E-Learning FK UII

Selamat datang di E Learning Fakultas Kedokteran UII. Fasilitas ini menyediakan akses pada sumber-sumber pembelajaran biomedik khususnya bagi mahasiswa, staf pengajar dan peneliti di lingkungan Fakultas Kedokteran UII. E Learning berisi materi-materi perkuliahan berupa hand out, presentasi serta kuis elektronik.

Blok Introduksi

Blok Keterampilan Belajar dan Teknologi Informasi

Blok Humaniora
Blok Humaniora | Kuliah Pakar | Satuan Acara Perkuliahan | Tim Blok

Blok Kepemimpinan dan Profesionalisme Kedokteran (KPK)
Blok KPK | Kompetensi | Hubungan dengan Blok Lain | Cabang Ilmu Yang Mendukung | Tujuan Pembelajaran | Jenis Kegiatan | Tim Blok

Blok Biomedis

Blok Biomedis | PENDAHULUAN | HUBUNGAN DENGAN BLOK LAIN | KOMPETENSI | CABANG ILMU YANG MENDUKUNG | JENIS KEGIATAN | TUJUAN BELAJAR | PEMETAAN TUJUAN BELAJAR | SKENARIO | JADWAL | REFERENSI | SKILL LAB

Blok Sistem Pertahanan Tubuh dan Penyakit Infeksi

Blok Darah

Blok Pengobatan Rasional
Blok Pengobatan Rasional | Tim Blok | Jadual | Handout Kuliah | Penugasan | Referensi

Blok Sistem Gerak
Blok Sistem Gerak | Jadual | Penugasan | Referensi | Handout Kuliah

Blok Kardiovaskuler

Blok Respirasi
Blok Respirasi | Materi Kuliah | Unit Belajar | SAP Respirasi | Daftar Pustaka

Blok Uropoetika
Blok Uropoetika | Tim Blok | Hubungan dengan Blok Lain | Hasil Belajar | Cabang Ilmu Terkait | Pengetahuan Dasar Minimal | Keterampilan Dasar Minimal | Referensi | Jadual Kuliah

Blok Nutrisi dan Sistem Digesti

Blok Sistem Endokrin
Blok Sistem Endokrin | Tim Blok | Tujuan Belajar | Learning Outcome | Hubungan dengan Blok Lain | Jadual | Handout

Blok Sistem Saraf

Blok Kesehatan Jiwa
Blok Kesehatan Jiwa | Deskripsi | Tim Blok | Kompetensi | Bentuk Kegiatan Belajar | Penilaian | Bahan Kuliah | Jadwal

Blok Organ Indera

Blok Sistem Reproduksi

Blok Kesehatan Anak

Blok Kesehatan Usia Lanjut

Blok Kesehatan Masyarakat

Blok Trauma dan Kegawatdaruratan
Panduan Blok Kegawatdaruratan | Tim Blok | Materi | Keterampilan Medik

Blok Medikolegal
Blok Medikolegal | Tim Blok | Materi | Keterampilan Medik

Blok Elektif

Rumah Sakit Mitra Pendidikan Klinik

Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia telah menandatangani kerjasama dengan beberapa institusi, baik institusi pelayanan kesehatan (Rumah Sakit dan Puskesmas), Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten maupun institusi pendidikan lainnya. Kerjasama ini dimaksudkan untuk menambah pengayaan ilmu bagi peserta didik Kegiatan Pendidikan Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa pendidikan kedokteran dasar di Indonesia dibagi menjadi Pendidikan Umum (General education), Ilmu Kedokteran Dasar dan Ketrampilan Klinik Dasar (Basic Medical Science & Basic Clinical Skill) dan Pendidikan Klinik (Clinical Practice).

