAN REPELAN MINYAK SERE
(Oleum citronella) TERHADAP NYAMUK BETINA Aedes aegypti
DI LABORATORIUM

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Salah satu tindakan memutus rantai penularan dengan menghindarkan diri dari gigitannya dengan penggunaan repelan. Repelan dapat dibuat dari bahan alami contohnya minyak sere (Oleum citronella) karena daun dan akarnya yang beraroma wangi dan tidak disukai nyamuk, selain itu juga kandungan dalam minyak sere yang bersifat desiscant yang membuat nyamuk dehidrasi sehingga nyamuk akan mati karena banyak kehilangan cairan.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya tolak repelan minyak sere serta membandingkan daya tolak repelan minyak sere dan DEET (NN-diethyl-meta-toluamide) terhadap nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor DBD. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratoris sederhana dengan analisis Kruskal-Wallis dilanjutkan Post Hoc Mann-Whitney. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini diperoleh rata-rata waktu penolakan nyamuk Aedes aegypti dengan repelan minyak sere 8299,22 detik, DEET 9472,11 detik, dan tanpa repelan 17,89 detik.

Hasil uji Kruskal-Wallis adalah paling tidak terdapat dua kelompok yang mempunyai perbedaan dan hasil uji Post Hoc Mann-Whitney antara masing-masing pasangan kelompok mempunyai perbedaan dalam pencegahan gigitan nyamuk. Kesimpulannya repelan minyak sere mempunyai daya tolak terhadap nyamuk Aedes aegypti dan lebih rendah daya tolaknya terhadap nyamuk Aedes aegypti dari pada DEET.

Kata Kunci : Daya Tolak, Repelan, Minyak Sere, DEET, Aedes aegypti

Penulis :
Gilang Liesmelati Kripsamaya

Pembimbing :
Siti Istianah