Sebagian besar kegiatan pengayaan ilmu pada pendidikan klinik berbentuk pengalaman belajar klinik dan pengalaman belajar lapangan dengan menggunakan berbagai bentuk dan tingkat tatanan pelayanan kesehatan nyata yang memenuhi persyaratan pendidikan sebagai tempat praktik pendidikan klinik. Pendidikan klinik dilaksanakan di Rumah Sakit, Puskesmas atau instansi lain yang terkait dengan proses pembelajaran klinik.
Beberapa Institusi kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia adalah:

  1. Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
  2. Fakulti Perubatan Universiti Kebangsaan Malaysia
  3. Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito Yogyakarta
  4. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta
  5. Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  6. RSUD Wonosari Kabupaten Gunungkidul
  7. RSUD Muntilan Kabupaten Magelang
  8. RSUD Wonosobo Kabupaten Wonosobo
  9. RSUD Kebumen Kabupaten Kebumen
  10. RSU Kardinah Kota Tegal
  11. RSUD Wonogiri Kabupaten Wonogiri
  12. RSUD Sragen Kabupaten Sragen
  13. RS Ghrasia Pakem Sleman
  14. RSUD Sunan Pandan Arang Boyolali
  15. RS Bhayangkara Semarang
  16. Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang
  17. Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman
  18. Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul
  19. Rumah Sakit Islam Klaten

Kurikulum Pendidikan Klinik

Perubahan paradigma pendidikan dokter serta berkembangnya teknologi kedokteran dengan beaya tinggi dan meningkatnya kebutuhan masyarakat, menyebabkan perlunya melakukan perubahan dalam kurikulum pendidikan dokter di Indonesia. Indikator kebutuhan masyarakat yang diformulasikan dalam Standar Pelayanan Minimal untuk mencapai Indonesia Sehat 2010 telah ditetapkan dalam SK Menteri Kesehatan No. 1457/MOH/SK/X/2003.

Kurikulum Inti Pendidikan Dokter Indonesia haruslah disesuaikan dengan kompetensi lulusan yang mengacu kepada SK Menteri Kesehatan tersebut. Indikator kebutuhan masyarakat terdiri dari komponen bio-psiko-etika-sosioekonomi-budaya, sehingga kurikulum baru harus mampu menghasilkan dokter yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat tersebut.

World Health Organization (WHO), World Organization of National Colleges and Academics (WONCA), Departemen Kesehatan Republik Indonesia dan Kolegium Dokter Indonesia serta Kolegium Dokter Keluarga Indonesia telah mengemukakan bahwa pelayanan kesehatan primer di Indonesia haruslah merupakan pelayanan kedokteran keluarga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan pertimbangan dan memperhatikan tanggung jawab dokter pelayanan primer, serta juga mengingat panduan dari World Health Organization (WHO), World Federation Medical Educations (WFME) serta hasil-hasil berbagai fakultas kedokteran di dunia dan rencana pemerintah tentang Indonesia Sehat 2010, telah diidentifikasikan beberapa area kompetensi.

Berdasarkan area kompetensi ini telah disusun kompetensi inti kemudian diikuti komponen kompetensi yang harus dikuasai untuk mencapai kompetensi inti dan enabling outcomes (sasaran penunjang) yang harus dikuasai sebelum menguasai komponen kompetensi.

Keseluruhan kompetensi dapat dicapai melalui pentahapan pendidikan kedokteran dasar, yaitu:

  1. Pendidikan Umum (General education)
  2. Ilmu Kedokteran Dasar dan Ketrampilan Klinik Dasar (Basic Medical Science & Basic Clinical Skill)
  3. Pendidikan Klinik (Clinical Practice)

Kurikulum Inti Pendidikan Dokter Indonesia (KIPDI) III disebut juga sebagai Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk Pendidikan Kedokteran Dasar difokuskan pada 7 area kompetensi, yaitu:

  • Area Kompetensi Komunikasi Efektif
  • Area Kompetensi Ketrampilan Klinik Dasar
  • Area Kompetensi Penerapan Dasar Ilmu Biomedik, Klinik, Perilaku dan Epidemiologi dalam Praktek Kedokteran Keluarga
  • Area Kompetensi Pengelolaan Masalah Kesehatan pada Individu, Keluarga dan Masyarakat
  • Area Kompetensi Mengakases, Menilai secara Kritis Kesahihan dan Mengelola Informasi
  • Area Kompetensi Mawas Diri dan Belajar Sepanjang Hayat
  • Area Kompetensi Etika, Moral dan Profesionalisme dalam Praktek 

 

Sebaran Cabang Ilmu Pendidikan Klinik


 

No

Cabang Ilmu

Waktu (Minggu)

1

Ilmu Penyakit Dalam

8

2

Ilmu Bedah

8

3

Obstetri dan Ginekologi

8

4

Ilmu Kesehatan Anak

8

5

Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Pencegahan

8

6

Ilmu Penyakit Saraf

4

7

Ilmu Kesehatan Mata

4

8

Ilmu Penyakit THT

4

9

Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

4

10

Psikiatri

4

11

Ilmu Kedokteran Forensik

2

12

Radiologi

2

13

Anestesiologi dan Reanimasi

2

 

Jumlah

66 minggu

Beasiswa Pasca Sarjana ke Perancis

Kedutaan Besar Perancis memberikan beasiswa pasca sarjana (Master, DESS, DEA) dengan jumlah yang terbatas.

Seleksi pendidikan akan dilakukan berdasarkan berkas permohonan yang masuk, kemudian melalui wawancara pribadi di Kedutaan Besar Perancis.

Kriteria dititikberatkan pada:

1. Latar belakang pendidikan si calon dan bidang yang ingin didalami;
2. Kepribadian;
3. Motivasi.

 
Bidang-bidang yang mendapat prioritas dari Pemerintah Perancis untuk mendapat beasiswa adalah:

1. Teknik;
2. Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran untuk penyakit menular (AIDS,TBC,Demam Berdarah);
3. Ilmu Politik,Ilmu Sosial, dan Hukum;
4. Semua permohonan yang termasuk dalam rangka proyek kerjasama universitas yang masih berlaku.

Persyaratan untuk mengikuti beasiswa ini:

1. Sekurang-kurangnya harus berijazah setingkat S1;
2. Bagi pegawai negeri, pencalonan harus diajukan secara resmi yang terkait dalam proyek kerjasama;
3. Bagi mereka yang bukan pegawai negeri, pencalonan sebaiknya termasuk dalam proses kerjasama yang lebih luas, yang diajukan kepada Kedutaan ini oleh badan perancis atau mitra kerja Indonesianya;
4. Penguasaan bahasa Perancis yang baik diperlukan untuk meneruskan studi di Perancis, pemberian beasiswa ini akan disertai dengan kursus Bahasa Perancis dan mengikuti ujian DELF, yang perlu diikuti sebelum berangkat ke Perancis. Peserta yang tidak lulus dalam ujian tersebut tidak akan menerima beasiswa.

Untuk informasi lebih lanjut dan mendapatkan formulir, hubungi:

Kedutaan Besar Perancis
Bagian Kerjasama & Kebudayaan
Jl.Panarukan no.35
Menteng, Jakarta

Telp.021-31931795
Fax.021-3103747
e-mail: infobg@yahoo.fr

Formulir yang telah diisi oleh si calon harus dikembalikan ke Kedutaan Besar Perancis sebelum tanggal 30 September 2004.

Berikut sejumlah situs yang banyak memuat mengenai pendidikan di Perancis

– EGIDE (dalam bahasa Perancis dan Inggris): http://www.egide.asso.fr
– Kementrian Pendidikan Nasional,Pendidikan Tinggi dan Penelitian Perancis:
http://www.eduation.gouv.fr
– Komisi Eropa: http://www.eurydice.org
– CNOUS (dalam bahasa Perancis): http://cnous.fr
– Situs majalah yang dikhususkan bagi pendidikan (dalam bahasa Perancis):
http://www.letudiant.fr
– Situs sumber-sumber dokumenter mengenai pengajaran dan pendidikan di Perancis
(dalam bahasa Perancis): http://www.cidj.asso.fr

Bagi yang ingin melanjutkan pendidikan di Perancis dengan biaya sendiri dapat memperoleh informasi dan berbagai persyaratan melalui Kantor EduFrance:

Agence EduFrance: http://www.edufrance.fr
Jakarta: edufrance@uninet.net.id
Surabaya: edufrance@sby.centrin.net.id

 

Program Beasiswa STUNED, Belanda

Pemerintah Belanda melalui the Netherlands Education Centre menawarkan beasiswa kepada para profesional muda Indonesia yang berprestasi untuk melanjutkan studi pascasarjana di Belanda.

Target grup

Program beasiswa STUNED ini ditujukan kepada para profesional dari seluruh Indonesia yang telah menyelesaikan pendidikan S1, khususnya para staf pengajar, staf pemerintah (pusat dan daerah), staf LSM dan wartawan. Program beasiswa STUNED mengutamakan kesetaraan gender (minimum 50% wanita) dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Mereka yang telah memiliki gelar Ph-D (S3) tidak diperkenankan untuk mengikuti program ini.

Beasiswa STUNED meliputi

1. Total biaya perkuliahan;
2. Biaya hidup (uang bulanan) sesuai dengan standar hidup pada umumnya;
3. Premi asuransi (travel, kesehatan, asuransi tanggungjawab perorangan);
4. Biaya tiket pesawat yang telah ditetapkan;
5. Biaya transportasi selama di Belanda yang berkaitan dengan keperluan studi;
6. Bantuan untuk biaya yang berkaitan dengan keperluan studi, seperti buku-buku dan biaya pengiriman (besar pembayarannya tergantung dari masa studi);
7. Penggantian biaya izin tinggal.

Program Studi yang dapat dipilih

Mereka yang berminat untuk melamar beasiswa STUNED dapat memilih program pascasarjana yang diadakan oleh lembaga pendidikan tinggi di Belanda, dengan lama masa studi minimal 1,5 bulan dan maksimal 24 bulan. Hampir semua program studi menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris. Pada prinsipnya program studi yang dipilih harus dapat mencerminkan adanya relevansi dengan pembangunan Indonesia. Hampir semua program studi dapat diajukan pilihan kecuali literatur dan bahasa.

Daftar program studi dapat dilihat di Catalogue of International Courses in the Netherlands melalui website: www.nec.or.id, atau www.nuffic.nl

Kemampuan Berbahasa Inggris

Informasi mengenai jadwal tes dan contoh hasil TOEFL atau IELTS yang sesuai dengan yang disyaratkan dapat diperoleh di website NEC.

Pemaparan motivasi

Setiap pelamar diharuskan menyerahkan sebuah esai yang menjelaskan hubungan antara pilihan program studi dengan salah satu sektor pembangunan serta memaparkan keterkaitan antara pekerjaan mereka dengan sektor pembangunan tersebut. Esai ini juga menjelaskan bagaimana permohonan beasiswa tersebut sejalan dengan rencana pembangunan organisasi di mana mereka bekerja.

Persyaratan

Pelamar beasiswa STUNED harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Warga negara Indonesia;
2. Pendidikan minimum S1,IPK min 2,5;
3. Pengalaman min 2 tahun di bidang yg relevan;
4. Mempunyai latar belakan pendidikan atau bidang kerja yg sesuai dengan pilihan studi pascasarjananya;
5. Memiliki kemampuan bahasa Inggris, min TOEFL 550 atau IELTS 213;
6. Tidak menempuh studi di luar negeri dalam kurun waktu 2 tahun terakhir;
7. Diterima di salah satu universitas di Belanda untuk tahun ajaran yang akan dijalani;
8. Usia tidak lebih dari 40 tahun untuk pria dan 45 tahun untuk wanita.

Selain persyaratan umum di atas, masing-masing universitas menentukan persyaratan pendaftaran tersendiri. Oleh karena itu dianjurkan agar pada tahap awal pelamar mencari informasi tentang prosedur pendaftaran tersebut. Harap mendaftar secepatnya, karena pelamar harus melampirkan surat penerimaan (admission letter) dari universitas pilihan di Belanda dalam formulir pendaftaran beasiswa.

Cara mendaftar

Langkah pertama adalah menentukan terlebih dahulu program studi yang tepat. Langkah berikutnya adalah mendaftar ke universitas untuk memperoleh penerimaan di program studi tersebut. Pendaftaran dapat dilakukan melalui e-mail. Masa pendaftaran di hampir seluruh program studi untuk setiap tahun akademik dibuka mulai bulan Januari.

Program beasiswa ditawarkan setiap tahun. Pendaftaran ditutup bulan April. Pengumuman penerimaan seleksi diumumkan sekitar bulan Juni. Formulir yang tidak lengkap tidak akan diproses.

Proses Seleksi

Dewan seleksi akan melihat bahwa beasiswa diberikan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam perjanjian kerjasama pembangunan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Belanda. Kesempatan lebih besar diberikan kepada mereka yang berhasil memaparkan argumentasi yang kuat dan meyakinkan mengenai hubungan antara program studi yang dipilih dengan pekerjaan mereka dan dengan pembangunan di sektor terkait, dan/atau hubungan antara program studi yang dipilih dengan rencana organisasi dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kinerja dari organisasi tersebut.

Application form, informasi terkini dan penjelasan lebih lanjut serta daftar dokumen yang harus dilampirkan dapat diperoleh di: www.nec.or.id, beasiswa1@nec.or.id

 

Beasiswa Monbukagakusho, Jepang

Berikut kami sampaikan informasi beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho), untuk kiranya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, khususnya bagi dosen PTN/PTS yang memenuhi kualifikasi yang telah ditentukan.

Persyaratan

1. Usia di bawah 35 tahun (baik untuk S-2 maupun S-3);
2. Peserta program S-2 harus sudah menyelesaikan S-1. Peserta program S-3 harus sudah menyelesaikan S-2;
3. Pelamar harus sehat jasmani dan rohani;
4. Pelamar harus dapat menguasai bahasa Inggris sehingga dapat menulis rencana tesis dan mengutarakan pendapatnya pada waktu wawancara;

 
5. Pelamar diminta untuk menghubungi seorang profesor di universitas negeri di Jepang sebagai pembimbing sesuai dengan bidang studi masing-masing. Bidang studi harus masih sebidang dengan disiplin ilmu sebdumnya;
6. Pelamar tidak diperbolehkan suami istri melamar bersamaan, harus salah satu. Setelah yang satu selesai baru yang satu lagi dapat mengikuti beasiswa ini;
7. Bagi mereka yang sudah pernah menerima beasiswa Monbukagakusho dan ingin melamar lagi, harus 3 tahun ada di Indonesia baru boleh mengikuti program ini, selama usianya masih di bawah 35 tahun pada saat keberangkatan;
8. Pelamar harus bersedia belajar bahasa Jepang karena bahasa pengantar di perguruan tinggi Jepang adalah bahasa Jepang.
9. Khusus bagi pelamar wanita, tidak boleh hamil pada saat melamar dan selama masa beasiswa.

Fasilitas yang didapat

1. Lamanya masa Research Student 2 tahun bila berangkat April, 1 1/2 tahun bila berangkat Oktober. Masa studi bisa diperpanjang apabila peserta diizinkan masuk program master atau doktor. Peserta diizinkan masuk program master selama masa Research Student. Sedangkan untuk program doktor, peserta harus mendapat izin dalam tahun pertama masa Reseerch Studentnya.
2. Beasiswa diberikan secara penuh;
3. Biaya transportasi dari bandara Soekarno Hatta sampai di bandara Jepang (pergi dan pulang);
4. Biaya asrama;
5. Asuransi kesehatan;
6. Satu mahasiswa satu profesor pembimbing;
7. Bebas biaya ujian masuk, matrikulasi, dan uang kuliah;
8. Tunjangan kedatangan sebesar ¥ 25.000 pada saat tiba di bandara Jepang. Besarnya beasiswa ¥ 184.000 per bulan.

Cara pendaftaran

Bagi peminat yang berstatus sebagai dosen PTN/PTS, lamaran diajukan oleh Pimpinan Perguruan Tinggi Asal (dengan surat pengantar/persetujuan pimpinan perguruan tinggi) ditujukan ke Direktur Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi, Ditjen Dikti, Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta, dengan melampirkan:

1. Application form Monbukagakusho;
2. Copy ijasah dan transkrip nilai dalam bahasa Inggris/ Jepang;
3. Surat rekomendasi dari perguruan tinggi asal (dengan mengisi formulir yang tersedia);
4. Letter of Acceprance (L/A) dari profesor pembimbing universitas negeri di Jepang, formulir tersedia. Untuk mendapatkan L/A dari profesor, pelamar harus mengirimkan proposal penelitian dan transkrip nilai kepada profesor tersebut;

Semua dokumen tersebut mohon dibuat rangkap 4, dan semua dokumen asli yang ditulis dalam bahasa Inggris / Jepang harus diserahkan kepada Kedutaan Besar Jepang.

Tahap penyeleksian

1. Tidak semua pelamar dipanggil ujian wawancara;
2. Bagi yang lulus praseleksi akan dipanggil untuk mengikuti ujian wawancara;
3. Bagi yang lulus ujian wawancara akan direkomendasikan ke Monbukagakusho;
4. Keberangkatan tahap I pada awal bulan April;

Keberangkatan tahap II pada awal bulan Oktober.

Progam beasiswa dibuka setiap tahun. Untuk tahun 2004, pendaftaran dibuka pada bulan Desember dan ditutup pada tanggal 21 April 2004.

Application form

Application form beasiswa Monbukagakusho dapat diperoleh di:
1. Bagian Pendidikan KEDUTAAN BESAR JEPANG J1. M.H. Thamrin 24 Jakarta 10350, Telp. (021) 319 24308 (hunting);
2. Perguruan Tinggi Negeri / Kantor Kopertis terdekat;
3. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (lantai 4) Jalan Pintu Satu Senayan Jakarta.

Hal-hal yang belum jelas terkait dengan teknis pelamaran beasiswa tersebut (khususnya bagi dosen PTN/PTS) kami silakan menghubungi Ditjen Dikti (contact person Andi Ichsan atau Agus Susilohadi), Telp 021-5700052.

 

Program Pertukaran Mahasiswa Kedokteran

IFMSA (International Federation of Medical Student's Associations) menyelenggarakan dua macam program pertukaran, yaitu Program Pertukaran Profesional (Professional Exchange) dan Program Pertukaran Riset (Research Exchange).

Program Pertukaran Profesional
Dalam struktur organisasi IFMSA, Program Pertukaran Profesional dipegang oleh suatu komite yang dikenal sebagai SCOME (Standing Committee on Professional Exchange). Untuk tingkat nasional, The National Exchange Officers (NEO) bertanggungjawab pada pelaksanaan program pertukaran, baik ditingkat nasional maupun internasional. Selain menandatangani kontrak pertukaran bilateral, seorang NEO juga mengatur prosedur pendaftaran bagi mahasiswa yang berminat mengikuti program pertukaran dari negaranya.

Ditingkat daerah/lokal, program pertukaran dikelola oleh suatu Local Organising Committee. Keanggotaan komite ini biasanya berasal dari satu fakultas kedokteran. Lokal Organising Committee ini dikoordinasi oleh Local Exchange Officer (LEO) yang bertanggungjawab pada proses penerimaan dan penempatan mahasiswa tamu yang datang. Seorang LEO juga berfungsi sebagai penghubung antara mahasiswa tamu dengan dokter/dosen yang akan membimbing selama mengikuti program pertukaran.

Ada dua jenis Program Pertukaran Profesional yang ditawarkan, yaitu:

1. Pra klinik, dimana mahasiswa tamu belajar atau magang pada suatu bagian (department) pra klinik di fakultas kedokteran atau rumah sakit pendidikan. Semisal: belajar dan magang di bagian patologi fakultas kedokteran atau laboratorium patologi rumahsakit pendidikan;
2. Klinik, dimana mahasiswa tamu magang pada suatu bagian (department) klinis di rumah sakit atau praktek dokter umum/spesialis.

Lama program pertukaran rata-rata 4 minggu, menggunakan bahasa pengantar Inggris atau bahasa negara tempat magang. Daftar negara yang menawarkan Program Pertukaran Profesional dan informasi nya dapat dilihat di http://www.ifmsa.org/scope/ec.htm . Informasi lebih lanjut mengenai Program Pertukaran Profesional ada di http://www.ifmsa.org/scope/

Program Pertukaran Riset
Dalam struktur organisasi IFMSA, Program Pertukaran Riset dipegang oleh suatu komite yang dikenal sebagai SCORE (Standing Committee on Research Exchange ). SCORE dikoordinasi oleh seorang Director yang dipilih satu tahun sekali. Tugas utama Director SCORE adalah mengawasi kerja para NORE selama setahun penuh. Ditingkat nasional, Program Pertukaran Riset dikelola oleh NORE (National Officer on Research Exchange). Seorang NORE mempunyai tugas mempublikasi dan memperbarui daftar proyek riset (http://www.ifmsa.org/score/projects.html), menandatangani kontrak program pertukaran riset dengan NORE dari negara lain, serta menerima dan menyeleksi aplikasi pendaftaran. NORE juga mengkoordinasi kerja LORE (Local Officer on Research Exchange). Seorang LORE diangkat atau dipilih oleh komite lokal di fakultas kedokteran. LORE bertanggungjawab mengatur, mengelola dan mempromosikan program pertukaran riset di fakultas kedokterannya.

SCORE memberikan kesempatan bagi mahasiswa kedokteran suatu kesempatan unik untuk menjalani riset klinik maupun pra klinik di negara lain. Mahasiswa akan bergabung dalam suatu tim riset dan menjalani kegiatan riset dibawah bimbingan seorang tutor ahli. Selama menjalani program, mahasiswa akan dikenalkan pada prinsip-prinsip dasar riset, seperti studi literatur, mengkoleksi informasi, menulis ilmiah, kerja laboratorium, statistik dan aspek etik. Diakhir program, mahasiswa diharapkan untuk menulis esai singkat mengenai hasil dan pencapaiannya.

Informasi lebih lanjut mengenai Program Pertukaran Riset dapat dibaca di http://www.ifmsa.org/score/

 

Kurikulum

Kurikulum Fakultas Kedokteran UII tersebar dalam blok, mata kuliah wajib, mata kuliah non blok dan karya tulis ilmiah (KTI). Jumlah SKS yang harus ditempuh untuk memperoleh gelar akademik Sarjana Kedokteran (S.Ked) adalah 157 SKS. Total 157 SKS tersebar dalam blok 102 SKS, mata kuliah wajib non SKS 39 SKS dan keterampilan medik 16 SKS.

K u r i k u l u m
Kurikulum Sistem Integrasi dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) ini menggunakan blok yang tahap pembelajarannya berlangsung selama waktu tertentu tergantung dari beban waktu yang dihitung dalam mingguan. Sistem PBL yang digunakan adalah modifikasi system based oriented. Satu semester terdiri dari 3 sampai 4 blok. Satuan Kredit Semester yang diberlakukan dalam sistem PBL ini dibebankan dalam blok yaitu lamanya proses belajar (kegiatan blok) dalam satu minggu. Satu minggu sama dengan 1 (satu) Satuan Kredit Semester (SKS).

Modifikasi system based oriented dalam tiap blok dalam semester dan lamanya proses pembelajaran adalah sebagai berikut :
Tahap Pendidikan Umum dan Pendidikan Terintegrasi

Mata kuliah universitas dan mata kuliah non blok, yaitu:

Tahap Pendidikan Klinik
Satuan Kredit Semester yang diberlakukan dalam pendidikan klinik dibebankan dalam kegiatan tiap depertemen klinik yaitu lamanya proses pembelajaran dalam dua minggu. Dua minggu kegiatan pendidikan klinik sama dengan 1 (satu) Satuan Kredit Semester (SKS). Tahap Pendidikan Klinik terdiri dari beberapa departemen, yaitu :

Tahap Pendidikan Klinik
Satuan Kredit Semester yang diberlakukan dalam pendidikan klinik dibebankan dalam kegiatan tiap depertemen klinik yaitu lamanya proses pembelajaran dalam dua minggu. Dua minggu kegiatan pendidikan klinik sama dengan 1 (satu) Satuan Kredit Semester (SKS). Tahap Pendidikan Klinik terdiri dari beberapa departemen, yaitu :

Proses pembelajaran pada tahap pendidikan klinik adalah berbentuk pengalaman belajar klinik dan pengalaman belajar lapangan dengan menggunakan berbagai bentuk dan tingkat tatanan pelayanan kesehatan nyata yang memenuhi persyaratan pendidikan sebagai tempat praktek pendidikan klinik. Ketentuan Kuliah Kerja Nyata tertera dalam Pedoman Kuliah Kerja Nyata yang diterbitkan oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Indonesia.

Lab Biomedis

Laboratorium biomedis di Fakultas Kedokteran (FK) UII mencakup 9 laboratorium ilmu dasar kedokteran, yaitu: fisiologi, biokimia, mikrobiologi, parasitologi, anatomi, patologi anatomi, histologi, patologi klinik, dan farmakologi. Keberadaan lab biomedis mutlak diperlukan sebagai sarana bagi mahasiswa FK untuk lebih memahami serta mendalami teori kedokteran dalam bentuk praktek. Hingga saat ini keberadaan ke-9 lab biomedis FK UII tersebar pada 3 titik lokasi: Gedung FK UII, Lab Terpadu UII, dan unit laboratorium anatomi di sebelah timur lapangan basket FK UII.

LABORATORIUM FISIOLOGI
Pjs.Kepala lab : dr. Chandra Kurniawan
Laboran : Erina Wargayanti, AMd
Lokasi : Lab Terpadu UII, lantai 2 sayap tengah

LABORATORIUM BIOKIMIA
Pjs.Kepala lab : dr. Hepi Adipurnomo
Laboran : Guntoro, AMd
Lokasi : Lab Terpadu UII, lantai 2 sayap selatan

LABORATORIUM MIKROBIOLOGI
Kepala lab : dr.Farida Juliantina Rachmawaty,M.Kes.
Laboran : Muhammad Afivudien, AMd
Lokasi : Lab Terpadu UII, lantai 2 sayap tengah

LABORATORIUM PARASITOLOGI
Kepala Lab : dr. Siti Isti'anah
Pjs. Kepala lab : dr. Esti Mahanani
Laboran : Darmawanta, AMd, SKM
Lokasi : Lab Terpadu UII, lantai 1 sayap utara

LABORATORIUM ANATOMI
Kepala lab : dr. H. Zainuri Sabta Nugraha
Pjs. Kepala lab: dr. Kuswati
Laboran : Sugiyono
Lokasi : Unit Lab Anatomi FK UII

LABORATORIUM PATOLOGI ANATOMI
Kepala lab : dr.H.Edi Fitriyanto
Laboran : Sri Widayati, AMd
Lokasi : Gedung FK UII, lantai 2 sayap barat

LABORATORIUM HISTOLOGI
Kepala lab : dr. Ika Fidianingsih
Laboran : Ahsan
Lokasi : Gedung FK UII, lantai 2 sayap barat

LABORATORIUM PATOLOGI KLINIK
Kepala lab : dr. Linda Rosita, M.Kes.
Sekretaris : dr. Utami Mulyaningrum
Laboran : Avivudien Muhammad
Lokasi : Lab Terpadu UII, lantai 2 sayap tengah

LABORATORIUM FARMAKOLOGI
Kepala lab : dr. Isnatin Miladiyah, M.Kes
Laboran : Erina Wargayanti, AMd
Lokasi : Lab Terpadu UII, lantai 2 sayap tengah